All About You "L"

All About You "L"
Perusak Lukisan



Big3 terus menemani L hingga malam tiba. Kini mereka sedang makan malam bersama.


" L. " Panggil Bora


" Kakak sudah pulang? Ayo makan malam bersamaku. "


Bora mendekati L dan memeluknya " Aku akan mandi terlebih dahulu lalu menyusul. " Bora melihat Big3 tengah tersenyum padanya " Sedang apa kalian disini? Mengganggu pemandangan saja."


" Dasar nenek sihir. " Ucap D.O pelan, sayang nya Bora yang sedang berjalan masih bisa mendengar dan berbalik menuju D.O


" Berani sekali kau mengataiku. " Tangan Bora sudah bersiap memukul D.O


" Ampun Kak. Shin, Jaehyun bantu aku. "


Mereka malah tertawa melihat D.O dipukuli Bora.


Beberapa saat kemudian wajah dan rambut D.O sudah berantakan tak berbentuk.


" Kakak sudah kasihan Kak D.O." Bela L


D.O berlari ke arah L dan bersembunyi dibalik tubuhnya.


" Hari ini kulepaskan. " Bora akhirnya pergi menuju kamarnya.


" Hahaha sejak kapan kau jadi berani begitu dengan Bora. " Ujar Jaehyun


" Diam kau. "


Setelah kepulangan Bora, giliran Jisoo juga sampai dirumah.


" Kak Jisoo. " Panggil L


" Kalian disini? " Menunjuk ke arah Big3


" Iya Kak, tadi siang L bilang bosan dirumah jadi kami kemari dan menemaninya. " Sahut Shin


" Bagus lah kalo begitu."


" Kak Jisoo apa kau sudah datang ke Museum Baru? "


" Iya aku sudah kesana tadi siang. "


" Lalu bagaimana? "


" Kita lanjut nanti ya. "Jisoo berlalu menuju kamarnya


L cemberut ia sudah tidak sabar ingin mengetahui apa saja yang dilakukan disana.


Setelah menunggu cukup lama mereka kini telah berkumpul diruang tengah, seperti biasa meja sudah penuh dengan berbagai cemilan dan snack milik L. Hanya dia yang masih terus memasukkan makanan kedalam mulut nya.


D.O memperhatikan L dengan seksama.


" Bukankah tadi kau baru saja makan malam, apa kau masih bisa menghabiskan semuanya? " Tanya D.O yang selalu tercengang dengan porsi makan L yang luar biasa, dia yang notaben nya seorang artis tentu harus menjaga bentuk tubuh dan berat badannya. Sehingga tidak bisa sembarangan memakan makanan.


L hanya mengangguk dan tersenyum pada D.O, lalu kembali menyendokkan puding ke dalam mulut nya.


D.O hanya bisa geleng-geleng kepala " Enak sekali jadi dirimu, makan mu begitu banyak tapi badan mu seperti seorang yang kena busung lapar, apa jangan jangan kau ini cacingan ya. "


L melotot pada D.O dan melempari nya dengan bantal " Kalau kakak iri bilang saja. "


" Siapa yang iri padamu, aku hanya tidak percaya saja dengan porsi makan mu yang begitu besar. Tinggi mu kira kira 168 , lalu berapa berat badan mu? "


" Emmm aku tidak tahu, Kak Jukyung berapa berat badan ku? "


Jukyung yang sedang meletakkan teh terhenti dan menatap Nona nya.


" Satu bukan yang lalu berat badan nona kalo tidak salah 45 kg. "


Big3 yang sedang minum tiba tiba menyemburkan minuman nya. D.O yang duduk di sebelah kiri L menyemburkan minuman yang ia minum ke arah L. Disisi kanan ada Jaehyun namun dia menyemburkan minum nya ke arah lain.


" Kakak. " D.O dan Jaehyun panik, Jukyung buru buru mengambil kan tissue dan menyerah kan pada D.O


" Maafkan aku Yuna, aku tidak sengaja. "


" Kak D.O sangat jorok dan menyebalkan, kenapa kakak menyemburkan air ke wajahku. "


" Pergi dan jauh juh dari adikku, dasar jorok. " Ujar Bora. D.O hanya bisa patuh dan duduk di samping Jisoo sekarang.


" Kakak bagaimana? " Tanya L pada Jisoo


" Iya tadi saat di kampus Prof.Lee memberitahu ku tentang lukisan mu yang terpilih dan mendapat peringkat pertama sebagai karya Seniman Muda. Dan dalam acara pembukaan Museum, lukisan mu akan di pamerkan sekaligus ikut lelang untuk acara amal."


" Benarkah. " Wajah L mengembangkan senyum cerah.


" Iya, kurator disana mengatakan bahwa CEO mereka sendiri lah yang menunjuk lukisan mu dan semua tim penilaian setuju menempatkan mu menjadi juara."


L langsung memeluk Bora karena sangat bahagia.


" Kakak tidak bohong kan? "


" Tentu saja tidak, lukisan mu yang berjudul 'Spring Prince' kan? " L mengangguk


" Karena lukisan mu telah terpilih, pihak Museum memberimu beasiswa, namun kau sendiri kuliah dengan beasiswa penuh, mau diberi beasiswa apa lagi coba? "


" Hebat sekali adik ku. " Sahut Bora


" Terimakasih kasih Bora. "


" Kalau dia tidak diberi beasiswa lalu hadiah untuk L apa Kak? " Tanya Shin penasaran


" Entahlah, pihak Museum akan memberitahu setelah acara pembukaan. "


" Kapan acara pembukaan nya, sang Seniman tentu diundang bukan? " Tanya Bora Lagi.


" Iya tentu saja, acara pesta pembukaan akan di gelar minggu depan, "


" Bora mau datang menemani ku bukan? Aku tidak mau pergi sendiri an. "


" Pergi bersama ku saja. " Celetuk Jaehyun


" Tidak! Lebih baik dengan ku saja. " Sahut D.O


" Dengan ku saja L. " Imbuh Shin


" Kalian sangat berisik, pulang saja sana! L sudah katakan kan tadi dia mau pergi bersamaku. "


" Kalau begitu kita pergi bersama-sama saja. "Ujar L


" Setuju. " Jawab Big3 serempak


Jisoo hanya bisa menghela nafas.


Bora melihat wajah L nampak murung " Ada apa L? kenapa wajah jadi sedih begitu"


" Emm aku rindu ayah, aku juga ingin ayah datang dan melihat lukisan ku dipamerkan di sana. "


" Tenang saja nanti aku bilang pada ayah agar pulang sejenak dan hadir di pesta pembukaan itu. " Senyum di wajah L kembali mengembang.


" Terimakasih Bora. " L memeluk Bora dengan erat.


*****


Di sisi lain, seorang manager pengelola dan kurator di Museum Baru tengah membereskan berbagai karya yang telah tiba, berbagai benda seni yang terkenal dari berbagai belahan dunia akan dipamerkan dan beberapa akan dilelang untuk amal.


Para petugas sangat berhati-hati ketika memindahkan barang barang tersebut.


" Pindah kan dengan perlahan, itu adalah guci dari Dinasti Ming kalian tidak boleh lengah dan jangan sampai rusak. " Ujar sang manager


Banyak karya seni yang masih berada di tempat penyimpanan dan belum di tempat kan sesuai dengan tempatnya, karena sudah malam jadi pekerjaan akan dilanjutkan esok hari.


Lampu perlahan dimatikan dan para staff dan pekerja mulai keluar dan pulang menyisakan petugas keamanan saja.


Di salah satu ruang penyimpanan, tiba-tiba ada seseorang yang mengenakan pakaian serba hitam, sosok tersebut perlahan masuk kedalam ruangan dan menghampiri sebuah lukisan, ia mengeluarkan pisau kecil dari balik jaket hitamnya dan merusak lukisan tersebut dengan cepat.


Usai merusak lukisan tersebut dia pergi menyelinap keluar dari ruangan.Bagian CCTV dan alarm tidak berbunyi sehingga tidak ada yang tahu perbuatan nya.


Pagi pagi saat staf pengelolaan dan kurator seni sudah siap kembali menata karya seni tersebut, salah satu dari mereka berlarian menghampiri atasan nya dan melaporkan ada kerusakan di salah satu lukisan.