All About You "L"

All About You "L"
Melihat Dewi



Dibelakang rumah para pelayan sedang berkumpul dan bergosip tentang majikan mereka yang baru. Mereka sangat penasaran dengan nona baru mereka, karena saat L datang wajahnya tertutupi topi dan masker. Tak lama kepala pelayan datang diantara mereka.


" Tuan Im bolehkan kami bertanya tentang nona muda kami yang baru? " celetuk salah satu pelayan


Tuan Im yang sedang mencuci tangannya melihat sejenak kearah anak buahnya yang sedang memandang dengan rasa keinginan tahuan sangat besar.


" Tentang apa? "


" Cerita kan mengenai nona Kim yuna, kami semua sangat penasaran dan bagaimana ceritanya dia bisa menjadi anak angkat di keluarga ini, oh iya bagaimana dengan wajah nona kim yuna? apa dia cantik? kami tidak bisa melihat nya karena wajahnya tertutupi masker." ucap pelayan lain


" Kalian ini seperti tidak ada kerjaan saja, tugas kalian disini bukan untuk bergosip. Yang jelas adalah Nona Kim Yuna mulai saat ini adalah bagian dari keluarga Tuan Kim, kalian semua harus menghormatinya.Aku juga akan menyampaikan peraturan baru pada kalian semua, mulai saat ini dilarang mendekati kamar Nona Yuna, jika kalian tidak sengaja bertemu dengan nya tundukkan Kepala kalian jangan berani menatapnya, Nona Yuna baru saja keluar dari rumah sakit dan baru mulai beradaptasi di keluarga ini, ia takut dengan orang baru jadi kalian harus mengingat kata-kata ku dengan baik. Untuk masalah membersihkan kamar nya, itu adalah tanggung jawab Jukyung karena nona Bora telah menunjukkan nya sebagai pelayan pribadi nya, untuk tugas membersihkan area lantai dua aku akan membuat jadwalnya, karena dilantai dua tempat kamar nona Yuna berada jadi tidak boleh sembarangan kalian berkeliaran disanaa, apa kalian mengerti? " Semua pelayan disana mengangguk.


Bora masih dikamar L bersama Jukyung, ia meminta Jukyung mengambil makanan untuk nya dan L.


" Ambilkan makanan untuk kami. "


" Baik Nona. " Jukyung pergi setelah diberi perintah.


Tak butuh waktu lama untuk Jukyung kembali sambil membawa nampan berisi makanan. Ia menaruh nampan tersebut dan menata makanan itu dimeja dengan cepat.


" Nona saya sudah menyiapkan makanan anda, silahkan. "


Bora memapah L untuk duduk di kursi " Sekarang Bukalah maskermu agar aku bisa menyuapkan nasi ini ke mulutmu. " L ragu-ragu karena masih ada Jukyung disana.


Tangan nya terhenti saat tiba-tiba mendengar bunyi perut Bora bergemuruh.


" Kakak hentikan biar aku makan sendiri kau juga pasti belum makan kan. " Bora langsung tersenyum karena malu


" Tapi tubuhmu masih lemas , biar aku yang menyuapi mu setelah itu baru aku akan makan. "


" Tidak usah, aku bisa minta tolong ke kak Jukyung, boleh kan aku memanggilnya kak Jukyung. " L melepas masker dan memandang wajah Jukyung.


Jukyung tiba-tiba terdiam, ia tak bergerak sama sekali karena terpesona dengan kecantikan nona barunya.


" Baik. "


Jukyung masih diam, Bora harus menepuk bahunya sampai ia sadar.


" Mau sampai kapan kau diam seperti itu, apa kau melihat sesuatu sampai bengong begitu? "


Jukyung menunduk malu " Maaf kan saya nona, jika boleh jujur saya sedang terpesona dengan kecantikan dari Nona Yuna, saya tidak menyangka kalau wajah nona sangat cantik, jika saya lelaki mungkin saya akan jatuh cinta pada nona. "


Mendengar perkataan Jukyung, L menunduk malu sementara Bora malah tertawa lebar


" Kau juga mengakui kalau adikku cantik , untung saja kau perempuan jika lelaki tidak akan ku ijin kau melihat wajah adik manisku. "


" Kakak diamlah, aku tidak secantik itu. "


" Iya baiklah. Jukyung cepat kemari dan bantu adikku makan. "


Makanan di piring sudah habis tanpa sisa, L juga sudah selesai meminum obat nya. Jukyung sudah membereskan meja dan segera membawa turun piring kotor itu.


Dibawah ia menaruh nampah tersebut di meja dekat tempat mencuci piring dengan asal hingga menimbulkan suara keras, mengagetkan Orang-orang yang ada didapur.


" Hei ada apa dengan mu? " tanya temannya yang sesama pelayan


" Ahhh memangnya aku kenapa? " sadar dari lamunannya


" Kau ini , aku yang bertanya malah balik bertanya, wajahmu itu seperti orang linglung. "


" Benarkah? ini mungkin efek karena aku habis melihat seorang dewi. " kata Jukyung senyam senyum seperti orang gila yang membuat teman bingung


Temannya langsung menempelkan tangannya didahi Jukyung " Apa kau sakit? tapi dahimu tidak panas."


Jukyung cemberut dan menghempaskan tangan temannya itu " aku baik baik saja, pergi sana kau mengganggu pekerjaanku saja. " mengambil piring kotor yang dibawa nya tadi dan mencucinya