All About You "L"

All About You "L"
Janji Bertemu Dengan Jisoo



Jisoo akhirnya pulang juga setelah mengisi seminar didalam maupun di luar negeri. Sampai di bandara tempat pertama yang ia tuju adalah perusahaan tempat istri nya berada.


Dengan membawakan makan siang kesukaan istrinya, Jisoo melangkah masuk kedalam kantor. Resepsionis menyapa Jisoo dengan ramah, mereka selalu antusias jika suami Bos mereka datang, walaupun sudah menikah setidaknya mereka bisa cuci mata melihat ketampanan nya.


" Selamat siang Tuan Jisoo. " Sapa dua resepsionis pada Jisoo dengan ramah.


" Selamat siang. " Jawab Jisoo dengan senyum hangat nya lalu berlalu pergi masuk ke dalam lift khusus menuju ruangan istrinya.


" Oh ya ampun Tuan Jisoo kenapa bisa sangat tampan, begitu beruntung nya Bu Direktur bisa mendapatkan nya. Aku sangat iri."


" Tampan, ramah, kaya, dan berwawasan luar, begitu sayang dengan istri. Oh Tuhan semoga jodohku bisa seprti Tuan Jisoo. "


" Harapan mu terlalu tinggi. "


" Biarkan saja, namanya juga berdoa tentu harus minta yang terbaik bukan. Jangan iri kalau nanti suamiku juga tampan seperti Tuan Jisoo. "


" Iya iya, terserah kau saja."


Begitu lah perbincangan dia resepsionis setiap Jisoo datang ke perusahaan untuk menemui Bora.


Ting


Pintu lift terbuka


Jisoo melangkah kan kakinya sampai di meja sekretaris Bora.


" Apa istri ku ada didalam? "


" Direktur sedang rapat Tuan, 15 menit lagi selesai. "


" Baiklah kalau begitu aku akan menunggu didalam."


" Apa anda butuh sesuatu? "


" Bawakan aku teh hijau! "


" Baik. "


Di dalam ruangan Bora, Jisoo menyandarkan tubuhnya di sofa sambil menunggu Bora. Ia mengingat sesuatu lalu mengambil ponselnya.


Sekretaris tadi sudah masuk dan membawakan teh hijau yang diminta Jisoo.


" Silahkan Tuan, jika ada yang Tuan Jisoo perlukan tinggal panggil saja saya. "


" Iya terimakasih. "


Tak lama setelah sekretaris Bora keluar, Bora masuk dan segera menghampiri suaminya. Jisoo merentangkan tangan dan menerima pelukan Bora.


" Sayang aku sangat merindukan mu. " Ujar Bora sambil memeluk Jisoo dengan erat.


" Aku juga sayang, tidur ku jadi tidak nyenyak karena tidak ada dirimu. " Balas Jisoo sambil mencubit pipi Bora.


" Benarkah? Kau selalu pandai menggombal. "


" Hei aku jujur. "


" Iya aku percaya, aku juga tidak bisa tidur nyenyak jika tidak bersama mu. "


Keduanya merenggangkan pelukan tapi tidak sampai lepas. Tangan Bora masih merangkul leher Jisoo sedangkan tangan Jisoo memegang pinggang Bora. Wajah mereka saling berhadapan, saling memandangi satu sama lain.


" I love you. " Ucap Jisoo tiba-tiba.


Wajah Bora bersemu merah.


" Wajah mu selalu saja memerah jika aku menyatakan cinta padamu, padahal kita sudah lama menikah. "


" Memangnya tidak boleh? "


" Tidak sayang, aku justru menyukai nya. Kau jadi semakin cantik dan mengemaskan. " Bora tersenyum lebar, tapi tiba-tiba matanya melotot karena kaget jisoo dengan cepat mencium bibirnya.


Cup


"Aku merindukan. " Ucap Jisoo lagi


Cup


" Aku sangat merindukan mu. "


Cup


" Aku jatuh cinta pada mu. "


Bora memukul dada Jisoo, ia membenamkan wajahnya di dadanya karena sangat malu.


Acara saling rindu tak berlangsung lama karena Jisoo mengajak makan siang bersama.


" Bagaimana dengan Hari? Kapan kita akan memberitahu Yuna? " Bora bertanya sambil menyiapkan makan siang yang dibawa Jisoo tadi.


" Tunggu sampai aku bertemu dengan nya lebih dahulu, karena sekarang aku sudah pulang dan lusa juga aku sudah kembali ke kampus, aku minta dia menemui ku di kampus saja."


" Baiklah. "


" Bagaimana dengan pekerjaan mu? Persiapan untuk peluncuran pakaian edisi musim panas dan acara fashion show mu sayang? "


" Semua berjalan lancar, ini semua berkat Yuna yang membantu ku. Dalam edisi musim panas ini aku menambah karya milik Yuna sebagai produk spesial dan limited edition. Dan rancangan gaun darinya juga akan ku gunakan dalam acara fashion nanti. "


" Jika kau memakai desain yang dibuat Yuna apakah berarti Yuna berbakat dalam bidang fashion? "


" Sangat sangat berbakat. Aku tahu dia tidak mengerti sama sekali tentang dunia fashion , dan ia membuat gambar desain itu pun karena berimajinasi membuat pakaian yang indah saja, tidak memikirkan aturan aturan maupun dasar dasar dalam pembuatan desain pakaian. Tapi justru desain buatan nya menjadi sangat orisinil dan itu sangat bagus. Karyawan ku mengira desain itu adalah desain milik desainer baru yang ku rekrut. Apa kata mereka jika tahu kalau desain yang indah itu adalah desain hasil karya anak remaja berumur 14 tahun, mereka pasti akan syok. "


" Kau tidak menanyakan pada Yuna apakah dia tertarik menjadi seorang desainer? "


" Sejujurnya ingin sekali aku mengatakan nya, tapi sebaiknya jangan. Aku hanya ingin Yuna melakukan apapun yang dia sukai. Jika suatu saat dia bilang ingin menjadi desainer barulah aku akan turun tangan dan membantu nya langsung. "


Jisoo sudah selesai makan, tangan nya kemudian mengelus kepala Bora dan tersenyum.


" Aku sangat bahagia dan beruntung mempunyai istri yang berpikiran dewasa dan selalu mengutamakan kebahagiaan adiknya. "


" Tentu saja sayang, dia adalah adik kesayangan ku, aku sudah berjanji pada diriku bahwa aku akan selalu mendukung apapun yang diinginkan Yuna. "


Jisoo mengangguk setuju.


****


Hari dan Arya tengah menikmati makan siang mereka di kantin kampus. Wajah Hari berubah ceria setelah membaca pesan dari ponselnya. Arya melihat perubahan pada wajah sahabatnya itu.


" Ada apa Ri? Keliatan kau sedang senang. "


" Mas Jisoo baru saja memberi ku pesan bahwa dia telah kembali ke Korea, dan lusa dia minta bertemu dengan ku. "


" Aku ikut. " Hari hanya mengangguk tanda memperbolehkan.


Setelah membaca pesan tersebut begitu sampai di apartemen Hari langsung menelpon Jisoo guna memastikan waktu dan tempat mereka akan bertemu. Wajah Hari terus saja mengembangkan senyuman.


" Apa kita akan langsung dipertemukan dengan Elis?"


" Tidak."


" Hah kenapa? Kita sudah jauh jauh sampai di Korea, menunggu lama juga, lalu kenapa tidak langsung bertemu dengan L? "


" Ada sesuatu yang serius yang ingin disampaikan Mas Jisoo kepada kita. Ini berkaitan tentang kejadian saat L hampir meninggal dibelakang rumah, kurasa ada sesuatu yang tidak memungkinkan bagi kita untuk bertemu langsung dengan nya sehingga Mas Jisoo meminta bertemu dengan nya terlebih dahulu. "


" Aku jadi penasaran. "


" Begitu juga dengan ku. "


****


" Yuna aku sudah membawakan pesanan mu. " Ucap Daniel sambil menenteng beberapa paper bag di tangannya.


Wajah L langsung mengembangkan senyum, ia segera memberikan jempol pada Daniel.


Kini mereka sudah duduk ditempat biasa yaitu kursi dibawah pohon sakura terbesar di Taman. Daniel menyerah kan paper bag itu pada Yuna. Jangan tanya isinya apa, karena yang pasti tidak jauh dari makanan.


Sejak sakit setelah membeli makanan di pinggir jalan, L jadi sedikit takut untuk membeli cemilan favoritnya di pinggir jalan. Alhasil hari ini dimana Daniel meminta bertemu di taman, L meminta dibawakan cemilan dan beberapa makanan riang yang jangan dibeli di pinggir jalan.


Hal yang mudah bagi Daniel, sebelum bertemu dengan Yuna, Daniel telah menyuruh koki dirumah untuk membuat cemilan kesukaan Yuna.


" Bagaimana enak tidak?" Tanya Daniel saat Yuna mulai makan.


" Iya enak Kak, lebih enak malah. Kak Daniel beli dimana? "


" Aku tidak membelinya, aku menyuruh koki di rumah ku untuk membuat kan nya. "


" Wah ini sangat enak Kak, aku jadi ingin belajar membuat nya sendiri. "


" Kalau kau mau datang saja ke rumah ku, koki ku siap mengajari mu. "


" Benarkah, aku mau. " Sahut Yuna dengan semangat


" Ok lain kali aku akan mengajakmu ke rumah ku. "