All About You "L"

All About You "L"
Lukisan Yang Indah



Mobil Daniel sudah pergi meninggalkan gerbang, L masuk dengan disambut para petugas keamanan.


" Selamat malam Nona Yuna. " Sapa petugas yang berjaga di Pintu gerbang.


L membalas dengan membungkuk dan menjawab sapaan mereka " Iya selamat malam."


L berjalan dan seperti biasa Jukyung sudah menunggu di pintu masuk mansion.


" Kak Jukyung. "


" Nona selamat datang. "


" Apa kakak ku sudah pulang? "


" Sudah Nona, beberapa menit yang lalu Tuan Jisoo dan Nona Bora sudah sampai dirumah, mereka juga tadi menanyakan anda. " Kata Jukyung sembari berjalan mengikuti L.


" Iya baiklah. "


Selesai membersihkan diri L turun dan berjalan menuju ruang makan, disana Bora dan Jisoo sudah menunggu nya.


Bora yang melihat kedatangan L langsung berdiri dan berjalan mendekati nya, Bora tiba-tiba memeluk nya.


" Bora. " L sedikit terkejut karena tiba-tiba dipeluk Bora.


" Kau baik baik saja kan, aku sudah mendengar tentang lukisan mu dari Jisoo. "


L tersenyum " Sudah tidak apa-apa, mungkin aku belum beruntung lagipula aku baru masuk kuliah, masih banyak kesempatan untuk ku nanti. "


Bora yang mendengar kata-kata adik kesayangan nya jadi semakin sedih, ia mempererat pelukan sampai L meronta karena tidak bisa bernafas.


" Sayang kau memeluk nya terlalu erat, lihat adikmu itu sudah meronta ronta. " Ujar Jisoo, Bora sadar dan akhirnya melepas pelukannya.


" Uhuk... Uhuk.. Kakak ingin membunuh ku ya, aku ini manusia bukan boneka. Kakak memelukku terlalu erat aku tidak bisa bernafas. " Ujar L


Bora malah tersenyum dan mengacak-acak rambutnya.


" Hehehe maafkan aku L, aku hanya khawatir padamu jadi tidak sadar kalau memeluk mu dengan erat. Lagipula badanmu sangat kecil jadi aku merasa memeluk boneka. " Bora tertawa sedangkan L memasang wajah cemberut.


" Sudah sudah, ayo duduk dan makan. " Sahut Jisoo


" Kakak besok mau menemani ku datang ke acara pesta pembukaan Museum Baru kan? "


" Iya tentu saja. " Jawab Jisoo


" Ayah bagaimana? " L menunduk


" Kenapa wajahmu jadi murung begitu? " Tanya Bora


" Aku harap ayah tidak datang, aku malu. Lukisan ku tidak akan dipajang, kalau ayah datang dan menanyakan lukisan ku bagaimana? "


" Jika kau tak ingin ayah datang aku bisa bilang padanya, tapi dia akan tetap bangga padamu walaupun lukisan mu tidak ada disana. Percayalah ayah kita itu bukan orang yang akan kecewa jika tidak melihat hasil prestasi anaknya. " Bora mencoba menenangkan L.


****


Daniel telah sampai di apartemen nya, lebih tepatnya Penthaouse.


Kepala pelayannya telah menunggu dan menyambut kedatangannya.


" Ana, apa beberapa hari yang lalu ada paket untuk ku? "


Kepala pelayannya yang bernama Ana mendekat " Iya ada Tuan. "


Ana langsung menyuruh beberapa anak buahnya membawa beberapa paket yang diterima, dan salah satunya ada yang berukuran besar dan bisa di tebak bahwa itu adalah paket dari L.


" Aku akan membuka yang paling besar, yang lain kalian bereskan lagi. " Dengan sigap para pelayan nya membereskan paket berukuran lebih kecil dan menyisakan paket dari L.


" Tuan pakaian untuk anda dari butik untuk acara besok telah datang dan berada di kamar ganti, Tuan bisa mencobanya dan memilih yang anda ingin kan. " Ujar Ana


" Iya aku mengerti, aku akan mencoba nya nanti. "


Daniel terlihat sangat antusias membuka paket dari L, dengan hati hati ia membukanya, seperti membuka kotak hadiah Daniel sangat terkejut melihat isinya.


Terdiam cukup lama sampai sampai Mr. Lee dan Ana heran dengan tingkah majikannya. Mereka mendekat dan mencoba bertanya.


" Tuan, apa Tuan baik baik saja? " Tanya Ana yang menyadarkan Daniel.


" Iya baik baik saja. " Dengan senyum merekah


Daniel mengangkat lukisan L dengan sangat hati-hati.


" Lee lihatlah, lukisan ku sangat bagus. " Mr. Lee mendekat, meskipun dia tidak begitu mengerti tentang seni tapi ia tertegun karena lukisan itu memang sangat lah bagus, bahkan lebih bagus dibandingkan lukisan juara pertama yang rusak.


Ana yang berada di dekat Mr. Lee juga langsung menutup mulutnya, matanya berbinar karena lukisan itu indah dan cantik. Begitu pandangan nya tentang lukisan milik L.


" Indah sekali Tuan. " Ujar Ana tanpa sadar


Mr.Lee berdehem, Ana langsung sadar dan membungkuk minta maaf.


" Kau benar lukisan ini memang sangat indah, lihat di sini ada tandatangan milik Yuna, ada namaku dan judul lukisan ini adalah 'Alone' . "


Daniel kembali fokus menatap lukisan nya. Ia melihat lukisan itu seperti tidak asing, mirip lukisan yang ada di Museum hanya saja subjek lukisan nya disini wanita dengan gaya pelukisan nya abstrak.


Daniel memperhatikan lebih dalam lukisan tersebut dan tanpa sadar air matanya menetes, Ia kaget sendiri.


"Tuan? " Ucap Mr.Lee yang juga ikut kaget


" Aku merasa aneh melihat lukisan ini, semakin aku perhatikan aku bisa melihat makna dibalik lukisan ini. Karena setiap karya seni pasti ada sebuah pesan, makna, atau gambaran perasaan dari sang Seniman. Dan aku melihat lukisan ini memiliki maksa yang tersirat dan itu membuatku merasa sedih. " Ujar Daniel


Mr. Lee dan Ana hanya diam, Mr. Lee yang kaku tanpa ekpresi itu tidak bisa melihat apa yang Tuan nya lihat, sementara Ana hanya melihat lukisan itu sangat indah tidak ada kesedihan didalamnya.


" Lee , tadi siang pihak Museum meminta untuk juara kedua yang maju dalam acara lelang dan pameran bukan? "


" Iya benar Tuan."


" Batalkan. " Mr. Lee kaget namun ia tak berani melawan.


" Aku merasa ada yang aneh kenapa hanya lukisan itu yang rusak, jika ada penyusup didalam ruang penyimpanan atau kecelakaan didalam sana harusnya bukan cuma lukisan itu yang rusak tapi yang lain juga iya. Si pelaku malah memperjelas bahwa yang di incar hanya lukisan itu, bodoh sekali dia. Cepat kau hubungi kepala Museum dan batalkan untuk juara dua menggantikan posisi juara pertama. Sepertinya ada orang dalam yang mencoba bermain main dengan ku. Dan kau urus lukisan ku ini, besok dalam acara pembukaan, pajang lukisan ini di hall utama sebagai karya masterpiece , dan lukisan ini yang akan menjadi wakil dalam lelang kategori karya Seniman Muda. " Ujar Daniel tegas.


" Baik Tuan. " Daniel menyerah lukisan itu pada Mr. Lee.


Dengan cepat Mr. Lee menelpon kepala Museum dan mengatakan sesuai keinginan Daniel.


" Apa anda serius Tuan Lee, tapi semua persiapan nya sudah selesai. " Ujar Kepala Museum


" Apa anda mau membantah perintah Tuan Daniel? "


" Tidak Tuan, saya akan menurutu keinginan Tuan Daniel. "


" Besok pagi aku akan mengirim orang untuk membawa lukisan itu, dan menyuruh mereka mengawasi kerja mu. Aku tidak mau kejadian yang sama terulang lagi. Ingat kau dan semua orang di sana harus bersiap untuk dipecat jika setelah acara pembukaan itu selesai dan pelaku belum juga ditemukan. " Panggilan terputus begitu Mr.Lee selesai berbicara.