
Pagi hari semua orang mulai bangun dan menjalani aktivitas nya, para pelayan dirumah tersebut tentu bangun lebih pagi dari Tuan nya. Mereka bersiap dan mengerjakan pekerjaan yang sesuai dengan tugas masing-masing. Mulai dari pelayan yang membersihkan rumah, tukang kebun, tim keamanan, bagian CCTV, dan yang paling ramai adalah bagian dapur. Di mansion tersebut ada 11 orang yang bekerja di dapur, dengan 1 orang sebagai kepala koki, 4 orang koki spesialis, 3 asisten koki, 2 orang yang membantu menyiapkan bahan-bahan yang digunakan di dapur, dan satu orang sebagai ahli gizi.
Mereka bekerja paling pagi karena jam 7 semua menu untuk sarapan harus selesai dibuat. Menu nya pun berbeda beda mengikuti selera dari Tuan nya.
Hari dan Arya sudah bangun, mereka mengerjapkan mata saat melihat pemandangan indah dari balik jendela. Sebuah taman terbentang luas dan indah terpampang nyata.
" Ri itu beneran halaman rumah si Elis ya? Wah gila bagus banget kaya lapangan bola. Ini mah the real Sultan. Halamannya luas banget, bisa dibangun berapa rumah kira kira ya? " Arya masih memandang takjub halaman belakang rumah L.
" Iya indah sekali. "
Ceklek
" Permisi Tuan, saya membawa kan teh untuk anda. Setelah membersihkan diri Tuan Tuan bisa langsung ke ruang makan untuk sarapan bersama. " Ucap seorang pelayan dengan formal dan sopan.
" Oh i-iya terimakasih, setelah mandi dan bersiapp kami akan turun. " Jawab Arya dengan gugup, dia sedikit salah tingkah karena pelayan yang membawakan teh untuk mereka sangat cantik.
" Waw liat ngga Ri, pelayan nya aja cantik begitu kira kira gajinya sebulan berapa ya? Aku pengen daftar juga nih jadi pelayan dirumah nya Elis, bisa kerja sambil liat cewe cewe cantik. " Hari hanya menatap datar pada Arya, menikmati teh yang di sediakan oleh sang pelayan lalu masuk ke kamar mandi untuk mandi.
Di ruang makan para pelayan mulai menata meja dengan rangkaian bunga segar yang indah lalu membawa masuk beberapa menu untuk sarapan.
Bora dan Jisoo sampai pertama kali, disusul Big3, Hari, dan Arya. Yang terakhir sampai adalah L.
" Selamat pagi semuanya! " Sapa L dengan wajah ceria. Ia berjalan dengan diikuti Jukyung dibelakang sembari membawakan tas miliknya.
" Cantik banget Bro. " Bisik Arya pada Hari. Hari sendiri hanya diam dan tersenyum saat melihat L berjalan menuju ruang makan. L duduk didekat Bora.
" Selamat pagi Yuna. " Jawab Bora dan Jisoo
" Pagi adik. " Sahut Big3
" Pagi juga Bias ku." Imbuh Arya yang mendapat senyuman dari yang lain. Sementara Hari hanya memberi senyum terhangat nya.
Mereka makan dengan tenang tanpa ada yang bersuara, disini hanya Arya yang tampak canggung karena suasana diruang makan begitu hening.
" Yuna jam berapa kau pulang? " Tanya Bora, mereka sudah selesai sarapan tinggal duduk sebentar dan minum teh hangat
" Mungkin sebelum makan siang. "
" Nanti sopir akan menjemput mu, kau datang lah ke kantor ku karena ada sesuatu yang ingin kutunjukkan. " Elis mengangguk.
" Apa kau senang sudah bertemu dengan Hari dan Arya. " Tanya Jisoo
" Iya aku sangat senang, rasanya ingin sekali menghabiskan waktu lebih lama bersama mereka. Aku masih tidak percaya jika mereka ada dihadapan ku sekarang, ini semua seperti mimpi. "
"Ini bukan mimpi L, ini benar-benar aku dan Arya. " Sahut Hari yang membuat suasana di ruang makan menjadi semakin hangat.
" Jika kau ingin menghabiskan waktu bersama mereka lakukan saja, tidak ada yang melarang mu asalkan kau tidak lupa beristirahat dan tidak lupa juga untuk makan. " Imbuh Jisoo
" Tentu saja Kak."
" Hei Hari nanti kita bersenang-senang bersama-sama, karena kau juga sudah kami anggap sebagai saudara jadi tidak perlu sungkan pada kami. " Ujar Jaehyun
" Terimakasih Jaehyun. " Jaehyun mengacungkan jempolnya.
" Kita bisa jalan jalan bersama. " Sahut L lagi
" Benar, kau pasti belum berkeliling kota bukan, nanti jika ada waktu luang kita bisa berlibur bersama. " Semua mengangguk setuju.
" Baiklah karena sudah siang aku dan istri ku berangkat duluan ya, sampai jumpa Hari, Arya. " Ujar Jisoo pada semua.
"Iya hati-hati di jalan Kak. "
Se peninggalan Bora dan Jisoo, mereka pun berangkat ke kampus bersama. L satu mobil dengan Shin, sementara Hari, Arya, Jaehyun, dan D.O satu mobil karena gedung fakultas kedokteran lumayan jauh dengan gedung fakultas sastra dan seni jadi mereka berpisah.
" Sayang sekali kita harus berpisah, apa aku bolos saja dan ikut Mas Hari ke fakultas nya. " Celetuk L yang mendapat sentilan dari Shin.
" Aduh sakit Kak. "
" Jangan seperti itu L, untuk apa kau ikut ke gedung fakultas ku, disana aku akan sibuk. Kuliah kedokteran itu jadwalnya sangat padat dan tidak sesantai jurusan mu, kalau kau ikut ke kampus ku nanti kau hanya akan merasa bosan dan lagipula tidak baik jika kau bolos. " Ujar Hari memberi nasehat.
" Iya iya aku kan hanya bercanda. "
" Iya iya kalian bawel sekali, padahal aku masih rindu dengan Mas Hari. Makan siang nanti juga aku harus ke Kantor Bora padahal aku ingin makan siang bersama. "
" Masih ada hari esok. Ayo cepat masuk kedalam mobil dan berangkat, aku tidak mau telat ke kampus. " Shin akhirnya menarik tangan L dan menyuruh nya masuk ke dalam mobil.
" Sampai nanti L. " Ujar Arya sambil melambaikan tangan.
Mereka akhirnya berpisah dan berangkat kuliah.
****
Menjelang makan Siang seperti ucapan Bora saat sarapan pagi tadi, ada sopir yang sudah terparkir dan siap menjemput L menuju ke kantor.
40 menit perjalanan L sudah sampai di kantor dan langsung menuju ke ruangan Bora.
" Hallo Kak. "
" Yuna kau sudah datang, kemari lah! Aku sudah memesan kan makan siang untuk kita berdua. " L hanya patuh dan segera makan bersama dengan Bora.
" Kakak ada apa memanggilku kemari? Tidak biasanya aku disuruh kemari? "
" Aku merindukan mu! " L menatap Bora dengan wajah tidak percaya.
Melihat L yang tengah menatap nya Bora langsung tersenyum " Aku serius. " Kini tatapan L mulai menajam.
" Hehehe , kau tidak percaya? "
" Tidak! " Jawab L singkat.
" Ya ampun kau jahat sekali padaku, aku serius merindukan mu adik ku sayang. " Bora mulai mengucapkan kata-kata manis nya.
" Katakan sejujurnya, rayuan itu biasanya aku yang menggunakan nya. "
" Baik baik aku menyerah. Kau tahu bukan kalau sebentar lagi perusahaan kita akan meluncur pakaian edisi musim panas. " L mengangguk tahu.
" Gambar desain milik mu sangat bagus jadi aku berencana mengeluarkan nya menjadi bagian peluncuran produk yang akan dipamerkan di acara fashion show. " L kembali mengangguk.
" Kau mau ikut menjadi jajaran desainer perusahaan? " Mata L langsung membulat sempurna.
" Untuk apa aku ikut, aku kan hanya disuruh menggambar saja,aku tidak mau ah. "
" Kalau begitu aku pinjam nama penamu untuk di sematkan didalam brand perusahaan dan akan diproduksi secara terbatas. "
" Itu lebih baik. Tapi kenapa tidak orang lain saja yang lebih profesional dan menguasai bidang itu, aku kan hanya seorang pelukis masa tiba-tiba jadi perancang pakaian? "
" Aku ingin menciptakan sesuatu yang baru dan desain mu sangat cocok dan sesuai apa yang kubayangkan."
" Kenapa tidak kau buat sendiri saja, kau kan kepala tim desainer. "
" Memang pekerjaan ku tanya itu saja? Disini aku kan juga sebagai seorang Direktur, jika semua kukerjakan sendiri untuk apa aku punya anak buah?"
" Nah itu, kau kan punya anak buah kenapa kau memakai gambar ku? "
Lama-lama bisa pecah Kepala Bora jika berdebat dengan adiknya itu.
" Desainer senior di perusahaan sudah banyak yang resign karena di bajak oleh perusahaan temanku, oh bukan! Bawahan ku dibajak oleh perusahaan rival ku, tidak cukup waktu untuk merekrut desainer yang berpengalaman dan sesuai dengan citra perusahaan. Perusahaan hanya mengandalkan tim desainer yang tersisa, karena itu aku meminta bantuan mu. "
" Kan sudah aku bantu? ".
" Bantulah aku sampai tuntas. "
" Bagaimana caranya? Aku hanya bisa menggambar saja Bora. "
" Tidak masalah, kau bantu aku untuk mempersiapkan pakaian yang akan dipamerkan dalam acara fashion nanti. Tim produksi sudah selesai mengerjakan beberapa desain mu, kemarin aku sudah melihat nya dan itu sangat bagus hanya saja aku ingin memperlihatkan nya padamu agar kau bisa mengecek apakah itu sudah sesuai dengan gambar mu. Bagaimana? Mudah bukan untuk membantu ku kau tinggal mengecek dan melihat apakah sesuai dengan yang kau gambar atau tidak."
L berpikir sejenak " Baiklah, jangan salahkan aku jika hasilnya jelek dan membuat malu perusahaan mu. "
" Ok. Terimakasih adik. " Bora langsung memeluk dan mengelus kepala L dengan sayang.