All About You "L"

All About You "L"
Liburan tahun baru



Sedang asiknya berbincang, Jisoo pulang dan langsung ikut bergabung dalam obrolan L dan Bora


" Aku pulang. " Mencium istrinya dan menyapa L "Hallo adikku terimakasih sudah menemani istriku ya?. "


"Tidak masalah. "


"Apa yang sedang kalian bicarakan? "Tanya Jisoo pada keduanya


" Hanya obrolan tentang apa yang kami lakukan untuk menghabiskan waktu hari ini. " Jawab Bora " Apa urusan mu sudah selesai sayang? "


"Sudah, maafkan aku pulang terlambat ya. "sambil merangkul istrinya


"Matikan saja telpon nya, kalian tidak lihat ada anak dibawah umur disini. " L menyadarkan Bora dan Jisoo


Keduanya tersenyum malu


" Ouh iya ada sesuatu yang ingin aku katakan pada kalian, tapi sebelumnya aku mau mandi dan membersihkan diri dulu jadi jangan tidur dan tunggu aku ya. "


L dan Bora saling berpandangan " Ada apa kak? "


" Aku juga tidak tahu, kita tunggu Saja. "


Tak lama, Jisoo pun selesai dan kembali bergabung dengan mereka


" Sayang kamu sudah makan malam? kalau belum nanti bisa aku siapkan. "


" Tidak perlu, aku sudah makan malam sayang, bagaimana dengan kalian? "


" Jadi ada apa sayang, apa yang ingin kau katakan? "


" Sayang bagaimana kalau liburan akhir tahun nanti kita ke Indonesia, bukankah kau rindu pada Elis, kita liburan ke rumahnya saja bagaimana?? "


Mendengar hal itu Bora sangat senang " Sayang kenapa kau sangat pandai, aku jadi makin mencintaimu. " Bibir Bora hendak mencium bibir Jisoo, lalu ia tersadar akan L, lalu mengurung kan niatnya " Aku lupa, ada anak dibawah umur. " sambil menuntup mulutnya


" Bolehkan L, kami sangat merindukan mu dan ingin bertemu denganmu, apa kau setuju? "


" Tentu saja boleh, aku menantikan kedatangan kalian, tapi aku harap kalian tidak kecewa setelah datang kerumahku, rumah ku sangat sederhana dan letaknya sangat jauh dari kota. "


" Apa kau ingin aku membuat rumahmu jadi tidak sederhana lagi. " Bora mencari ponselnya dan hendak menghubungi seseorang


"Stop! Apa yang sedang kau lakukan, jangan berbuat yang aneh aneh, kak Jisoo tolong katakan sesuatu pada istri mu. " L memasang wajah memelas , ia tahu kelakuan Bora jika sudah seperti itu, ia pasti menghubungi Asisten nya dan meminta sesuatu padanya, sudah sering dilakukan oleh Bora.


Jisoo hanya menggenggam tangan istri nya dan menggelengkan tangannya untuk tidak melakukannya


L masih ingat betul saat dulu, setelah sembuh dari kecelakaan itu Bora, Jisoo, dan Sun-woo kembali ke Korea. L mengira kembalinya mereka ke negara asalnya berarti berakhir pula hubungannya dengan mereka, tapi seminggu kemudian tiba-tiba ada telpon dari nomer luar negeri, setelah diangkat L kaget karena yang menelpon ternyata Bora.


Perjalanan hubungan mereka pun semakin erat , apalagi saat itu adalah saat terberat bagi L yang masih tinggal dirumah pamannya,Bora layaknya kakak perempuan yang selalu menyemangati nya.


Lalu ada kejadian yang membuat nya benar-benar pusing, sewaktu sebuah paket untuk pertama kalinya datang kerumah pamannya, untung saja saja saat itu hanya ada dirinya seorang, paman dan bibinya tengah menengok sepupunya di asrama. L kaget karena paket itu berisi ponsel model terbaru dari merk terkenal yang mana setahu dia, disekolah nya pun yang berisi orang-orang kaya, baru satu dua anak saja yang memiliki nya. Harganya juga sangat mahal setelah ia cek di internet, harganya jauh melebihi biaya SPP nya. Dan alasan Bora mengirimnya adalah karena beberapa hari yang lalu ponsel L tidak aktif selama seminggu karena disita oleh pamannya karena sedang ujian, Bora yang mendengar alasan itu sangat kesal dan akhirnya mengirim ponsel itu untuk L agar sewaktu-waktu ketika ponselnya disita ia masih punya yang lain.


L berusaha mati-matian untuk menyembunyikan benda itu, ia bahkan sampai menitipkan pada temannya yang ngekost karena jika ia simpan dirumah, paman atau bibinya bisa saja mengetahuinya.


Itu yang pertama, memasuki tahun kedua saat ia loncat kelas ke kelas 3, L yang sudah terbiasa tinggal disana layaknya remaja yang pada umumnya selalu ingin pergi bersama teman-teman ke mall, menghabiskan uang saku mereka dan membeli pernak-pernik yang tidak berguna. Tapi L tidak bisa melakukannya, selain dilarang oleh pamannya, ia pun hanya diberi uang saku yang minim yang hanya cukup untuk membeli makan dan membayar angkot.