
Dijalan tidak banyak obrolan antara Paman Andrea dan L, Paman Andrea terlihat sangat khawatir dan menambah laju kecepatan mobil tersebut.
Dijalan ,Bora sempat mengirim pesan bahwa ia sudah dibandara dan sebentar lagi akan terbang ke Indonesia, karena penerbangan yang cukup lama dan tidak diperkenankan menggunakan ponsel jadi Bora memberitahu L terlebih dahulu.
L pun sudah membalas pesan tersebut, ia juga tak lupa mengirim pesan pada Bu Lilis tentang kepergian nya ke rumah sakit guna mengantarkan paman nya sekaligus menjenguk sepupunya yang sedang sakit, dan meminjam mobil Hari.
L tak ingin Bu Lilis dan Pak Anwar khawatir jika nanti mereka datang ke rumah nya, tapi tidak mendapati nya dirumah.
Dipom bensin L ijin ke kamar kecil sebentar untuk menelpon Bu Lilis
" Hallo Bu, ini Elis."
" Kamu beneran ke rumah sakit? tidak dijemput Paman mu ke kota B kan? " tanya Bu Lilis dengan nada khawatir
" Iya Bu tenang saja, Elis sudah bilang tidak ingin kuliah di kota B dan Paman mengerti keputusan Elis, Paman tidak marah sama sekali dan sekarang mendukung apapun yang Elis lakukan. "
" Syukur lah, ibu sempat khawatir ketika melihat pesanmu yang bilang tengah pergi bersama paman mu, ibu kira kau dijemput paksa saat kami tidak berada dirumahmu. "
" Tidak Bu, Paman hanya memberitahu kalo Mas Yoga sedang sakit dan mengajak Elis untuk menjenguknya, dan maaf Elis meminjam mobil Mas Hari untuk pergi ke rumah sakit. " mencoba berbohong agar Bu Lilis tidak khawatir
" Tidak masalah yang penting kau sudah bilang pada Ibu, ya sudah semoga sepupumu segera sembuh ya, bilang pada Paman mu , ibu sama Bapak belum bisa menjenguk anaknya. "
" Iya. "
" Lalu berapa hari kau disana? bukankah Kakak mu yang dari luar negeri itu sedang dijemput Hari?"
" Elis hanya sebentar kok disini, setelah menjenguk Mas yoga Elis akan segera pulang. "
" Bagaimana caramu bisa pulang, tidak mungkin kau mau mengendarai mobil sendiri kan?kau masih kecil , belum memiliki SIM itu sangat berbahaya. "
"Tenang saja Bu, Elis nanti bisa pulang dengan menyewa jasa sopir. Kalo begitu Elis tutup dulu telpon nya ya, Paman sudah selesai mengisi bensin dan hendak melanjutkan perjalanan. "
" Baiklah, Hati-hati dijalan. " panggilan pun terputus dan L berjalan masuk menuju mobil.
Hari dan Arya sudah sampai dijakarta menjelang siang dan mereka segera menuju hotel dekat bandara soekarno-hatta guna mengistirahatkan tubuh sambil menunggu kedatangan rombongan Bora.Sementara Bora dan lainnya terlelap tidur karena perjalanan mereka yang cukup panjang.
Semua orang sibuk di perjalanan mereka masih masing-masing. Mobil yang ditumpangi L dan paman Andrea sesekali berhenti untuk beristirahat sejenak, wajah Paman Andrea juga sekarang terlihat membaik dan tidak sepucat tadi.
Jalanan sangat macet sampai sampai L dan Paman Andrea baru sampai di rumah sakit saat dini hari, mobil mereka tertahan cukup lama di ruas jalan di kota XX karena adanya perbaikan jalan sehingga hanya satu ruas saja yang berfungsi. L tak sadar jika mobil sudah terparkir di sebuah rumah sakit. Paman Andrea pun membangunkan Elis
" Bangun nak, kita sudah sampai. " kata paman Andrea membangun kan Elis dengan perlahan
" Maaf paman Elis ketiduran. "
" Tidak apa apa, paman harus masuk ke rumah sakit sekarang. " sedikit ragu " apa kau mau langsung masuk dan melihat keadaan Yoga? "
Paman Andrea mengerti maksud perkataan L, ia juga tidak ingin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat istrinya bertemu dengan L.
" Baiklah, kau bisa masuk nanti. Biasanya bibimu akan pulang sekitar pukul 8 pagi, dan Paman akan menggantikan bibimu menjaga Yoga, datangkanlah setelah itu. " kata paman Andrea memberitahu L kapan waktu dimana ia bisa menjenguk sepupunya. L pun mengangguk
L beristirahat di mobil hingga pagi menjelang, ketika sudah cukup siang,ia keluar dari parkiran dan membersihkan wajah nya di kamar mandi terdekat, ia juga menyempatkan diri untuk sarapan.
Sudah jam 08.45 kurasa aku bisa menjenguk Mas Yoga sekarang. Kata L yang sudah menyelesaikan sarapan nya dikantin rumah sakit, lalu berjalan menuju pusat informasi, ia menanyakan ke petugas ruangan dimana sepupunya dirawat.
Usai mengetahui dimana ruangan sepupunya dirawat, L pun bergegas menuju kesana.
Drrrt drrrt drrrt
Telpon dari Bora
" Hallo kak. " kata L dengan senyum cerahnya
" Hallo sayang aku sudah sampai di Jakarta, dan aku juga sudah bertemu Hari dan temannya."
" Benarkah, syukurlah. " jawab L penuh semangat sambil terus berjalan di lorong rumah sakit
" Penerbangannya begitu lama membuat ku lelah dan bosan setelah mati di dalam pesawat. "
" Istirahatlah dulu dihotel dan lanjutkan perjalanan mu besok. "
" Kau benar, baiklah kalo begitu mungkin aku akan menginap disini sehari dan melanjutkan perjalanan besok pagi, tunggu aku yaa. " kata Bora begitu riang, sementara Jisoo, Sun-woo, dan big3 terlihat lelah dan butuh istirahat
" Iya iya. " dan panggilan pun terputus bebarengan dengan tibanya L di depan ruangan yang dituju.
Wajahnya memperlihatkan kecemasan saat melihat sepupunya terbaring dengan berbagai alat medis menempel di tubuh nya, L bisa melihat dari balik pintu kaca pamannya tengah duduk disamping sepupunya dan wajah yang begitu khawatir.
L mengintip kedalam ruangan untuk mengecek apakah bibinya ada disana, untung tidak ada, L mengetuk pintu dan memberi salam pada pamannya.
" Paman L datang. " berjalan perlahan
" Kemarin lah nak. "
L masuk dan mendekati pamannya, sepupunya tengah tertidur karena satu jam yang lalu kata pamannya, ia baru saja meminum obat. L menyerah kan satu bungkus kota makan pada pamannya, ia yakin kalo pamannya pasti belum makan.
" Paman makanlah dulu, paman pasti belum sarapan kan, tadi Elis mampir ke kantin rumah sakit dan sekalian membelikannya untuk paman. "
Paman Andrea menerima bungkus berisi kotak makan tersebut " Terimakasih nak, kau sungguh perhatian meskipun paman mu ini sudah membuat dirimu menderita. "
" Paman jangan berkata begitu, sudah lah, paman harus sehat kalo mau merawat Mas Yoga. " perkataan L membuat paman Andrea mengangguk dan memakan makanan yang dibelikannya.