
Jukyung mengantarkan L sampai ke halte bis terdekat.
" Kak Jukyung terimakasih, kau kembali lah ke mansion, aku berangkat dulu ya. " L melambaikan tangan sebelum memasuki bus.
L duduk di bagian belakang bus, sesekali bus berhenti untuk menaik turunkan penumpang. L belum tahu akan pergi kemana, ia hanya duduk dan menikmati perjalanan.
L menatap pemandangan kota Seoul yang terlihat indah dengan gedung gedung pencakar langitnya, ia tersenyum. Sesekali ia memotret menggunakan ponselnya.
Bus berhenti di sebuah halte, dimana sekumpulan anak anak berseragam SMP dan SMA naik. L tersenyum. Ia sering melihat adegan dimana anak-anak sekolah berangkat menggunakan Bus.
Ketika para murid itu turun L pun mengikutinya, ia berjalan jalan disekitar sekolah. Beruntung karena ia menemukan banyak lapak penjual jajanan yang murah.
Wah banyak sekali makanan nya. Gumam L menatap deretan kios yang menjajakan makanan
L melihat lihat kios tersebut, tek lama tangannya sudah dipenuhi dengan berbagai makan yang ia beli. Ada tteokbokki, eomuk, corn dog, sosis bakar, kue ikan dan jus buah.
Ia makan dengan gembira, meskipun tangannya sudah penuh dan mulutnya masih sibuk mengunyah, saat melihat kios yang menjual sesuatu yang unik ia tak tahan untuk menghampiri dan membelinya.
" Bibi permisi, aku ingin membeli kimbab dan tteokbokki goreng nya satu ya. " ucap L pada sang penjual
Bibi penjual tersebut segera membungkus pesanan L, saat ia menyerah kan pesanan nya, Bibi penjual tersebut diam dan matanya terbelalak.
" Berapa Bi? " L sedang membuka dompet kecilnya untuk mengambil uang, karena tak mendengar respon penjual itu L jadi bingung dan menatap nya.
" Permisi Bu. " Bibi tersebut sadar dan langsung menyerah kan pesanan L, ia tersenyum pada L dan menambahkan porsi kimbab dan tteokbokki goreng milik L.
" Bibi maaf saya hanya memesan satu porsi saja. " Jawab L karena kertas pembungkus pesanan nya sudah penuh.
" Oh anak manis kau sangat cantik, Bibi memberikan ini gratis jadi makan yang banyak ya. " Menyerah pesanan L tanpa bisa di tolak.
L terheran-heran, sejak tadi semua penjual jajanan yang ia datangi terlihat sangat baik padanya, bahkan sering kali ia mendapat tambahan porsi.
Makanan disini selain enak dan murah, para penjual nya juga sangat baik. Kata L dalam hati
L tentu saja senang, ia membungkuk dan mengucapkan terimakasih pada Bibi penjual itu.
Kini kedua tangannya sudah benar benar penuh, ia tidak bisa lagi membeli sesuatu. L berjalan menuju taman yang terletak di seberang jalan. L berjalan memasuki taman yang ditumbuhi bunga sakura dan mencari tempat duduk yang kosong di dekat sebuah pohon terbesar di taman itu.
Tanpa pikir panjang L segera saja duduk di bangku itu tapi tiba-tiba seseorang berteriak, membuat L kaget dan ikut berteriak juga.
" Arrrggghhh. " Keduanya berteriak kencang
L tidak melihat kalau bangku itu ternyata ada orang yang sedang tertidur, L menduduki kaki orang tersebut membuat nya kaget dan berteriak.
L menyadari kesalahannya " Maaf kan saya paman, saya tidak melihat kalau kursi ini sudah terisi. " Kata L membungkuk tanda minta maaf.
" Ah iya tidak apa apa, lagipula aku hanya kaget karena tiba-tiba ada yang menduduki kakiku. " Jawab Daniel yang segera bangkit dan duduk dengan benar.
" Maaf saya. " Ucap L sekali lagi
Pandangan mata Daniel terarah pada sesuatu yang dibawa L. Perutnya tiba-tiba berbunyi.
L mendengar hal itu langsung menawarkan sebagian makanan yang ia bawa " Paman bolehkan aku duduk disini? aku melihat bangku lain sudah ada orang yang menduduki nya. "
" Oh iya iya silahkan. " Jawab Daniel
" Apa paman mau? " Menyodorkan bungkusan makanan pada Daniel
Perut Daniel kembali berbunyi, Daniel merasa sangat malu namun ia berusaha bersikap normal.
" Apa boleh? " Tanya Daniel
" Tentu saja, makanan akan lebih nikmat jika kita memakannya bersama orang lain. " Kata L.
L kini sudah duduk di sebelah Daniel dan menaruh semua bungkus makanan yang telah ia beli, untuk saja ia juga membeli beberapa minum. L terlihat sibuk menatap makanan tersebut dan membuka bungkus satu persatu.
" Siapa nama mu? " Tanya Daniel
" Namaku Kim Yuna, panggil saja Yuna. Ini paman makanlah. "
Daniel mengambil corn dog yang disodorkan oleh L. " Terimakasih. "
" Lalu siapa nama Paman? "
" Namaku Park Daniel, panggil aku Daniel. Jangan memanggil ku Paman, memang nya aku terlihat setua itu. " ucap Daniel dengan wajah cemberut
L tersenyum melihat tingkah Daniel.
" Hahaha tentu saja tidak, kalau begitu aku panggil kak Daniel saja ya tidak mungkin aku memanggil mu dengan hanya menyebutkan namamu, aku tidak akan akan percaya kalau kau masih seumuran dengan ku. " Jawab L sambil tersenyum
Daniel mengangguk setuju.
" Kenapa kakak tidur di taman? Apa kakak tidak bekerja atau kuliah? " L mengambil tteokbokki nya dan memakannya.
" Aku sedang liburan. " Jawab Daniel singkat
" Lalu kau sendiri kenapa siang siang begini berkeliaran di taman, kau keliatan nya masih sangat muda seharusnya kau anak SMP atau SMA, apa kau sedang bolos? "
" Tidak, aku sedang libur dan hendak berbelanja. "