All About You "L"

All About You "L"
Berkunjung



L sedang dalam perjalanan menuju apartemen Hari, wajahnya tak henti menyunggingkan senyuman. Jika disana adalah tempat tinggal para mahasiswa asing seperti Hari dan Arya maka pasti banyak juga mahasiswa dari Indonesia yang tinggal disana.


Ponsel L tiba-tiba berdering.


" Hallo. "


" Kau dimana? " Tanya seseorang dari balik sambungan telepon yang adalah Daniel.


" Aku sedang menuju rumah temanku Kak, ada apa?"


" Oh ku kira kau sedang ada ditempat biasa. "


" Tidak. Mungkin akhir pekan aku akan kesana. Apa kak Daniel sedang ada disana? "


" Iya aku baru saja sampai, kupikir kau sedang ada disini padahal aku sudah membawakan kue kesukaan mu. "


" Wah sayang sekali, kalau begitu kak Daniel harus menyimpan nya dulu dan kita akan bertemu di hari sabtu bagaimana? "


" Baiklah aku akan menyimpan nya untuk mu tapi jangan lupa hari sabtu ya? "


" Iya kak. "


" Ya sudah kalau begitu aku akan kembali ke kantor saja, daripada disini seperti orang hilang. "


" Hahaha harusnya Kak Daniel menghubungi ku dulu sebelum kesana. "


" Kau benar. Baiklah aku tutup telpon nya sampai jumpa hari sabtu. " Dan telpon pun terputus.


Disaat yang bersamaan mobil telah sampai didepan sebuah gedung apartemen.


" Sudah sampai Nona muda, apa perlu saya antar? "


" Tidak usah pak Choi kembali saja ke kantor. "


" Baik Nona saya permisi. "


L turun dari mobil sambil membawa beberapa kantong berisi makanan yang sebelumnya dibeli sebelum sampai disana.


L melihat ke kanan dan ke kiri banyak orang keluar masuk gedung yang bisa ia tebak adalah penghuni apartemen tersebut.Wajah mereka nampak berbeda dengan orang Korea,jelas mereka para mahasiswa asing yang bersekolah di Korea. Terlihat dari ciri fisik mereka seperti orang Amerika, Eropa,Afrika, sampai wajah wajah asia seperti dirinya.


L hendak masuk namun ragu ragu takut tidak diperbolehkan jika bukan penghuni gedung tersebut, ia hanya berdiri didepan pintu sambil mengamati orang-orang. Sepuluh menit berlalu baru ia sadar kenapa tidak menelpon Hari dan memintanya untuk menjemput nya. L segera mengambil ponsel dan menelpon Hari.


" Hallo. "


" Hallo Mas Hari aku sudah ada didepan gedung apartemen mu, tapi aku takut tidak diperbolehkan masuk bisakah kau menjemput ku? "


" Kau sudah sampai? Ya ampun kupikir Bora hanya bercanda kalau kau akan kemari, baiklah aku akan turun kau tunggu saja dibawah ya aku tidak akan lama. "


" Baik. "


L duduk sambil menunggu Hari, 5 menit kemudian Hari telah sampai dan mencari keberadaan L. Hari kebingungan karena tak melihat L padahal L sendiri sedang duduk tak jauh dari tempat Hari berdiri. Hari kembali menelpon L.


" Hallo kau dimana? Aku sudah didepan kenapa kau tidak ada apa kau sudah pergi? " Ujar Hari yang masih mengedarkan pandangan.


Dari belakang seseorang menepuk pundak nya dan itu membuat Hari kaget.


" Mas Hari. "


" Siapa kau? "


" Ini aku Elis, kenapa? "


" Justru itu yang ingin kutanya kan, kau kenapa? " Hari memperhatikan penampilan L yang sangat tertutup dengan memakai topi, masker, dan kacamata. Pantas saja ia tak mengenalinya.


" Aku? " Tanya L bingung


" Iya kenapa penampilan mu seperti itu? "


" Ah ini, aku alergi debu dan diharuskan selalu memakai masker dan kacamata oleh Bora jika bepergian. " Jelas L pada hari, tanpa memberitahu alasan sebenarnya kenapa ia sampai menutupi wajahnya itu.


" Oh, ya sudah ayo cepat masuk. " Hari mengambil barang bawaan L .


Hari berjalan beriringan disamping L, dan tanpa aba-aba tiba-tiba L meraih tangan Hari dan menggandeng nya.


"Ayo masuk, disana pasti ada mahasiswa dari Indonesia juga kan? Aku bawa banyak makanan jadi undang teman Mas Hari yang lain supaya kita makan bersama ya? "


Hari hanya mengangguk tanpa bersuara, jantung nya tengah berdetak dengan cepat karena tangannya digenggam oleh L. Masker yang menutupi wajahnya pun sudah dilepas jadi Hari bisa bergandengan tangan sambil melihat senyum manis di wajah L. Benar-benar membuat Hari terbang melayang, ia dengan sekuat tenaga bersikap biasa saja dan tidak menunjukkan kebahagiaan nya.


Mereka berdua telah sampai di lantai tempat apartemen Hari dan Arya berada, tinggal menyusuri lorong yang lumayan panjang menuju pintu apartemen nya. Di jalan tiba-tiba sebuah pintu terbuka dan keluarlah sang penghuni dengan membawa sesuatu , karena barang yang dibawanya cukup banyak akhirnya beberapa ada yang berjatuhan.


" Wulan kau baik baik saja. "


Wulan mendongak dan melihat ada Hari yang membantu mengambil beberapa kardus dan barang barang yang berjatuhan.


" Eh Hari, ia aku baik baik saja. Aku sedang membersihkan apartemen dan hendak menurun kan kardus dan sampah ini. "


"Biar kubantu. "


" Terimakasih ya. "


Barang yang terjatuh telah diambil dan kembali dibawa oleh Wulan, saat berdiri ia kaget dan hampir saja menumpahkan kardus yang berisi sampah itu saat ia melihat L disamping Hari.


" Hari pacarmu cantik sekali?" Ujar Wulan dengan spontan.


" Hahaha kau ini ada ada saja , dia bukan pacarku kok. " Jawab Hari dan L tersenyum pada Wulan.


Wulan yang mendapat senyuman dari L tiba-tiba jadi gugup dan salah tingkah.


" Oh benarkah? Maaf ya aku jadi sok tahu begini kalau begitu aku turun dulu ya, sekali lagi terimakasih. "


" Oh iya kalau kau sudah selesai datang lah ke apartemen ku dan makan bersama, ajak juga teman teman yang lain. " Ucap Hari


" Ba- baik lah. "


Hari kembali berjalan dengan L yang langsung menggenggam tangan Hari kembali. Wulan memperhatikan nya dan tampak tidak percaya jika dia bukan pacar Hari.


" Hebat sekali Hari bisa punya pacar orang korea yang super cantik, dia juga ganteng sih jadi cocok." Ucap Wulan yang masih memperhatikan keduanya.


Ceklek


Suara pintu terbuka


" Selamat datang princess. " Arya menyambut L dengan heboh.


L tersenyum melihat tingkah Arya yang selalu lucu itu. Ia masuk kedalam apartemen yang tidak terlalu besar tapi sangat rapi dan bersih. Persis seperti seseorang yang sangat menjaga kebersihan dan kerapian siapa lagi kalau bukan Hari.


" Ayo silahkan duduk Nona. " Arya menepuk sofa agar debu dan kotoran hilang sebelum diduduki L.


" Mas Arya ga usah begitu lebay deh. "


" Tentu harus lebay, karena kami tidak bisa menyambut dan menyediakan tempat yang bagus jadi sebisa mungkin kami harus membuat mu nyaman ditempat kami yang sangat sederhana ini. "


" Terimakasih. Apartemen Mas Arya sama Mas Hari bagus dan rapi kok. "


" Tentu saja karena disini ada polisi keberhasilan, kerapian, dan kenyamanan jadilah rumah kami ini sudah seperti kamar hotel berbintang. Kau pasti tidak mengira bukan kalau kamar laki-laki bisa sebersih dan serapi ini? Mungkin cuman apartemen kami yang seperti ini, jika ada lomba kebersihan dan kerapian kamar kami pasti jadi Juaranya. " Ucap Arya dengan nada sedikit menyindir pada seseorang.


" Bukan enak dan nyaman jika seperti ini? " Sahut Hari yang tengah membuat minuman untuk L.


" Iya kau benar, ini sangat sangat nyaman."


L tertawa melihat keduanya " Mas Arya yang sabar ya, dari dulu Mas Hari memang pecinta kebersihan dan kerapian dulu tiap dia datang ke rumah aku harus membersihkan rumah dulu agar dia tidak cerewet dan menasehati ku ini itu. Dan karena hal itu aku jadi ketularan suka bersih bersih. "


" Iya sayangnya rumah yang sudah seperti kamar hotel ini tidak pernah didatangi seorang wanita jadi percuma saja. "


" Memangnya aku bukan? "


" Kan baru sekarang, sebelum nya tidak pernah ada wanita masuk dan Hari melarang wanita untuk masuk kedalam kamar ini, hem aku sampai berpikir jangan jangan dia mulai menyukai ku dan tidak rela aku membawa wanita dan nanti dia bisa tersaingi. " Ujar Arya pelan namun Hari masih bisa mendengar.


" Berhenti bicara ngawur, aku melarang mereka masuk karena hanya akan menggangu waktu belajar dan waktu istirahat kita. Disini kita sibuk belajar bukan pacaran. "


" Iya iya iya. Dasar papan kayu. "


" Jangan dengar dia L, dia makin gila sejak ditolak wanita Korea yang di incar nya. "


L menoleh ke arah Arya


" Jangan percaya omongan papan kayu itu! Aku tidak pernah ditolak siapa pun, aku hanya mengagumi seorang wanita Korea yang kebetulan satu kelas denganku, mana ada aku ditolak orang menyatakan cinta saja belum. " Bela Arya


" Bukan belum tapi kau sudah mengajaknya makan malam dan hendak mengatakan perasaan mu sayangnya wanita itu tiba-tiba mendapatkan telpon dari pacarnya dan meninggal mu begitu saja. " Ejek Hari yang terus menggoda Arya.


" Kau! "


" Hahaha Mas Arya yang sabar yah mungkin belum jodoh. "


" Eh bukan seperti itu L jangan dengan kan omongan nya. "