All About You "L"

All About You "L"
Mengerjakan PR



Beberapa hari L nampak begitu sibuk, selain kuliah. L juga membantu Bora dengan membuat gambar desain , dan menyelesaikan lukisan untuk Daniel.


Jam istirahat L tidak ikut ke kantin, ia memilih ke perpustakaan.


" Kau mau kemana? Bukankah kantin sebelah sana? " Ujar Yura, ia bingung karena L berjalan berlawanan arah dengan mereka.


" Aku mau ke perpustakaan, ada yang harus ku kerjakan kalian duluan saja aku tidak ke kantin hari ini. " Jawab L sambil melambaikan tangan sembari berjalan menuju ke perpustakaan.


Ada yang nampak berbeda, biasanya setelah kelas selesai, L, Yura, dan Jungki akan langsung menuju ke kantin namun, kini beberapa orang terlihat ikut bergabung dengan mereka.


Ya tidak lain ada Jae Hwi dan beberapa teman yang lain, setelah melihat wajah L. Mereka jadi tergila-gila dengan L dan selalu saja mencari cara untuk mendekati L.


Terutama Jae Hwi, ia selalu saja duduk berdekatan dengan L. Untung saja ada Yura dan Jungki yang memasang tameng untuk melindungi L, kalau tidak bisa setiap saat dan setiap waktu Jae Hwi menempeli nya bak perangko .


" Dimana dewi kecantikan kita? " Tanya Jae Hwi yang baru datang langsung ikut bergabung di meja Yura dan Jungki.


" Sibuk. " Jawab Yura datar.


" Hah kemana dia pergi? Apa dia tidak makan siang bersama kita? Kalau dia sakit bagaimana? Kalian ini teman nya atau bukan sih, harusnya kalian lebih perhatian sedikit. " Tukas Jae Hwi


Jungki melirik Jae Hwi dengan sinis.


" Diam kau, kalau kau datang hanya untuk mengoceh pergi sana! Mengganggu saja. " Sahut Jungki dengan ketus.


" Aku kan hanya bertanya dan mengkhawatirkan Yuna. Tapi apa kalian tahu dimana rumah nya? Biasanya ia berangkat dan pulang bersama siapa? Oh iya, apa kalian tahu apa makan favorit nya? "


Yura mengernyitkan dahinya, sejak kejadian di kantin tempo hari. Jae Hwi juga seperti paparazi yang selalu mengintai L. Dan sebagai temannya Yura menyadari kalau temannya itu merasa tak nyaman didekat Jae Hwi.


" Apa tidak ada kerjaan lain selain mengganggu temanku? Cari bahan di tempat lain saja, Yuna itu bukan artis yang perlu kau cari cari informasi nya. " Ujar Yura.


" Dia bukan artis tapi dewi di jurusan kita, kau harusnya mendukung ku dan menceritakan segala hal tentang Yuna, aku akan membuatnya menyandang wanita tercantik di kampus kita. " Imbuh Jae Hwi


Yura menghela nafas dengan kesal.


" Tapi Yuna tak menginginkan hal itu, kenapa kau malah sibuk sendiri. "


" Aku melakukan hal ini untuk membuktikan pada seluruh siswa di kampus ini kalau jurusan kita juga ada wanita cantiknya. "


" Kan ada Kak Deok Hwa. Jangan buat gara-gara, dia itu sejak dulu sudah jadi unggulan di jurusan kita sekaligus wanita tercantik di jurusan kita, jika kau membuat artikel tentang Yuna dia bisa tersinggung. " Yura menasehati Jae Hwi


" Tenang saja, mana mungkin dia tersinggung.Justru aku yakin dia akan bangga,karena ada penerusnya. Lagipula bukan kah ia mahasiswa semester akhir dan sebentar lagi lulus? Karyanya saja sudah lolos dalam pemilihan, dan kata anak anak, karya milik nya itu kembali terpilih dalam seleksi tahap akhir dan masuk sebagai karya terbaik dan ikut dalam pameran sekaligus lelang untuk pembukaan Museum Baru di kota nanti. " Ujar Jae Hwi


Yura dan Jungki terbelalak " Benarkah? Hebat sekali Kak Deok Hwa. " Ucap mereka secara bersamaan.


Saat sedang membicarakan Deok Hwa, tak lama dia masuk kedalam kantin bersama anak anak senior angkatnya.Semua orang tampak mengagumi sosoknya. Cantik, karya, dan berbakat.


Deok Hwa dan beberapa temannya berjalan menuju kantin dan ikut mengantri seperti yang lain. Seorang junior yang melihat Deok Hwaberdiri di belakangnya tertegun, ia nampak gugup. Tubuh reflek bergeser.


Awalnya Deok Hwa tak mau namun sang junior tetap tak merubah posisi, dengan terpaksa ia pun maju. Baru satu baris terlewati, lagi lagi siswa junior di depannya mempersilahkan Deok Hwa untuk mendahului hingga Deok Hwa sampai di antrian paling depan. Para junior di jurusan nya memang begitu menghormati nya, karena sikapnya yang ramah dan baik hati.


Itu hanya di luar, nyatanya setelah selesai makan siang dan kembali ke ruang praktek dan kebetulan disana hanya ada teman dekat nya yaitu Ki Jun, sifat aslinya pun keluar.


" Wah artis kita baru saja memainkan peran yang sangat epik tadi siang selama di kantin, semua tepuk tangan. " Ucap Ki Jun serasa bertepuk tangan.


" Diam kau."


" Kenapa dengan wajahmu itu?" Raut wajah Deok Hwa tampak kesal.


" Kau tidak mungkin marah hanya karena perkataan ku barusan kan? "


" Tentu tidak. " Jawab Deok Hwa cepat


" Lantas? "


" Kau sudah melihat forum kampus bukan, peringkat ku sekarang turun. "


Ki Jun terdiam karena tidak mengerti maksud perkataan Deok Hwa. Namun tak lama ia pun tersenyum.


" Oh soal peringkat wanita tercantik di kampus? Memangnya kau turun berapa? Bukankah kau selalu masuk 5 besar, apa sekarang turun jadi 10 besar? " Goda Ki Jun.


" Lebih baik kau diam, mendengar mu berbicara semakin membuat ku kesal. "


" Ouh iya apa kau sudah mendapat pemberitahuan tentang seleksi dari Pak Jimin atau Profesor Lee? " Tanya Deok lagi.


" Kau jangan pamer, aku tahu kalau lukisan mu terpilih dalam pemilihan itu dan ikut dalam pelelangan. " Jawab Ki Jun kesal


" Hahaha, maaf ya memang sengaja pamer padamu. " Ujar Deok Hwa


" Tapi apa kau tahu karya terakhir yang lolos dari kampus kita, kata anak anak itu berasal dari anak baru? " Ucap Ki Jun, Ia kembali fokus pada sebuah kayu yang sedang di ukir olehnya.


" Tidak, dan itu tidak mungkin. Apa kau percaya akan hal itu? Mana mungkin karya anak baru bisa masuk dan lolos bersama kita, teman teman kita saja tidak. "


" Ada benarnya juga. "


Di Perpustakaan L sedang fokus menggambar desain baju untuk kakak nya.Hampir satu jam ia disana dan sudah ada beberapa lembar kertas yang telah terisi guratan pensil milik nya.


Dia kan hanya menyuruh ku untuk menggambar, meskipun aku tidak tahu bagaimana mendesain sebuah pakaian tapi aku pintar menggambar berdasarkan imajinasi ku. Jadi aku akan membuat gambar baju sesusuai imajinasi ku saja. Anggap saja seperti sedang melukis pemandangan yang indah dengan teman musim panas . Benar seperti itu. L sibuk berbicara sendiri namun tetap depan suara pelan agar tidak mengganggu yang lain.


L terlihat serius mengerjakan tugas dari Bora, dengan imajinasi, kreativitas, dan kemampuan menggambar yang luar biasa dari L, ia mampu membuat gambar desain pakaian yang sangat bagus. Walaupun ia sendiri tidak tahu bagus atau tidak jika gambar tersebut telah jadi dalam bentuk pakaian.


Suasana perpustakaan yang tenang mampu membuat L bekerja lebih maksimal. Ditambah cuaca yang bagus dan pemandangan indah dari balik jendela kaca.