All About You "L"

All About You "L"
Bertemu Kembali



Kata yang baru saja diucapkan L membuat jantung Bora dan Jisoo berdetak kencang, selepas itu L tak berbicara lagi. Ia hanya terus memeluk Bora sambil menangis hingga akhir nya kelelahan dan tertidur.


Bora dan Jisoo telah berada dikamar mereka.


" Sayang apa yang sebaiknya kita lakukan? "


" Kupikir saat ini Yuna belum mengingat kejadian yang menimpanya, sepertinya Yuna memang murni rindu dengan kampung halamannya. "


" Tapi aku tak mau jika dia harus kembali kesana, aku sendiri terkadang masih terbayang kejadian itu dan ketakutan. " Bora memeluk suaminya dengan erat.


" Aku pun sama.Kita tak perlu membawanya ke sana, ada Hari disini jadi lebih baik kita pertemukan saja mereka. Awalnya aku khawatir tentang pertemuan Yuna dan Hari nanti bisa memicu ingatan Yuna, namun melihat kondisi Yuna yang seperti itu kurasa akan lebih baik jika dia bertemu dengan nya. Setidaknya mengurangi rasa rindu dengan rumahnya. " Bora mengangguk setuju dengan ucapan Jisoo.


Selepas kejadian semalam, kesehatan L membaik namun ia jadi malas untuk pergi ke kampus alhasil dalam beberapa hari ini hanya berdiam diri di rumah, sebenarnya tidak sepenuhnya berdiam diri. L mengisi waktu nya dengan melakukan aktivasi favorit nya seperti merawat tanaman bunganya dan melukis.


Drrrt drrrt drrrt


Ponsel L bergetar ada panggilan dari Daniel.


" Hallo selamat siang Kak Daniel. "


" Yuna kau darimana saja? Beberapa hari ini kau tidak nampak pergi ke taman dan pesanku juga tidak kau balas? "


" Maaf Kak Daniel aku sedang tidak enak badan, sebenarnya aku sudah sembuh hanya saja aku malas keluar rumah. "


" Kau sakit? Sakit apa? Bagaimana keadaan mu? " Suara Daniel terdengar cemas


" Hanya demam dan kurang istirahat, setelah meminum obat dan Vitamin kondisi sudah kembali normal Kak Daniel tidak perlu cemas. "


" Apa gara-gara kau memasak dirumah ku kau jadi kelelahan dan sakit? "


" Tidak Kak, beberapa hari ini memang aku sedang banyak kegiatan dan tugas dari kampus jadi ini bukan salahmu. "


" Tetap saja ini salah ku, kau sedang banyak tugas dan aku malah mengajak mu ke rumah ku dan menyuruh mu memasak membuat mu semakin lelah sehingga jatuh sakit. Aku akan merasa bersalah jika tidak melihat kondisi secara langsung. Nanti sore akan berkunjung ke rumah mu! " Telpon dimatikan secara sepihak oleh Daniel.


L hanya menghela nafas, ia meletakkan ponselnya dan kembali fokus merangkai bunga.


Di kantor Daniel terlihat begitu cemas.


" Lee apa jadwal ku hari ini? "


" Rapat dengan tim pemasaran, bertemu klien, dan terakhir pesta peresmian untuk hotel baru kita. "


" Aku ingin setelah makan siang semua orang telah berada di ruang rapat! Dan kau atur lagi pertemuan dengan klien, sedangkan untuk pesta kau gantikan saja aku. "


" Tapi Tuan ini acara penting yang akan dihadiri oleh para rekan bisnis kita. "


Daniel memasang wajah serius pada Mr.Lee, dirinya langsung paham dengan kemauan bos nya itu.


" Akan saya laksanakan. "


Rapat yang berlangsung cukup lama itu akhirnya selesai, Daniel keluar dari ruang rapat dan bergegas turun ke parkiran.


" Aku pergi dulu Lee. "


" Kemana Tuan akan pergi? "


" Aku akan ke rumah Yuna, dia sedang sakit dan aku ingin menjenguk nya. " Begitu selesai berbicara ia langsung masuk ke dalam mobilnya dan meninggal kan Mr.Lee.


Mr. Lee menghela nafas tak bisa mencegah kepergian bos nya itu, dengan langkah cepat ia kembali masuk ke kantor dan terlihat sibuk dengan ponselnya. Ia harus mengurus urusan kantor setelah kepergian Daniel.


Diperjalanan Daniel mampir sebentar untuk membawakan sesuatu untuk L. Kini mobilnya telah sampai di depan gerbang rumah L. Petugas keamanan menghampiri mobil Daniel dan menanyakan keperluannya.


" Permisi Tuan, bolehkah saya tahu nama anda dan ada keperluan apa anda kemari? "


" Nama ku Daniel, bukankah ini rumah Kim Yuna? "


" Benar. "


" Aku temannya, aku kemari karena ingin menjenguk nya. "


" Sebentar Tuan Daniel biar saya konfirmasi kan dahulu . " Setelah menunggu 5 menit mobil Daniel memasuki area rumah L.


Dia seorang putri ternyata, rumah nya sangat bagus dan luas. Gumam Daniel dalam hati sambil memperhatikan sekeliling.


Daniel sedikit kaget sekaligus kagum karena sikap Yuna tak seperti anak orang kaya pada umumnya, Yuna yang dikenalnya adalah gadis sederhana, ceria, dan tidak pernah memamerkan kekayaannya. Gadis itu bahkan lebih suka naik transportasi umum dan makan makanan sederhana.


Mobil Daniel telah berhenti di depan pintu rumah L, Pak Im menghampiri Daniel dan mengantar kan Daniel ke tempat L berada. Pak Im mengantarkan Daniel menuju ke paviliun taman bunga.Sepanjang jalan Daniel tampak mengagumi keindahan taman tersebut, terlihat asri dan indah.


"Silahkan masuk Tuan Daniel, Nona Muda ada didalam. "


Saat pintu kaca terbuka terlihat sosok cantik nan anggun tengah sibuk dengan berbagai macam bunga yang tengah dirangkai nya.


" Kak Daniel. " L menghentikan kegiatan nya dan menyambut kedatangan Daniel.


" Duduklah disini. " Daniel tersenyum dan duduk di hadapan L.


" Pak Im tolong buatkan minum untuk Kak Daniel ya! " Pak Im segera mengangguk dan meninggalkan L dan Daniel.


Daniel terus menatap L dalam diam.


" Wajahmu pucat. "


" Benarkah? Tapi aku sudah merasa baikan. "


" Kau sakit apa sebenarnya? Sampai sampai tak membalas pesanku."


" Aku hanya kelelahan, kakak ku menyuruh ku istirahat total, dia bahkan melarang ku untuk bermain ponsel. "


Daniel tampak menerima alasan L. Sambil berbincang L kembali melanjutkan kegiatan nya merangkai bunga.


" Taman mu sangat bagus, kau sepertinya sangat menyukai bunga ya. "


" Iya, sangat sangat suka. Beberapa bahkan aku sendiri yang menanam. "


" Tapi kenapa kau sering datang ke taman kota? "


" Kau kaya tapi suka gratisan ternyata. "


" Memang salah kalau aku suka yang gratisan? Coba sebutkan di dunia ini apakah ada orang yang menolak jika diberi sesuatu secara gratis? "


" Ada. "


" Hah siapa? "


" Bohong. "


" Aku berkata jujur. "


" Kak Daniel bohong, buktinya aku memasak makanan dirumah mu dan kau memakannya tanpa membayar. "


" Hei dari mana gratisan nya?Semua bahan aku yang bayar, tempat juga dirumah ku. "


" Kau belum membayar tenagaku?" Ucap L polos


Daniel tertawa dengan ucapan L.


" Dasar. " Daniel kemudian menyerah paper bag pada L.


Wajah L langsung berbinar melihat isi paper bag itu adalah berbagai macam cake kesukaannya.


" Aku sudah membayar nya sekarang. " Sahut Daniel, L hanya bisa tersenyum.


Sore itu Daniel menemani L merangkai bunga hingga menjelang waktu makan malam. Tadinya L mengajak Daniel untuk makan malam bersama tapi Daniel menolak dengan alasan ada pekerjaan.


Daniel sendiri ingin makan malam bersama L tapi tiba-tiba ada telpon dari Mr.Lee yang mengharuskan Daniel pulang, setidaknya Daniel telah melihat konser L sudah baik-baik saja sehingga dia tak merasa cemas lagi.


" Kak Daniel yakin tidak mau makan malam dahulu?"


" Maaf aku tidak bisa, ada telpon dari Lee menyuruh ku untuk pulang karena ada sesuatu yang mendesak. Mungkin lain waktu. "


" Baiklah kalau begitu, terimakasih telah menjenguk ku, hati-hati dijalan. " L melambaikan tangan setelah mengucapkan kata perpisahan.


Bertepatan dengan keluarnya mobil Daniel dari pintu gerbang, Mobil Shin, Jaehyun, dan D.O masuk.


Didalam rumah, ketiga nya merasa asing dengan mobil tadi.


" Itu tadi mobil siapa? Apa itu mobil Bora atau Jisoo? " D.O bertanya pada Jaehyun.


" Bukan."


Obrolan mereka terhenti saat Jukyung menyambut kedatangan mereka.


" Jukyung apa tadi Kak Sun-woo kemari? " Jukyung bingung, ia langsung menggeleng.


" Apa Kak Jisoo dan Bora ganti mobil? " Jukyung kembali menggeleng


" Lalu mobil yang barusan dari sini mobil siapa? "


" Itu mobil Tuan Daniel, tadi sore dia kemari menjenguk Nona Yuna. "


" APA! " Ucapan serempak dari ketiganya membuat Jukyung kaget. Mereka berlari masuk kedalam rumah dan mencari L.


" Yuna! " Panggil D.O dengan suara lantang, seorang pelayan memberitahu ketiganya bahwa L sedang ada didapur.


L terlihat sibuk menata makanan dimeja makan, sesuai janjinya ia memasak untuk ketiganya.


" Yuna. " L menoleh pada ketiganya


" Selamat datang, ayo duduk Kak hari ini aku mem..." Ucapannya terhenti karena Jaehyun menyela


" Apa barusan Daniel kemari dan bertemu dengan mu? "


" Iya tadi Kak Daniel kemari dan menjenguk ku. "


Wajah ketiganya langsung masam.


" Kemana kau membiarkan orang asing masuk kedalam rumah. "


" Kenapa? Dirumah kan juga ada Pak Im, Kak Jukyung, dan yang lainnya. Dan dia itu teman ku bukan orang asing. "


" Tapi kami kan sudah menyimpan rahasia mu, kenapa kau malah membiarkan dia masuk jika Bora tahu bagaimana? "


" Oh my good aku lupa. " L baru tersadar akan kebodohannya " Tapi untung saja Bora sedang lembur begitu juga dengan Kak Jisoo jadi tidak perlu khawatir. "


" Tidak perlu khawatir apa? " Tiba-tiba Jisoo masuk dan mengagetkan semuanya.


L langsung tergagap dan kebingungan, dia yang biasanya cerdas dan pandai berbicara malah bertingkah seperti orang bodoh.


Shin dengan cepat memahami situasinya " Tadi Yuna sedang bercerita tentang masakan yang dia buat hari ini untuk kami, Jaehyun sedikit memarahinya karena baru sembuh, tapi Yuna berkata untuk jangan khawatir karena ia memasak dibantu oleh staf dapur jadi tak masalah. "Jisoo mengangguk paham.


L , Jaehyun, dan D.O sedikit lega. Terkadang Shin lebih bisa diandalkan mereka bertiga.


Jisoo terdiam untuk beberapa saat.


" Elis aku membawa seseorang yang ingin bertemu dengan mu. " Wajah merasa semua tampak penasaran, sudah lama mereka tidak memanggil nama asli L.


" Siapa? " tanya L langsung.


" Aku dan Bora mengerti jika kau merindukan kampung halaman mu, aku dan Bora sebenarnya tidak mengijinkan mu kembali kesana dalam waktu dekat ini karena kami masih trauma dengan kejadian yang menimpamu. Tapi kami juga sadar tidak bisa melarang mu, karena itu kami membawa seseorang yang mungkin bisa meredakan sedikit rasa rindu mu. "


Jantung L berdetak kencang mendengar setiap perkataan Jisoo, tak bisa dipungkiri jika ia sangat merindukan rumahnya, namun didalam hati ia merasa takut jika harus pulang.


" Masuklah. "


Dari balik pintu seseorang lelaki bertubuh tinggi yang sangat dikenali L masuk bersama dengan satu orang lelaki yang tak begitu tinggi mengikuti.


" MAS HARI! " L berteriak memanggil Hari, ia langsung berlari ke arahnya dan kelompat kedalam pelukan nya.


Big3 terkejut melihat kehadiran Hari.