
Vivian dan Chacha dalam perjalanan menuju restoran tempat Langganan Vivian. Vivian sesekali melirik ke arah Chacha melihat penampilan nya lalu mendengus meremehkan.
" Kau berasal dari kampus mana Cha? " Tanya Vivian menghapus kesunyian.
" Aku? "
" Iya tentu saja siapa lagi yang ada di mobilku? Pasti kau dari kampus yang bagus ? Soalnya perusahaan kita hanya mau menerima magang dari Universitas terkemuka. "
" Dari Universitas Seoul. "
" Wah kau pasti sangat pintar bisa masuk kesana, ujian masuk nya kan sangat sulit. Dulu kampus itu adalah kampus impian ku tapi karena nilai ujian ku dibawah standar akhirnya aku hanya bisa masuk ke kampus biasa, hanya sebuah keberuntungan aku bisa lulus dan bekerja di perusahaan Bellin. "
Chacha senang mendapat pujian tersebut " Nona Vivian terlalu merendah, sebenarnya aku pun juga hanya beruntung. Nilai akademik ku tidak terlalu tinggi hanya sedikit diatas rata rata saja, aku bisa masuk ke Universitas itu pun karena lewat jalur beasiswa."
" Tapi setidaknya kau lebih pintar dari ku."
Mobil akhirnya sampai ditempat tujuan, Vivian turun bersama Chacha mereka segera masuk kedalam sebuah restoran bergaya Eropa, didalam restoran tersebut sangat cantik dan terlihat elegan. Chacha mengedarkan pandangan nya ke sekeliling, ia meresa minder karena pakaian nya terlihat biasa saja dibandingkan orang orang yang berada di tempat itu.
" Nona Vivian tempat sangat bagus apa kau tidak malu jika datang kesini bersama ku. " Celetuk Chacha.
" Kenapa harus malu kau kan temanku , kau juga pakai baju dengan lengkap tidak usah minder seperti itu ayo! " Vivian mengajak Chacha duduk di sebuah meja dekat jendela kaca yang menghadap kota, pemandangan dari sana sangat cantik. Chacha reflek mencari ponselnya dan berselfie. Sejenak Vivian menbatin dan mengatai Chacha
Dasar kampungan, jika aku tidak membutuhkan mu aku tidak akan mau mengajak orang miskin seperti mu.
Vivian membiarkan tingkah Chacha. Pelayan datang dan memberikan buku menu.
" Silahkan Nona. "
" Kau mau makan apa Chacha? " Tanya Vivian
" Emm aku bingung harus memesan apa, bisakah Nona membantu ku. " Jawab Chacha yang kebingungan karena baru pertama kali makan direstoran semewah itu.
" Baik aku pesankan pasta spesial saja ya, atau kau mau makan steak? "
" Pasta saja. " Jawab Chacha cepat, ingin sekali ia makan steak tapi iat tidak enak.
Setelah memesan pelayan undur diri dan meminta waktu agar kedua nya menunggu hingga pesanan mereka datang.
" Bagaimana menurut mu bekerja di Bellin? "Tanya Vivian tiba-tiba
" Aku senang bekerja disana, hanya saja status ku hanyalah karyawan magang jika masa magang ku selesai maka aku harus pergi, padahal aku ingin terus bekerja disana. "
" Kenapa kau mau bekerja disana, kau kan dari US jika kau sudah lulus banyak perusahaan besar yang bisa kau masuki, sejujurnya perusahaan Bellin tidak terlalu bagus ada perusahaan yang lebih bagus dari perusahaan itu salah satunya yaitu KeyFashion. " Ujar Vivian
" Benarkah Nona? " Chacha mulai tertarik.
" Kau anak magang pastilah tidak tahu, sebenarnya banyak karyawan dari Bellin mengajukan resign dan mendaftar ke KeyFashion. Terutama bagian desainer. Banyak senior ku yang keluar dan sekarang bekerja disana. "
" Oh iya? Memang nya perusahaan itu sangat bagus ya Nona? "
" Tentu saja, aku sendiri pun ditawari masuk kesana oleh senior ku. Jika aku resign dan mendaftar kesana perusahaan mereka bersedia menerima ku dan langsung menjadi kan ku karyawan tetap. Gaji disana juga lebih tinggi. "
Mata Chacha langsung berbinar jika menyangkut masalah uang. " Murah hati sekali perusahaan itu."
" Sebenarnya perusahaan Bellin dan KeyFashion adalah rival dibidang industri fashion, hanya saja Bellin bermain licik dengan mengirim mata mata dan mencuri design design dari KeyFashion. Sehingga saat musim peluncuran pakaian, penjualan Bellin selalu no.1."
" Jahat sekali! "
" Selain bermain curang mereka juga menggaji karyawan mereka dengan rendah dan sering lembur maka dari itu senior ku di bagian design selalu mengeluh, karena tidak tahan akhirnya dia keluar dan sekarang masuk ke KeyFashion. " Ucapan Vivian terlihat begitu meyakinkan.
" Setelah lulus aku pasti akan mendaftar kesana! "
Obrolan sejenak terhenti saat pelayan menghidangkan makanan yang mereka pesan, kemudian menikmati makan malam dengan tenang.
Selesai makan wajah Vivian tampak sedih atau memang dibuat seperti itu agar Chacha melihat nya.
"Aku sedih karena temanku. " Jawab Vivian lirih.
" Ada apa dengan teman Nona? "
" Temanku merupakan senior di bagian design sebelum resign. Ia sekarang sudah bekerja di KeyFashion. Kemarin ia bercerita padaku bahwa desain desain miliknya diminta paksa oleh perusahaan sebelum ia resign."
" Kenapa bisa seperti itu?"
" Karena senior ku salah satu desainer utama diperusahaan, ia ingin membawa desain milik nya sebelum pergi tapi tidak diperbolehkan, dan desain itu malah akan ditampilkan dalam acara fashion show nanti dan kudengar nama nya tidak akan disematkan oleh perusahaan sebagai perancangnya. "
" Aku tidak mengira bahwa perusahaan akan selicik itu. "
" Aku ingin membantu nya dengan mengambil rancangan nya tapi tidak bisa karena rancangan milik temanku di simpan oleh tim produksi dengan sangat ketat. "
" Kenapa tidak membuat desain yang lebih bagus saja daripada mengambil nya? " Ujar Chacha
" Waktu nya tidak cukup, lagipula rancangan miliknya itu adalah rancangan spesial yang ia desain sejak lama dan sangat berbeda dengan yang lain, jika rancangan milik nya dipamerkan dalam acara fashion show perusahaan Bellin bisa dipastikan akan kembali merajai penjualan pada musim panas ini. Kasihan sekali teman ku itu, ingin aku membantu nya tapi aku yang sendirian ini tidak mampu. "
" Aku membantu mu Nona Vivian. " Ucap Chacha penuh keyakinan.
" Hei kau kan hanya mahasiswa yang sedang magang, jangan berbuat aneh aneh. "
" Aku hanya ingin membalas kebaikan mu karena telah mengajakku ketempat yang bagus dan membelikan makan malam yang mahal, bantuan ku tidak ada artinya. Lagipula perbuatan kita itu tidak salah, kita hanya mengambil apa yang seharusnya teman Nona miliki bukan? "
Seringai di wajah Vivian mencuat saat ia berpura-pura minum. Ia sedikit menarik ujung bibirnya ke atas.
" Aku sangat beruntung bertemu dengan mu, temanku pasti akan sangat berterimakasih padamu, aku akan bilang padanya saat kau lulus nanti kau bisa masuk ke perusahaan itu dengan mudah. Tidak . Itu terlalu lama. Jika saat kau membantu ku magang mu diberhentikan oleh perusahaan aku akan minta bantuan nya agar kau bisa magang di perusahaan KeyFashion. "
" Tidak Nona Vivian harusnya aku yang berterimakasih padamu. " Ujar Chacha dengan senyum cerah nya.
" Lalu bagaimana kita mengambil rancangan milik teman anda? "
" Sangat beresiko jika kita mengambil nya, kita cukup merusak nya saja agar saat acara fashion, perusahaan tidak bisa memamerkan nya. Aku juga akan minta bantuan temanku yang ahli IT untuk mereka sistem keamanan dan CCTV agar tidak ada yang tahu perbuatan kita. "
" Aku setuju Nona, aku siap membantu mu! "
" Terimakasih sekali lagi Chacha. "
" Sama sama. "
Usah perbincangan panjang mereka, Vivian mengajak Chacha pulang ia mengantarkan Chacha hingga ke apartemen nya. Sebelum pergi Vivian meminta nomor rekening Chacha. Awalnya ia bingung dengan permintaan Vivian itu.
" Chacha bolehkan aku minta nomor rekening mu? "
" Untuk apa Nona? "
" Rancangan milik temanku itu sangat lah berharga jika sampai dipamerkan dalam acara fashion show, perusahaan akan diuntungkan oleh karya milik temanku. Kita akan berusaha membuat perusahaan tidak bisa memamerkan nya, aku ingin memberimu sedikit hadiah karena mau membantu ku. "
" Tidak perlu Nona, itu berlebihan aku hanya ingin membantu mu dengan tulus. " Ucap Chacha tapi didalam hati ia begitu senang.
" Tidak Chacha anggap saja untuk membantu biasa kuliah mu, aku tahu bagaimana rasanya jadi mahasiswa yang mengandalkan beasiswa"
" Jika Nona Vivian memaksa aku tidak bisa menolaknya lagi. Terimakasih. "
" Sama sama, kalau begitu aku pulang ya, besok aku akan memberitahu rencana kita. " Chacha mengangguk mengerti.
Perlahan lahan mobil Vivian meninggalkan gedung apartemen nya, lalu sebuah notifikasi di M-banking nya muncul di beranda.
Matanya melotot saat melihat notifikasi mendapatkan tranferan dan ia yakin itu dari Vivian.
Vivian mentransfer uang yang sangat banyak yaitu 5.000 won.