
Hari hanya bisa menghela nafas karena terus terusan diledek L, lama lama ia pun kesal, sudah dari kecil ia kenal dengan L tapi selalu saja kalah dengan nya, Hari berusaha keras mengingat sesuatu untuk mengerjai L.
Melihat Hari melamun , L kembali memikirkan sesuatu, matanya melihat ke sekeliling dan menemukan benda yang sangat menarik, ia bergegas mengambil nya dan dengan cepat melemparkan benda itu ke Hari. Hari yang melamun kaget dengan sesuatu yang jatuh diatas kepalanya, ia mengusap kepalanya dan seekor kecoa pun jatuh tepat dicangkir yang berisi teh rosella.
"Aaaaaaaahhhh..... " dan Brukkkkk , Hari pun terjatuh dari kursinya
Bukannya kesakitan, Hari malah bersembunyi dibalik kursinya, sambil meminta tolong pada L
"L apa itu, kenapa bisa serangga itu jatuh diatas kepalaku? Cepat singkirkan dia. " Teriak Hari yang masih bersembunyi dibalik kursinya
"Hahahahhaahhh." L tertawa terpingkal pingkal, ia bahkan sampai memegangi perutnya, L tahu saat kecil Hari itu takut serangga, tak disangka setelah dewasa ia masih saja takut.
"L." Teriak Hari yang memberikan tatapan tajam dengan maksud untuk menyingkirkan cangkir itu
Karena sudah puas tertawa, L akhirnya menyingkirkan cangkir itu, dan kembali duduk
"Aku sudah membuangnya jadi duduklah kembali dengan benar, jangan bersembunyi lagi dibalik kursimu." Kata L yang masih tersenyum
Hari tersadar dengan tingkah konyol nya, ia langsung berdiri dan merapikan bajunya, berpura-pura seakan tidak terjadi apapun dan duduk dengan gaya yang cool.
Melihat hal itu, L hanya bisa geleng-geleng kepala " Apa fans mu juga tahu kalo kau juga takut serangga? "
"Tentu saja tidak. " Jawab Hari yang bersikap seolah tak memperdulikan L dan fokus pada laptopnya
L tahu kalo Hari sedang berusaha bersikap Cool
" Mas boleh aku minta nomer manager mu? "
" Untuk apa kau meminta nya. " ucap Hari yang masih fokus pada laptopnya
" Untuk memberikan info terbaru tentang mu lah, ini informasi yang sangat berharga, kalo dijual pasti aku dapat untung lumayan. "
"Hahh." Hari menatap L dengan sorot mata yang tajam "Dasar toge. " Hari kembali menghiraukan L
Hari yang sedang mengetik terdiam dan buru-buru mengecek sekitarnya, melihat apakah ada benda atau sesuatu yang bisa terbang dan mencurigakan, tapi begitu melirik L yang tengah tersenyum, akhirnya ia tersadar semua ini ada ulah L. Hari pun langsung berdiri dan meneriaki L dengan suara kesalnya
" Kau cepat kemari, aku tidak peduli kau lebih pintar atau jenius, pokoknya hari ini aku akan membalas dendam padamu. " Berjalan kearah L
L dengan sigap pun kabur, dan sore itu keduanya akhirnya bermain kejar kejaran hingga kelelahan karena Hari tidak menyerah mengejar L, dan L yang cerdik pun selalu bisa lolos dari Hari.
"Hah sudahlah aku capek. " kata Hari yang terduduk sambil meminum tehnya yang telah dingin.
"Aku pun sama. "
Belum sempat mereka menghilangkan rasa lelah, tiba-tiba hujan turun membuat mereka terburu-buru menyelamatkan laptop dan berlari kedalam rumah.
Baru saja mereka menikmati sore yang cerah, tiba-tiba hujan kembali datang, tapi itu bukanlah hal yang mengejutkan.
Hari dan L sudah masuk kedalam rumah, mereka segera mandi dan berganti pakaian, hujan tiba-tiba datang dengan sangat derasnya, membuat pakaian mereka basah.
L masih ada dikamarnya, sementara Hari sudah selesai dan kini berada di dapur .
Kringggg kringggg kringgg
Ponsel L sedang berbunyi, Hari melihat dan ternyata panggilan dari Bora, kebetulan hari ini adalah weekend jadi Bora menelpon L lebih awal. Sudah lama Hari selalu ada dirumah L, ia pun mulai hapal dengan kegiatan yang dilakukan L termasuk telpon rutin dari Bora, sesekali ia juga bertelpon dengan Bora walaupun memakai bahasa Inggris dan berbicara sebentar.
Ia melihat Bora seakan-akan seperti kakak perempuan L, ia merasa bahwa wanita bermata sipit itu benar-benar menyayangi L, Hari senang akan hal itu, walaupun L tinggal sendiri dan hidup sendiri dirumah ini, tapi masih ada orang yang memperhatikan selain dirinya dan juga ayah ibunya.
Sempat ragu hendak mengangkat telpon itu, namun L masih ada dikamar mandi dan belum juga keluar
" L ada telpon dari Bora. " Kata Hari dengan setengah berteriak agar L mendengar nya
"Angkatlah dulu, bilang padanya aku sedang mandi, jika tak diangkat aku bisa mati nanti. " Jawab L