
L menghangatkan bubur yang ia beli di pasar tadi pagi, dan membuat teh hangat untuk pamannya. Pamannya sudah berganti dan langsung duduk di ruang tengah
" Paman makanlah dahulu, wajah paman sangat pucat. "
Pamannya kini menatap dengan wajah berkaca-kaca, air matanya menetes dan keluarlah kata kata yang membuat L bingung " Elis maafkan paman. "
L bingung dengan perkataan pamannya yang tiba-tiba minta maaf tersebut " Paman ada apa? kenapa tiba-tiba paman minta maaf pada Elis, Paman tidak punya salah apapun pada Elis. "
Paman berpindah dan langsung memeluk Elis " Tidak nak, Paman memang harus minta maaf padamu, maaf karena paman terlalu keras padamu, maaf karena telah membuat mu menderita selama kau tinggal dirumah paman, maaf untuk tidak memberimu kasih sayang layaknya orangtua, dan maaf karena keluar paman membuat mu harus pergi dari rumah dan kembali ke desa. " memeluk dan mengelus kepala Elis
L sungguh kaget dengan yang dikatakan pamannya " Paman sudah lah, yang lalu biarlah berlalu, Elis juga minta maaf karena pergi dari rumah paman tanpa berpamitan terlebih dahulu. " mata L mulai berkaca-kaca
" Paman sangat menyesal telah membuat mu menderita selama kau tinggal bersama dengan keluarga paman, paman terlalu egois memaksakan ambisi paman padamu. Paman tak pernah mengijinkan mu untuk menikmati masa SMA selayaknya remaja pada umumnya, paman selalu hanya menyuruhmu untuk belajar, belajar, dan belajar. Kau juga selalu disuruh mengerjakan tugas rumah dan tidak pernah mengijinkan mu bermain dengan teman temanmu, maafkan Bibi mu juga yang pernah berkata kasar dan merendahkan dirimu, paman sadari kalo paman ini adalah manusia yang paling egois didunia ini. Paman memaksakan cita-cita paman yang dulu waktu muda tak sempat tercapai kepadamu, membiarkan dirimu bekerja keras dan menerima kelakuan buruk dariistriku yang tidak menyukai mu. " tangis pun pecah di wajah paman Andrea
Kini L yang berbalik memeluk pamannya " Paman sudah, L mengerti kok, meskipun Elis terkadang tidak suka dengan cara paman dalam mendidik, tapi L selalu percaya dan yakin kalau semua yang paman lakukan itu demi masa depan L. L hanya merasa bersalah tidak bisa membuat Bibi menjadi menyukai L. "
" Maafkan paman sekali lagi ya, semua perlakuan buruk paman dan Bibi terhadapmu mungkin telah membuat Tuhan marah dan kini paman dan Bibi tengah dihukum. " Kata paman Andrea masih dengan air mata yang mengalir
L menangkap sesuatu yang membuat nya khawatir " Kenapa paman bicara seperti itu? ada apa paman? ceritakanlah pada Elis. "
"Yoga kini tengah berada dirumah sakit nak. " tangisan semakin kencang
" Kenapa mas Yoga bisa berada dirumah sakit? ada apa?"
" 3 bulan yang lalu Yoga divonis menderita gagal ginjal. " kata kata itu membuat L syok
" Beberapa minggu kemudian ia harus melakukan cuci darah secara rutin dan melakukan serangkaian perawatan guna mencegah terjadinya komplikasi, serta menghambat perkembangan penyakit gagal ginjal kronis menjadi lebih parah. Hampir dua bulan lamanya ia menjalani dialisis (cuci darah) , namun kondisi Yoga semakin memburuk. beberapa hari yang lalu dokter menyarankan agar Yoga segera melakukan transplantasi ginjal secepatnya jika tidak, nyawanya mungkin tidak akan tertolong. " pamannya tak kuasa menahan air mata yang terus mengalir
" Maafkan paman Nak, kedatangan paman kemari sebenarnya ingin meminta bantuan mu, paman rasanya sudahtidak punya harga diri lagi jika mengatakan hal ini, namun paman sudah bingung mau minta bantuan siapa lagi. "
" Bantuan apa paman, katakanlah, jika Elis mampu pasti Elis akan membantu paman, Elis juga sedih mendengar Mas Yoga sakit seperti itu, Mas Yoga sudah Elis anggap seperti kakak Elis sendiri. "
" Paman ingin meminjam uang untuk biasa operasi transplantasi ginjal Yoga, selama ini Yoga menjalani perawatan intensif dirumah sakit dan harta paman hampir habis untuk biaya rumah sakitnya, sementara biasa operasi, paman masih kekurangan banyak, rumah, mobil, dan harta yang paman miliki sudah paman jual namun tetap masih kurang. Maafkan paman yang tak tahu malu ini. "
" Paman kenapa harus malu, dengan senang hati L akan membantu paman, berapa yang paman butuhkan? "
" Kurang 350 juta lagi nak? "
"L bergegas masuk ke kamar miliknya dan mengambil ATM nya " Paman pakai ini untuk menambah biaya operasi Mas Yoga, didalam ATM ini ada sekitar 300 juta, pakailah. "
Wajah paman seakan terkejut " Dari mana kamu dapat uang sebanyak ini nak? ini bukanlah cuman sekedar 300 rb atau 3 juta, tapi 300 juta. "
" Itu uang hasil dari menjadi ilustrator dan penulis novel paman, selama ini Elis selalu menabung nya dan tidak pernah Elis pakai. " kata Elis berbohong, sebenarnya itu uang yang selama ini Bora kirimkan, Elis tidak memakainya dan sengaja tidak memberitahu pamannya soal ia memiliki kakak angkat yang sangat sayang dan baik padanya, ia takut nanti pamannya menjadi khawatir karena bergaul dengan orang asing.
" Tapi Elis, paman tidak sanggup menerima uang sebanyak ini dari mu, setelah membuat mu menderita hingga kembali ke desa ini, sekarang paman dengan seenaknya mengambil uang yang selama ini kau tabung. "
" Paman jangan berfikir seperti itu, kita adalah keluarga dan pasti L dengan ikhlas mau membantu paman, ini demi kesembuhan Mas Yoga. " Kata L meyakinkan pamannya
" Baiklah, terimakasih nak. " memeluk erat keponakan nya " paman berjanji, setelah Yoga sembuh nanti , paman akan mengembalikan uang mu ini. "
" Paman tidak perlu mengembalikannya, lagipula setiap bulan ATM juga akan kembali terisi, selama aku masih menjadi seorang ilustrator dan penulis. "
" Paman jadi semakin menyesal karena dari dulu tidak mendukung mu menjadi Seniman, nyatanya sekarang karena dirimu Yoga terselamatkan. Sekali lagi paman minta maaf nak. "