
Setelah menumpahkan minuman itu dibaju L, Siska dan Elsa pergi dari kantin dengan wajah yang kesal. L masih terdiam, hingga suara Bora menyadarkan.
" L ada apa, kenapa tadi aku mendengar ada yang berteriak. " Bora tampak cemas
" Tidak apa apa, aku tadi hanya tak sengaja menumpahkan air ke seseorang, dia marah padaku. "
" Apa kau baik baik saja? apa kau menangis? " Bora semakin khawatir
" Tidak kak, maaf aku tutup dulu telpon ya, Mas Hari sudah mencariku. "
" Benarkah? baiklah kalo begitu. "
Begitu telpon dimatikan L mengambil topinya yang terjatuh , berjalan menuju mejanya untuk mengambil tas laptopnya lalu pergi menuju parkiran karena bajunya basah. Sampai diparkiran, L lupa kalo kunci mobil dibawa Hari, ia pun mengiringi pesan pada Hari untuk bergegas ke parkiran.
Hari yang melihat pesan dari L langsung pergi menuju parkiran, Arya yang melihat temannya berjalannya dengan buru-buru langsung saja mengikuti dadi belakang.
Siska dan Elsa sedang berjalan ke parkiran, Siska memutuskan untuk pulang saja karena pakaian dan sepatu nya kotor.
" Siska bukankah dia gadis yang menumpahkan minuman di pakaianmu? " kata Elsa sambil menunjuk ke arah L yang sedang duduk bersandar di mobilnya.
Wajah Siska yang semula sudah tampak tenang kembali memerah, Siska mengenal mobil yang ada dibelakang gadis itu adalah mobil Hari, ia pun bergegas menghampiri L lagi.
" Apa yang sedang kau lakukan gadis bodoh? "
Melihat dua wanita yang memarahinya dikantin tadi , L kembali menunduk tidak berani menatap nya.
" Aku tanya sedang apa kau disini? "
" Aku se-dang. " Berbicara dengan gugup
Siska segera menarik tangan L agar menjauh dari mobil Hari " Tubuhmu itu kotor, siapa yang menyuruh mu bersandar dimobil orang hah, itu mobil kekasih ku, jangan membuat nya jadi kotor. " kata Siska dengan nada tinggi
" Dasar bodoh, apa kau tidak lihat itu mobil mewah harganya sangat mahal, bahkan jika kau menjual dirimu kau tidak akan mampu membeli nya, dan sekarang kau malah membuat nya kotor." imbuh Elsa
Mendengar perkataan kasar dua wanita itu L sangat marah, ia tidak terima dihina seperti itu. L langsung membuat topi dan menatap keduanya dengannya dengan tajam.
" Wah sudah berani kau menatap kami ya, dari jurusan mana kau hah? kenapa? apa kau marah? mau membalas kami, ayo sini. " kata Siska menantang sambil mendorong tubuh L dengan jarinya
" Dasar nenek sihir, namaku Elycia dan aku memang tidak berniat kembali lagi kemari. " jawab L lantang dan meninggal kan keduanya. Ia membuang maskernya dan terlihat bahwa air matanya sudah menetes.
Dari arah berlawanan Hari sedang berjalan dengan cepat menuju parkiran, Siska senang melihat Hari, ia hendak berakting dengan berpura-pura sedih karena ada orang yang sengaja membuat pakaiannya kotor. Siska menunggu Hari dengan tersenyum, tapi belum sampai ke parkiran L yang melihat Hari langsung berlari dan memeluk nya.
Baik Arya, Siska, dan Elsa sangat kaget melihat pemandangan itu, begitu pun dengan Hari. Tapi sedetik kemudian ia jadi khawatir karena melihat pakaian L yang kotor sambil menangis memeluk nya.
Hari melepas pelukan L, wajah L masih sangat cantik meskipun sedang menangis, Arya melotot dan menutup mulutnya karena terpesona dengan kecantikan L.
Siska dan Elsa segera menghampiri Hari, Siska tidak menyukai pemandangan yang ada didepannya, ia mengira kalo Hari tidak mengenal L jadi tangannya hendak menarik L dan membuat nya menjauh dari Hari, tapi belum sempat ia meraih tangan L, tangannya sudah dicegat oleh Hari.
" Hari kau tidak apa-apa?" tanya Siska dengan lembut
Hari tidak menggubris Siska, ia melepas pelukan L dengan lembut, belum sempat ia berbicara Siska sudah ada disamping Hari, dan kembali merendahkan L " Hei gadis bodoh, kau sengaja kan memeluk pacarku, apa selain bodoh kau juga suka menggoda lelaki? " sejenak ia kaget setelah melihat wajah L yang sangat cantik seperti idol Korea, namun ia kembali memasang wajah jutek dan berusaha merangkul lengan Hari. Elsa yang tak jauh pun juga terpesona dengan kecantikan L namun ia hanya diam.
Hari yang kaget dengan penampilan L langsung melotot pada Siska, ia menghempaskan tangan Siska. Siska pun terkejut dengan perlakuan kasar Hari.
L semakin keras menangis, Hari berjongkok dan mengelap wajah L dengan tangannya " L kau tidak apa apa? " tanya Hari dengan lembut, membuat Arya, Siska, dan Elsa terdiam, mereka tidak pernah melihat Hari berbicara selembut itu pada seorang wanita
" Hari. " kata Siska yang hendak mendekati
" Diam dan pergi kau dari hadapan ku! " kata Hari dengan tegas
Ketiganya sampai kaget mendengar Hari yang terlihat sangat marah
" Berani sekali kau menghina nya seperti itu? dan biar kujelaskan padamu bahwa aku bukan pacarmu dan tidak tertarik jadi pacarmu. " Kata Hari tampak emosi, ia kemudian menggandeng L dan berjalan meninggalkan Siska , Elsa, dan Arya
" Hari kenapa kau kasar kepadaku, selama ini aku selalu baik dan perhatian kepadamu, lihat lah aku sekali saja, apakah ada yang kurang dengan diriku? aku cantik, badanku seksi, dan aku juga kaya tapi kenapa kau malah menolong wanita itu, dia tadi bahwa berani mengotori mobil mu dengan tubuhnya. "Kata Siska yang sudah sangat marah, Arya dan Elsa hanya diam tidak berani berbicara
Hari melemparkan kunci mobilnya kepada Arya, dengan maksud agar Arya menjadi sopirnya karena dirinya sibuk menghibur L yang masih saja menangis, Arya dengan sigap membukakan pintu untuk Hari dan L. L sudah masuk kedalam, Hari berhenti sejenak dan berbalik memandang Siska
" Aku tahu kau itu cantik, badanmu bagus, dan kau kaya, tapi aku tidak tertarik dengan semua itu, apalagi dengan sikap dan kepribadian mu. Aku masih mau berteman dengan mu karena aku menghormati Arya yang merupakan sahabat baikku, namun sekarang aku berubah pikiran, kau sudah membuat orang yang kusayangi menangis, kau bahkan berani memarahi dan menghina nya yang mana orang tuaku saja tidak pernah berkata dengan keras kepadanya, kau sungguh keterlaluan Siska, dan asalkan kau tau mobil ini bukanlah mobil ku, ini adalah mobil gadis yang kau hina. " Hari akhirnya masuk kedalam mobil dan menutup pintu dengan keras. Arya pun menjalankan mobil itu dan meninggalkan area parkir
Siska tampak sangat syok dengan kejadian yang baru saja ia alami, karena kesombongan dan kebodohannya malah membuat orang yang dia sukai membenci nya. Siska hanya bisa terduduk dan menangis , ia menutupi wajahnya dan merasa sangat menyesal setelah mendengar kata kata Hari. Itu merupakan kalimat terpanjang yang pernah dikatakan Hari kepadanya, sekaligus kalimat terakhir.