All About You "L"

All About You "L"
Ajakan Makan Malam



Obrolan terus berlanjut, Hari mengelap meja dan membuka membuka makanan yang dibawa L berupa pizza dan tteokbokki.


" Banyak sekali L kau mau memberi makan siapa? " Ary melotot melihat 5 kotak pizza berukuran besar dan 5 kotak tteokbokki yang telah tertata rapi diatas meja.


"Mas Arya!" Jawab L santai


" Hah? "


" Biar kakak kuat menghadapi kerasnya kehidupan, dan biar punya tenaga nyari jodohnya. Hahahaha. " L tertawa dengan keras


" Dasar. "


" Aku beli banyak kan supaya kita bisa makan bersama dengan teman Mas Hari dan Mas Arya. Cepat panggil mereka! Aku tidak sabar ketemu sesama orang Indonesia. "


" Aku sudah mengundang mereka tapi mungkin tidak banyak yang datang karena mereka masih ada dikampus paling yang bisa datang hanya Wulan, kau ingat perempuan yang ku tolong tadi? "


" Oh iya aku ingat. "


Dan tak berapa lama Wulan pun datang bersama Dimas kekasih nya yang juga teman Hari dan Arya yang satu jurusan.


" Wulan, Dimas masuklah! " Ujar Arya


Wulan dan Dimas masuk, mereka langsung duduk dilantai beralaskan karpet dan bantal duduk dan mengelilingi meja. L tersenyum melihat Wulan.


" Hallo mba Wulan kita bertemu lagi. " Sapa L


Dimas tertegun dan menatap Wulan seakan bertanya siapa gadis cantik itu.


" Oh iya Wulan, Dimas, kenalkan ini pacarku Kim Yuna. " Ujar Arya yang langsung mendapatkan pukulan dikepala dengan bantal oleh Hari.


" Berkhayal terus. "


Arya tersenyum lebar pada sahabatnya itu " Ya gapapa kalau dalam khayalan orang L sendiri ga protes iya kan L? "


" Iya Mas. " Jawab L santai


" Kenalkan ini Kim Yuna, kalian bisa memanggilnya Yuna atau L. Dia orang Indonesia juga sama seperti kita jadi kalian pakai bahasa Indonesia saja biar lebih akrab. Dan L ini Wulan dan ini Dimas pacarnya, mereka sama sama orang Indonesia. Dimas satu jurusan dan satu angkatan dengan ku dan Arya sedangkan Wulan dia jurusan Fashion designer. " Jelas Hari pada L


" Salam kenal mba Wulan, Mas Dimas. "


Wulan dan Dimas tersenyum kikuk mereka sedikit tidak percaya dengan ucapan Hari kalau L itu orang Indonesia.


" Iya salam kenal Yuna. " Jawab Wulan dan Dimas bersamaan.


" Mba Wulan dan Mas Dimas asalnya darimana? "


" Aku dari Jakarta. " Jawab Dimas


" Kalau aku dari Surabaya. "


" Wah seneng banget deh bisa kumpul kaya gini sesama orang Indonesia rasanya kaya ketemu saudara. "


"Kamu beneran asli orang Indonesia L dan gimana bisa di Korea? " Tanya Wulan penasaran.


" Dia blasteran. " Jawab Arya cepat.


" Blasteran dari mana sih Mas Arya? Ada ada aja deh, Yuna asli orang Indonesia kok mba cuma karena suatu hal aku kenal dekat dengan orang Korea trus karana aku yatim piatu mereka mengadopsi ku dan jadilah aku sekarang tinggal disini. Rumahku aja malah satu desa kok sama Mas Hari. "


" Masa sih. " Mata Wulan berbinar


" Tapi kamu kok cantik banget ga mirip orang Indonesia sama sekali, putih banget lagi. Kalau blasteran mungkin lebih masuk akal. "


" Engga, Ayah sama ibu asli orang indo tulen, mungkin karena tinggal di daerah pegunungan yang dingin trus jarang keluar rumah jadi putih deh. "


" Wah aku jadi penasaran muka ayah sama ibu kamu, soalnya kamu cantik banget. Mba aja yang cewe seneng liatnya iya kan Mas kalau Yuna ini cantik? "


" Iya, aku sampai ngira kalau Hari dan Arya nyulik anak orang trus dibawa masuk ke sini loh. Ngomong ngomong kamu sekolah dimana? Keliatan kamu masih muda banget yah seumuran kaya adik ku yang masih SMP. " Ucap Dimas


" Sembarangan bilang kita nyulik, mau kasih makan apa coba yang ada kita yang minta makan sama dia. " Sahut Arya


" Hahaha Mas Arya santai aja kenapa, masa ngasih makan aku ga mampu sih aku kan makannya sedikit. "


" Sedikit dari Hongkong!" Ucap Hari dan Arya bersamaan sampai membuat Wulan dan Dimas sedikit kaget.


" Ish biasa aja, Mba Wulan sama Mas Dimas jadi kaget tuh. "


" Yuna sekolah bareng kita kok. " Wulan dan Dimas langsung mengerutkan dahi nya, bingung dengan penyataan Arya.


" Maksudnya sekolah bareng kita? " Tanya Dimas cepat.


" Kalian tuh jangan ketipu sama muka polos dan imut ini bocah ya, di kecil kecil tapi cabe rawit. " Wulan jadi semakin bingung


" Arya maksudnya apa sih, kita makin bingung tau. "


Hari menghela nafas, sebentar lagi pasti akan melihat ekpresi terkejut dari keduanya.


" Yuna itu kuliah satu kampus dengan kita, dia juga seorang mahasiswa disini, jurusan sastra dan seni." Jawab Hari


Mata Wulan dan Dimas melotot, Wulan bahkan sampai menutup mulutnya karena terkejut.


" Serius Ri? "


" Iya. "


" Umur kamu berapa Yuna? " Tanya Dimas


" 15 . " Mereka langsung kagum


" Bohong, dia masih 14 tahun bulan November nanti baru 15."Imbuh Arya


" Kok Mas Arya tahu? "


" Ya iyalah kan kemarin aku...... " Arya langsung terdiam saat Hari menatap tajam padanya.


" Karena kemarin aku habis baca novel daring kamu L soalnya kata Hari kamu seorang penulis ,dia kasih tahu akun kamu dan yah aku liat biodata kamu donk walaupun ga ada fotonya, padahal mau nyari foto kamu juga terus ku cetak yang gede buat ditempelin di dinding kamar." Jawab Arya asal


" Ih apa an aku kan bukan artis ngapain nyari foto sampai dicetak segala. Dan kenapa kita malah jadi bahas Yuna mulu, tujuan ku kesini kan pengen ketemu sesama orang Indonesia trus saling berbagi cerita selama tinggal disini. "


" Lebih seru bahas kamu L. " Sahut Arya cepat.


" Iya benar. " Wulan membenarkan ucapan Arya.


" Hallo kak Jisoo. "


" Kau masih di apartemen nya Hari? "


" Masih Kak. "


" Pekerjaan ku sudah selesai aku akan menjemput mu. "


" Baik, aku tunggu. "


Mereka berempat diam sejenak saat L mengangkat telpon.


" Dari siapa L? " Tanya Hari


" Dari Kak Jisoo. "


"Tidak ada apa apa kan? "


" Tidak, dia hanya bertanya apa aku masih disini, aku jawab masih dan dia sedang dalam perjalanan untuk menjemput ku. "


" Yah padahal masih sore. " Arya tampak kecewa


" Sore menurutmu."


" Kau sudah mau pulang Yuna? " Tanya Wulan


" Iya mba, Mas ku sudah ada dijalan mau menjemput ku pulang. "


15 menit kemudian ponsel L kembali berdering, Jisoo kembali menelpon bahwa ia sudah ada di depan gedung.


" Mba Wulan, Mas Dimas, Mas Arya Yuna pulang ya, lain kali kita kumpul lagi sambil cerita Bye bye. " L melambaikan tangan pada mereka bertiga, sementara Hari mengantar L sampai kebawah.


" Sampai jumpa lagi. "


Jisoo sudah menunggu, L segera masuk dan pamit juga dengan Hari.


" Sampai besok Mas Hari."


" Iya hati hati dijalan. "


" Kami pulang dulu ya Hari, maafkan adikku jika merepotkan mu. " Ujar Jisoo


" Tidak sama sekali Mas. "


Mobil pun berjalan meninggal Hari.


" Bagaimana disana? " Tanya Jisoo yang melihat adiknya itu terlihat bahagia.


" Sangat menyenangkan, besok besok Yuna boleh datang lagi ke sana kan? "


" Tentu saja boleh. "


****


Di gedung Keyfashion


" Bagaimana persiapan nya? " Tanya Tiffany pada asisten nya


" Persiapan kita sudah 90% Direktur, dan desain untuk fashion show juga telah selesai dibuat dan akan segera diproduksi."


" Bagus, aku mau perusahaan ku jadi no. 1 pada penjualan musim panas nanti. Lalu bagaimana persiapan mereka? "


" Seperti yang kita harapkan mereka kewalahan karena kita membajak para desainer senior mereka, direktur mereka juga memutuskan memakai desainer junior yang belum memiliki pengalaman. "


"Bagus terus awasi mereka terutama kesiapan mereka dalam acara fashion show nanti, bilang pada anak buahmu untuk terus melaporkan perkembangan nya! " Ucap Tiffany


Asisten mengangguk patuh " Baik direktur. "


Tiga hari kemudian Asisten nya tergesa-gesa masuk kedalam ruangan Tiffany.


" Direktur. "


" Ada apa Hana? "


" Mereka telah menyelesaikan proses produksi dan persiapan untuk fashion show juga telah siap. "


" APA! " Ucap Tiffany dengan nada tinggi


" Tiga hari yang lalu kau bilang mereka sedang kesusahan karena desainer mereka telah kita bajak kenapa sekarang jadi seperti ini?"


" Dalam laporan memang benar sebelum nya mereka tengah kesusahan karena kita telah membajak para desainer senior mereka, tapi setelah itu sepertinya Direktur Bora telah merekrut seorang desainer baru. "


" Desainer baru? "


" Iya. Identitas nya tidak diketahui tapi berkat dia perusahaan Bellin telah menyelesaikan proses produksi dan menurut laporan dari anak buah saya dalam acara fashion show nanti sebagai besar rancangan adalah hasil karya dari desainer baru tersebut. "


" Suruh orang mu untuk mencari tahu identitas desainer itu dan lakukan sesuatu agar mereka tidak bisa ikut dalam acara fashion show nanti! " Perintah Tiffany dengan tegas.


Sedari dulu ia ingin sekali menjadi yang terbaik tapi karena ada Bora dia selalu saja jadi nomer dua baik saat masih kuliah maupun setelah mereka bekerja.


Jam kerja telah lama berakhir, seorang karyawan di bagian tim desain masih ada didepan meja kerja nya dan terlihat sedang menelpon seseorang, disudut ruangan ada chacha yang membereskan meja dan bersiap untuk pulang.


" Chacha. " Panggil karyawan yang bernama Vivian


" Iya nona Vivi. " Chacha mendekat


" Kau mau makan malam dengan ku? " Chacha sedikit kaget dengan ajakan tiba-tiba dari atasan itu, karena iya yang bertugas sebagai asisten nya.


" Saya Nona? "


" Iya, ayo aku ingin mentraktir mu, aku sedang pusing dan butuh teman bicara.Aku akan mentraktir mu di restoran prancis langganan ku , kau suka Pasta? Disana juga ada steak. " Rayu Vivian


Mendengar restoran prancis mata chacha langsung berbinar, ia bisa membayangkan restoran mahal dan berkelas seperti yang sering diposting oleh teman temannya.


"Baiklah."


" Bagus ayo kita jalan mumpung aku bawa mobil hari ini. " Chacha semakin senang bakalan naik mobil mewah dan makan malam direstoran mahal.