All About You "L"

All About You "L"
Rencana



"Hai kak, maaf tadi aku sedang mandi, apa kau sudah menunggu lama? " tanya L


" Ah tidak. "


"Apa yang kau bicarakan dengan Mas Hari? "


" Hanya bicara hal biasa, ouh iya aku tadi menyuruhnya untuk belajar bahasa Korea. "


"Kau ini ada-ada saja, dia kan mahasiswa jurusan kedokteran bukan jurusan bahasa, kenapa menyuruhnya belajar bahasa Korea? "


"Hahaha, aku hanya bercanda saja, tapi seperti nya Hari dia serius ingin mempelajari nya, lagipula ada kau kan."


"Hah kenapa memang nya, apa aku disuruh membantunya? Kalian para orang dewasa selalu menyusahkanku, aku kan masih anak-anak masa disuruh mengajari Mas Hari belajar bahasa Korea. "


"Hemm benar juga. "


" Jadi Kapan kakak akan datang kemari? supaya aku bisa mempersiapkan nya. "


" Kau ingin liburan kemana?" Bora bertanya balik " Atau adakan tempat yang ingin kau tuju? "


" Apa tidak salah bertanya padaku? Kan yang datang kalian, harusnya aku yang bertanya. "


" Kemanapun kita pergi dan dimanapun tempat yang akan kita kunjungi, jika aku bersamamu pasti akan menyenangkan. "


L merasa terharu " Tapi aku bingung, aku tidak tahu ingin pergi kemana. " Kata L dengan nada lirih


Mendengar hal itu Bora jadi ikut sedih " Coba pikirkan kembali, tempat tempat yang sudah pernah kau kunjungi, diantara tempat tempat itu adalah yang membekas dan ingin kembali kesana?" Bora mencoba membunuk L


L terdiam dan berfikir, selama ini ia tidak pernah kemana mana, dulu saat masih tinggal dirumah pamannya , tempat yang biasa ia kunjungi hanya sekolah, rumah, dan tempat Les.Lagipula kota tempat ia tinggal dulu bersama pamannya merupakan kota kecil jadi tidak banyak tempat yang bisa dikunjungi, adapun mall, hanya beberapa kali ia kesana, itupun diajak oleh Anita. Kalo dipikir pikir dulu kehidupan SMA nya sungguh suram, tiap libur akhir pekan dan libur sekolah lainnya, ia hanya dirumah, bukan untuk bersantai tapi mengikuti banyak les tambahan dan belajar via online.


Meskipun saat sekolah nya libur paman dan bibinya tidak dirumah karena menjenguk sepupunya, L tidak pernah diajak kesana, hanya sekali dan itupun L harus menunggu didalam mobil.


Padahal jika libur tiba L sebenarnya ingin sekali berlibur ke suatu tempat, sewaktu SMP ia ingat teman-temannya selalu bercerita jika mereka liburan ke tempat tempat wisata bersama ayah dan ibunya, waktu itu L tidak begitu iri karena tahu kalo nenek nya sudah tua dan dirinya pikir terlalu boros jika ia minta pada nenek nya untuk piknik kesana, sebagai gantinya, ia dan nenek biasa menghabiskan waktu dengan piknik didekat danau yang berada dibelakang rumah mereka dan memasak di sana.


Setelah lama berfikir akhirnya ada satu tempat yang ia kunjungi "Bora." Panggil L dengan ragu-ragu


"Bagaimana? Kau sudah tahu ingin pergi kemana? katanya saja, nanti kita bisa pergi bersama sama." Bora tampak antusias


"Sebenarnya ada satu tempat yang ingin sekali aku datanngi, tapi kau jangan marah ataupun tertawa ya. " Kata L malu malu


"Aku ingin pergi ke Taman Bermain. " Jawab L cepat


Bora terdiam " Apa kau belum pernah kesana. "


L menggeleng-geleng kan kepalanya" Apa aku tidak boleh aku kesana? " tanya L dengan nada sedih


"Siapa yang melarang mu kesana? Aku hanya bertanya. "


"Dulu waktu dirumah pamanku, tiap libur sekolah tiba aku minta kesana , paman selalu tidak memperbolehkan dan memarahiku, katanya tempat itu hanya untuk anak anak TK. "


Bora semakin sedih mendengar cerita L


"Sudah jangan mengingat paman mu yang menyebalkan itu, kau kan sudah punya aku, semua yang kau mau aku pasti berikan. "


"Benarkah? Terimakasih kak, aku sungguh beruntung memiliki mu. " L terharu, matanya mulai berkaca-kaca dan beberapa bulir air jatuh


" Jangan menangis! Aku benci melihat mu menangis, cepat hapus air matamu itu. " pintar Bora


"Bagaimana kau bisa tahu, kita kan hanya bertelpon. "


"Kau itu kan cengeng sekali, meskipun aku tidak berada disampingmu tapi aku bisa merasakan kau pasti sedang menangis. "


"Kau memang hebat sekali. Hehehe.Aku sudah menghapus air mataku. "


" Bagus. "


"Ouh iya minggu lalu sudah memaketkan beberapa baju untuk mu, apa sudah sampai? "


"Paket? Aku belum menerima nya, lagipula apalagi yang kau kirimkan, baju yang kau kirim kan sebelum nya saja banyak yang belum kupakai, Lemari sudah penuh. "


"Mau bagaimana lagi masa aku batalkan, kan sudah ada didalam perjalanan, Terima saja, jika ada beberapa baju yang tidak kau pakai kan bisa kau berikan kepada tetangga mu yang lebih membutuhkan. "


"Bora, aku terharu saat kau mengatakan itu, tadi nya aku tidak berani bilang kalo sebenarnya baju baju yang kau kirimkan padaku sebagian aku berikan pada tetanggaku yang kurang mampu, maafkan aku yang tidak bilang lebih awal ya. "


Kini tinggal Bora yang terharu, untung saja ini hanya telpon jadi L tidak melihat nya sedang menitihkan air mata


" Ya ampun kenapa aku punya adik yang sangat cantik dan berhati mulia seperti mu, aku jadi terharu. "