
Ditengah kegembiraan itu waktu seakan terhenti, L memandang semua orang yang sedang tertawa dan bercanda dengan tatapan kosong, senyum diwajahnya tiba-tiba menghilang berganti tatapan kosong.
Tidak ada yang menyadari hal itu, L memejamkan matanya. Hati nya terasa kosong seperti ada sesuatu yang salah dengan dirinya tapi tidak tahu apa itu.
Suara Bora menyadarkan dirinya wajahnya kembali tersenyum dan larut kedalam kegembiraan lagi.
Di kamar L duduk menatap bayangan dirinya di cermin. Entah apa yang dipikirkan nya, ia hanya duduk diam disana cukup lama.
Tok tok tok
Pintu kamarnya terbuka dan Bora masuk kedalam.
" Adik. " Bora masuk membawa sesuatu
" Kakak. "
" Kenapa kau belum tidur? " ucap Bora sambil meletakkan sesuatu diatas meja
" Sebentar lagi aku akan tidur kak. " jawab L
Bora tiba tiba memeluk L dengan lembut dan mengelus kepalanya " Bagaimana perasaan mu saat ini? "
L membenamkan diri nya dalam pelukan Bora, sejenak ia tidak menjawab karena merasakan kehangatan yang selama ini tidak ia rasakan.
" Aku sangat bahagia kak. " jawab L pelan
" Aku juga, aku tidak pernah menyangka kalau adikku ini akan sejenius ini. Karena hasil ujian sangat memuaskan kan aku punya hadiah untuk mu. " melepaskan pelukan dan mengambil sebuah kotak hadiah yang berada diatas meja.
" Ini apa? "
" Bukalah. "
L membuat kota hadiah nya, didalam kotak tersebut terdapat sebuah kalung dengan liotin berinisial L.
" Kakak ini cantik sekali. " senyum di wajah L langsung mengembang
" Kau suka? " L mengangguk
Bora mengambil kalung tersebut dan memakaikannya di leher L. Tampak cantik dikenakan olehnya. L kembali memeluk Bora
" Karena sudah malam tidurlah. " Bora memapah L hingga naik ke atas tempat tidur, menyelimuti nya, mengecup kening L , mengucapkan selamat tidur, barulah Bora meninggalkan kamar L. Rasa-rasanya pemandangan itu seperti seorang ibu yang menidurkan anaknya.
Musim dingin perlahan berganti dengan musim semi, butiran salju yang menyelimuti daratan perlahan mencair, tunas-tunas baru pun bermunculan diantara pepohonan yang seakan mati.
L menikmati waktu bersama keluarga barunya, sering kali pergi bermain bersama big3, dan menghabiskan waktu di ruang belajar dan larut dalam dunianya. Bora dan Jisoo masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing tetapi mereka tidak pernah lupa selalu berkumpul bersama setelah sampai di rumah, tak terkecuali dengan Tuan Kim.
Tuan Kim merasa sangat bahagia apalagi semenjak L datang dan menjadi bagian keluarga kecilnya, selalu ada canda tawa dirumah itu.
Hari dan Arya masih fokus mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Korea.Hari semakin bersemangat karena rasa rindu ingin bertemu dengan pujaan hatinya setiap hari semakin besar.
Hari memandang foto L di ponsel nya, menatap nya dengan intens dan sesekali tersenyum.
Di dalam sebuah pesawat pribadi yang mewah, seorang lelaki tengah duduk bersandar dengan kaki menyilang. Ia menatap gumpalan awan dilangit. Seseorang membuyarkan lamunannya dan menoleh ke sumber suara itu.
Kampus tempat L ingin menimba ilmu sudah mulai ramai dengan para mahasiswa baru. Cuaca cerah namun masih sedikit membawa udara dingin tidak dihiraukan orang-orang. Para senior yang menjadi panitia penyambutan mahasiswa baru sudah menyiapkan meja sesuai dengan jurusan masing-masing di halaman kampus.
Para mahasiswa baru mulai mendatangi para senior mereka dan diberi ID sesuai jurusan nya.
" Sepertinya anak baru tahun ini lebih cantik dibandingkan tahun sebelum nya, kuharap salah satu dari mereka bisa menjadi pacarku. " Canda seorang senior
Yang lain mengangguk setuju " Kau benar sekali hyung ( kakak laki-laki) lihat mereka cantik cantik dan imut imut, ahh pokoknya aku bisa mendapatkan salah satu dari mereka. " ujar teman senior itu
Para senior wanita hanya menggeleng dengan tingkah teman laki-laki mereka yang langsung bersemangat jika melihat wanita cantik.
" Ah mata kalian sudah rabun ya, melihat yang bening sedikit saja sudah berkhayal tinggi." sahut senior wanita yang bernama Chaerin
" Hei chaerin kau jangan iri pada junior kita, mereka memang cantik cantik kok. " jawab teman nya
" Diam kau, cantik dari mana nya? jelas jelas lebih cantik akulah." Chaerin mengibaskan rambut nya
Teman teman nya terdiam menatap ke satu arah. Chaerin bingung karena teman-temannya tiba-tiba diam, dia menoleh dan memperhatikan mereka.
Pandangan mereka semua tertuju pada seorang gadis cantik yang sedang berjalan ke arah meja mereka. Dia adalah Choi Yena (18th), mahasiswa baru jurusan bisnis.
Dengan pakaian yang modis dan stylish, badan ramping dan wajah cantik ia langsung menjadi pusat perhatian. Penampilan nya sangat berkelas dan memperlihatkan bahwa dia orang kaya.
" Wah kurasa aku tahu predikat wanita tercantik tahun ini di pegang oleh siapa. " ucap Seorang senior
Para senior wanita memandang iri pada Yena tak terkecuali Chaerin. Tapi apa daya memang Yena terlihat cantik dan berkelas.
" Permisi kak, aku Choi Yena mahasiswa baru jurusan bisnis. " kata Yena yang membuat para senior yang ada dihadapannya bengong mendengar suara nya yang lembut.
Para wanita berdecak kesal melihat tingkah para laki-laki yang seperti orang bodoh.
" Ouh namamu Yena ini tanda pengenal mu , tunggu lah sebentar disana sampai kami memanggilmu kembali. " Kata Chaerin yang memberikan tanda pengenal itu agar Yena cepat pergi.
Yena berjalan ke kerumunan tak jauh dari meja senior nya, mereka sama sama memakai tanda pengenal jurusan bisnis. Yena langsung menyapa semua teman barunya.
Tak butuh waktu lama baginya untuk mendapatkan teman baru.
Big3 berjalan dengan gagahnya menuju meja jurusan meraka, semua mata langsung tertuju pada mereka. Ketampanan mereka benar-benar membuat semua orang iri. Yena melihat itu langsung terpesona.
" Siapa mereka? " tanya Yena pada teman temannya.
" Mereka adalah senior kita, kudengar mereka adalah lelaki tertampan dan terpopuler dikampus kita. " jawab teman Yena
" Ah kau benar, mereka sangat tampan. Beruntung nya aku bisa masuk ke kampus ini, tidak sia sia aku belajar mati-matian saat SMA. Terimakasih ibu kau selalu memarahi untuk selalu rajin belajar. " sahut teman Yena yang lain.
Wajah Yena tersenyum penuh makna.
Sementara di rumah L masih saja bersantai diruang belajar dengan membaca ditemani Jukyung, ia tidak hadir dalam acara penyambutan mahasiswa baru.
Bora tidak mengijinkan nya karena dalam acara tersebut, para mahasiswa baru harus pulang sampai larut malam dan biasanya banyak kegiatan salah satunya minum bersama para senior. L masih dibawah umur tentu saja Bora tidak memperoleh kan.
Harusnya semua calon mahasiswa diharuskan hadir, namun karena L masih dibawah umur dan dengan alasan baru saja sembuh dari sakit, pihak kampus memberi ijin khusus padanya. Lagipula L merupakan calon mahasiswa mereka dengan nilai tertinggi dan termuda di tahun ini, mereka tentu langsung menyetujui nya.