All About You "L"

All About You "L"
Pesan Tak Terbalas



Bora dan Jukyung bergantian menjaga L hingga tengah malam. Jisoo melihat keadaan adik dan istrinya, melihat Bora tidur dengan posisi terduduk di samping L membuat nya tidak tega.


Jisoo menepuk bahu Bora dengan perlahan " Sayang bangunlah. " Jisoo membangunkan Bora.


Bora menggerakkan badannya " Sayang. Jam berapa sekarang? " Tanya Bora


" Sekarang sudah jam Satu. Ayo pindah ke kamar, badanmu akan sakit jika tidur seperti itu. "


" Sudah jadi satu tapi kenapa L belum juga sadar? " Bora kembali khawatir.


" Kata Sun-woo tidak apa apa, ini karena efek obat bius nya masih ada. Biarkan dia istirahat sampai pagi lagipula jika jam segini dia tersadar aku yakin dia akan sulit untuk tertidur kembali. " Bora akhirnya menurut.


Sebelum keluar dari kamar, Bora mencium kening L sejenak " Cepatlah sembuh adik. " Bisik Bora ditelinga L.


Dikamar masing-masing, Big3, Hari, dan Arya terlihat lesu dan tak bersemangat.


Shin sedang mengutak-atik laptop dan membaca novel milik L. Setelah lama membaca ia merasa ada yang aneh. Pasalnya novel milik L terbit hampir setiap hari tanpa ada masa hiatus. Adapula webtoon milik L juga sama, meskipun terbit satu minggu , webtoon nya tidak pernah absen untuk update.


Tapi Shin berfikir mungkin L sudah menyerah kan naskah nya sampai beberapa bab, sehingga bisa Update sesuai jadwal dan tidak pernah hiatus.


Arya tidak bisa tidur begitu juga Hari.


" Ri benarkah jika Bibi nya L yang membuat L seperti itu? Keluarga macam apa itu? Kenapa bibinya sangat tidak menyukai L? Padahal dia itu cantik, baik, pintar,mandiri, kaya, imut, murah senyum, kurang apa lagi coba? "Ujar Arya.


" Emm mungkin hanya wanita yang bisa memahami ini. Terkadang menjadi sempurna tidak membuat mu hidup juga sempurna. " Ujar Hari


Dahi Arya mengkerut, ia tak mengerti apa yang diucapkan oleh Hari.


" Maksud mu bagaimana? Aku tidak mengerti? "


" Bibi L itu hanya punya anak laki-laki, sedangkan paman L sangat menginginkan anak perempuan. Setengah kematian ayah dan ibu L , pamannya ingin mengadopsi L karena L itu anak yang sangat pintar. Bibi nya tidak suka L karena paman L lebih menyayangi L daripada anaknya. Sepupunya itu tidak sepandai L, sedangkan pamannya sangat menginginkan sepupu L itu masuk ke Universitas jurusan kedokteran. Karena gagal sepupu L dimasukkan ke akademisi kepolisian. "


"Setelah masuk ke akademi Kepolisian paman L membawa L untuk tinggal bersama dan disekolah kan disekolah terbaik kota tersebut, kau tahu kau dia itu jenius? Hanya butuh dua tahun untuk menyelesaikan sekolah SMA nya. Meskipun paman nya sangat menyayangi L, tidak bisa dipungkiri jika paman nya juga harus memenuhi kemauan Bibi L dimana selama tinggal disana L harus mengikuti segala aturan dan kemauan dari Bibi nya. Mulai dari membersihkan rumah, mencuci, memasak, mencuci mobil, dan lainnya. Tidak hanya itu, dia juga dilarang bermain ponsel dan harus mengikuti aturan dari pamannya yaitu mengikuti banyak les dan belajar dengan giat. "


"Masa SMA L hanya dihabiskan dengan belajar tanpa pernah bersenang-senang. L menceritakan apa yang sering dialaminya selama di rumah itu terhadap ku dan juga Bora, namun saat itu aku hanya bisa memberi nya semangat dan dukungan."


" Lalu tiba-tiba saat aku pulang ke rumah, L ternyata sudah kembali ke rumah nya sendiri. Ia bilang kalau dia kabur dari rumah tepat setelah pulang dari acara berwisata. Dia bercerita jika pamannya hendak mendaftarkan dirinya ke Universitas terbaik jurusan kedokteran, bibinya mengetahui hal itu dan tentu saja tidak senang."


" L akhirnya memutuskan keluar dari rumah itu dan kembali ke rumah nya di desa, alasan utama dia kabur sebenarnya bukan masalah bibinya yang tak menyukai nya. Tapi lebih ke pamannya yang memaksakan L untuk masuk ke sekolah kedokteran dimana L tidak ingin masuk kesana , dia bercita-cita ingin jadi seorang seniman dan itu sangat ditentang oleh pamannya. "


Hari menceritakan kisah L pada Arya, wajah Arya nampak tidak senang.


" Baik Paman maupun bibi nya, kurasa mereka semua bersalah dan tidak seharusnya mereka berbuat begitu pada L. Aku jadi kesal dan ingin memaki mereka. " Ujar Arya dengan menggebu-gebu.


Hari tersenyum " Itulah yang selalu ingin aku lakukan. "


Jaehyun tengah termenung memikirkan kejadian tadi siang saat melihat L mengamuk dan hendak melukai dirinya. Sedih dan khawatir itulah sekarang di rasanya Jaehyun. L yang tadinya ceria saat makan siang bersama tiba-tiba lepas kendali. Ingin sekali ia membantu menyembuhkan luka dihati L. Jaehyun merasa dirinya tidak membantu apapun tadi.


D.O sedang berjalan ke kamar L, dia tidak bisa tertidur sebelum melihat keadaan L. Setelah pintu kamar terbuka dilihatnya sosok cantik yang biasa tampil ceria tengah berbaring tak berdaya dan terlihat semakin pucat. Bisa dibayangkan L yang memiliki warna kulit putih seputih susu itu sedang sakit dan wajahnya jadi pucat, warna kulitnya akan semakin putih seperti tidak dialiri darah. D.O sangat sedih.


Disamping L Bora tertidur dengan posisi ter duduk, D.O berjalan perlahan mendekati L, diusap lah kepala dan juga pipi L. D.O mencium kening L lalu berkata sangat pelan " Kim Yuna cepatlah sembuh dan kembali ceria, aku janji setelah kau sembuh aku akan mengajakmu bertemu dengan artis idola mu meski artis tersebut tidak dibawah naungan agensi perusahaan ku. Jadi kumohon cepatlah bangun dan kembali menjadi Yuna yang membawa kebahagiaan bagi semua orang, kami semua menyayangimu. "


Pukul dua dini hari L terbangun, kepala nya terasa berat dan juga sangat pusing. L berusaha mengumpulkan tenaga agar bisa benar-benar tersadar. Dilihatnya sekarang sudah pukul dua dini hari, ia melihat infus juga sudah terpasang di lengan kirinya.


L merangkak sedikit ke sisi kanan tempat tidur nya untuk mengambil ponsel yang berada didalam nakas.


Ia mengecek sesuatu lalu mengklik tombol send. Dari beberapa kotak pesan miliknya, ada yang berasal dari Daniel.


L langsung tersenyum saat membaca pesan dari Daniel.


'' Kau sedang apa Yuna? ''


'' Apa kau sudah makan siang? ''


''Hari ini aku makan siang dengan menu hidangan dari prancis disalah satu restoran ternama di dekat kantorku, kau tahu semua makanan ini enak tapi entah kenapa rasanya jadi biasa saja saat aku mengingat kembali masakan mu kala itu.''


''Lain kali kau mau memasak lagi dirumah ku bersama anak buahku bukan? Mereka merindukan mu begitu juga aku. ''


''Apa kau sedang sibuk? ''


''Baik lah jika kau sibuk, aku tahu kau ini banyak pekerjaan tapi jangan berfikir hanya kau saja yang punya banyak pekerjaan. Aku juga sama, apalagi aku yang menjabat sebagai seorang CEO, pekerjaan ku itu lebih banyak. ''


" Apa kau marah padaku sehingga tidak membalas pesan ku? "


" Baik lah jika kau benar-benar sibuk, tapi ingat janji hari sabtu nanti dan bawakan gambar desain perhiasan ku. "


" Aku tunggu! "


Begitu lah isi pesan dari Daniel untuk L.


L hanya bisa tersenyum saat membaca satu persatu pesan darinya.


Ia jadi ingat belum membuat desain perhiasan milik Daniel. L hendak beranjak dari tempat tidurnya menuju meja belajar, namun karena tubuhnya masih lemah, L justru terjatuh.


" Auuu. " Lutut L terasa ngilu saat bersentuhan dengan lantai yang dingin.


Dengan susah payah L kembali bangun dan mengambil cairan infus yang tergantung di samping tubuhnya. Setelah meletakkan cairan infus nya dan mengambil peralatan menggambar, L langsung membuat desain perhiasan untuk Daniel walaupun dengan susah payah.


Tangan bergetar membuat tiap garis yang ia torehkan pun menjadi tidak stabil, kepalanya masih terasa sakit . L memejamkan matanya sejenak agar bisa berkonsentrasi.


Dini hari itu L menggambar desain perhiasan untuk Daniel meskipun baru saja tersadar dari pengaruh obat bius. Dengan susah payah L mampu membuat empat sketsa dalam waktu dua jam. Sesuatu yang luar biasa ditengah kondisinya yang sedang tidak sehat.


Meskipun begitu, wajah L terlihat sangat menikmatinya.


Jika dalam keadaan sehat L bisa saja menyelesaikan semua gambar desain itu, tapi karena sedang sakit meski ia mengerjakan dengan senang hati, fisiknya tidak bisa berbohong. Dua jam adalah batas maksimal bagi tangan L untuk terus bekerja, setelah dua jam lama lama fokus mata L pecah dan tangannya mulai kembali gemetar.


L kembali ke tempat tidurnya saat jam menunjukkan pukul empat lebih tiga puluh menit. Baru saja berbaring mata L kembali terlelap ke dalam alam mimpi.


Daniel sendiri tengah gelisah karena pesan nya tak ada satupun di balas oleh L, hal itu membuat suasana hati Daniel jadi buruk. Alhasil seharian ini Daniel berubah menjadi beruang yang sedang mengamuk, tiap ada manager atau bawahan nya melakukan kesalahan Daniel langsung memarahi nya. Bahkan Mr. Lee yang setia selalu disamping nya dan mengerjakan semua pekerjaan nya dengan baik pun tak luput dari semprotan Daniel