
Usai makan malam mereka kembali ke kampus untuk mengantar Daniel mengambil mobilnya, hari ini benar-benar hari yang menyebalkan bagi Daniel. Setelah menurunkan Daniel di parkiran mobil Shin langsung melesat meninggalkan nya, hanya salam perpisahan singkat dari L yang dapat didengar oleh Daniel itu pun hanya berupa ucapan dan lambaian tak kurang dari satu menit. Daniel masih mengingat senyum mengejek di wajah Jaehyun dan Shin saat mobil mereka meninggalkan nya.
" Kalau saja mereka bukan kakak Yuna sudah ku tendang dan ku buang mereka ke laut. " Ujar Daniel dengan kesal, ia lalu masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk kembali ke rumah.
Di mobil Shin, Jaehyun dan Shin sedang tersenyum penuh kemenangan karena berhasil mengerjai Daniel.
" Aku tau apa yang telah kalian lakukan hari ini, apa sangat menyenangkan? " Tanya L tiba-tiba.
" Tentu saja L, kau lihat bagaimana wajah Daniel yang kesal setengah mati terutama saat kita meninggalkan nya di parkiran, hahahaha... harusnya aku mengabadikan nya dalam sebuah foto dan ku tempel di mobil untuk jadi hiburan. " Jawab Jaehyun sembari tertawa.
" Kak Daniel orang yang baik kenapa kakak jahat padanya, aku marah dengan kalian berdua. Mulai sekarang aku tidak mau bicara dengan kalian! "
Jaehyun tersedak ludah nya sendiri " Kim Yuna kau pasti bercanda kan? Oh ayolah kami tidak sungguh sungguh membully nya, kami hanya bercanda, jangan diamkan kami! " Jaehyun langsung panik dan memohon pada L
L diam tak menanggapi ocehan Jaehyun, dia sibuk dengan gadget nya.
Melihat L yang tak menanggapi ucapannya Jaehyun langsung menyenggol lengan Shin " Katakan sesuatu! "
Shin terbatuk " Yang dikatakan Jaehyun benar Yuna kami hanya bercanda, kami mengaku salah dan akan minta maaf pada Tuan Daniel. Jadi, tolong jangan diamkan kami ya? " Bujuk Shin
"Hemmm." Jawab L
" Aku dan Shin sungguh berjanji akan minta maaf pada nya jadi jangan marah lagi pada kami, ku mohon!" Ujar Jaehyun terus membujuk L.
" Baik. Aku akan memaafkan kalian setelah kalian minta maaf pada Kak Daniel, baru aku tidak marah lagi pada kalian. "
Mobil telah sampai didepan rumah, L segera turun saat Jaehyun dan Shin hendak membuka sabuk pengaman L mencegah nya.
" Kak Jaehyun dan Kak Shin tidak usah turun kalian pulang saja sana! " L melenggang masuk tanpa menoleh kebelakang.
Jaehyun dan Shin sampai terbengong, mereka tidak bisa membantah ucapan L sehingga mereka segera pulang ke rumah.
" Ini semua gara-gara kau. " Ujar Jaehyun
"Ini karena kebodohan mu sendiri yang mengajakku untuk mengerjai Daniel. " Sahut Shin dengan cepat.
Jaehyun menghela nafas " Sudahlah semua ini tidak akan selesai jika kita bertengkar, lebih baik cepat pulang aku sangat lelah dan mengantuk.
Satu minggu kemudian
Suasana kampus semakin ramai dengan persiapan festival yang akan diadakan dua hari lagi, Stan Stan makanan dan lain-lain mulai dibangun di kanan dan kiri jalan yang telah ditetapkan oleh pihak kampus, Big3 sibuk mengurus semuanya terutama Jaehyun sebagai ketua organisasi mahasiswa.
Sepanjang jalan di hiasi oleh berbagai pernak-pernik bendera dan juga lampu lampu berwarna-warni, lalu tak lupa berbagai poster dan segala aksesoris yang akan menarik perhatian para pengunjung.
Dan tempat yang paling spesial adalah lapangan yang telah dibangun panggung megah untuk berbagai perlombaan dan acara puncak festival di hari terakhir.
Jaehyun memeriksa laporan teman temannya dan memeriksa langsung persiapan festival.
" Ketua bagian selatan sedikit ada masalah. " Lapor salah satu teman Jaehyun yang bertugas menjadi seksi penataan Stan.
" Ada masalah apa? " Tanya Jaehyun
" Jurusan Bahasa dan Jurusan Komputer tidak ada yang mau mengalah dan sama sama ingin membangun Stan mereka di peta jalur No.1 padahal jalur No.1 sudah ditetapkan jadi milik jurusaan Fashion."
" Memang nya mereka harusnya membangun Stan dimana? "
" Keduanya harusnya menempati jalur No.4 dan 5 di sebelah Barat."
" Lalu kenapa mereka berebut ingin di jalur 1? "
" Itu karena Jurusan Fashion memilih bergabung dengan Jurusan Arsitek yang berada di Jalur No.15 dan 16, Jurusan Arsitektur dari awal telah memesan dua tempat untuk membangun stan mereka dengan ukuran yang besar dan mereka mengajak Jurusan Fashion untuk bergabung. Karena itu Jalur satu kosong dan jadi rebutan Jurusan Bahasa dan Jurusan Komputer. Jalur satu tepat berada di dekat pintu masuk menuju panggung hiburan jadi tempat itu sangat strategis. "
Jaehyun mengambil tablet yang dipegang oleh temannya dan mencoret sesuatu lalu mengembalikan nya.
" Jurusan Sastra dan Seni belum memiliki tempat, berikan Jalur satu pada mereka, dan bilang pada dua Jurusan itu kalau mereka tidak kembali ke lokasi mereka masing-masing dan masih ribut kau bongkar saja Stan mereka dan suruh mereka jadi Cs. " Ujar Jaehyun lalu pergi dengan anggota lain untuk mengecek yang lain.
Teman Jaehyun segera menuju ke Jalur satu dan menemui Jurusan Bahasa dan Jurusan Komputer, tak lama dua Jurusan tersebut langsung bergegas pergi setelah mendengar ucapan yang sama persis seperti yang Jaehyun katakan.
Ketua Jurusan Sastra dan Seni sangat senang setelah mendapat kan kabar jika Jurusan mereka ditempatkan di dekat panggung acara.
" Baiklah teman-teman tahun ini seperti nya adalah tahun keberuntungan kita, jadi kali ini kita harus bekerja sama dan mengumpulkan uang yang banyak mengerti! " Ujar seorang senior dari Jurusan Sastra dan Seni.
Semua bersorak tak terkecuali Yura dan Jungki sedangkan L menatap mereka dengan bingung walaupun ikut bersorak.
" Seperti nya ketua Jurusan sangat senang, memang keberuntungan apa yang Jurusan kita dapat kan? " Tanya L
" Ya ampun Yuna, tentu saja kita harus semangat karena Jurusan kita akan menempati tempat paling strategis selama festival, kesempatan untuk mengumpulkan uang akan jadi lebih mudah. "
" Lalu apa yang akan kita jajakan selama festival? Kelas melukis atas kelas menulis? "
" Kupikir festival ini kita harus menunjukkan sesuatu sesuai dengan jurusan kita. "
" Itu bisa saja, tapi sebenarnya festival ini untuk bersenang senang dan lagi tidak ada peraturan yang mengharuskan untuk menunjukkan Jurusan mu selama festival, ini seperti pelatihan kemandirian dan kreatifitas jadi apa saja boleh dilakukan kecuali hal-hal yang kriminal tentunya. " Jelas Jungki
" Apa saja yang kita jual? " Tanya L.
Sebelum Yura menjawab salah seorang senior meminta perhatian, karena mereka telah memutuskan membuka kedai jadi saat nya pembagian tugas.
" Baiklah teman-teman dan para junior ku, kita telah sepakat membuka kedai jadi waktunya membagi tugas, Kak Juyeon akan mencatat nama dan tugas masing-masing jadi kuharap kalian melaksanakan tugas kalian dengan baik. Ada satu berita baik lagi, teman kita yaitu Dongpyo, keluarganya adalah pemilik perusahaan salah satu merek soju yang sedang naik daun, ayahnya memberikan kita soju untuk kedai tanpa bayaran asalkan kita mempromosikan soju itu , bagaimana bukankah ini tahun keberuntungan kita? " Semua orang bertepuk tangan karena senang.
Setelah semua mendapatkan jatah tugasnya masing-masing, dan yang mendapat kan tugas promosi untuk minuman soju adalah Yura, Jungki, dan L.
Ketiganya kaget tapi juga sekaligus bahagia, awalnya Yura sendiri yang meminta kepada kakak senior karena Yura memberitahu jika L tidak bisa membantu di kedai apalagi bekerja disana karena umurnya, sedangkan kedai yang mereka buka menjajakan soju, dan minum beralkohol lainnya jadi tentu saja L tidak diperbolehkan untuk dekat dekat dengan barang tersebut. Apalagi setelah memberitahu jika L adalah adik dari Profesor Jisoo dan Jaehyun tentu kakak senior tidak berani macam macam.
" Jadi bagaimana kita akan mempromosikan soju ini? " Tanya Jungki.
Yura tersenyum lebar setelah keluar dari kelas usai pertemuan selesai.
" Kau jadi fotografer , aku jadi make up artis dan stylish, sedangkan Yuna akan jadi model kita. " Ujar Yura dengan antusias.
" Oh iya kita bisa membuat banner dengan foto L dengan produk soju itu, ide bagus aku setuju, ayo kita bahas konsep dan tema nya. " Jungki menyeret dua perempuan itu ke luar kampus.
Tak butuh waktu lama karena mereka kini telah berada di rumah Jungki, L segera di make over oleh Yura dengan berbagai macam make up dan aksesoris dalam sekejap penampilan L sudah berubah.
Dirumah Jungki terdapat studio foto milik keluarga nya, yang memang profesi ayah nya adalah fotografer, meskipun tidak besar namun cukup terkenal di daerah tempat tinggal nya.
Dua jam kemudian semua sudah siap tinggal pengambilan foto . Cukup lama memang dikarenakan semua serba mendadak dan properti untuk foto disiapkan menggunakan barang seadanya, namun tetap terlihat bagus. Jungki menyiapkan studio dibantu adiknya bernama Juwan , tadinya Juwan menolak namun setelah melihat wajah L yang sangat cantik dan ia kira adalah seorang artis dengan giat ia membantu Jungki.
" Kakak siapa nama gadis itu? Kenal aku padanya ya sebagai imbalan karena membantu mu. Apa dia artis atau seorang idol? Dia sangat cantik kak. "Ujar Juwan
Jungki menjitak kepala adiknya " Bantu aku dengan benar dan jaga matamu itu, anak kecil seperti mu itu tugasnya belajar bukannya berkencan. ".
" Auuu! Kakak jahat sekali! Aku sudah besar Kak, umurku sekarang sudah 15 tahun disekolah para gadis banyak yang menyukai ku tapi aku mengabaikan mereka, sekarang aku tahu alasan kenapa aku tidak tertarik pada mereka. " Juwan tersenyum menatap L
" Ini pasti karena Tuhan telah merencanakan takdir jodoh ku dengan nya Kak, oh aku sungguh bahagia. Lihat kak kau akan mendapatkan adik ipar yang sangat cantik dan manis. " Juwan tertawa cekikikan sendiri membayangkan adegan romantis ala drama drama yang sering ia lihat.
Jungki kembali menjitak kepala adiknya itu lebih keras " Hei sadarkan dirimu! Berhenti berkhayal sekarang juga! Dia itu temanku, senior mu. "
" Hah apa maksud mu Kak? Dia terlihat masih sangat muda, kupikir seumuran atau bahkan lebih muda dariku, bagaimana mungkin dia teman mu? " Tanya Juwan
" Kau itu tidak selevel dengan nya, umurnya memang lebih muda satu tahun dari mu... "
" Nah kan benar, aku yakin seratus persen dia pasti jodohku. " Juwan memotong ucapan Jungki
" Kubilang berhenti berkhayal! Umurnya memang lebih muda dari mu tapi dia itu temanku! Dia bukan anak kecil seperti dirimu yang masih menangis kesana kemari, dia seorang mahasiswa dan satu Jurusan dengan ku, ingat! Seorang Mahasiswa! Jadi jika aku jadi dirimu aku akan mundur teratur dan bercermin. " Ucapan Jungki membuat Juwan mematung lalu kemudian tertawa.
" Hahahahah... kakak lelucon mu sangat lucu, tapi kenapa kau jahat sekali padaku, apa kau tidak ingin adik mu ini punya pacar yang cantik seperti selebriti? "
Jungki menghela nafas dan menyuruh Juwan berkenalan sendiri dengan L. Juwan menurut, barulah setelah itu dia terlihat syok dan langsung kabur karena malu, namun usai kabur ia kembali kepada Jungki dan tetap membantu nya.
" Kakak aku akan berjuang mulai sekarang, aku seorang pria jadi harus bekerja keras. Aku akan rajin belajar , memiliki nilai yang baik, masuk universitas yang sama dengan nya dan jadi sukses agar bisa bersanding dengan nya. " Ujar Juwan penuh tekad.
Jungki tertawa mendengar ucapan adiknya, ia pun sempat membayangkan adiknya bersama dengan L mereka terlihat serasi namun kenyataan membuat Jungki sadar, L seorang gadis jenius dengan latar belakang yang luar biasa, adiknya tidak cocok bersanding dengan nya.
Setelah semua selesai Jungki mengambil kamera dan mengarahkan ke L, dengan arahan dari Yura L melakukan berbagai macam pose. Beberapa jepretan telah berhasil diabadikan. Yura dan Juwan terpesona melihat L sedang bergaya, seakan mereka sedang melihat model sungguhan.
" Kak Yura aku jadi ingin segera lulus dan masuk universitas yang sama dengan mu, beruntung sekali bisa memiliki teman sekeren itu." Ucap Juwan
" Tentu saja, makanya belajar yang rajin dan dapatkan nilai yang tinggi, tidak bisa semua orang bisa masuk universitas ku. " Sahut Yura dengan bangga.
Pemotretan berjalan lancar, setelah selesai Juwan merengek minta difoto bersama L, dia bahkan mengganti pakaian nya berkali-kali agar terlihat bagus, tak ketinggalan Yura dan Jungki juga ikut berfoto.
Selesai membereskan studio mereka segera berkumpul dan memeriksa hasil nya, semua nya tampak puas.
" Kurasa minuman ini akan semakin melambung namanya setelah L jadi foto modelnya. Lihat yang bagus sekali kita cetak yang ini. " Usul Yura.
Jungki dan Juwan mengangguk setuju.
" Bagaimana Yuna? Kau setuju? "
" Jika kalian pikir itu bagus aku setuju saja. "
" Akhirnya mereka sepakat dan segera membuat Banner promosi. "