All About You "L"

All About You "L"
Spring Prince



Pertemuan singkat dengan L cukup berkesan bagi Daniel, tapi setelah itu ia pun melupakan nya karena kesibukannya sebagai pemimpin di perusahaan besar.


L juga sama, namun pertemuan nya dengan Daniel memunculkan sebuah ide untuk tema lukisannya.


Jukyung sibuk memindahkan semua peralatan melukis dari ruang belajar ke paviliun di tengah taman. Suasana yang hening dan pemandangan indah taman akan membuat suasana hati sang pelukis menjadi lebih baik.


" Nona saya sudah menyiapkan semuanya. " Ucap Jukyung pada L yang sedang duduk bersama Bora di ruang makan.


" Menyiapkan apa? " Tanya Bora penasaran


" Aku hendak melukis di paviliun belakang karena ada tugas dari kampus." Jawab L


" Ouh baiklah, kalau begitu aku berangkat ke kantor dulu ya. " Bora berdiri dan meninggal kan ruang makan.


L tersenyum saat berjalan menuju paviliun, bunga-bunga yang ada ditaman mulai bermekaran dan itu sangat indah. Jukyung ikut tersenyum melihat Nona nya sedang bahagia.


Perlahan tapi pasti, L mulai menorehkan kuasnya diatas kanvas. Terlihat sangat fokus, dengan perpaduan berbagai warna dari cat minyak yang kemarin ia beli bersama Daniel.


L membuat sebuah lukisan dengan Daniel sebagai modelnya yang tengah tertidur lelap di bawah pohon sakura terbesar di taman. L melukis Daniel lengkap dengan pakaian yang dikenakan pada hari itu, warnanya pun sama. L membuat sosok Daniel bak Pangeran tampan yang tengah beristirahat disana.


Background tamannya di buat abstrak, agar lebih fokus pada pohon sakura dan sosok Daniel yang tengah tertidur.


Dominasi warna yang dipilih untuk lukisan L adalah warna hangat dan warna pastel, yang mencerminkan musim semi. L bahkan menambahkan efek kelopak bunga yang berguguran menerpa tubuh Daniel sehingga menambah kesan manis di lukisannya.


Butuh tiga hari untuk L menyelesaikan lukisannya, Jukyung menatap lukisan tersebut dengan wajah terpukau.


Lukisan seorang pangeran tampan yang tengah tertidur di bawah pohon dengan kelopak bunga berjatuhan diatas tubuhnya, lalu di pojok lukisan ada Silouet seorang gadis ber kuncir kuda tengah berjalan menuju pangeran tersebut.


Waktu yang dicurahkan demi membuat lukisan tersebut akhirnya bterbayarkan, setelah selesai ia tak lupa mengukir nama nya di pojok kiri bawah lukisan nya.


Huruf L dengan tulisan latin, lalu judul dari lukisan tersebut. L memberi judul ' Spring Prince'


" Nona ini sangat indah, Nona benar-benar hebat. " Jukyung tak henti memuji lukisan milik L, sampai sampai L merasa malu sendiri.


" Kak Jukyung terlalu memuji ku. " Menutupi wajahnya karena malu.


" Tapi saya berkata jujur Nona, walaupun sebenarnya saya tidak mengerti tentang seni, tapi lukisan Nona sungguh bagus. " Mengacungkan kedua jempol nya


" Ouh itu Kak Daniel, sebenarnya aku bingung hendak melukis apa, namun setelah pertemuan ku dengan Kak Daniel, dan menghabiskan waktu bersama nya, tiba-tiba aku mendapatkan ide untuk menjadikan nya sebagai model untuk lukisan ku. " Jawab L sembari mencuci tangan nya yang kotor karena terkena cat minyak.


" Lalu kenapa diberi judul ' Spring Prince'? "


" Emmm, entahlah aku hanya asal memberi judul saja." L tersenyum simpul " Menurut ku Kak Daniel orang nya sangat baik, dan ramah. Ia juga memiliki kepribadian yang hangat dan selalu tersenyum cocok sekali dengan tema musim semi yang kujadikan Background lukisan ku. "


" Kak Jukyung tolong aku mengemas lukisan ini dan packing dengan baik, kirim ke kampus ku ya. " L pergi setelah mencuci tangannya.


Jukyung masuk kedalam rumah dan mengubungi seseorang untuk membantu packing dan mengirim lukisan milik L ke kampus. Jukyung meninggal ruangan tersebut tanpa mengunci nya.


Tuan Kim yang baru pulang dari luar negeri karena urusan bisnis disambut oleh Tuan Im, Kepala Pelayanannya dengan sopan.


" Dimana kedua Putri ku? " Baru saja menayangkan keberadaan anak anaknya, L yang sudah masuk ke dalam rumah dan melihat Tuan Kim sudah pulang langsung berlari dan menghambur ke dalam pelukan nya.


" Ayah sudah pulang? "


" Iya , bagaimana kabarmu? dan kehidupan mu di kampus apa ada yang mengganggumu? " Tanya Tuan Kim sambil mengelus kepala L


" Aku baik ayak, kehidupan ku di kampus sangat menyenangkan walaupun aku sering bolos jika para senior mengajak makan malam para anak baru. " Ujar L


" Tentu saja kau harus bolos, kau kan masih anak-anak mana boleh pergi ke acara seperti itu, melanggar hukum itu namanya jika kau pergi. "


Bibir L maju beberapa cm " Tapi kata teman-teman ku, acara tersebut sangat menyenangkan ayah, aku jadi penasaran. " Senyum di wajah L kembali mengembang


Cetak


Suara sentilan di kening L


" Auuuuu, sakit ayah kenapa memukul keningku. " Jawab L mengusap usap keningnya yang sudah berwarna merah.


" Jangan berani berani untuk keluar malam dan makan malam bersama orang asing. " Ucap Tuan Kim


L sebenarnya hanya bercanda, ia sama sekali tidak tertarik dengan acara makan malam dan minum yang sering di adakan oleh senior nya.


Setelah mendengar nasehat dari Tuan Kim, L pun mengangguk patuh.