All About You "L"

All About You "L"
Pelukan



L masih ada di dalam ruangan guna membahas masalah lain. Direktur Han lalu memanggil beberapa orang untuk masuk.


Orang-orang tersebut adalah orang yang ditunjuk dan yang bertanggungjawab sebagai management untuk Sora. Mulai dari Produser, Pelatih tarik, Guru vocal, Tim stylish, dll.


Mereka pindah kedalam ruang tertutup khusus untuk rapat, tim produksi dan desain memperlihatkan rencana untuk debut Sora. L di ikut sertakan karena dia adalah satu-satunya investor jadi semua bisa berubah jika L tidak menyukai nya.


Untuk saat ini semua berjalan dengan lancar dan L diam saja selama presentasi. Lalu mereka membahas tentang nama untuk Sora, nama panggung adalah sesuatu yang sangat penting bagi seorang artis.


Beberapa mengajukan nama untuk nama panggung Sora, direktur Han juga sama. Sebelum semua diputuskan Sora secara pribadi meminta agar L yang memberi kan nama panggung untuk nya.


" Maaf jika tidak merepotkan Nona Yuna, maukah anda yang memberikan nama panggung untuk debut? Saya akan menerima apapun yang Anda ucapkan. " Ujar Sora.


L tersenyum pada Sora " Kaka yakin mau memakai nama yang aku usulkan? Jika namanya jelek bagaimana? Apa kau tetap bersedia memakai nama itu? " Tanya L.


" Saya akan memakai nya meskipun nama itu sangat jelek sekali pun. " Ujar Sora mantap


L tiba-tiba berdiri membuat semua orang juga berdiri " IU. " L mengambil tas slempang nya " Itu nama yang kuberikan untuk mu, berlatih lah dengan keras kak dan buktikan padaku bahwa kau bisa sukses meskipun debut solo. " L langsung pergi dari ruang rapat setelah membungkuk pada semua nya.


Direktur Han dan semua orang didalam ruang rapat sedikit bingung tapi mereka semua setuju dan menurut mereka nama itu sangat bagus. Sora bahagia dan senang dengan nama barunya. Ia akan berjuang lebih keras agar tidak mengecewakan L.


****


Keluar dari gedung besar itu sebuah mobil sport berwarna putih berhenti didepan L. Kaca mobil diturunkan dan terlihat lah wajah Daniel yang sedang tersenyum ke arah L.


" Hallo selamat sore princess, mau kah kau naik kereta kuda ku? Akan aku antar kau kemanapun kau mau bahkan ke bulan pun akan aku antar. " Ujar Daniel


L tertawa " Kak Daniel terlalu merendah, mana bisa mobil sport mu di banding kan dengan kereta kuda, dan lagi meskipun kau membeli mobil sport termahal dia tidak akan bisa membawaku ke bulan, kalau kita kesana harus memakai roket. " Ucapan L menghancurkan rayuan manis Daniel padanya.


Daniel mendengus kesal " Baik lah terserah kau saja, mau masuk tidak? " Ujar Daniel sedikit ketus


" Tidak mau. " L berjalan pergi meninggalkan mobil Daniel.


Daniel kaget karena L pergi begitu saja, padahal niat nya hanya bercanda tidak benar-benar berkata dengan nada seperti itu.


Dengan cepat Daniel turun dari mobil lalu mengejar L " Yuna berhenti! Tunggu aku! " Teriak Daniel


L tidak menghiraukan teriak kan Daniel, ia justru berjalan semakin cepat dan mulai berlari tanpa melihat ke belakang.


Daniel pun akhirnya berlari semakin kencang dan sampai lah ia di dekat L yang menatap Daniel dengan heran.


" kenapa kakak berlari? " Tanya nya polos.


" Karena aku mengejarmu? "


" Kenapa tidak naik mobil saja ? Mobil kakak kehabisan bensin atau mogok?"


Daniel kebingungan "Tidak."


" Lalu kenapa mengejar ku? "


" Aku pikir kau marah padaku karena ucapan ku tadi. "


L tertawa , lalu suara seseorang mengalihkan mereka.


" Permisi Nona ini pesanan anda. "


" Jangan bilang kau pergi meninggalkan aku karena melihat penjual permen kapas ini? " Tanya Daniel


" Memang benar, aku sudah lama tidak memakan makanan ini, dulu waktu aku kecil aku pasti membelinya di pasar malam. " Jawab L sambil memandang permen kapas nya.


Daniel menganga " Jadi kau tidak marah pada ku bukan? "


L bingung " Marah kenapa? Apa kakak telah melakukan kesalahan? "


" Tidak... Tidak... Tidak... Maksudku kupikir kau marah dan meninggal ku saat kita sedang berbicara sehingga aku keluar dari mobil dan mengejar mu. "


L kembali tertawa " Maaf kak Daniel karena telah membuat mu kecewa, aku tidak marah pada mu, perhatian ku fokus pada permen kapas ini karena sudah lama tidak memakan nya jadi aku cepat cepat kemari dan jujur aku tidak mendengar mu menganggil ku tadi. "


Sebelum Daniel menumpahkan kekesalan nya L sudah menghilang kembali. Daniel mengedarkan pandangan dan melihat L sudah duduk manis di sebuah bangku dan mulai membuka maskernya guna memakan permen kapas nya.


Begitu masker nya di buka wajah cantik L langsung terpampang dan tentu saja mengundang perhatian beberapa pejalan kaki yang lewat di dekat L. Bahkan banyak tatapan lelaki yang sangat fokus memperhatikan L. Wajah Daniel mengeras melihat banyak lelaki yang memandangi gadis nya.


" Hallo selamat sore Nona, kau sangat cantik apa kau seorang artis atau seorang trainee? " Tanya seorang pria muda pada L.


" Aku hanya orang bisa. " Jawab L


" Benarkah? Wajah mu sangat cantik kupikir kau seorang artis. " Lelaki itu tersenyum pada L


" Boleh kah aku meminta nomer mu? Sepertinya aku tertarik padamu. " Imbuh nya lagi.


" Maaf aku hanya seorang siswi SMP dan orang tuan ku melarang ku memberikan nomer ku pada orang lain, jadi aku tidak bisa kak. " Jawab L dengan sopan.


Lelaki itu mengangguk dan menerima alasan L, kemudian dia otomatis pergi dengan sendirinya.


Setelah lelaki tampan yang cukup dewasa, kini segerombolan anak anak SMA yang masih memakai seragam berjalan mendekati L. Mereka terlihat berbisik bisik, dengan langkah sedikit malu mereka akhirnya sampai didepan L yang tak terganggu dengan kehadiran mereka yang berjumlah lima orang.


" Hallo adik manis siapa namamu? " Tanya salah satu diantaranya.


L mendongak dan melihat segerombolan anak SMA berada di depan nya " Nama ku Yuna. "


Lima murid SMA tadi langsung histeris saat Yuna menjawab pertanyaan mereka dengan suara lembut dan imut nya.


" Hai Yuna aku Namjoon dan ini teman teman ku, kami sekolah di SMA Yerin Highschool. Bolehkah kami berteman dengan mu? " Tanya Namjoon pagi L.


L tersenyum "Tentu saja boleh. "


" Benarkah? Kami sangat senang, oh iya kalau boleh tahu kau sekolah dimana? Apa kau seorang trainee, karena taman ini dekat dengan kantor agency? "


" Sekolah ku lumayan jauh dari sini. Aku hanya orang biasa bukan seorang trainee, kebetulan kakak dan bibi ku kerja disana dan baru saja bertemu dengan mereka. "


" Kau cantik sekali Yuna, kami pikir kau seorang idol."


" Tidak... tidak... tidak.. Yuna bahkan lebih cantik dengan idol . " Ucap yang lain.


L dan Lima anak lelaki itu terlihat akrab, mereka bahkan duduk didekat L dan seperti mereka hendak minta foto dengan L, sebelum itu terjadi Daniel tiba-tiba saja duduk di samping L dan melototi lima lelaki itu.


Daniel menarik tangan L lalu berjalan meninggal kan teman-teman barunya L.


" Sampai jumpa lagi semuanya. " Ujar L sambil melambaikan tangan yang masih memegang permen kapas yang belum habis itu.


Namjoon dan teman-teman nya terlihat kecewa tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat wajah tampan Daniel dan penampilan Daniel yang begitu keren dan terlihat kaya.


L sudah duduk di samping Daniel didalam mobil. Daniel masih menekuk wajahnya karena kesal saat mengingat L digoda orang-orang.


Ia diam cukup lama sampai tak menyadari jika wajah L sudah berada di samping wajahnya.


" Kaka Daniel. "


Panggilan L membuat Daniel tersadar dan menoleh ke samping namun karena tidak melihat jika wajah L sudah ada di dekatnya kejadian tak terduga membuat Daniel kaget bukan main.


Cup


Begitu menoleh bibir Daniel menyentuh pipi L. Keduanya membeku mata mereka saling menatap, jantung Daniel berdetak sangat cepat saat melihat wajah L dalam posisi sangat dekat, bentuk mata L sangat indah dan iris matanya yang hitam pekat seakan membuat Daniel tenggelam di dalamnya. Bulu mata lentik, hidung mancung, dan bibir mungil bagai cerry, serta pipi yang chubby membuat L terlihat seratus kali lebih cantik daripada biasanya.


Saat Daniel terhanyut dalam pesona, L hanya kaget langsung memundurkan wajahnya tapi masih menatap Daniel.


Drrrt Drrrt Drrrt


Dering ponsel menyadarkan keduanya, mereka langsung mencari ponsel masing-masing dan yang berbunyi adalah ponsel milik L.


" Hallo. "


" Kau dimana Yuna? "


" A-aku sedang ditaman dekat kantor kak D.O ada apa Kak Jaehyun? "


" Datanglah ke kampus!" Ucap Jaehyun pada L


"Baik lah aku akan ke kampus sekarang. "


Telepon sudah dimatikan dan L dengan canggung minta tolong pada Daniel untuk mengantarnya ke kampus.


" Maaf Kak Daniel bisakah kau mengantar ku ke kampus?" Ujar L dengan menunduk karena malu.


Daniel menatap L " Tentu saja. Siapa yang menelpon? "


" Itu Kak Jaehyun menelpon dan menyuruh ku agar datang ke kampus. " Jawab L


" Apakah lama? Aku ingin mengajak mu makan malam di rumahku? "


" Aku tidak tahu karena Kak Jaehyun tidak memberitahu ku alasan nya."


" Bolehkah aku ikut? Jika urusan mu lama maka aku akan pulang namun jika sebentar aku akan menunggu mu. "


L berfikir sejenak " Apa kakak tidak sibuk? "


" Tidak. "


" Baiklah kakak boleh ikut. "


Akhirnya mereka ke kampus bersama sama, sepanjang jalan tidak ada obrolan suasana kembali canggung hingga mobil Daniel tiba di parkiran kampus.


L sudah memberi pesan jika ia sudah tiba kampus dan berada di parkiran.


" Yuna! " Panggil Jaehyun tak jauh dari posisi L dan Daniel.


" Kakak. "


Mata Jaehyun memicing saat melihat Daniel berdiri di belakang L.


" Aku sudah sampai disini , jadi ada apa kakak memanggil ku? " Tanya L tanpa melihat ekpresi Jaehyun yang menatap tak suka pada Daniel.


" Kemari dan peluk aku dulu kita sudah lama tak bertemu karena aku sangat sibuk. "


L langsung berjalan dan memeluk Jaehyun, Daniel yang melihat L memeluk Jaehyun tanpa ragu langsung melotot dan menatap tajam pada Jaehyun, melihat tatapan Daniel begitu tajam kepadanya Jaehyun justru tersenyum penuh kemenangan.


" Oh iya Kak aku datang bersama Kak Daniel karena setelah ini aku akan pergi bersama nya."


" Kalian hendak kemana? " Tanya Jaehyun


" Kak Daniel mengajak ku makan malam. " Jawab L dengan polosnya padahal tadi Daniel hendak menghentikan L karena ia bisa melihat jika Jaehyun pasti akan mengganggu nya.


" Kita sudah lama tidak makan bersama kau tidak mengajak ku Yuna? " Ujar Jaehyun dengan nada sedih nya.


L menatap Daniel seakan memohon pada nya agar Jaehyun bisa ikut.


" Tuan Jaehyun bisa bergabung dengan kami jika mau. " Ucap Daniel dengan sangat terpaksa


" Oh benarkah? Tentu saja aku mau lagipula sudah lama aku tidak bertemu Yuna, terimakasih Tuan Daniel . " Ujar Jaehyun tanpa rasa bersalah.


" Kak Jaehyun bisa kita kembali ke awal? Kenapa kakak memanggil ku ke kampus? "


" Tidak enak jika berbicara disini, ayo kita masuk ke ruangan ku. "


Jaehyun mengajak L dan Daniel menuju sebuah ruangan, di dalam ruangan ternyata ada Shin yang sedang sibuk didepan laptopnya, ia segera melirik ke arah pintu masuk saat ketiga membuka pintu.


" Kak Shin. " L berlari masuk dan memeluk Shin.


Lagi-lagi tingkah L membuat mata Daniel melotot.


Apa dia punya kebiasaan memeluk laki-laki secara sembarangan. Gumam Daniel yang masih bisa didengar oleh Jaehyun.


Jaehyun menepuk bahu Daniel " Maaf Tuan Daniel, Yuna bukannya suka memeluk orang sembarangan tapi dia suka memeluk orang tampan contohnya seperti ku dan Shin. Dan dia hanya melakukan itu pada orang tertentu saja terutama pada orang yang dekat dan membuatnya nyaman. " Ujar Jaehyun lalu berjalan masuk meninggalkan Daniel di depan pintu.


Tangan Daniel mengepal karena kesal tapi sejenak ia terdiam.


Aku tidak boleh kesal lagipula mereka adalah kakak Yuna, dia pasti memeluk nya karena sayang. Posisi mereka berbeda dengan ku, dan tadi aku juga sudah mencium pipi Yuna jadi aku tidak perlu terpancing oleh anak kemarin sore seperti dia. Ujar Daniel dalam hati, ia berjalan masuk dan merubah raut wajahnya yang kesal ke mode datar