All About You "L"

All About You "L"
Kantin



L, Yura, dan Jungki sedang asyik makan di kantin, di depan mereka sudah tersedia nampan berisi menu makanan yang mereka pesan.


L berdiri hendak pergi


" Kau mau kemana? " Tanya Yura.


" Aku mau beli salad dan susu pisang. " Kembali berjalan meninggalkan meja.


Yura dan Jungki diam sambil menatap meja mereka yang sudah ada makanan, minuman, dan sepotong buah. Menu makanan siang ini di kantin ada daging sapi saus barbeque kesukaan L dan nampan L pun sudah penuh dengan nasi.


" Bukankah Yuna tidak mengambil lauk sayur dan hanya meminta daging, porsi nasi nya juga sudah melebihi porsi nasi milik ku. Itu perut atau apa sih? Bisa bisa nya di mau membeli salad dan susu pisang. " Ujar Yura.


Sudah hal biasa jika porsi makan L itu luar biasa banyak, tapi tetap saja dua manusia itu selalu terpana dan seakan tidak percaya.


L sedang memesan salad dan susu pisang pada pelayan, tak jauh darinya orang-orang tengah membicarakan sesuatu dan itu menyita perhatian L.


Setelah membayar L mengikuti arah pandangan orang-orang, dilihatnya seorang gadis cantik,tinggi, dan semampai dengan pakaian stylish berjalan masuk kedalam kantin.


L hanya melihat sekilas lalu kembali pada Yura dan Jungki. Sedangkan orang-orang terus saja menatap nya kagum dan memuji kecantikan nya.


L meletakkan salad dan susu pisangny.


" Selamat makan. " Ujar nya dengan semangat.


Dilepaslah masker yang menutupi wajah cantik nya dan segera memakan makanan nya.


" Wah lihat siapa yang datang. " Ujar Jungki dengan pandangan tak teralihkan dari wanita yang dilihat oleh L tadi.


Yura berdecak kesal, ia segera mencubit lengan kekasih nya itu dan memasang wajah kesal.


" Auuu! Kenapa kau mencubit ku? "Jungki buru buru mengusap lengan nya yang dicubit oleh Yura.


"Kenapa? Kau mau membalas mencubit ku hah? " Tantang Yura, tentu saja Jungki tak berani ia langsung diam dan kembali fokus pada makanan nya.


" Siapa dia? Kenapa orang-orang terus memperhatikan nya. " Tanya L


Jungki hampir tersedak mendengar pertanyaan L.


" Kau tidak mengenalnya? " Tanya Jungki memastikan.


" Tidak! Hanya saja aku pernah bertemu dengan nya karena tak sengaja menabrak nya. " Jawab L jujur.


" Oh ya ampun kemana saja kau selama ini, kau tidak pernah melihat berita kampus apa? " Imbuh Jungki.


" Memang tidak. Aku kan sibuk. "


" Hei dia itu mahasiswa baru satu angkatan dengan kita, pada masa penerimaan calon mahasiswa baru dia sudah di beri predikat sebagai wanita tercantik di kampus. " Ujar Jungki dengan semangat.


" Lihat dan perhatian dengan baik gadis yang ada didepan mu dengan wanita itu! Coba katakan sekali lagi jika Yena adalah wanita tercantik di kampus kita! "


Ya. Wanita yang sedang menjadi pembicaraan orang-orang di dalam kantin termasuk L dan Jungki adalah Choi Yena.


Jungki memperhatikan L secara seksama lalu melihat ke arah Yena. Dia mengakui jika Yuna memang lebih cantik dari Yena.


" Hehehe maaf kan aku tadi itu aku hanya amnesia sesaat. " Jungki tersenyum ringan pada Yura dan L.


" Tentu saja Yuna yang paling cantik, dia sepuluh kali lebih cantik malah menurut ku. Selain lebih tinggi badan Yuna juga lebih bagus dari Yena. Aku sebagai wanita saja mengakui, untung aku wanita jika aku seorang pria mungkin aku sudah jatuh cinta pada nya. "


" Lagipula pula kepribadian Yuna lebih baik dari dia, dia hanya seorang gadis kaya yang manja dan juga sombong. " Imbuh Yura, terlihat sekali jika ia tak menyukai Yena.


" Yura jangan bicara seperti itu! Tidak baik menjelekkan orang lain di belakang. "Tegur L dan Yura nampak tak peduli.


Yena dan Chaeyeon sedang duduk menikmati makanan mereka di meja tengah. Banyak murid lelaki berusaha duduk di sekeliling meja nya namun tak ada yang berani untuk duduk satu meja dengan nya.


Hingga seorang pri tampan dengan pakaian sederhana mendekati Yena dan meminta ijin bergabung dengan nya.


" Hai Yena bolehkan aku bergabung dan ikut makan satu meja dengan mu? " Ujarnya dengan ramah sambil menunjuk bangku kosong disebelah Yena.


Yena dan Chaeyeon langsung menatap pria itu dari ujung kaki ke ujung kepala. Wajah Yena terlihat biasa saja hanya tersenyum tipis sedangkan Chaeyeon langsung menaruh tas miliknya ke bangku kosong yang berada di dekat Yena.


"Aduh maaf bangku disebalah Yena sudah dipesan orang, teman kami akan segera menyusul dan ikut bergabung duduk disini jadi kau tak bisa bergabung dengan kami. " Ujar Chaeyeon dengan wajah tak suka. Pria itu akhirnya pergi .


Setelah Pria itu pergi Chaeyeon menggerutu " Berani sekali dia hendak duduk bersama kita, apa dia tidak bercermin terlebih dahulu? Penampilan nya sungguh norak dan kampungan. Kenapa sih kita makan disini Yena? Biasanya kita makan di cafe depan. Aku tidak suka makan disini banyak orang-orang aneh yang mendekati kita. " Keluh Chaeyeon.


" Sekali kali kita juga perlu membaur dengan yang lain, Big3 yang notaben nya pangeran kampus juga sesekali terlihat makan di kantin dan itu tidak menurunkan level mereka dan siapa tahu kita bisa bertemu dengan mereka, apa kau tak ingin mendekati Kak D.O? " Ujar Yena.


" Bukan kah kau itu model di agensi perusahaan nya? Apa kau tidak pernah bertemu dengan nya? " Tanya Yena


Yena dan Chaeyeon selain menjadi seorang mahasiswa keduanya sudah cukup terkenal di dunia hiburan, Yena dan Chaeyeon merupakan model sejak mereka SMP . Namun hanya Chaeyeon yang masuk agency dan masih menjalani modeling dan akting sampai sekarang sedangkan Yena fokus pada kuliah nya karena dia anak konglomerat, ayahnya mempunyai perusahaan besar dan ibunya punya firma hukum.


" Aku memang model di perusahaan Kak D.O tapi aku tidak pernah bertemu dengan nya, dia itu kan anak CEO dan sangat jarang ke kantor, aku hanya melihat sesekali saat menemui presdir. Lebih mudah bertemu di kampus daripada di perusahaan." Jawab Chaeyeon.


"Berarti selama kau berada di bawah naungan agensi nya kau juga belum pernah melakukan pemotretan bersama? " Tanya Yena lagi.


" Belum. " Jawab Chaeyeon dengan murung


" Sepertinya kau belum cukup terkenal untuk melakukan pemotretan bersama nya. " Ledek Yena


" Hei bukan seperti itu. Aku ini model papan atas di perusahaan Kak D.O hanya saja dia itu spesial. Dia memiliki manajemen sendiri sehingga memiliki Otoritas untuk menerima job yang memang ia sukai dan mau dia kerjakan dan tidak terikat kontrak dengan perusahaan. Berbeda dengan ku yang terikat kontrak seperti yang lain, semua job kami terima sudah di atur oleh management perusahaan aku tidak bisa memilih seenaknya sesuai keinginan ku. " Jelas Chaeyeon


" Oh. " Jawab Yena singkat


Kembali ke meja L


Ponsel L tiba-tiba bergetar sebentar tanda ada pesan yang masuk.


Dilihatnya pesan itu dari D.O dan Daniel.


Bunyi pesan dari D.O


Yuna setelah pulang dari kampus mampir lah ke perusahaan ku ya? Bukankah kau sudah pernah berjanji untuk menemaniku syuting jika urusan mu di perusahaan Bora sudah selesai? Pokoknya nanti kau harus datang!


Begitu pesan D.O


Sedangkan pesan dari Daniel adalah ajakan makan malam di restoran favoritnya.


L tersenyum saat membaca pesan dari Daniel, dia memang selalu mengerti apa yang disukai nya. Tanpa sadar L tersenyum sendiri saat membaca pesan itu tanpa menyadari Yura dan Jungki menatap nya dengan raut penuh selidik.


" Siapa yang mengirimi mu pesan Yuna? Kenapa kau senyum senyum seperti baru dapat pesan dari pacar mu saja? Atau jangan jangan kau sudah punya pacar ya?" Goda Yura


L tergagap, ia tak menyadari jika ia tersenyum saat membaca pesan dari Daniel " Hah ti-tidak! Aku hanya... aku hanya sedang bahagia karena Kak D.O mengajak ku ikut ke lokasi syuting. Aku sedang membayangkan bisa bertemu dengan aktor aktris pujaanku, nanti aku akan minta bantuan Kak D.O supaya bisa berfoto dan minta tanda tangan mereka. Heheheh. " Kilah L dan untung saja Yura dan Jungki percaya.


" Wah aku sangat iri pada mu. Apa aku tidak bisa ikut? " Tanya Yura memohon.


" Maaf Yura untuk saat ini aku belum bisa mengajak mu karena kata Kak D.O tidak boleh membawa orang yang tidak berkepentingan masuk ke lokasi syuting. Drama terbaru yang akan tayang itu katanya benar-benar sebuah proyek besar dan sangat rahasia jadi sebelum masa promosi dan tayang perdana, syuting dilakukan hingga mencapai lima puluh persen terlebih dahulu barulah ditayangkan. Jadi aku tidak bisa membawa mu, maaf ya. " Jawab L


" Wah aku jadi penasaran, kira kira jalan cerita drama nya seperti apa? " Tanya Yura sang pecinta drama.


" Aku tidak tahu. Kak D.O tidak mengatakan nya. "


" Lalu Kak D.O berperan sebagai apa? "


" Aku tidak tahu detailnya, tapi dia sering bercerita jika dia harus diet dan melakukan perawatan agar wajah terlihat segar dan awet muda seperti anak SMA. "


" Aaaaaaaa! " Yura berteriak dengan kencang.


" Diam! " Jungki dan L menutup kedua telinga mereka karena teriak Yura benar-benar keras.


" Yura hari ini setelah jam kuliah terakhir selesai kau harus mengantarkan aku ke rumah sakit untuk memeriksa telinga. Aku yakin telinga ku pasti terluka akibat teriakan mu itu. " Ujar L kesal.


Yura tersenyum lebar " Maaf maaf tadi aku terlalu exciting. Kurasa drama yang akan dan dibintangi oleh Kak D.O akan sangat keren, aku tidak sabar menanti nya. Oh ketampanan Kak D.O pasti akan berlipat ganda jika memakai seragam anak SMA. Oh iya, apa Kak D.O menjadi pemeran utama? "


" Tidak. Meskipun tidak menjadi pemeran utama tapi karakter yang diperankan adalah tokoh penting didalam cerita itu. "


" Kira kira kapan drama nya mulai tayang? Aku sudah tidak sabar melihat nya. Aku mengidolakan Kak D.O dan sudah melihat seluruh drama dan web drama yang pernah ia mainkan. Meskipun dia sangat jarang bermain drama tapi peran yang diambil di tiap drama yang ia mainkan pasti bagus. Bahkan fans nya menjuluki sebagai jenius aktor. " Ujar Yura


L sedikit kaget " Benarkah?"


" Tentu saja. " Jawab Yura mantap


" Kenapa diberi julukan seperti itu? Padahal Kak D.O itu sebenarnya tidak terlalu suka akting, ia lebih suka menjadi model. "


" Emmm aku tidak tahu kenapa, hanya saja ku akui tiap peran yang dimainkan oleh Kak D.O di tiap drama atau web drama sampai film itu seperti sangat pas dan di perankan sangat baik olehnya. Karakter juga selalu berbeda tidak monoton sehingga orang-orang kadang lupa tentang karakter nya di drama atau film yang diperankan sebelum nya. Dia pintar memilih peran. " Ujar Yura yang tak suruh semangat nya jika membahas masalah D.O.


Jungki sendiri tak ambil pusing dengan hal itu lagipula Yura hanya mengidolakan saja, itu tak masalah.


L mengangguk mengerti .


Kini ia bingung harus datang kemana. Ke lokasi syuting menemani Kak D.O atau makan malam dengan Daniel di restoran favorit nya.