
Shin mencari cari alasan agar ponselnya tidak diambil " Tidak ada hal seperti itu, aku sedang menunggu kepala kang menghubungi ku, kemarin aku membantu nya menangani sebuah kasus, siapa tahu tiba-tiba ada kabar dan dia meminta ku untuk selalu siap saat ia membutuhkan ku." Tangannya melindungi ponselnya
Shin ingat belum keluar dari aplikasi novelnya, kalo sampai tadi ia terlambat mengambil ponselnya, bisa-bisa D.O tahu dan menjadi kan hal itu bahan tertawaan
" Begitu kah, baiklah maafkan aku. " D.O percaya percaya saja dengan alasan yang Shin berikan, ia pun memilih meminjam ponsel Jaehyun "Hyun pinjami aku ponsel! " D.O pun mengambil ponsel Jaehyun
Di persimpangan mobil Jaehyun berhenti karena lampu merah, D.O merasa haus lalu mengambil botol minum didekat nya
" Ada apa denganmu akhir-akhir ini, kau tidak sedang terlibat masalah bukan? kemarin Bibi Han menelpon ku dan menanyakan mu, ia tiba-tiba bertanya tentang wanita bernama L padaku. " Kata Jaehyun pada D.O
Seketika minuman yang ada didalam mulutnya ia semburkan
Shin dan Jaehyun pun kaget
"Ada apa dengan mu? Benarkan kau pasti terlibat suatu masalah, jangan membuat Bibi Han khawatir, kau itu sudah besar kenapa selalu saja bertingkah seperti anak remaja. " Jaehyun menasehati D.O dan memberikan tissue padanya
D.O tidak menyangka ibunya tahu soal L " Aku? terlibat masalah? tentu saja tidak. " Mencoba mengelak
" Hem, kau pikir kami bodoh, jika kau tak memberitahu kami, aku menelpon Bibi dan memberitahu tentang L. " Ancam Shin dengan seringai nya
D.O yang paling tidak bisa berbohong pun akhirnya mengaku.
" Sejak obrolan kita dengan L, aku tidak bisa melupakan wajah dan senyuman nya. " Menundukkan kepala " Saat pemotretan dengan girlgrup XX aku tidak bisa fokus, karena tiap gadis yang kulihat wajahnya berubah menjadi L, bahkan aku sampai membayangkan L sedang melakukan pemotretan juga, ia tersenyum padaku, benar-benar membuat ku gila.Aku sampai meminta asisten ku untuk mengatur jadwal ku dan selama seminggu penuh aku berusaha keras untuk bisa melupakan wajah L. "
Shin dan Jaehyun yang merasakan hal yang sama terdiam, ternyata bukan cuman mereka saja.
" Aku juga. " kata Shin dan Jaehyun bersamaan
D.O langsung menatap dua temannya itu dan ia pun berkata jujur dengan kedatangan nya ke rumah Jaehyun " Tak kusangka kita bertiga akan seperti ini, dan sejujurnya aku datang kerumah mu untuk meminta nomer L. " Jawab D.O dengan suara lirih karena malu
"Kenapa meminta pada ku, aku juga tidak punya, tadi sebelum kalian datang pun aku sudah bilang kan akan pergi kerumah kakakku. Dan itu untuk meminta nomer L pada kak Jisoo"
" Kurasa kita bertiga jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis yang sama. " imbuh Shin, yang membuat Jaehyun dan D.O menatap nya dengan intens
Shin pun diam, karena melihat dua sobatnya itu melihat dengan tatapan yang aneh " Ada apa dengan tatapan kalian. "
"Kau kan hacker, kau pasti tahu nomer L ? " tanya D.O dengan semangat
" Anda memang benar, tapi maaf tuan saya ini white hacker. " Jawab Shin dengan gaya cool
" Lalu kenapa dengan White hacker, kau pasti juga sama dengan kami kan, melihat bayangan wajah L, aku tahu kau pasti punya nomernya, aku jadi ingat dengan mu yang tak mau meminjam kan ponsel padaku. " D.O pun berbalik kebelakang dan tangannya mulai mencari cari HP Shin
Shin berusaha menghindar " Tunggu, baiklah aku akan mengaku. Wajah L memang selalu terbayang dibenakku, oleh karena itu dengan segala kemampuan ku, aku mencarinya di sosial media dan internet. Sayangnya aku tidak menemukan informasi tentang kontak nya, Semua akun miliknya di privasi, dan aku cuman tahu bahwa dia seorang ilustrator dan novelis. Aku tak mengijinkan mu meminjam ponselku karena malu, disana ada aplikasi webtoon dan novel daring. Itu kan aplikasi untuk anak-anak, aku takut kalian akan mengolok-olok ku. Dan terakhir aku ini white hacker, mencari informasi pribadi milik seseorang itu sangat mudah bagiku, tadi itu termasuk sebuah kejahatan, itu menentang prinsip ku sebagai white hacker." kata Shin menjelaskan
"Karena itu, aku datang kerumah Shin juga untuk meminta nomer L padanya. "
Ketiganya pun terdiam, setelah mengetahui tujuan mereka sama, mereka pun akhirnya sepakat bekerja sama. Ketiganya tersenyum