All About You "L"

All About You "L"
Berpisah



Selesai mendonorkan darah, Kepala L terasa sangat pusing dan lemas, ia keluar dari ruangan dan langsung dipapah oleh pamannya.


" Kenapa kau keras kepala, lihat wajahmu jadi pucat dan lemas seperti ini. " kata paman Andrea yang khawatir melihat kondisi L


" Paman tenang saja,memang begini kan kalo habis mendonorkan darah. " Berusaha untuk bersikap normal, walaupun kepala sangat pusing


" Kau bicara seperti sudah pernah melakukan nya saja, sini Paman bantu kau duduk, Paman belikan sesuatu ya agar kau tidak lemas ya, duduk disni dan tunggu sebentar. " Tanpa disadari dari kejauhan ada sepasang mata yang menatap L dengan tajam.


Tiba-tiba ponsel L bergetar, ada pesan dari paman Andrea.


Nak, maaf paman ada urusan yang sangat penting karena harus mengurus sesuatu, tunggulah sebentar. Begitu isi pesan nya


L pun membalas


Tidak perlu paman, L mau langsung pulang saja, lagipula L sudah memesan sopir untuk mengantarkan L pulang. L pamit pulang.


L berdiri dan berjalan menuju parkiran, supir yang ia pesan tadi juga sudah membalas kalau dirinya telah sampai di area parkir.


Dijalan saat hendak ke kantin paman Andrea tiba-tiba bertemu istrinya, ia kaget tapi berusaha tenang. Ia segera membawa istrinya keruangan anak mereka dirawat tanpa memberitahu tentang kedatangan Elis. Bibi Ellen menurut.


Di dalam ruangan, Paman Andrea pamit sebentar karena ia harus membayar sisa biaya untuk operasi Yoga.


" Sayang, aku pergi ke bagian administrasi dulu ya, untuk menandatangani berkas terkait operasi anak kita, kata dokter nanti malam Yoga bisa menjalani operasi transplantasi ginjal. "


" Benarkah, syukurlah. " Bibi Ellen menangis haru dan memeluk paman Andrea.


Setelah keluar dari ruangan, paman Andrea segera menuju bagian administrasi, ia merogoh saku celana nya dan menemukan kunci mobil, ia lupa belum mengembalikan nya pada L.


" Maaf Pak, seluruh biaya administrasi baik perawatan maupun operasi sudah lunas untuk satu bulan kedepan. " kata petugas itu.


Paman Andrea kaget mendengar penuturan petugas itu " Maksud bapak bagaimana? seingat saya seperti nya masih ada kekurangan yang belum saya lunasi. "terlihat bingung, karena uang yang diberikan L tadi pagi sudah ia serahkan dan masih ada kekurangan.


" Pasien bernama Yoga Priyahita bukan? "


" Semua biaya telah dilunasi, ini bukti pembayaran nya. "


" Tapi saya merasa belum membayarnya? "


" Tadi pagi ada seorang gadis cantik berpakaian seperti artis yang melunasi semua biayanya Pak. " kata sang petugas membuat paman Andrea jatuh terduduk di bangku didekatnya.


Paman Andrea tahu kalo gadis itu pasti Elis, tanpa terasa, air mata di wajah paman Andrea jatuh. Ia semakin merasa bersalah dan menyesal tak pernah memperlakukan L dengan baik sewaktu tinggal bersamanya, ia segera berlari keluar rumah sakit dan berjalan menuju toko bunga, ia membeli buket bunga krisan kuning dan kembali berlari ke area parkir, tanpa paman Andrea sadari, istrinya tadi melihat nya berlari menuju ke toko bunga,bibi Ellen sempat memanggil suaminya namun, paman Andrea tidak mendengar.


Bibi Ellen jadi curiga dan mengikuti suaminya, sampai akhirnya melihat suaminya itu memeluk keponakannya dan menyerahkan buket itu berserta kunci mobil. Bibi Ellen yang sangat membenci L salah paham dengan hal itu, ia mengira Kalo suaminya masih sering menemui keponakannya dan bahkan memberikan nya sebuah mobil, ia melihat suaminya mengelus Kepala Elis dengan penuh kasih sayang. Bibi Ellen yang tidak tahan melihat pemandangan itu pun pergi.


Disatu sisi, L kaget karena pamannya tiba-tiba datang lalu memeluk nya sambil menangis.


" Paman kenapa tiba-tiba datang kemari dan memeluk Elis , semuanya baik-baik saja kan? "


Paman Andrea melepaskan pelukan nya dan menggenggam tangan L dengan erat, ia masih menangis " Elis terimakasih banyak, paman sungguh sungguh berterimakasih kepadamu, kenapa kau begitu baik nak, padahal sewaktu kita masih tinggal bersama paman dan bibimu tidak memperlakukan dengan baik dan mendidik mu dengan sangat keras, paman rasanya sangat malu." menangis tersedu sedu


" Paman jangan bicarakan itu lagi.Itu sudah berlalu. " kata L menenangkan


" Terimakasih kau telah membantu Yoga, Paman berhutang budi padamu. "


" Paman jangan bilang begitu, L sungguh ikhlas membantu Mas Yoga , dan tidak ada yang namanya hutang budi dalam keluarga. "


" Ini terimalah, hanya bunga ini yang mampu paman beli sebagai tanda terimakasih, paman tahu kau suka sekali dengan bunga tapi paman tidak tahu bunga kesukaan mu, jadi paman belikan krisan kuning senyuman mu dan kebaikan hatimu bagaikan matahari yang begitu menghangatkan. "


L tersenyum senang " Ini lebih dari cukup Paman, dan Elis sangat menyukai bunga ini, akan Elis simpan. " L memeluk paman Andrea sebelum akhirnya masuk ke mobil dan pulang ke desa.


Paman Andrea tak lupa menyerahkan kunci dan melambaikan tangannya.


Sudah pukul 10.30 pagi, mobil melaju meninggalkan rumah sakit, diperkirakan L sampai dirumah sore nanti. Tak lupa ia meminta sopir sewaan itu untuk mengambil jalan lain, karena ia masihh ingat kemacetan di ruas jalur kota XX.