
Acara makan malam dengan para senior berjalan lancar, dengan Yena menjadi pusat perhatian karena berhasil masuk dalam lingkaran anak-anak terpopuler di kampus. L sendiri malah asik bersantai dirumah ditemani Bora dan Jisoo, sesekali Yura mengirimkan pesan tapi tidak dihiraukan oleh L, karena ponselnya diletakkan di atas nakas.
Di sebuah bangunan mewah, tepatnya disebuah apartemen. Seorang lelaki sedang duduk sambil menikmati keindahan kota seoul dari balik jendela.
Pelayan nya datang membawakan makanan untuknya.
" Ini makan malamnya tuan. " Pelayan tersebut meletakkan diatas meja dan meninggalkan ruangan tersebut.
Pria itu berjalan ke meja makan dan menikmati makan malam nya dengan steak dan anggur mewah.
" Apa agendaku untuk besok? " Tanya pria tersebut kepada seorang lelaki yang merupakan asisten sekaligus orang kepercayaan nya. Asisten tersebut biasa dipanggil Mr.Lee
" Agenda anda adalah mengunjungi kantor baru anda di kota X, kemudian ada acaranya peresmian pabrik serta pembukaan galeri milik yayasan HuangShan. " Mr.Lee belum selesai berbicara, sosok tersebut mengangkat tangannya sebagai tanda agar Mr.Lee berhenti berbicara.
" Aku hanya akan mengunjungi kantor sebentar, sisanya ku serahkan padamu saja. Baru kemarin kau sampai di Korea dan aku ingin bersantai sejenak." ujar sosok tersebut
" Baik Presdir. " Jawab Mr.Lee sambil membungkuk, ia segera mengambil tablet dan menelpon seseorang.
Sosok yang sedari tadi dibicarakan adalah Park Daniel. Seorang pria berumur 25 tahun, seorang pewaris dari perusahaan global yang sangat terkenal di Asia dan Eropa.
Kini Daniel tengah berada di Korea guna mengurus perusahaan milik keluarga yang ada disini. Sebelumnya ia berada di China, namun karena saudari kembarnya yang bernama Giselle yang memegang kantor pusat di Korea sedang cuti usai melahirkan anak keduanya, maka ia dikirim ayahnya untuk mengambil alih sejenak sampai saudari kembarnya kembali ke perusahaan.
Ada suami Giselle, namun suaminya ikut cuti guna menjaga Giselle. Jadi tidak bisa memegang perusahaan.
Mr.Lee tiba-tiba mendapatkan telpon dari seseorang, ketika menatap layar ponselnya ia segera menyingkir sejenak dari tuan muda untuk menerima telpon tersebut.
Layar ponsel nya memperlihatkan bahwa yang menelpon adalah Tuan Besarnya.
" Hallo selamat malam Tuan Besar. " Jawab Mr.Lee sopan
" Bagaimana keadaan anakku? " tanya Tuan Park
" Tuan muda sedang makan malam Tuan. "
" Baiklah aku percaya kan dia padamu, tolong jaga dia untuk ku ya, dan sering sering lah kau buat dia keluar kantor agar bisa menemukan wanita. Dia itu sudah cukup umur tapi pacar saja tidak punya. " ujar Tuan Park
" Pokoknya kali ini kau bantu dia mendapatkan pacar, aku menempatkan nya di Beijing supaya dia bisa dekat dengan wanita dan mendapatkan pacar, nyatanya disana dia malah hanya fokus bekerja dan berkutat pada hobinya yang tidak penting itu. " Kata Tuan Park kembali
" Saya akan melakukan yang terbaik Tuan. "
" Harus! " Kata Tuan Park lalu sambungan telpon terputus.
Mr.Lee menghela nafas mendengar permintaan Tuan Besarnya itu.
Sampai sekarang Daniel memang tidak mempunyai pacar, dari kecil hingga sekarang ia hanya fokus bekerja dan bekerja.
Ayah dan ibunya memiliki anak yaitu Daniel dan Giselle mereka kembar, Daniel sebagai lelaki otomatis mempunyai tanggungjawab lebih besar karena sebagai penerus kerajaan bisnis keluarga. Sehingga dia di didik dengan keras orang kakek dan ayahnya sebagai seorang pemimpin sedari kecil.
Namun karena hal itu, Daniel jadi tidak mempunyai waktu untuk mengejar wanita, atau lebih tepatnya tidak begitu tertarik berhubungan dengan wanita karena ia lebih suka berbisnis dan fokus bekerja di perusahaan.
Jikapun ada waktu untuk bersantai ia lebih suka menghabiskan dengan berkeliling dunia dan melakukan hobinya yaitu fotografer.
Daniel selalu bepergian bersama Mr.Lee, hingga beredar lah sebuah rumor kalau Daniel itu tidak menyukai perempuan.
Daniel itu lelaki normal hanya saja belum ada wanita yang mampu membuat nya jatuh cinta. Daniel itu percaya dengan yang namanya cinta pada pandangan pertama, dan sampai sekarang belum ada wanita yang mampu membuat seperti itu.
Hobinya yang suka berkeliling dunia dan fotografer juga sebagai sarana untuk mencari cinta nya.
Sekarang dia berada di Korea, usai makan malam dan ia sudah bersantai di kamarnya. Daniel masuk kedalam sebuah kamar dimana kamar tersebut tersimpan berbagai koleksi kamera yang dia punya.
Daniel menyentuh salah satu kamera miliknya dan tersenyum, dia berharap lensa kameranya mampu menangkap wajah wanita yang akan dicintai nya.
Kamera tersebut adalah kamera yang diberikan mendiang ibunya sebelum ia meninggal. Daniel sangat menyayangi ibunya dan selalu senang mendengar kisah cinta ayah dan ibunya. Ibunya selalu bercerita kalau ayahnya dulu jatuh cinta pada pandangan pertama kepada ibunya saat mereka tak sengaja bertemu dijalan.
Nyonya Park juga mempunyai hobi dibidang fotografer, dan kamera yang diberikan pada Daniel adalah hadiah dari Tuan Park karena dulu saat pertama kali mereka bertemu, Tuan Park tak sengaja merusak kamera.
Tuan Park segera menggantikan kamera ibu Daniel dengan yang di pegang olehnya sekarang.
Terdengar klise memang, tapi Daniel selalu berharap ia bisa menemukan sosok wanita dan ia jatuh cinta saat pertama kali bertemu dengan nya.