All About You "L"

All About You "L"
Sehari Menjadi Anak SMP 3



Disudut lain yang dibatasi oleh rak-rak buku yang tinggi, ada siswa bernama Jisung sedang sibuk mengerjakan soal latihan. Dia adalah siswa yang ditunjuk untuk mengikuti Olimpiade Matematika dan sekarang ia sedang berlatih mengerjakan soal yang diberikan oleh Guru pembimbing nya.


Awalnya Jisung terlihat bisa mengerjakannya namun, lambat laun dari ekpresi wajahnya ia mulai kesulitan.


" Aku sudah menggunakan rumus yang benar kenapa jawabannya tidak ada? Apa aku salah menghitung? " Ucap Jisung.


Ia mencoba beberapa rumus dan hasilnya tetap saja tidak sesuai dengan pilihan jawaban di kertas. Hingga beberapa menit kemudian, penampilan Jisung yang awalnya rapi sudah berantakan karena satu soal tidak bisa ia pecahkan. Padahal masih banyak soal dari kertas latihan lain belum ia kerjakan.


Tanpa diduga seorang gadis tiba-tiba duduk dan mengambil soal latihan Jisung. Dengan cepat dan tepat, gadis itu mampu mengerjakan soal dengan waktu yang singkat lalu menyerahkan hasil nya pada Jisung.


" Rumus yang kau pakai sudah benar namun cara menghitung mu tidak sesuai dengan rumus yang kau gunakan, harusnya kau menghitung nya seperti ini. " L menjelaskan cara nya dan memperlihatkan kesalahan yang dilakukan Jisung.


Awalnya Jisung hendak marah karena tiba-tiba saja ada seorang gadis muncul dan mengganggu nya, namun setelah melihat L dengan mudah mengerjakan dan mendengarkan penjelasan L, Jisung langsung jadi murid yang baik dan mendengarkan dengan seksama.


" Kau benar, pantas saja aku selalu salah dan tidak kunjung menemukan hasilnya. " Jisung sangat senang bisa mengerjakan soal yang membuat nya kesulitan selama beberapa waktu tadi.


Setelah mendapat jawaban, Jisung segera melanjutkan soal latihan yang lain dan ternyata tingkat kesulitan nya lebih dari soal yang tadi, wajah Jisung kembali kusut, ia melihat L masih duduk di hadapan nya dan tingkah malu-malu ia minta bantuan L lagi.


" Permisi, aku mendapatkan soal yang sulit ku kerjakan apa kau bisa membantu ku lagi? " Tanya Jisung.


L yang sedang membaca novel berhenti dan membantu Jisung lagi.


Pada akhirnya selama menunggu Sora datang selama satu jam L membantu Jisung mengerjakan semua soal latihan nya, L memberikan beberapa tips dan rumus yang disederhanakan untuk Jisung.


" Jika rumus yang kau tahu digunakan untuk mengerjakan soal dan tidak mendapat kan jawabannya, pakai saja rumus yang aku berikan. Rumus rumus itu adalah rumus yang aku sederhana kan. Dan coba kau pakai rumus yang sudah ku buat , itu adalah rumus yang aku buat sendiri untuk mengerti soal yang tidak terlalu sulit, gunanya untuk mempersingkat waktu sehingga kau punya cukup waktu untuk mengerjakan soal yang sulit." Jisung dengan patuh mencatat semua penjelasan L.


" Cobalah semua metode rumus yang kau tahu, baik dari buku, bimbingan dari guru, dan penjelasan dariku. Temukan metode rumus yang menurut mu paling mudah dan perbanyak mengerjakan soal latihan. "


" Dan untuk dua kertas soal latihan tadi, sebenarnya itu adalah soal yang masuk kategori lumayan sulit karena memakai kurikulum SMA. Tapi kau tenang saja matematika adalah ilmu pasti, jik kau sudah menguasai rumusnya, mau soal dari tingkat SMP, SMA, atau universitas pun kau pasti bisa mengerjakannya. "


Jisung terdiam, L mengatakan itu semua seakan itu hal yang mudah. Dan Jisung baru menyadari satu hal jika semua penjelasan yang diucapkan L sangat mudah diingat dan dimengerti, bahkan ia perlu waktu untuk mencerna penjelasan dari guru pembimbing. Jisung yakin jika pada Olimpiade nanti ia bisa mendapatkan mendali emas.


" Terimakasih banyak dan maaf telah mengganggu waktu mu. "


" Tidak masalah, aku senang jika membantu. "


Jisung hendak menanyakan identitas L, karena sejak tadi ia sibuk mendengarkan dan mengerjakan soal hingga lupa menanyakan nama nya.


" Oh iya, perkenalkan namaku Han Jisung, siapa mu? "


" Nama ku Kim Yuna."


Jisung memperhatikan L, wajahnya tiba-tiba memerah karena ia baru menyadari jika L sangat cantik.


" Nama mu cantik seperti orang nya, tapi wajahmu tampak asing, aku tidak pernah melihat mu di sekolah. Aku tahu semua gadis cantik disini, salah satunya Sora, dia seorang trainee di perusahaan besar dan beberapa orang lagi tapi wajah cantik mu melebihi mereka apa kau artis? Idol? Atau seorang putri? "


L tertawa " Ha ha ha ha.... tidak tidak, aku hanya orang biasa dan Sora adalah temanku. "


" Pantas saja, ternyata kau ini teman Sora. Dia juga temanku, kami satu kelas. "


" Kebetulan sekali, aku senang dia punya banyak teman yang baik disekolah. Aku khawatir jika ada yang menindas nya disini. "


" Apa ada yang menindas nya di luar sana? "


" Ya ada beberapa anak yang mengganggu nya. "


" Siapa mereka? Kenapa Sora tidak pernah bercerita tentang hal itu pada ku. Ah aku lupa sifat Sora, itu wajar saja. Tapi apa sekarang dia masih diganggu?"


" Sudah tidak lagi. "


" Padahal Sora anak yang kuat dan pemberani, dia bukanlah orang yang mudah ditindas orang lain, namun karena kondisi ekonomi keluarga nya memburuk karena ayahnya kena tipu dan terjerat rentenir beberapa waktu yang lalu membuat Sora jadi rendah diri. Ia tidak mau membuat masalah dan menyulitkan ayahnya, sehingga wajar jika dia diam saja saat diganggu. Pasti orang yang mengganggu nya mempunyai pengaruh yang besar. Tapi tega sekali dia tidak menceritakan hal itu padaku. "


" Seperti kau tahu banyak soal Sora. " Ujar L.


" Tentu saja, kami bertetangga dan dia itu sudah jadi temanku sejak SD. "


" Sudah tenang saja, lagipula aku sudah membantu melawan si pengganggu itu. "


" Terimakasih banyak Yuna. "


" Tidak masalah, itu hal wajar karena kita teman kan. " Jisung mengangguk.


" Ngomong-ngomong kau bisa dengan mudah mengerjakan semua soal latihan ini kenapa bukan kau yang ditunjuk untuk mengikuti Olimpiade? "


" Tidak bisa. " Jawab L


" Kenapa? "


" Aku bukan siswa disini dan aku bosan mengerjakan soal soal itu, aku lebih suka menulis dan melukis. "


Jisung tampak bingung " Kau bukan siswa disini? "


" Iya, hari ini aku sedang ingin menjadi anak SMP dan memakai seragam sekolah, kebetulan Sora satu-satunya teman ku yang masih sekolah, tapi sekarang tidak hanya Sora, ada Kau dan Juwan juga yang sudah jadi temanku. "


" Tunggu tunggu tunggu... kau bukan siswa disekolah ini dan Sora adalah satu-satunya temanmu yang masih bersekolah. Maksudnya apa? Aku sungguh tidak mengerti? "


" Aku sebenarnya teman kakaknya Juwan, kau kenal Kak Jungki kan? "


" Iya karena Juwan juga temanku. "


" Iya aku sudah lulus sekolah dan tadi sebelum datang kemari aku melihat beberapa siswa memakai seragam, aku jadi ingin memakai nya dan membeli seragam ini dan datang kemari. Aku juga tadi berkeliling sekolah dan makan di kantin. " Jawab L dengan semangat.


Jisung hanya bisa bengong , otaknya belum bisa mencerna semua informasi itu. Banyak pertanyaan yang ada dibenak Jisung , guru pembimbing akhirnya datang untuk mengecek hasilnya, L segera pergi keluar perpustakaan karena bel sudah berbunyi. Jisung hendak mengejar L namun ditahan sang guru.


" Kau mau kemana Jisung, kita harus mengecek semua soal ini dan akan bapak jelaskan bagian yang salah, kau duduk dan tunggu. Setelah ini selesai bawa soal yang baru ini dan kerjakan dirumah. "


" Tapi pak itu.... " Jisung sudah berdiri hendak kabur. Sang guru langsung menahan bahu Jisung agar kembali duduk.


" Olimpiade akan berlangsung minggu depan Jisung kau harus fokus, sekolah berharap banyak padamu dan semoga kau tidak mengecewakan bapak karena telah memilihmu. " Dengan kecewa Jisung kembali duduk.


" Ayo Yuna kita berangkat. "


" Kemana kita pergi?"


" Bagaimana kalau kita beli tteokbokki ditempat biasa. " Ujar Sora


" Setuju. Yuna pasti akan menyukai nya. " Sahut Juwan.


Ketiganya pergi menuju kedai tempat Sora, Juwan, dan teman-temannya biasa membeli tteokbokki. Mata L berbinar melihat banyak jajanan yang tersedia yang mana tak hanya Tteokbokki saja, ada odeng, dan fish cake juga.


L duduk manis menunggu Sora dan Juwan memesan, tak butuh waktu lama meja mereka sudah terisi makanan. Namun satu orang tiba-tiba ikut duduk tepat disebelah L. Ketiga nya menoleh dan kaget, terutama Sora dan Juwan.


" Apa yang sedang kau lakukan disini Jay?" Tanya Sora tak senang.


" Jangan membuat masalah, meskipun kita diluar sekolah aku masih tetap ketua OSIS dan bisa melaporkan mu jika kau berbuat sesuatu. " Imbuh Juwan.


" Kalian jahat sekali, aku ini teman kalian bukan preman yang suka membuat keributan . Apa salahnya ikut makan dan bermain bersama teman setelah pulang sekolah? " Ujar Jay.


Sora dan Juwan tampak acuh dan pura-pura tak mendengar kan.


" Hai Yuna, aku Jay teman Sora dan Juwan juga bolehkan aku bergabung? "


" Tentu saja boleh, semakin banyak teman semakin seru. Hari ini aku yang traktir jadi ayo kita bersenang-senang. "


Sora dan Juwan tidak setuju dan hendak mengusir Jay, namun Jay terus menempel pada L. Yang membuat mereka berdua heran adalah, tingkah Jay yang sangat manis dan sopan pada L, bertolak belakang dengan kelakuan nya di sekolah yang suka membuat masalah dan sering keluar masuk ruang BK. Penampilan nya juga mencerminkan siswa yang suka berbuat ulah, dengan baju tidak dikancing, tidak memakai dasi, rambut lebih panjang dan sepatu yang seharusnya tidak dipakai untuk sekolah.


Hari itu Sora, Juwan, L, dan Jay akhirnya bermain bersama hingga sore. Sora dan Juwan yang awalnya tidak setuju dengan kehadiran Jay akhirnya pasrah, melihat Jay juga bersikap baik dan karena Jay juga tidak ada yang berani mengganggu mereka. Terakhir mereka makan malam di restoran cepat saji di mall.


" Yuna terimakasih hari ini sudah mentraktir kami, lain kali gantian kami yang mentraktir mu ya. " Ujar Juwan.


"Sudah jangan dipikirkan, kalian masih SMP harus fokus belajar jangan memikirkan tentang mentraktir ku. Justru aku yang harus berterimakasih karena hari ini kalian bersedia menemaniku. " Ujar L.


" Bicaramu seperti orang tua saja Yuna, mana bisa begitu kita harus gantian saling mentraktir. Imbuh Juwan.


" Sudah kau diam saja, kau rakyat jelata mana mampu mentraktir Yuna, biar aku saja. Ayah dan ibuku orang kaya , uang saku ku banyak. " Sahut Jay dengan sombongnya.


Sora hanya tersenyum kecut, jika Juwan dan Jay tahu kalau L mempunyai black card kedua nya mungkin akan segera bersembunyi ke lubang semut karena malu.


" Setelah makan seperti nya kita harus berpisah, lebih baik kita pulang. "


" Biar aku mengantarmu? " Ujar Jay dengan cepat.


" Kau berkata seperti itu seakan akan arah rumahmu sama dengan Yuna. " Sindir Juwan.


" Meski tidak searah itu tidak masalah, mana mungkin aku membiarkan nya pulang sendiri. "


" Yuna jangan mau pulang bersamanya, nanti kau diculik ke suatu tempat. Lebih baik aku yang mengantarkan mu. "


Jay dan Juwan malah bertengkar , keduanya tidak mau mengalah untuk siapa yang mengantar L pulang.


Ponsel L tiba-tiba berdering.


" Hallo Kak, aku masih didalam restoran. Baiklah aku akan tunggu kakak disini. "


Juwan dan Jay berhenti berkelahi setelah L selesai mengangkat telepon.


" Siapa yang menelpon Yuna? Apa kau dijemput?" Tanya Sora memecah keheningan.


" Iya aku dijemput, maaf aku tidak bisa pulang bersama kalian, lain waktu kita harus pulang bersama dengan naik bus ya. "


" Tentu saja bisa, mau berkeliling dunia pun aku akan menemanimu Yuna. "


" Jangan naik bus bersama dia! Kau harus mencoba naik kereta bawah tanah itu lebih menyenangkan. "


Saat Juwan dan Jay akan kembali berdebat ada satu orang yang datang dan membuat mereka berhenti.


" Kim Yuna ayo kita pulang. " Ucap orang tersebut dengan nada datar begitu pula wajahnya.


Sora sampai menutup mulutnya, sedangkan Jay dan Juwan seketika terduduk seakan menyadari bahwa mereka hanya anak ingusan yang tak berdaya.


" Kak Daniel cepat sekali datang, apa kakak sudah makan? Mau ku pesan kan sesuatu? "


"Tidak usah, ini sudah malah ayo kita pulang. " Wajah Daniel benar-benar dingin, kedua matanya menatap Jay dan Juwan dengan tatapan tidak bersahabat.


" Tapi aku masih bersama teman temanku, kami belum selesai. "


" Tidak usah hiraukan kami Yuna. Aku, Jay, dan Juwan akan mampir ke toko buku karena aku lupa jika ada tugas dari guru dan kami harus membeli buku. " Ujar Sora dengan cepat, suasana tampak begitu canggung dan Sora bisa melihat jika Daniel ingin segera membawa L pergi.


" Kalau begitu aku pamit duluan ya, kalian selesai saja makan nya. "


" Iya, sampai jumpa di lain waktu Yuna. "


Begitu mengucap salam perpisahan, Daniel segera membawa L pergi. Sora, Jay, dan Juwan akhirnya bisa bernafas lega.


" Tiba-tiba aku merasa kedinginan. " Ujar Jay.


" Aku tidak bisa bernafas dengan bernafas dengan benar saat laki-laki tadi terus menatap ku. " Imbuh Juwan.


" Untung saja dia sudah pergi, ya ampun pacar Yuna sangat tampan. " Ujar Sora yang langsung mendapat tatapan tajam dari Jay dan Juwan.


" Ada apa dengan kalian? " Tanya Sora dengan takut.


" Kau yakin dia pacarnya? " Tanya Jay dan Juwan bersamaan.


" Tidak sih, tapi dari tatapan wajahnya saat menatap kalian berdua aku jadi yakin kalau lelaki tampan tadi cemburu dan membenci kalian berdua. "


Jay dan Juwan seketika duduk dengan lemas tak bertenaga, membuat Sora tertawa.