
Jam 7 pagi jalanan sudah ramai dipenuhi kendaraan, bahkan dibeberapa ruas jalan terlihat macet. L sudah bangun dan kini kembali duduk di kursi depan, wajahnya terlihat jauh lebih segar dibandingkan dengan tadi.
" Mas Hari aku lapar. " Kata L yang memegangi perutnya
" Aku juga, kau ingin sarapan apa? "
L menatap keluar jendela mobilnya, matanya sedang mencari cari sesuatu " Mas Hari memang mau sarapan apa? "
" Hemmm aku yang nanya malah sekarang nanya balik, klo aku sih bisa makan apa aja asal kenyang. "
Melihat beberapa restoran dan warung makan yang dilewati, pandangan L tertuju pada sebuah warung makan yang terlihat cukup ramai pengunjung nya " Eh Mas kita sarapan di warung itu saja, keliatan ramai sekali pasti makanannya enak. "
Hari pun perlahan memikirkan mobil didepan warung tersebut. Sebelum turun Hari menyuruh L untuk memakai topi dan masker terlebih dahulu
" Tunggu! pakai topi dan masker mu dulu. " kata Mas Hari yang menyodorkan topi dan masker
" Loh aku kan mau makan kenapa harus pake topi dan masker segala. " L hendak menolak tapi Hari sudah menaruh topi itu dikepala L dan memakaikan masker itu diwajahnya.
" Iya kamu memang mau makan makanya pakai ini, jangan mengganguku dan bikin repot aku mengerti! "
L bingung dengan perkataan Hari yang menyuruh nya agar tidak mengganggu dan membuatnya repot " Hah, mengganggu dan bikin repot Mas Hari? Apa maksudnya itu?" belum sempat bertanya lebih lanjut Hari sudah membukakan pintu dan menggandeng tangan L masuk ke warung makan tersebut. Hari mengajak L duduk dipojok rungan dengan posisi L yang duduk menghadap dirinya, sehingga L membelakangi para pelayan dan pengunjung yang ada disana.
"Kau mau sarapan apa? " Tanya Hari sambil menahan L untuk jangan membuka maskernya " Jangan dibuka! Nanti saja kalo makanannya sudah datang."
" Aku mau nasi uduk dengan lauk ayam, minumnya teh rosella diberi madu. " kata L cepat
L tersenyum kecil karena ia lupa " Kalo begitu teh anget saja. "
Beberapa menit kemudian pesanan mereka tiba, setelah pelayan tersebut pergi Hari baru memperbolehkan L membuka maskernya, sedangkan topi tetap melekat diatas kepalanya.
Warung makan tersebut semakin ramai, para pengunjung silih berganti masuk kedalam warung tersebut.Mungkin karena rasa masakan diwarung ini memang enak jadi banyak yang datang, Hari dan L pun tampak menikmati sarapan mereka karena tak butuh lama untuk mengosongkan piring tersebut.
Setelah menghabiskan sarapan mereka, L ijin ke toilet sebentar, tak lupa Hari segera memasangkan kembali masker milik L. Di dalam toilet setelah selesai dengan urusannya, L mencuci tangan nya di wastafel sambil mencuci muka dan merapikan rambutnya yang ternyata lumayan berantakan, L menoleh ke kanan dan kiri, ia lupa membawa sisir melihat seseorang baru keluar dari bilik kamar mandi sambil membawa tas make up, L pun meminta ijin untuk meminjamnya.
" Permisi Bu, boleh saya pinjam sisir nya." kata L dengan ramah sambil tersenyum
Wanita paruh baya itu melotot kearah L " Tentu, ini silahkan." jawabnya dengan sedikit canggung, ibu itu mendekati L dan bertanya " Mbaknya artis ya?"
L pun bingung dengan pertanyaan dadakan itu " Bukan Bu,saya orang biasa kok, artis dari mana wong ga pernah muncul di TV. " Jawab L sambil bercanda
" Ah bohong, mbaknya pasti artis ya, cantik sekali soalnya, apa ibu boleh minta foto sama tanda tangannya. " pinya ibu itu sambil mengeluarkan ponsel siap memotret.
L terlihat malu dan kikuk, namun tetap mau berfoto dengan ibu itu karena lengannya sudah dipeluk oleh sang ibu,dan sebelum ibu itu meminta tanda tangan nya L sudah kabur keluar dari toilet, sayangnya ia lupa memakai masker nya alhasil setelah keluar dari toilet dan berjalan kembali ke kursinya suasana warung yang tadinya ramai mendadak sepi karena semua orang terdiam dan pandangan mereka tertuju pada L, mereka kaget karena melihat sesosok gadis yang sangat cantik dan mengira L adalah seorang artis.
Hari yang melihat langsung tersadar dengan pandangan orang-orang, ia bergegas mengambil tas L dan tas nya, karena makanannya sudah dibayar diawal jadi Hari langsung menarik tangan L untuk segera pergi keluar dari warung tersebut, namun tidak semudah. Orang-orang sudah berkerumun mengelilingi mereka dan memotreti L. Hari sampai sampai memeluk bahu L agar bisa menerobos kerumunan itu, kerumunan yang didominasi para ibu ibu itu berusaha meminta foto , bahkan diantara mereka minta alamat dan nomer telpon L, mereka berkata akan datang ke rumah L dan ingin melamar L untuk dijadikan menantu mereka.
L hanya diam karena bingung dengan tingkah orang-orang yang mengerumuninya, untung saja Hari segera membawa pergi L dari sana, sampai dimobil pun Hari tadinya sedikit kesusahan untuk menjalankan mobil, karena beberapa ibu-ibu mengejar mereka sampai parkiran dan menghadang jalan, Hari bisa benar-benar pergi setelah memberikan uang parkir sebesar 100 rb pada tukang parkir untuk mengamankan kan jalan mereka.