
Menatap semua makanan yang dibawa L, Daniel mengira kalau belanja yang dimaksud L itu adalah membeli semua cemilan.
L melihat tatapan Daniel ke arah semua cemilan yang ia bawa " Hahaha Kak Daniel jangan berfikir kalau berbelanja semua ini, tadinya aku hendak ke pusat perbelanjaan namun karena terlalu asik menikmati perjalanan , tanpa sadar aku turun mengikuti anak anak sekolah itu dan menemukan deretan kios yang menjual semua cemilan ini. " Mengarahkan tangannya ke arah dia datang.
Daniel mengangguk mengerti.
" Badanmu begitu kurus tapi makanmu banyak juga. " kata Daniel
L tersenyum malu, dirinya memang tidak pernah membatasi porsi makannya.
" Dan yang membuatku penasaran kenapa kau bicara banmal ( non-formal) kepadaku? " Tanya Daniel
L menatap Daniel sejenak seakan sedang berfikir.
" Memangnya tidak boleh?" Jawab L polos tanpa berhenti mengunyah
" Tidak masalah untukku tapi lain kali jika baru bertemu orang asing jangan terlalu dekat dan bicara banmal seperti itu, apa kau tidak takut kalau aku ini orang jahat dan melakukan sesuatu padamu? " Ucap Daniel kembali
" Emmm tapi kan Kak Daniel orang baik, kalau pun Kak Daniel orang jahat memang nya Kak Daniel mau apa di tengah Taman yang banyak orang seperti ini? " Kata kata L membuat Daniel terdiam.
Daniel hanya menghela nafas dengan kasar " Kau ini. Bukan maksud ku seperti itu, hanya saja dunia tak sebaik yang kau kira jangan terlalu polos nanti kau yang rugi sendiri. Jujurlah padaku, kau pasti sedang bolos kan? Anak sekolah seperti mu di jam sekarang harusnya masih ada disekolah. "
Giliran L yang menghela nafas "Kan aku sudah bilang kalau aku sedang libur, dan aku itu se.... " Belum sempat L menyelesaikan kalimat nya Daniel memotongnya.
" Sudahlah tidak apa-apa lagipula dulu saat aku masih sekolah terkadang juga bolos seperti mu. " Daniel tertawa cekikikan sendiri
" Lalu setelah ini kau mau kemana? Bagaimana kalau ku temani anggap saja sebagai ucapan terimakasih karena telah memberi ku sebagian makanan mu." Ucap Daniel
" Kak Daniel tidak membawaku ke tempat aneh dan menculik ku kan? "
Cetak
Suara sentilan di kening L
" Auuuu sakit Kak. " L mengusap usap kening nya.
" Kau baru bicara seperti itu setelah aku nasehat mu dasar gadis bodoh. " L malah tertawa terbahak bahak
" Kenapa kau malah tertawa?" Daniel sampai mengkerut alisnya karena heran dengan tingkah L
" Karena Kak Daniel orang pertama yang mengatai ku bodoh. " Jawab L
" Kau tahu kak aku ini sebenarnya gadis yang sangat pintar. " Jawab L penuh percaya diri
" Iya aku percaya, jadi bagaimana? Apa kau mau ku temani? " Daniel mengulang pertanyaan nya.
" Aku sebenarnya mencari toko tempat menjual peralatan melukis, kalau tidak temani aku ke pusat perbelanjaan saja disana pasti ada. " ujar L
Daniel memijat keningnya " Kenapa baru bilang sekarang? Ayo kita pergi sekarang aku akan mengantar sekaligus menemani mu. " Menarik tangan L dan berjalan ke arah jalanan mencari taxi
Sebuah taxi berhenti setelah Daniel melambaikan tangannya. Keduanya masuk dan taxi pun mulai melaju menuju pusat perbelanjaan terdekat.
" Apa yang kau butuhkan? Apa kau suka melukis? " Tanya Daniel penasaran
" Aku ingin membeli beberapa cat minyak, cat akrilik, dan kuas baru. Punya ku di rumah sudah jelek aku ingin mengganti nya dengan yang baru. Dan aku memang suka melukis, sangat sangat suka. Karena cita-citaku adalah menjadi pelukis yang terkenal. " Jawab L
Pertemuan Daniel dan L terjadi karena ketidaksengajaan, namun entah bagaimana keduanya merasa nyaman sehingga cepat akrab. Sesekali Daniel melirik L dan menatap wajahnya dari samping, ada sesuatu yang berbeda yang dirasakan oleh Daniel. Dia tidak tahu perasaan apa, hanya saja sejak berkenalan dan makan bersama dengan L, Daniel merasa sangat nyaman.
Baru kali ini juga Daniel merasa gugup berbicara dengan seorang wanita, sejak tadi ia berusaha keras menutupi rasa gugupnya.
Ya Tuhan bagaimana bisa ada wanita secantik dan semanis ini. Lalu ada apa dengan hatiku? kenapa hatiku merasa berdebar dan aku sangat gugup di dekatnya? Batin Daniel
Taxi yang mereka tumpangi berhenti di depan sebuah pusat perbelanjaan terbesar di Seoul. L turun masuk kedalam mall tersebut.
Daniel dan L berjalan beriringan terlihat seperti sedang berkencan. Sesekali para wanita yang berpapasan dengan mereka terkagum-kagum dengan ketampanan Daniel. Beberapa bahkan
memotret nya.
Wajah tampan Daniel menarik perhatian para wanita yang berada di mall tersebut. Tapi Daniel tidak menghiraukan mereka semua, ia sendiri sedari tadi selalu mencuri pandang pada L. Tatapan nya tidak bisa lepas dari L jika berjalan mendahului nya. Sedangkan L sendiri tampak tenang, dirinya seperti biasa memakai masker jadi orang-orang tidak memperhatikan nya.
Mereka berkeliling dahulu mencari toko yang menjual peralatan melukis, setelah menemukan nya L masuk dan segera mengambil segala sesuatu yang dibutuhkan nya. Keranjang yang di tangan nya sudah penuh, Daniel membantu membawanya ke meja kasir.
" Kak Daniel aku sudah selesai, kemana kita akan pergi? Apa Kak Daniel tidak membeli sesuatu?" Tanya L
" Aku lapar, bagaimana kalau kita ke restoran untuk makan malam. Kita sudah berkeliling mall dan Kau sibuk memilih barang yang hendak kau beli tanpa terasa waktu sudah berjalan cukup lama. " Melihat jam ditangan nya sudah masuk waktu nya makan malam.
Keduanya masuk kedalam sebuah restoran dan memesan makanan.
L makan dengan lahap , Daniel yang melihat sampai tersenyum.
" Apa kau sangat lapar? " Tanya nya
" Hehehe iya Kak, saat aku ditoko tidak merasa lapar, tapi begitu sampai disini entah kenapa cacing diperut ku langsung berdemo. " Tersenyum kecil.
Selesai makan malam, Daniel memesankan dessert untuk L. Senyum di wajah L langsung mengembang saat pelayan meletakkan dessert manis yang menyegarkan di hadapan nya.
" Kak Daniel kau memang terbaik, terimakasih telah mentraktir ku makan. Padahal tadi siang aku hanya memberimu satu corn dog dan beberapa eomuk. " Ucap L
" Tidak apa apa, makanan yang kau berikan juga enak aku menyukai nya. " Jawab Daniel sambil tersenyum.
Hari sudah malam waktunya untuk pulang, Ponsel L juga sudah beberapa kali berbunyi tanda pesan masuk dari Bora dan Jisoo. Mereka menanyakan keberadaan L.
L menjawab dirinya masih ada di mall, ia tidak mengatakan kalau sedang bersama Daniel takut mereka khawatir mendengar adik kesayangannya pergi bersama orang asing yang baru dikenalnya.
" Apa kau yakin tidak ingin Ku antar? Ini sudah malam. " Kata Daniel
" Tidak usah Kak, Kakak ku sedang dalam perjalanan menuju kemari untuk menjemput ku, Kak Daniel pulang saja dulu. Terimakasih untuk hari telah menemani berkeliling dan mentraktir ku makan malam, lain kali gantian aku yang mentraktir Kak Daniel ya. "
Mereka berdua berjalan menuju jalanan, Daniel menyetop sebuah taxi dan segera masuk. Sebelumnya ia sudah meminta nomer L terlebih dahulu.
" Sama sama, kau harus janji lain kali kau yang traktir ya, kalau begitu aku pulang dulu. Benarkah tidak apa-apa? " Tanya Daniel kembali
" Iya Kak, lima menit lagi kakak ku sampai. " L melambaikan tangannya.
Daniel menurunkan kaca mobil dan membalas lambaian tangan L.
Ia terus memperhatikan L yang masih berdiri di tepi jalan. Daniel meminta sopir untuk memajukan kendaraan dengan pelan.
Daniel masih khawatir karena meninggal kan L sendirian, tapi belum lama taxi yang dikendarai Daniel berjalan, sebuah mobil mewah berhenti di depan L dan ia pun masuk kedalam mobil tersebut.
Barulah Daniel merasa lega dan meminta supir taxi nya berjalan dengan normal. Ia menyandarkan tubuhnya di kursi sambil menutup keduanya matanya dengan tangan kanannya. Daniel tersenyum menatap ponsel yang kini telah terisi nomer L.