
Sejak pagi Hari sudah bangun dan menata baju baju nya ke dalam koper di bantu Bu Lilis.
"Bawa jaket dan pakaian hangat yang banyak nak, disana kan ada musim dingin jadi kamu harus jaga kesehatan mu, iklim disana juga berbeda dengan di Indonesia jadi bawa obat yang biasa kamu minum. " Ujar Bu Lilis pada Hari, ia menyerah kan jaket dan berbagai macam obat serta vitamin untuk anaknya.
" Ibu koper Hari sudah penuh, bawa secukupnya saja.Bulan ini di Korea memasuki musim panas jadi bawa jaketnya dua saja, musim dingin masih lama. Biar Hari beli disana kalau sudah mau musim dingin ya. "
" Ya sudah. "
Setelah berkemas Hari menyempatkan diri berkunjung ke rumah L untuk mengecek keadaan. Siangnya Pak Anwar dan Bu Lilis mengantarkan Hari ke Jogja karena Hari akan berangkat bersama dengan Arya.
Sepanjang jalan Bu Lilis tak henti-hentinya memberi nasehat pada hari untuk selalu menjaga kesehatan, menjaga diri, jangan melakukan hal-hal yang aneh, menjaga pergaulan, pola makan, dan berdoa agar Hari bisa secepatnya bertemu dengan L.
" Kamu disana jangan aneh aneh loh Nak, belajar sungguh-sungguh, makan yang teratur, trus kalau udah ketemu sama Elis bilang sama dia kalau ibu kangen sekali sama dia, kamu juga harus jagain dia ya? "
" Iya Bu? "
Usai berpelukan dan tak lupa meminta doa pada kedua orang tua nya, Hari dan Arya masuk kedalam bandara.
" Korea i am coming. " Kata Arya dengan suara keras yang membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian.
" Bisa diam tidak! Kita bukan ke Korea tapi ke Jakarta. "
Mereka naik pesawat dari Jogja menuju ke Jakarta terlebih dahulu guna berkumpul dengan mahasiswa lain yang mendapatkan beasiswa ke Korea juga.
" Ri, aku ga sabar sampe di Korea, mau lihat cewe cewe cantik, kemarin adik ku ngasih liat cewe cewe disana cantik cantik banget. " Ucap Arya antusias.
Hari hanya berdeham mendengar ocehan Arya.
" Adik mu tidak minta ikut lagi? "
" Kata siapa, seminggu sebelum berangkat dia sampai mogok makan dan ga mau keluar kamar. Ibu ku sampai pusing gara-gara dia. "
" Trus bagaimana ceritanya dia bisa ga ikut lagi, tadi waktu di bandara pas nganter dia malah senyum-senyum gitu. "
"Hem jangan dibahas, jelas dia begitu soalnya ibuku udah janji mau ngajak nengok aku saat liburan sekolah nanti. Aku juga disuruh beli album sama merchandise idol kesukaan nya. Untung ibuku memberikan uang saku lebih untuk membeli nya. Merepotkan. " Keluh Arya
" Hahaha kenapa tidak kau ajak dia ke Korea saja, pindah kan sekolah adik mu kesana. "
" Wah hebat sekali idemu, kenapa tidak sekalian minta aku pindah ke Korea bersama keluarga ku. "
" Ide yang bagus, nanti aku bisa numpang makan dan tidur di rumah mu. "
Diperjalanan Hari mengirim pesan pada nomer yang terakhir dipakai L untuk menghubungi nya. Mesti tidak pernah dibalas dan L pun tidak pernah lagi menelpon nya, tapi itu bisa mengobati sedikit rasa rindu padanya.
Hari juga mengirim pesan pada Bora, berpesan bahwa hari ini dia dan Arya pergi ke Korea untuk sekolah di salah satu universitas terkemuka disana. Hari berharap Bora bisa memberi tahu kabar L padanya.
" Aku sudah mengirim pesan pada Bora tapi belum di balas, nomer yang terakhir kali dipakai Elis untuk menelpon ku juga tidak aktif. "
" Semua akan baik baik saja, jadi jangan khawatir. Sebentar lagi kita akan bertemu dengan nya jadi kau jangan sedih lagi. " Menepuk-nepuk bahu Hari.
Sampai di Jakarta, mereka segera menuju tempat berkumpul. Setelah mendapatkan arahan dan di data, mereka langsung menuju bandara internasional Soekarno-Hatta.
Hari merasa gugup, ini pertama kalinya dia pergi ke luar negeri, tujuan bukan hanya untuk belajar tapi untuk bertemu sang pengisi hatinya.
" Hari kita satu asrama dan satu kamar. " Ucap Arya
"Ri! "
Hari yang sedang melamun sedikit kaget " Iya ada apa? "
" Apa yang sedang kau lamunkan? "
" Ah tidak aku hanya mengantuk. Kau tadi bilang apa? "
" Aku tadi bilang kalau kita satu asrama dan satu kamar, keren kan. Kita emang ga terpisah kan. Hehehe. "
" Yang satu jurusan dan satu universitas kan emang disamain Ar, kita dari kampus dan jurusan yang sama ya wajar lah kalau kita bareng. " ujar Hari.
" Oh benarkah? " Sahut Arya pura-pura bodoh
" Sudah kau jangan berisik aku mau tidur. "
" Eh jangan! Apa kau tidak mau menikmati perjalanan kita? Ini momen yang langka loh. "
" Menikmati perjalanan bagaimana, kita itu sedang naik pesawat, apa yang dinikmati kecuali awan. Kau saja yang menikmati aku mau tidur jangan ganggu!"
" Hei ayolah kau tidak asik. "
" Kita masih punya banyak waktu untuk menikmati perjalanan tapi bukan sekarang, tidur saja. Perjalanan masih lama. " Dan akhirnya Hari mencoba tidur setelah berbicara pada Arya.
" Wah benar-benar aku ditinggal tidur, dasar Hari kampret. " Tapi sedetik kemudian Arya juga ikut tertidur dan lucunya ia malah bersandar pada Hari tanpa di sadari oleh Hari.
Jika Hari tahu kelakuan Arya dia pasti akan merasa jijik dan menampol kepalanya.