
" L jangan dengar Kak D.O dia hanya mencari alasan untuk menutupi kelakuan nya itu. " Kilah Jaehyun
" Kakak sudah jangan bertengkar terus, aku senang walaupun kalian Play boy karena itu berani menandakan kakak kakak ku yang tampan ini banyak yang mengidolakan. " L tersenyum memandang ketiganya
Big3 hanya bisa menghela nafas sebelum akhirnya panggilan di matikan karena sudah malam dan mereka harus kembali ke aula.
Pagi hari Jukyung membantu L mempersiapkan diri untuk berangkat kuliah, Bora juga ikut dengan memilih baju untuknya.
L yang baru keluar dari kamar mandi kaget melihat tumpukan baju yang begitu banyak diatas tempat tidur.
" Kakak sedang apa? " L keheranan
" Sedang memilih baju untuk mu." Bora memperlihatkan beberapa baju yang sekira cocok di kenakan oleh L dengan antusias " Sepertinya ini cocok untuk mu. "
L hanya bisa menghela nafas, " kakak aku ini mau berangkat kuliah bukan mau ke pesta, kenapa kau heboh seperti ini si. " Bora hanya tertawa
" Baik baik maafkan aku, aku hanya senang akhirnya kau bisa keluar rumah dan memulai sesuatu yang kau inginkan. Ini untuk mu. " Memberikan dompet kecil berisi tanda pengenal milik nya ( KTP) yang sudah resmi berganti nama menjadi Kim Yuna, kartu mahasiswa, kartu ATM, kartu kredit, kartu transportasi, dan beberapa uang tunai.
" Terimakasih kak. " mengecup pipi Borang
Diruang makan ayah dan Jisoo sudah menunggu nya.
" Ayah, kakak selamat pagi. " berjalan dan duduk di dekat Tuan Kim
" Selamat pagi, ku cantik sekali putri ku. " Tuan Kim mengusap rambut L " Ini untuk mu. " sembari menyerah kan sebuah kunci mobil pada L
" Ini apa ayah? " tanya L bingung
" Hadiah karena kau sudah masuk universitas. "
L melongo karena diberikan mobil
" Terimakasih ayah aku akan memakai dengan hati-hati. " senyum cerah di wajah L langsung hilang saat pipinya di cubit Tuan Kim
" Siapa bilang kau boleh memakai nya, aku memang memberikan mobil untuk mu tapi bukan berarti kau boleh mengendarai nya sendiri, kau itu masih kecil dan tidak punya SIM. "
" Lalu. "
" Ayah akan memberimu sopir agar bisa mengantarkan kemanapun kau pergi. " jawab Tuan Kim, membuat wajah L langsung cemberut. Melihat hal itu Jisoo tersenyum
" Kau pikir ayah akan mengijinkan mu mengendarai mobil? meskipun kau sudah bisa menyetir apa kau mau di cegat polisi dan dipenjara karena berkendara tanpa surat ijin? " Ucap Jisoo yang membuat L tersenyum malu.
" Sudah sudah jangan memarahinya dia kan tidak mungkin juga menyetir sendirian. " ucap Bora
Usai sarapan Tuan Kim dan Bora pergi bersama menuju perusahaan, sedangkan L berangkat kuliah bersama Jisoo.
" Saat jam istirahat datanglah ke ruangan ku kalau kau tidak bisa makan di kantin kampus. " ujar Jisoo sambil fokus menyetir
" Aku tidak mau, aku ingin segera mencari teman dan pergi jalan-jalan. " L menjawab cepat
" Berhati-hatilah kau itu masih kecil, jangan menerima makanan atau minuman dari senior mu, lalu jika ada yang mengganggu mu segera telpon aku. "
" Iya Kak. "L mulai jenuh mendengar semua petuah yang dikatakan kakaknya itu.
L dan Jisoo berangkat lebih pagi karena Jisoo ada jadwal mengajar pagi, sepanjang jalan L baru melihat pemandangan kota seoul yang ramai oleh lalu lalang kendaraan. Gedung-gedung pencakar langit ada dimana dimana seperti yang sering ia lihat di drama-drama, berbagai rambu dan papan iklan yang terpasang di berbagai sudut jalan dan bangunan tertulis kan bahasa Korea. L tersenyum ia baru menyadari kalau memang sekarang sudah tinggal di Korea.
Pandangan matanya tiba-tiba tertuju pada salah satu sarana transportasi umum yaitu bus, sudah tak terhitung berapa adegan drama yang dilihatnya pasti ada scane naik bus. L membuka tas nya dan mengambil sesuatu
" Kakak dengan kartu ini apa aku bisa naik itu. " menunjukkan bus yang baru saja dilewati mobil mereka
" Iya. "
" Iya tentu saja, itu kartu transportasi kau bisa naik semua transportasi umum dengan kartu itu, memangnya ada apa? "
" Aku ingin naik bus, setiap nonton drama Korea para pemain nya pasti ada adegan naik bus. Aku sangat penasaran dan sepertinya menyenangkan. "
" Kau ini lucu sekali, hanya naik bus saja sampai seperti itu. "
Mobil yang dikendarai Jisoo tak terasa sampai di halaman kampus, Jisoo lalu memarkirkan mobil.
" Pakai masker mu karena hari ini kulihat banyak debu halus yang bisa mengganggu kesehatan. " mengambil masker di mobil dan memberikannya ke L
Jisoo dan L turun , sebelum meninggal kan parkiran L terlebih dahulu menanyakan dimana letak gedung jurusannya " Kakak aku harus pergi kemana? " tanya L polos
Jisoo lupa kalau L tidak ikut acara penyambutan jadi belum mengenal daerah kampus nya " Apa perlu ku antar? "
" Tidak usah, katakan saja arahnya karena aku juga ingin berkeliling sebentar. "
" Dari sini kau lurus saja lalu belok kiri setelah melewati taman, disana nanti tertulis fakultas seni dan sastra. " menunjukkan ke arah yang dimaksud " Kalau begitu aku pergi ya, sebentar lagi kelasku akan dimulai." Jisoo melambaikan tangan dan berjalan menjauhi L
L berjalan sesuai arahan dari Jisoo, ia sesekali berpapasan dengan mahasiswa lain, entah itu senior atau teman seangkatan. L hanya membungkuk tanda hormat dan kembali berjalan. Ia tersenyum melihat orang-orang berlalu lalang.
Wah aku merasa jadi orang asing disini, biasanya aku hanya melihat wajah wajah asia yang sipit ini jika aku berada di jogja atau di TV. Tapi sekarang aku malah membaur dengan mereka, aku tidak sabar ingin mempunyai teman orang Korea. Kata L lirih
Ia terus berkeliling melihat lihat lingkungan kampus, sesekali melihat kakak tampan dan kakak cantik mirip artis Korea. L bahkan tak segan berselfie ria di tengah jalan saat berkeliling. Beberapa orang yang sedang berjalan sampai melihat dengan tatapan aneh namun L tidak menyadari.
Wah taman nya luas sekali dan banyak sekali kakak kakak tampan disana. Ucap L dengan mempercepat langkahnya
Tidak menyia-nyiakan waktu ia segera mengambil foto dengan background taman dan jalanan yang kanan kirinya ditumbuhi pohon sakura. Sangat cantik.
Puas berkeliling L segera menuju ke kelasnya karena sebentar lagi kelasnya akan dimulai.
L terus berjalan namun tidak menemukan kelasnya, ia sempat bingung dan sedikit berputar putar sampai ia tak sengaja menabrak dua orang.
L dan dua orang tersebut jatuh " Maaf kan saya kak karena tidak memperhatikan jalan. " Kata L tidak enak
Dua orang itu adalah Han Yura dan Lee Jungki, mereka segera berdiri dan mengelap bagian belakang celana mereka yang kotor karena jatuh terduduk.
Yura dan Jungki melihat L " Ia tidak apa apa lagipula hanya terjatuh. " ujar Jungki
" Kenapa kau tidak memperhatikan jalan? untung kami yang kau tabrak jika seorang senior kau bisa habis di hukum. " sahut Yura
L menunduk merasa bersalah " Maaf Kak, aku sedang bingung mencari jalan karena tersesat. "
Yura dan Jungki saling tatap " Kau anak baru juga? " tanya mereka serempak
" Iya benar nama ku Kim Yuna, aku dari jurusan seni dan sastra salam kenal. " ucap L dengan sopan
" Wah kebetulan sekali kami berdua juga sama, ayo kita berteman dan jangan terlalu formal pada kami, aku Han Yura panggil saja Yura dan ini Lee Jungki panggil saja Jungki. " Yura menjabat tangan L dengan ramah
L senang bisa bertemu teman seangkatannya " Baik kak Yura dan Kak Jungki . " membalas jabatan tangan itu
" Kenapa kau memanggik kami dengan sebutan kak? kami kan satu angkatan dengan mu dan umur kami masih 19 dan 18 ujar Jungki yang kurang suka dipanggil dengan kak.
" Tidak apa-apa karena umur ku memang dibawah kalian. "
" Hei sudahlah tidak usah ribut hal sepele, waktu terus berjalan kita harus ke kelas, masa hari pertama masuk sudah terlambat kan tidak lucu. Ayo Yuna kita jalan bersama jangan sampai kau tersesat lagi. " Yura merangkul bahu L