
Setengah jam berlalu barulah seorang dokter keluar dari ruang IGD, Hari segera berlari ke arah dokter tersebut.
" Dokter bagaimana keadaan nya? " tanya Hari
Raut wajah dokter tersebut tampak muram " Pasien mengalami hipotermia, apa bisa Anda jelaskan apa yg terjadi terhadap pasien kenapa bisa sampe bisa mengalami hal itu? "
"Maafkan saya dok, saya sendiri tidak tau apa yang terjadi, saya dan kakaknya baru saja tiba dirumah nya pagi tadi, kami menemukan nya sudah tergeletak dihalaman belakang dengan wajah yang sangat pucat dan tubuhnya sangat dingin." jelas Hari dengan murung
" Keadaan pasien saat ini sangat tidak baik, kami akan segera melakukan operasi untuknya. "
Mendengar kata operasi membuat kedua mata Hari melotot " Kenapa adik saya harus dioperasi? apakah terjadi hal yang serius padanya? "
" Tubuh pasien mengalami penurunan suhu tubuh secara tidak wajar, seperti yang Anda bilang jika pasien ditemukan sudah tidak sadarkan diri dihalaman, kemungkinan penyebab terjadinya hipotermia nya adalah pasien tak sadarkan diri semalaman diluar ruangan dengan hujan yang mengguyur tubuhnya ditambah terpapar oleh udara dingin. Untuk orang normal mungkin itu tidak berbahaya, tapi setelah saya melakukan pemeriksaan lebih lanjut, kepala bagian belakang mengalami luka cukup serius, dan pasien telah kehilangan darah cukup banyak, malah menurut saya terlalu banyak. " Hari terdiam mendengarkan penjelasan dokter, dia bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi pada L.
" Dan saya juga harus mengatakan kalau fungsi organ dalam pasien terutama jantung dan paru-paru sepertinya mengalami gangguan karena hipotermia tersebut, jadi kami harus melakukan tindakan lebih lanjut untuk mencegah kerusakan pada organ tersebut. Kepala pasien yang terluka juga harus segera di operasi, luka dikepalanya cukup parah dan saya takut pasien mengalami gegar otak, sebelumnya saya harus mengatakan ini, operasi yang kami lakukan belum tentu bisa menyelamatkan nya, kondisi pasien tengah kritis jadi apapun bisa terjadi semoga keluarga bisa menerima nya. "
Hari jatuh terduduk, ia pun menangis, ia menggenggam tangan dokter tersebut dan memohon agar menyelamatkan L.
" Dokter saya mohon selamatkan adik saya, saya mohon. " Hari terlihat begitu putus asa
Sementara Bora dan yang lain tampak bingung, karena tidak mengerti apa yang dikatakan Hari dan dokter tersebut, Bora melihat wajah Arya yang juga meneteskan air mata. Bora merasa percakapan antara Hari dan dokter tersebut pasti sesuatu yang buruk. Bora hanya bisa ikut menangis
Sun-woo dan Jisoo mendekati Arya dan memintanya untuk menerjemahkan percakapan yang tadi mereka dengar. Keduanya ikut melotot, Jisoo bahkan mencengkeram baju dokter tersebut.
" Aku tidak peduli berapa pun biayanya, aku ingin kalian menolong adikku, kalian harus segera membuat nya sadar. " big3 kaget melihat Jisoo yang berteriak sambil mencengkeram baju dokter tersebut, mereka menahan tangan Jisoo dan berusaha melepaskan nya.
" Kakak lepaskan tanganmu jangan membuat kegaduhan." Kata Jaehyun yang baru pertama kali melihat kakaknya semarah ini
Sun-woo menepuk pundak Arya " Arya tolong katakan pada dokter tersebut, lakukan tindakan medis pada Elis, minta mereka memberikan dokter terbaik dan perawat terbaik pada Elis, segera lakukan operasi. "
Arya pun langsung mendekati dokter tersebut mengatakan hal yang sama seperti Sun-woo katakan padanya.
" Baik, kami akan memindahkan pasien keruang VVIP dan akan segera melakukan operasi, silahkan anda menyelesaikan bagian administrasi nya. "Dokter tersebut kembali masuk ke ruang IGD,
Sambil menunggu, kedua orang tua Hari datang setelah Hari memberitahu perihal kejadian yang menimpa L dan juga kondisi saat ini yang tengah dioperasi.
Begitu melihat ibunya, Hari langsung memeluk nya " Ibu maaf Hari tidak bisa menjaga Elis dengan baik, ini semua salah Hari. " menangis di pelukan sang ibu.
Pak Anwar dan Bu Lilis tampak sedih " Sudahlah nak, lebih baik kita berdoa agar operasi nya berjalan lancar. "
Disatu sisi, Bora yang menunggu di ruang tunggu sambil duduk disamping suaminya kembali meneteskan air mata.
" Sayang kita harus bagaimana? Jika saja kita datang lebih cepat, Elis pasti tidak akan mengalami hal mengerikan seperti ini. Ini semua salahku, harusnya aku minta kita langsung kerumah L sesampainya di Indonesia"
Jisoo menepuk nepuk bahu istri nya " Tenang sayang, ini bukan salahmu, justru karena dirimu lah Elis bisa selamat, bayangkan jika saja kita tidak sampai pagi ini, mungkin Elis sudah tiada sekarang. " Bora tetap menangis dipelukan suaminya.
Operasi berjalan cukup lama, sudah 3 jam berlalu tapi dokter belum juga keluar. Wajah semua orang tampak muram, Bu Lilis mendekati Arya.
" Nak Arya. "
" Iya ibu. " jawab Arya
" Wajahmu kelihatan lelah sekali seperti mereka, kau sudah makan belum? "
" Belum Bu, kami semua baru sampai tadi pagi, lalu buru-buru kemari karena kondisi L. "
" Arya, ajaklah mereka untuk pulang, mereka termasuk dirimu terlihat sangat lelah dan butuh istirahat, kembali lah kerumah Elis untuk makan dan istirahat sejenak, biar bapak dan ibu yang menunggu disini. " Bujuk Bu Lilis
Arya sempat ragu, Hari dan Bora terlihat tidak akan beranjak dari tempat duduknya, ia pun mendekati Sun-woo, entah sejak kapan dia malah bisa berbicara dengan santai dengan orang asing itu.
" Permisi Kak, aku ingin mengajak kalian untuk kembali kerumah Elis terlebih dahulu, orang tua Hari melihat kalian kelihatan lelah, mereka meminta kalian untuk beristirahat, ayah dan ibu Hari yang akan menunggu disini. "
Sun-woo melihat big3 terlihat kelelahan dan butuh tidur, Terutama Bora, wajahnya berantakan dan pucat. Setelah melalui perdebatan, akhirnya semuanya setuju untuk kembali kerumah L, Pak Anwar dan Bu Lilis yang akan menunggu dirumah sakit.
Sepanjang jalan, suasana didalam mobil begitu suram, tidak ada bercakapan apapun hingga mereka kembali tiba dirumah L.