All About You "L"

All About You "L"
Tugas untukmu



Mendengar perkataan L membuat Hari jadi rendah diri, ia berdiri dan pergi kedapur untuk mengisi kembali gelasnya yang sudah kosong


aku sudah tau kalau kau memang gadis yang sangat pintar, tapi tetap saja aku selalu terkejut.


hemmm sebenarnya apa sih yang tidak kau kuasai bikin orang iri saja, Hari masih bergumam dalam hati


L kembali melanjutkan melukisnya hingga tak terasa sudah waktunya makan siang, ketika turun menuju dapur hendak menyiapkan makanan, ternyata Hari sudah lebih dulu menyiapkannya.


" Baru saja hendak kupanggil kau sudah turun duluan, ayo makan. " Hari mempersilahkan L untuk duduk dan mengambilkan piring dan nasi


" Wah Mas Hari sejak kapan bisa masak dan menyiapkan semua ini? " tanya L penasaran


" Kau lupa kalo aku kuliah di jogja dan tidak tinggal dengan orang tuaku? tentu saja aku harus belajar mengurus kebutuhan ku sendiri. "


" Ouh iya aku lupa, tapi kan bisa beli Mas. "


" Bisa saja seperti itu tapi aku kan jurusan kedokteran tentu lebih tau makanan yang sehat itu seperti apa, ya walaupun aku sibuk kuliah dan akhirnya aku lebih sering beli makanan ,tapi jika ada waktu aku pasti meluangkannya untuk memasak. "


L mengangguk sambil bertepuk tangan tanda bangga


"Aku sudah selesai makan, hujan juga sudah mulai reda, aku langsung pulang ya, jadi kau yang membersihkan meja ya, bye. " Hari pamit pulang ketika sudah selesai makan siang


Rumah yang tadinya ada suara kini kembali sepi, L membersihkan meja dan mencuci piring. Setelah berbincang dengan Jisoo, L jadi merindukan Bora, entah sejak kapan ia jadi begitu dekat dan merasa nyaman bersamanya. Padahal Bora hanya orang asing, benar-benar orang asing yang tak sengaja ia tolong waktu itu, bertemu kembali dengannya pun rasanya mustahil. Ia tinggal di pelosok desa sedangkan Bora tinggal jauh diseberang lautan. L duduk di balkon sambil memandang danau yang telah tertutupi kabut.


Mencoba mengambil novel yang dibelikan oleh Hari, L menghabiskan waktu dengan membaca hingga sore.


***


Sekembalinya dari rumah L, Hari langsung terjun kekamar nya dan kembali sibuk dengan gamenya.


Ia berhenti ketika ibunya memanggilnya keluar


Hari menghadap sang ibu " Ada apa bu? "


"Kamu kan lagi libur semester, bisa bantu bapak sama ibu ngga"


"Bantu apa? "


" Biasanya bapak atau ibu selalu menengok keadaan Elis , sekalian bawain lauk sama beberapa kebutuhan buat dia, mumpung kamu libur dan tidak ada kerjaan gantiin bapak sama ibu ya, akhir akhir ini bapak lagi sibuk dikantor kelurahan, ibu juga sibuk di puskesmas."


" Aku juga sibuk Bu. "


Tiba-tiba lengannya dicubit oleh sang ibu " Sibuk ngapain, wong kamu paling tidur di kamar sambil main ponsel seharian kok. "


" Beneran kok bu, tugas nya banyak banget tuh di laptop dikirim lewat e-mail belum dibuka sama Hari."


" Ya sudah sambil ngerjain tugas, sekalian saja dirumah L sambil nengokin dia yaa. "


" Iya iya. "


Dan sejujurnya Hari sangat lah senang dengan tugas itu, ia bisa melihat L setiap hari tampa perlu mencari cari alasan.


***


Kembali ke L yang sedang asik membaca, tiba-tiba ia bangkit dari kursi nya dan berjalan menuju meja kerjanya, seakan-akan ada energi yang masuk kedalam otaknya dan ia dapat inspirasi untuk menulis.


Ia segera menumpahkan semua inspirasi itu kedalam untaian kata, L tampak sangat fokus dalam mengetik, sesekali ia membenarkan posisi kacamatanya. Dan begitulah seterusnya hingga petang dan malam pun tiba.


L menulis novel secara daring sudah sejak awal masuk SMA, dulu ketika SMP dia sering mengikuti lomba menulis cerpen, puisi, mading dll, dan ia selalu mendapatkan juara , beranjak masuk SMA ia pun mencoba menulis naskah novel dan dikirim ke beberapa penerbit, tak disangka sangka, beberapa dari mereka sangat tertarik dan ingin menerbitkan novel karya nya. Selain untuk menambah uang saku, L yang juga memiliki bakat dalam bidang sastra sangat senang jika karyanya bisa diterbitkan.


Ia pun mengingat perjuangannya dalam nulis novel pertamanya, waktu itu ia tinggal di rumah pamannya, L harus menulis novelnya secara diam-diam karena paman memiliki sifat yang kerja dan hanya menyuruh L untuk selalu belajar dan belajar, belum lagi tugas sehari-hari yang sudah terjadwal dan berbagai aturan yang dibuat pamannya. Pamannya bahkan tak mengijinkan jika dirinya bermain atau sekedar pergi jalan jalan bersama teman-temannya. Menurut pamannya kegiatan selain belajar itu adalah hal yang tidak berguna.