
Sebenarnya Bora tadi hanya ingin pamit pulang duluan pada ayah dan suaminya, tapi mereka malah ingin ikut pulang juga. Didalam mobil perlahan L tertidur karena kelelahan, sampai di rumah Tuan Kim sampai harus menggendong nya karena Bora tak tega membangunkan L.
" Ayah bisa Jisoo saja yang membawa Yuna masuk kedalam. " Ujar Jisoo
" Tidak, biar ayah saja kalian istirahat saja sana. "
Sampai di kamar L ternyata malah bangun
" Ayah kenapa ayah tidak membangunkan aku, malah menggendong ku sampai kamar, aku kan berat ayah. " L merasa tidak enak.
Tuan Kim duduk ditepi ranjang dan mengelus kepala L.
" Tidak apa apa, ayah tak ingin membangunkan mu. Jukyung bersihkan Yuna. " Jukyung mengerti dan melaksanakan perintah Tuan Besar.
****
Deok Hwa dan ayahnya sudah dibawa ke kantor polisi oleh Mr.Lee. Tapi yang dijebloskan ke penjara hanya ayah Deok Hwa saja, karena semua rencana dan tindakan memang hanya Ayah Deok Hwa yang melakukan nya.
Awalnya mereka mengelak ketika ditanya mengenai perusakan lukisan di Museum, tapi setelah Mr. Lee memutar rekaman CCTV yang berada di ruangan penyimpanan dan ruangan ayah Deok Hwa, mereka akhirnya mengaku.
CCTV yang berada di ruang penyimpanan ada empat di berbagai sudut, ayah Deok Hwa sudah memanipulasi sehingga aksinya tidak terekam kamera, namun tanpa sepengetahuan nya, ada satu CCTV lagi dengan ukuran yang lebih kecil yang letaknya tidak diketahui semua orang kecuali Kepala bagian CCTV. Itu dilakukan untuk mengantisipasi kejadian seperti ini, dan ternyata benar.
Setelah ayah Deok Hwa dinyatakan bersalah, Deok Hwa tak bisa berbuat apa apa, meskipun dia tak ikut dipenjara namun pihak kampus yang mengetahui hal ini tetap memberi hukuman pada Deok Hwa. Untuk sementara Deok Hwa tidak akan terlihat di kampus.
****
Mr. Lee sudah kembali ke Museum setelah mengurus masalah Deok Hwa dan ayahnya, ia kembali ke sisi Daniel bertepatan dengan acara lelang yang baru saja selesai digelar.
Daniel menoleh saat asisten nya sudah berada di belakangnya.
" Saya sudah mengurus semua Tuan. " Mr.Lee memberi laporan, Daniel hanya mengangguk ia berdiri dan berjalan menuju mobil nya.
" Sekarang ayo pulang, dan jangan lupa lukisan ku harus sudah ada dirumah ku besok pagi! " Perintah Daniel.
" Saya mengerti Tuan. "
Ada kejadian menarik selama pelelangan, saat satu persatu karya seni dilelang dan tiba giliran lukisan milik L, banyak orang yang ingin memiliki nya. Orang orang berlomba-lomba menawarkan harga tinggi agar dapat memiliki lukisan L, namun semua sia-sia setelah Daniel menunjuk papan angka milik nya dan menawar dengan harga tertinggi hingga tak ada yang bisa melawan nya. Daniel tersenyum puas, karena lukisan itu adalah pemberian L untuk nya.
Sementara di seberang ada tiga pria yang memasang wajah penuh kekesalan karena mereka juga ingin memiliki lukisan milik L, siapa lagi kalo bukan Big3.
****
Tok Tok Tok
Suara pintu di ketok
L bingung dengan dirinya yang berada dirumah, lamunan nya terhenti setelah mendengar suara ketokan pintu.
Ia berjalan dengan pelan sambil menahan hawa dingin di tubuh terutama kakinya. Ia buka pintu rumahnya dan tiba-tiba sosok wanita yang tak terlihat jelas wajahnya berdiri di hadapan nya, wanita itu menarik tubuh L dengan kasar dan menampar nya berkali-kali di bawah guyuran hujan.
L menangis ketakutan dan merapat kedua tangan sambil memohon ampun pada wanita itu. Tapi seakan tak mendengar kata-kata nya wanita itu saja memukuli nya dan melemparkan sebuah buket bunga ke wajahnya, barulah ia pergi dari hadapan L.
L sangat sedih dan kebingungan kenapa ia diperlakukan seperti itu, wanita itu datang kerumahnya lalu tiba-tiba menampar nya. Selain tak bisa melihat dengan jelas wajahnya, L juga tak dapat mendengar suara wanita itu.
Hanya saja hati nya entah mengapa begitu sakit, sangat sakit hingga ke ulu hati. Ia berjalan kembali ke dalam rumah tapi ia melihat sesuatu yang aneh, ada jejak kaki yang mengotori lantai rumahnya.
L mengikuti jejak tersebut hingga ke belakang rumah dan betapa terkejut nya ketika melihat sosok seorang gadis tergeletak dengan wajah pucat pasi disana, ia berlari hendak menyelamatkan gadis itu. Tak mengindahkan rasa sakit yang ia derita, L hanya kaget dan reflek hendak menyelamatkan gadis tersebut.
Di hampiri gadis tersebut, wajahnya tertutupi rambutnya yang panjang. L mengguncang guncangkan tubuh gadis tersebut, karena penasaran dengan dengan sosok gadis itu, L menyingkap rambut menutupi wajah sembari terus mencoba membangunkan nya.
" Nona bangunlah, apa yang terjadi pada anda, Nona bangun! " Ucap L dengan nada tinggi.
Wajah L memucat setelah melihat wajah gadis yang tergeletak itu, ia jatuh terduduk dan segera mundur beberapa langkah.
I-itu, ke-kenapa wajahnya mirip dengan ku. Kata L dengan suara terbata-bata.
L mencoba kembali mendekat karena takut salah lihat, begitu wajah mendekat, mata gadis itu tiba-tiba terbuka dan membuat L berteriak kaget.
" Arrrggghhh. " Teriak L dengan keras, ia langsung terbangun dengan wajah dipenuhi keringat.
L menekan dadanya karena jantung nya berdetak sangat cepat dan nafasnya juga tidak beraturan. Ia melihat ke sekililing dan baru sadar bahwa itu hanya mimpi, meskipun hanya mimpi tapi rasanya sangat nyata dan cukup membuat nya ketakutan.
Tangan L meraih gelas berisi air putih di atas nakas, dengan tangan bergetar ia meraih gelas itu dan buru-buru meminum nya.
Nafasnya kini sudah kembali normal dan ia perasaan nya jauh lebih baik. L melirik jam yang menunjukkan pukul tiga dini hari. L mencoba untuk tidur kembali namun dirinya tidak bisa, ia mengambil ponsel yang seharian belum ia cek. Banyak pesan masuk namun ia malas untuk membalas nya.
Untuk menenangkan diri ia bangun dari tidur nya dan berjalan menuju ruang lukisnya. Karena sudah terlanjur bangun dan tidak bisa tertidur lagi, L memutuskan untuk melukis saja.
Dua jam berlalu barulah L kembali mengantuk dan akhirnya memutuskan untuk tidur. Kepalanya sangat pusing dan karena mimpi semalam tubuhnya jadi lemah dan tanpa ia sadari L mengalami demam.