All About You "L"

All About You "L"
Lulusan Terbaik



Entah bagaimana ia bisa mengetahui keberadaan nya di mall tersebut, yang pasti setelah itu tugas yang diberikan pamannya semakin bertambah.


Perlahan tapi pasti, L yang tumbuh seperti remaja pada umumnya selalu mencari cara agar bisa bermain dan melakukan aktivitas nya seperti teman-temannya, dan perlahan pula L menemukan hal yang ia sukai yaitu seni. Awalnya memang ia hobi menggambar dan melukis sejak SMP, lambat laun ia pun menyukai dunia sastra dan entah bagaimana ia akhirnya bercita-cita menjadi seorang seniman. Keinginan tersebut dia utarakan pada pamannya, tapi sebelum itu tentu prestasi sebagai murid emas di sekolah tidak diragukan lagi, umurnya yang masih muda tidak menjadi halangan untuk nya mengikuti lomba lomba yang ada, ia langganan menjadi juara 1 diberbagai kompetisi yang ada.


Dengan keberanian itu, ia pun mengutarakan cita-citanya, sedetik kemudian pamannya murka dan memarahi L habis habisan, setelah kejadian itu L pun dihukum berat. Mulai dari menyita ponselnya ( untung saja saat itu ia punya ponsel dari Bora tanpa sepengetahuan pamannya), meminta L tidak bergaul lagi dengan Anita, dan menyuruh L berangkat sekolah memakai sepeda setiap hari selama sebulan. Padahal jarak sekolah dari rumah jika ditempuh dengan sepeda bisa memakan waktu sampai satu setengah jam.


Ditambah cuaca dikota tersebut begitu terik, dan seluruh jadwal kegiatan yang padat benar-benar menguras energinya. Karena hal itu L bahkan sampai terkena asma karena bersepeda dijalanan yang dipadati kendaraan dan ia pun otomatis menghirup udara yang kotor .


Sakit adalah hal membuat pamannya menghentikan hukuman nya, namun pekerjaan rumah sehari-hari tetap harus dilakukan, karena Bibinya selalu menatap nya dengan tatapan yang tajam.


L hanya bisa mengubur cita-citanya, dan menerima kembali pengaturan dari pamannya. Kala itu ingin rasanya ia pergi dari rumah itu dan pulang ke desa, tapi ia sadar karena ia masih kecil dan belum mampu hidup sendiri, ada pak Anwar tapi L tentu saja tidak ingin merepotkan nya. Ia memiliki tabungan dari Bora dan dari hasil ia menang dari berbagai kompetisi yang ia ikuti, tapi tentu saja itu belum cukup. Bora kala itu menyuruhnya untuk keluar saja dari rumah itu dan ia berjanji akan membiayai hidup L setelah keluar dari rumah itu. Tapi L masih ragu, ia belum punya keberanian untuk melakukan nya.


Ujian nasional bisa diselesaikan L dengan mudah, setelah ujian yang melelahkan dan penuh tekanan ( bagi murid lain tidak berlaku pada Elis) hanya diisi dengan jam kosong dan pembinaan tentang ujian masuk universitas, selain itu juga akan diadakan karya wisata setelah acara pengumuman kelulusan.


Itu momen yang sangat ditunggu oleh L, karena pamannya tidak akan melarang jika masih berhubungan dengan sekolah, apalagi wisata kelulusan ini sekolah akan menetapkan Bali sebagai destinasi nya. L dan Anita sangat bahagia.


Dengan kualitas pendidikan dan murid-murid yang ada disekolah tersebut, acara kelulusan berjalan lancar karena semua murid telah lulus, dan L mendapatkan peringkat satu sebagai murid dengan lulusan terbaik se Indonesia, nilainya sempurna disemua mata pelajaran. Itu membuat bangga pamannya dan juga sekolah.


Hasil yang memuaskan tersebut membuat pamannya senang bukan kepalang, sejak L tinggal bersama dengan nya, paman Andrea seakan mendapatkan keberuntungan yang berlimpah, ia sekarang diangkat menjadi kepala sekolah ditempatnya mengajar. Ijin berwisata ke Bali tentu saja diberikan.


Tanpa ia sadar akan ada petaka setelah kepulangan dari wisata tersebut