
Sesuai keinginan Bora, rombongan mereka mulai meninggal hotel. Bora mencoba untuk tenang tapi raut wajahnya tak bisa menyembunyikan rasa khawatir nya. Jisoo bisa melihat bahwa istrinya sedang cemas, ia berusaha menenangkan dengan cara memeluknya
"Sayang tenanglah, semua akan baik-baik saja. "
Hari satu mobil dengan Bora, Jisoo, dan Sun-woo, sementara Arya satu mobil dengan big3.
Disini Arya sangat gugup sekaligus merasa kecil diantara pria tampan ini.
" Kenapa harus mereka yang satu mobil dengan ku, rasa rasanya aku sekarang seperti sopir pribadi mereka, pada mereka yang sedang menumpang dan ini adalah mobilku, nasib punya muka pas pasan. " Gerutu Arya didalam hati
Kerena mereka melakukan perjalanan dimalam hari jadi, laju kendaraan bisa lebih cepat dibandingkan Siang hari, karena saat malam menjelang dini hari seperti ini, ruas jalan lebih sepi, hanya beberapa kendaraan saja yang melaju. Tiap satu jam juga, mereka berganti an menyetir, karena sudah malam, perlahan tapi pasti baik Arya maupun Hari pasti akan mulai mengantuk, dan jika berkendara sambil mengantuk itu sangat berbahaya.
" Sayang ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu? " kata Jisoo yang memecah keheningan
" Ada apa? " tanya Bora yang masih dalam pelukan suaminya
" Beberapa waktu lalu ayah meminta untuk bertemu dengan Elis, ia ingin sekali menemuinya, dan ingin mengucapkan terimakasih kasih telah menyelamatkan mu. "
" Bukankah ayah memang sering bicara seperti itu. "
" Masalahnya ia benar-benar ingin bertemu dengan L, beberapa waktu lalu ayah bahkan secara khusus memerintah kan ku untuk membawa L ke Korea, kalau aku tidak bisa membawanya, ayah sendiri yang akan mengutus seseorang untuk menjemput L. "
" Kenapa ayah tidak pernah bilang itu padaku? "
" Mengucapkan terimakasih kasih kepada seorang yang telah menolong putri nya tentu saja tidak perlu bilang padamu sayang. "
" Kau benar. "
" Dan hal yang ingin kusampaikan adalah, aku ingin membawa Elis ke Korea bersama kita, aku merasa dia telah menjadi bagian dari keluarga kita, ayah juga sangat menyukai rencana ku saat aku memberitahu nya. "
Bora tiba-tiba melotot dan melepaskan dirinya dari pelukan sang suami " sayang. "
Jisoo bingung dengan sikap istrinya itu, " Ada apa sayang? apa rencana ku terlihat gila? Aku kira kau akan senang. "
Tanpa mengatakan apapun, Bora menangis dan memeluk suaminya dengan erat, Sun-woo tersenyum, sementara Hari bingung dengan tingkah pasangan suami istri tersenyum, sedari tadi mereka berbicara memakai bahasa Korea jadi Hari tidak mengerti.
Sama seperti Hari, Arya pun sama. Sepanjang jalan ia hanya fokus menyetir, sedari tadi big3 tampak asik berbincang menggunakan Bahasa Korea yang tidak dimengerti olehnya, alhasil Arya hanya bisa menghela nafas sepanjang jalan.
Mobil mereka tengah berhenti disalah satu POM bensin guna mengisi bahan bakar, Sudah 6 jam mereka berkendara, hari telah berganti, dan waktu menunjukkan pukul 03.30, kurang 2 jam lagi sebelum mereka sampai di rumah L.
Hari dan Arya kembali mengambil alih kemudi, mereka sudah tertidur saat tadi bergantian menyetir, dan tubuh mereka sudah kembali fit.
" Hari, apa masih lama perjalanannya? " tanya Jisoo
" Ah baguslah. " kata D.O
Bora kembali ingat tentang L, ia belum juga memberi kabar, pesan pesannya juga belum dibalas, namun Bora berusaha berfikir positif lagipula sebentar lagi dia juga akan bertemu jadi, Bora tak lagi menatap ponselnya dengan cemas.
" Hari sudah belum? cepatlah kita lanjutkan perjalanan ini aku sudah tidak sabar ingin berjumpa dengan L. " Kata Bora
Setelah mengisi bensin mereka pun melanjutkan perjalanannya.
Sebuah gapura dengan bertuliskan selamat datang menyambut mereka ketika melewati gerbang desa, saat itu masih gelap, ditambah gerimis dan kabut, jadi mereka tidak bisa melihat ke sekeliling.
Big3 mencoba melihat ke kanan dan ke kiri , tidak ada apapun yang bisa mereka lihat, hanya gerimis dan kabut memenuhi jalanan dan area sekitarnya.
" Arya. " panggil Shin tiba-tiba
" I-iya, ada apa? " jawab Arya yang kaget dirinya dipanggil
" Apa kita tidak salah jalan, kita mau ke rumah Elis atau mau ke tengah hutan,tidak ada apapun di sekeliling kita, hanya jalanan yang tak berujung dan kabut yang menghalangi pandangan mata. "
Arya tersenyum " Maaf Kak Shin, kita tidak salah jalan kok, mobil didepan adalah mobil yang ditumpangi Hari dan lainnya, dan aku melajukan mobil dengan mengikuti mobil Hari dengan jarak tidak kurang dari 10 meter dari mobil tersebut." ucap Arya
" Kukira kita akan berlibur ke negara tropis yang hangat dan meninggalkan negara kita yang dingin, tapi kenapa sama saja? hujan disini membuat udara menjadi dingin, walaupun tak sedingin di Korea sih. " imbuh Jaehyun
" Didesa tempat tinggal Hari dan L itu ,masuk daerah pegunungan dan perbukitan, disini curah hujan sangat tinggi, tindak mengenal musim, jadi mempengaruhi suhu udaranya juga. Kata Hari, hujan memang selalu turun sepanjang waktu, begitu pun dengan kabut. Namun, terkadang saat pagi cuaca bisa saja cerah, walaupun tidak menentukan, disaat itu pemandangan alam disini sangat lah bagus. " kata Arya menjelaskan pada ketiganya dengan bahasa Inggris
" Benarkah? tapi ini hampir pagi masih saja hujan dan kabut masih begitu pekat. Apa yang bisa kulihat dari ini? Hanya lampu jalanan saja. " kaya D.O yang mulai bosan dengan perjalanan yang panjang ini
"Aku setuju, biarpun pemandangannya sangat bagus tapi jika ada kabut yang turun seperti ini bagaimana bisa aku melihat pemandangan itu Arya? " tanya Jaehyun
Arya mulai bocan dengan keluh kesah 3 orang lelaki ini " Bersabarlah, lagi pula ini masih begitu pagi. "
" Aku ingin melihat sesuatu yang bagus, badanku sudah sangat kaku karena dari kemarin teruss saja duduk, tidak di pesawat, tidak di mobil, ingin rasanya aku melompat ke kasurku yang empuk. " Gerutu D.O
" Kalau begitu apa kalian mau mendengarkan lagu-lagu populer dari Indonesia? tidurlah kembali, nanti jika sudah sampai aku akan membangun kan kalian. " bujuk Arya agar ketiga nya diam, kuping nya sudah mulai panas, lebih baik seperti diawal, fokus mengemudi daripada mendengar keluh kesah mereka bertiga.
Ketiga saling pandang, dari tadi memang lagu yang diputar lagu-lagu dari Korea, mereka tampak tertarik.
" Baiklah, coba kau putar, siapa tau bisa membuat kami tidur sejenak, aku sungguh tidak sabar ingin segera sampai dan tidur disebuah kasur yang nyaman. " kata D.O pada Arya untuk menyetel musik dimobil nya
Beberapa lagu dari Indonesia yang tengah populer diputar, mereka tampak menikmati, dan perlahan mereka bertiga duduk bersandar di kursi masing-masing dan terlelap. Arya sengaja menyetel lagu yang easy listening agar membuat mereka rileks dan akhirnya tertidur.