
Hari telah berganti, pagi-pagi sekali Jukyung telah berada dikamar L, ia mulai tugasnya dengan cekatan. Membuka tirai, mengambil pakaian, menyiapkan air mandi, dan menyeduh kan teh disertai cemilan pagi untuk L.
L masih tertidur dengan pulas dibalik selimut nya yang hangat, padahal diluar suhu udara mencapai minus 7 derajat celcius, karena dari semalam salju terus turun.
Bora masuk dan melihat adiknya masih tertidur dengan pulas.
" Kembalilah satu jam lagi, ini masih terlalu pagi. " suruh Bora pada Jukyung
" Baik nona. " Bora dan Jukyung keluar dari kamar L
Bora kembali ke kamarnya untuk menyiapkan keperluan suaminya, ia juga sempat mengecek kamar Ayah-nya. Pagi-pagi Bora sudah sibuk mengurus semua anggota keluarga nya ditambah L. Namun wajah Bora malah terlihat begitu senang dan selalu menyunggingkan senyum cerianya.
" Apa ada yang membuat mu bahagia? " tanya Jisoo
" Tentu saja ada. "
" Biar Ku tebak, itu pasti karena Elis? "
" Kau benar sayang, aku sangat bahagia dia sudah ada disini bersama kita. Semua terasa mimpi bagiku. Biasanya aku menunggu telpon darinya, selalu penasaran dengan apa yang di kerjakan, dan tak pernah bosan jika berbicara dengan nya. "
" Kita harus menjaga nya dengan baik, anggap saja latihan sebelum kita punya anak nanti. " Memeluk Bora dan memandang wajahnya dengan tatapan nakal
" Oh iya, bagaimana dengan Hari? apa dia sudah memberikan laporan baru padamu? "
"Iya tadi malam dia sudah mengirim sesuatu padaku. "
Jisoo penasaran, meskipun mereka sepakat untuk tidak menceritakan tragedi yang menimpa L, tapi mereka ingin tahu kebenarannya.
" Masih nihil, mereka masih belum menemukan siapa pelakunya, namun ada sebuah petunjuk baru. Saldo di ATM milik L telah habis. " jawab Bora yang seperti nya mencurigai seseorang yang ia kenal
" ATM? apa maksudmu sayang? "
" Kau kan tahu kalau tiap bulan aku selalu mengirimkan nya uang, dan selama ini L tidak pernah menggunakan nya. Hari dimana kita tiba di jakarta, dilaporkan ada nya transaksi dari ATM tersebut kesebuah rumah sakit, dan aku yakin L pasti memakai uang itu untuk membantu membayar biaya rumah sakit sepupunya itu." Bora diam sejenak
" Jadi apa yang melakukan nya adalah pamannya? "
" Masih belum yakin, karena kata Hari, bu Lilis mendapat telpon dari Elis kalau ia sudah selesai menjenguk Paman nya dan tengah berada di perjalanan menuju rumah, suaranya terlihat masih baik baik saja. "
" Kalau begitu siapa yang melakukan hal itu?"
" Aku tidak tahu sayang, sebenarnya aku juga curiga kalau paman nya yang melakukan itu, namun aku juga curiga terhadap bibinya. Semua hanya praduga tidak ada bukti sama sekali, aku sangat marah dan ingin membalas orang yang tega membuat adikku menjadi seperti ini. " mengepalkan tangannya.
" Kalau saja hari itu dia tidak berbohong padaku, mungkin kita bisa mencari tahu apa saja yang ia lakukan dan apakah ia hanya bertemu pamannya atau juga bertemu dengan bibinya juga, tapi tidak yakin kalau L bertemu dengan bibinya." Kedua hanya menghela nafas
15 menit kemudian hujan salju telah berhenti dan udara masih sangat dingin. L mulai terbangun karena menciun wangi teh Chamomile yang berada di meja dekat tempat tidurnya.
Ia turun dan duduk di kursi sambil memandang kearah luar jendela, semua tampak putih, seakan-akan pohon-pohon dan seluruh area diselimuti kain berwarna putih.
Indah sekali apa ini yang dinamakan salju? selama ini aku hanya melihat nya di drama drama yang aku tonton, sungguh sangat indah. Apa rasanya juga dingin?
Apa boleh aku tiduran diatasnya?
Apa aku boleh memakannya?
Tiba-tiba aku ingin membuat Es Gosrok ( jajanan yang terbuat dari serutan es batu yang diberi toping sirup berwarna-warni ). Kata L yang begitu menikmati pemandangan indah dari jendela kamar nya
Tak lama Jukyung masuk dan membuat L dan dirinya kaget, Jukyung kembali masuk karena tadi lupa belum menutup cangkir milik L.
" Nona kenapa anda minum teh itu, saya menuang kan teh tersebut 15 menit yang lalu, pasti tehnya sudah dingin dan rasanya sudah tidak enak. Biarkan saya menuang kan yang baru. " hendak mengambil cangkir itu namun ditahan oleh L
" Kak tidak apa-apa, teh nya masih terasa nikmat kok, dan aku sebenarnya suka teh yang seperti ini. Lidahku sangat sensitif aku tidak bisa minum minuman yang terlalu panas. " Ucap L sambil memberi senyum termanis nya, disaat yang sama sinar mentari menerobos masuk dan mengenai wajah L, membuat wajahnya seakan berkilau walaupun baru bangun tidur, wajahnya terlihat sangat cantik dan begitu natural.
" Ba-baik Nona, akan saya ingat. Setelah Nona minum teh, Nona bisa mandi saya telah menyiapkan air untuk anda. "
L sebenarnya merasa canggung dilayani seperti itu, ia yang terbiasa melakukan apapun sendiri tiba-tiba di beri pelayan dan sebentar sebentar diberi hormat merasa tidak enak hati. Ia merasa masuk ke dunia drama yang biasa ia tonton , dimana para tokoh nya yang kaya raya mempunyai rumah dan pelayan yang selalu siap melayani nya.
Karena itu ia tetap berusaha bersikap ramah dan sopan saat berbicara dengan Jukyung, sementara Jukyung sendiri malah tidak enak karena nona nya malah bicara formal padanya.
" Terimakasih kak Jukyung. "
L berendam di bath up yang berisi air hangat dan busa yang sangat wangi, tubuhnya sangat rileks dan sejenak ia bahkan memejamkan mata karena terlalu nyaman, jika saja Jukyung tidak memanggilnya, mungkin saja ia bisa ketiduran di sana.
Selesai mandi dan berpakaian, Jukyung membantu L menata rambutnya. Kini penampilan L sudah rapi dan terlihat semakin cantik.
" Nona sangat cantik. " puji Jukyung , L hanya tersenyum
" Nona tunggu lah sebentar, saya akan segera membawakan sarapan untuk anda, apa ada permintaan untuk menu sarapan anda? "
L berfikir sejenak " Aku ingin roti Perancis yang diberi madu, dan susu tawar saja. " jawab L malu malu
" Baik akan saya siapkan, nona tidak perlu sungkan. "
Belum lama Jukyung pergi, kegaduhan diluar pintu kamarnya membuat L kaget.
tok tok tok tok tok tok tok tok
Ketukan pintu yang banyak serta suara yang tidak asing terdengar jelas ditelinga L
" Yuna, kau sudah bangun? ayo sarapan bersama kami. " kata seseorang yang suaranya mirip D.O dan memang itu adalah D.O
" Iya ayo turun, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu. " ucap Jaehyun
" Ada sup hanya yang cocok untuk cuaca yang dingin di pagi hari. " imbuh Shin
Belum ada jawaban dari L, karena penasaran D.O mencoba meraih gagang pintu dan hendak membukanya, namun belum saja sampai ia malah bertiak keras
" Auuuuuuu, sakit kak. " D.O memegang kuping nya yang ditarik oleh Bora
" Kenapa kalian pagi pagi sudah ada disini? bahkan waktu belum menunjukkan pukul 8 , tidak mungkin kalian bangun sangat pagi dan berjalan kerumah ku hanya untuk mengajak L sarapan. "
" Kami tidak dari mana-mana kakak sayang, karena kami memang tidak pulang. Kami menginap disini semalam. " jawab Jaehyun santai
Bora yang sibuk mengurus L sampai tidak menyadari kali 3 lelaki itu menginap dirumah nya. Ia hanya menghela nafas sebal
" Sudah jangan ganggu adikku, pulang sana bikin mataku sakit saja. Lagipula L tidak akan turun, ia akan sarapan di kamar nya, ia belum terbiasa bertemu dengan pelayan dirumah ini. "
" Kalau begitu biar kami masuk dan menemani nya sarapan. "
Bora langsung mengangkat tangannya hendak memukul mereka bertiga. Sebelum tangan itu mencapai 3 lelaki itu, Jisoo datang.
" Kalian mau sampai kapan disini, kudengar kalian ada jadwal kuliah pagi, dan bukanlah hari ini ada kelas dari dosen Cha. "
Big3 langsung tersadar, mereka segera pergi meninggalkan Bora dan Jisoo.