All About You "L"

All About You "L"
Sesuatu Yang Baru



Bora sudah menunggu L di ruang kerjanya, ia begitu antusias saat L masuk kedalam ruangan tersebut.


Bora segera mendudukkan L di kursinya dan memperlihatkan beberapa gambar desain pada L.


L bingung kenapa di suruh duduk dan diperlihatkan setumpuk kertas desain yang tadi malam ia rapikan.


" Kak. " L menatap Bora dengan penuh pertanyaan di wajahnya.


Bora tersenyum manis pada L.


" Adik kurasa aku benar-benar mengakui kalau kau itu seorang jenius. " Masih sambil tersenyum


L memandang bingung pada Bora " Maksud kakak apa? "


" Gambar desain yang kau buat itu sangat bagus, dan sesuai tema untuk edisi pakaian musim panas. Aku tidak menyangka kalau selain pandai belajar , menulis, dan melukis, kau juga punya bakat dalam merancang pakaian. " Ucap Bora dengan senyum yang lebar.


" Apa kakak serius? Masa gambar jelek begitu kakak bilang bagus, apa karena ada masalah di perusahaan jadi kakak mengalami gejala stres? "


Bora menajamkan tatapannya pada L. L langsung menciut dan tersenyum manja pada Bora.


" Enak saja aku stres, aku bicara jujur padamu. Aku ini direktur sekaligus Ketua Tim desainer, kau pikir aku dapat jabatan itu karena ayah kita adalah pemimpin di perusahaan? Tentu saja tidak. Itu semua hasil kerja keras dan pengalaman ku sendiri. " Bela Bora


" Iya iya, aku kan hanya bercanda. " Sahut L


" Jadi kenapa kakak meminta ku untuk keruang kerja kakak? Dan kenapa kakak belum berangkat ke kantor? " Timpal L lagi


" Aku akan berkerja dirumah hari ini. Dan aku minta bantuan mu untuk membantu ku membuat desain pakaian lagi. "


" Aku? "


" Iya, desain mu itu sangat bagus L, kakak serius. Dan kakak juga melihat kau punya bakat dalam merancang pakaian, jadi kakak minta bantuan mu agar kau mau membuat kan desain lain untuk ku. "


" Sebelum itu, aku mau bertanya padamu. Bagaimana bisa kau membuat desain itu? Apa gambar ini pernah kau lihat di suatu tempat ? " Imbuh Bora


L menggeleng " Tidak, kemarin aku hanya sedang senang, dan kebetulan aku habis dari taman dan toko bunga, pikiran ku di penuhi bunga bunga dan tanaman yang kemarin aku lihat. Setelah membereskan mejamu dan melihat kertas kertas desain mu aku jadi terinspirasi ingin membuat sebuah pakaian yang mampu menampilkan keindahan bunga. " Jawaban L membuat Bora takjub.


" Apa kau bisa membuat nya lagi? " Tanya Bora penuh harap.


" Tentu saja, kakak tahu kan aku pandai melukis tapi aku tidak pandai merancang pakaian. Aku hanya membayangkan sebuah objek benda seperti bunga dan ku ubah dan kutorehkan dalam bentuk lukisan, namun karena kemarin aku melihat desain-desain itu, aku jadi merubah nya kembali kedalam bentuk pakaian. Menurut ku itu berbeda dengan merancang pakaian, aku hanya melukis pakaian. " Ucap L


" Emmm baiklah tapi aku tidak bisa janji akan bagus. "


Tiba-tiba raut wajah Bora menjadi murung


" Kakak kenapa? Jangan sedih. Baik baik aku akan berusaha membuat sketsa gambar baju yang bagus untuk kakak tercinta ku. Tapi aku tidak bisa melakukan nya sekarang, aku harus menyelesaikan tugas kampusku dan aku juga sedang melukis." Wajah Bora kembali cerah.


" Itu tidak masalah asalkan akhirnya pekan nanti harus sudah selesai dan kau berikan padaku. " L terperanjat.


" Akhir pekan? Itu tiga hari lagi? "


Bora berubah pikiran, ia segera mengemas map dan laptopnya dan pergi berangkat ke kantor, meninggal kan L yang sedang terdiam karena harus membuat gambar baju untuk kakaknya itu dalam waktu tiga hari.


Ah Bora , yang adik siapa yang kakak siapa? Kenapa dia malah merepotkan aku. Dia kan punya puluhan desainer yang bekerja untuk nya. Kenapa malah menyuruh ku, lalu bagaimana dengan mereka? Gerutu L sambil menghela nafas


Dikantor Bora mendapatkan laporan dari sekretaris nya bahwa ada lagi desainer mereka yang mengajukan resign.


" Nona Oh ada Tim desainer mengajukan pengunduran diri Direktur? " Ujar Asisten Bora.


" Biarkan saja. Oh iya bilang pada semuanya untuk berkumpul di ruang rapat 15 menit lagi." Jawab Bora santai.


Asisten nya sampai heran, biasanya Bos nya akan marah marah karena sudah beberapa minggu ini ada saja desainer mereka yang sudah senior mengajukan resign dan masuk ke perusahaan saingan mereka.


Lima belas menit kemudian semua Tim Desainer sudah berkumpul diruang rapat, di dalam ruang yang lumayan besar itu, ada 20 orang desainer yang belum mengajukan resign telah duduk disana.


Bira masuk tak lama kemudian. Ia memandang anak buahnya yang berkurang cukup banyak. biasanya ruangan tersebut terisi lebih dari 40 orang. Sejenak ia menghela nafas.


" Selamat pagi semua, saya selaku ketua tim dan direktur mengucapkan terimakasih karena kalian masih mau bertahan diperusahaan ini. Lima minggu lagi perusahaan kita akan segera meluncurkan pakaian edisi musim panas dan berlanjut dengan acara fashion show. Tim Desainer senior yang tersisa ada lima orang, selebihnya kalian yang baru bergabung dengan perusahaan. Kalian pasti mendengar rumor bukan kalau perusahaan kita selalu bersaing dengan perusahaan Key fashion, dan para Desainer senior yang tiba tiba resign juga sekarang telah bergabung dengan perusahaan mereka. " Ujar Bora dengan serius.


" Aku ingin memberikan kalian sebuah kesempatan, aku tidak akan menahan kalian untuk tetap di perusahaan ini, jika kalian ingin tetap disini aku akan sangat berterimakasih kasih. Namun jika kalian memilih pergi aku juga tidak akan menyalahkan kalian karena itu hak kalian. " Semua memandang Bora.


" Aku akan memberikan kesempatan pada kalian untuk mengeluarkan seluruh kemampuan kalian dalam proyek edisi musim panas kali ini. Biasanya hanya Tim senior saja yang akan merancang dan menentukan desain desain pakaian yanga akan dikeluarkan oleh perusahaan. Namun kali ini berbeda. Kalian para junior yang baru bergabung juga bisa mengikuti nya, tidak. Maksud ku kalian juga ikut bertanggung jawab dan ikut merancang desain nya. Untuk Tim senior yang tersisa aku akan memberikan kekuasaan penuh untuk merancang pakaian untuk fashion Show nanti. " Ucapan Bora langsung membuat semua orang terbelalak.


" Jujur aku melakukan ini karena ingin mempertahankan kalian, namun seseorang membuat ku sadar dan aku ingin memberikan kesempatan pada Tim Desainer Baru untuk menunjukkan kemampuan kalian. Selama ini hanya Tim Desainer Senior saja yang bertanggungjawab dan para junior hanya bekerja sebagai asisten. Dalam edisi musim panas ini aku ingin membuat sesuatu yang berbeda, baik untuk rancangan maupun kebebasan untuk kalian. Tetapi kalian harus melaporkan semua rancangan kalian kepadaku terlebih dahulu agar tetap sesuai standar dari perusahaan kita."


Ucapan Bora bak angin segar bagi mereka semua terutama para Tim Desain Junior, setelah Bora selesai berbicara mereka semua sangat antusias dan bahkan berjanji akan tetap setia pada perusahaan.