
" Baik lain kali kita berkumpul di istana mu dan undang Kak Hari untuk masak bersama kita. " Ujar Jungki.
" Aku setuju! Kalian harus mencoba sate ayam dan sate kambing buatan Kak Hari adalah paling enak. " L menelan saliva saat membayangkan kelezatan sate buatan Hari.
" Sate? Apa itu sejenis makan yang ditusuk dengan besi dan dipanggang di bara api? " Tanya Yura
" Bagaimana kau tahu? "
" Semua makanan enak tentu saja aku tahu walaupun hanya lewat sosial media. Aku jadi makin penasaran dan tidak sabar untuk mencobanya, kau harus mengatakan pada Kak Hari dan mengajaknya berkumpul. "
" Itu mudah, aku tinggal menunggu waktu senggang Kak Hari dan Kak Arya. Jika mereka tidak sibuk kuliah mereka akan dengan senang hati datang ke rumah ku. "
Yura dan Jungki ber tos ria.
***
" Ada apa ibu mencariku lagi? Apa masih mau melanjutkan memarahi ku? "
Pukul delapan tepat D.O sudah berada di perusahaan, masih terlalu pagi untuk berangkat ke kantor tapi gara gara tadi malam D.O tidak kembali ke perusahaan alhasil pagi pagi dia harus sudah sampai di sana.
" Apa Yuna tidak ikut dengan mu lagi? " Tanya ibu Han dengan suara lembut.
D.O sesekali menguap karena masih mengantuk " Kenapa ibu mencari Yuna? Anak Ibu kan Aku?"
" Ibu mau membicarakan masalah pemotretan kemarin. " Jawab Ibu Han.
" Lagi? Bukannya sudah selesai? "
" Iya dan hasil fotonya sangat bagus, klien kita sangat menyukai nya mereka bahkan menghubungi Ibu langsung dan menanyakan identitas Yuna. Mereka mengira jika Yuna adalah artis baru dan mereka tertarik untuk mengajukan kontrak dengan Yuna sebagai bintang iklan untuk produk terbaru mereka, Ibu sampai kewalahan menolak karena mereka bersikeras untuk meminta Yuna jadi model mereka. Apa kau bisa bujuk Yuna agar mau bergabung dengan agency kita sayang. " Bujuk Ibu Han.
" Maaf Ibu itu diluar kekuasaan ku. Jujur aku sendiri sangat ingin dia bergabung dengan kita tapi Yuba sama sekali tidak tertarik dengan dunia hiburan, jikapun dia mau, aku yakin seratus persen Bora dan Kak Jisoo akan melarang nya. Untuk apa juga dia jadi selebriti jika orang tua dan kakak nya seorang konglomerat. Ibu jangan aneh aneh. "
Ibu Han tampak berfikir dan setuju dengan anaknya, tapi dirinya sangat menginginkan L untuk jadi artis dibawah naungan perusahaan nya. Ibu Han bisa melihat aura superstar di dalam diri L.
" Bujuk saja dulu! Ibu akan memberikan perlakuan istimewa pada Yuna. Ibu akan jadikan dia partner mu, tidak terikat kontrak dan bisa menerima job sesuai keinginan nya, mengatur jam kerja dan semuanya terserah dia asal kan jika ia menerima pekerjaan Yuna harus tertulis dibawah naungan perusahaan kita. Ini sangat menguntungkan, lagi pula jika dia jadi patner mu itu artinya Yuna hanya bisa mendapatkan pekerjaan berpasangan dengan mu, kau bisa menemani. " Ucapan ibunya mulai menarik perhatian D.O.
" Ayolah sayang, hanya pemotretan biasa dan kau ada bersama nya. Jam kerja bisa kau atau atau Yuna yang mengatur nya.Tinggal bergaya sesuai arahan fotografer dan semua akan selesai tanpa kalian sadari."
D.O mulai goyah " Emm mungkin bisa membujuk Yuba tapi bagaimana dengan Bora dan Kak Jisoo? Aku takut dengan mereka. "
" Kau harus berusaha! Baiklah akan ibu beri penawaran tambahan. Jika kau berhasil membujuk Yuna agar mau melakukan pemotretan untuk produk terbaru dengan klien kita, ibu akan membatalkan beberapa kontrak iklan dan syuting variety show, akan ibu sisakan syuting drama saja karena itu proyek besar dan sudah tidak bisa dibatalkan.Bagaimana? Itu adalah tawaran paling menguntungkan untuk mu. Jika hanya syuting drama kau akan punya banyak waktu bermain lagi dengan Jaehyun dan Shin. "
" Aku setuju! " Jawab D.O dengan cepat
" Ibu harus berjanji untuk membatalkan kontrak iklan dan variety show itu! " Imbuh D.O
" Itu tidak masalah. "
D.O bersorak dalam hati, senang sekali rasanya jika kontrak tersebut bisa dibatalkan. Ia akan bisa kembali bernafas dan tidak terus terusan di lokasi syuting dan studio pemotretan sepanjang hari. D.O akan memikirkan cara bagaimana untuk membujuk Bora dan Jisoo nanti.
****
Di sebuah apartemen yang mewah di dekat dengan sungai Han , Esther Yu terbangun setelah tidur cukup lama. Ia mengerjapkan mata untuk memeriksa jam. Ia kaget bukan main karena sekarang sudah lewat pukul sembilan pagi.
Buru buru ia masuk kekamar mandi dan bersiap, dengan waktu yang begitu singkat Esther sudah memakai pakaian yang stylish dan bermerk.
Bip
Bip
Bip
Ceklek
Pintu rumahnya dibuka oleh sang manager.
" Kenapa kau baru datang! Tidak lihat kalau ini sudah jam berapa hah! " Ujar Esther dengan suara meninggi.
" Aku memang sengaja datang lebih siang agar kau bisa tidur lebih lama. Lagipula kemarin kau pulang larut malam jadi aku tidak tega jika harus menjemput mu seperti biasa. " Jawab manager Esther yang bernama Lea.
" Sejak kapan kau jadi baik begini ? " Tanya Esther heran.
Selama ini manager nya selalu menjemput nya tepat waktu tapi hari ini tiba-tiba dia malah sengaja terlambat.
" Karena hari ini jadwal mu hanya wawancara dengan salah satu majalah ternama jadi tidak apa apa kalau kita berangkat agak siang. "
" Bukannya aku masih ada jadwal pemotretan dengan Kak D.O? "
" Pemotretan sudah selesai. "
" Tidak... Tidak... Tidak! Aku ingat kemarin masih ada satu tema lagi yang belum kami selesai dan karena aku buru buru pergi ke rumah sakit bukannya hari ini harusnya aku dan Kak D.O melanjutkan sesi pemotretan itu? "
" Tadi pagi pagi sekali pihak klien memberitahu jika pemotretan telah selesai karena untuk tema terakhir model wanita diganti dengan orang lain jadi kau tidak perlu melakukan pemotretan lagi. "
" Apa! Tidak bisa begitu ! Yang dikontrak mereka kan aku kenapa mereka bisa seenaknya mengganti modelnya? Lalu bagaimana dengan perusahaan? Mereka harus nya bertindak. "
" Sayangnya perusahaan tidak mengatakan apa apa dan kudengar pihak klien malah ingin mengontrak pengganti mu untuk jadi model produk terbaru mereka. "
Esther sangat marah karena dirinya diganti secara tiba-tiba padahal dirinya sudah terikat kontrak dengan perubahan tersebut, saat ingin menuntut tentang penggantian model tanpa pemberian dan minta ganti rugi, managernya malah memberitahu jika klien mereka telah mengatakan pada perusahaan dan telah mentransfer uang ganti rugi pada Esther.
" Siapa gadis yang menggantikan aku? " Tanya nya.
" Itu... maaf aku belum tahu. Tapi dia adalah gadis yang kemarin datang bersama dengan Tuan Kyungsoo. " Jawab Lea
" Datang bersama Kak D.O?Benarkah? Kenapa aku tidak melihat nya? Apa dia calon artis baru? "
" Sebenarnya aku sendiri belum melihat nya secara langsung, aku tahu saat aku menanyakan perihal siapa yang menjadi pengganti mu dan mereka menjawab adalah gadis yang datang bersama dengan Tuan Kyungsoo. "
" Kau tidak melihat nya karena gadis itu menunggu diruangan milik Tuan Kyungsoo. Mengenai apakah dia calon artis yang ada didebutkan oleh perusahaan aku belum tahu, karena tidak ada berita tentang itu dari perusahaan. Biasanya jika perusahaan akan mendebutkan artis baru, baik itu model, presenter, idol, atau seorang aktor mereka pasti akan memberitahu bagian management pengelolaan terlebih dahulu guna membentuk tim yang akan bekerja dan bertanggungjawab untuk mengatur semua aktivitas dari sang artis. Sayang aku tidak mendengar apapun. " Jelas Lea.
" Lalu apa dia seorang trainee? "
" Mungkin saja. "
" Tapi kenapa dia bisa datang dengan kak D.O? Bukankah selama ini dia tidak pernah terlihat dekat dengan seorang perempuan kecuali dengan ku? Kak D.O juga anak tunggal jadi tidak mungkin dia membawa saudara nya. "
Sang manager diam tak menjawab karena dia juga tidak tahu.
"Cari tahu identitas perempuan itu! Aku ingin melihat wajah perempuan yang berani-beraninya menggantikan posisi ku bersama Kak D.O."
****
Daniel bekerja ditemani Mr. Lee yang membawakan setumpuk dokumen yang harus ditandatangani. Setelah itu dia bergegas menuju ruang rapat dan menghabiskan waktu hingga dua jam disana. Sekembalinya Daniel keruangan nya seorang dari Tim Pengembang datang menemuinya.
Tok
Tok
Tok
Suara pintu di ketuk, Mr.Lee mempersilahkan orang tersebut untuk masuk kedalam.
" Selamat siang Tuan Daniel saya kemari untuk menyerahkan dokumen untuk ditandatangani serta undangan untuk anda. " Ujar laki-laki bernama Chen
Mr. Lee mengambil dokumen serta amplop yang diberikan oleh Chen pada Daniel.
Daniel melihat dokumen tersebut dan mengangguk pelan. Tak butuh waktu lama untuk nya menandatangani dokumen tersebut "Apa aku harus hadir dalam lauching tersebut? " Tanya nya
" Tidak Tuan, ini hanya undangan dari pihak panitia, jika anda tak berkenan hadir itu tidak apa apa, saya nanti bisa menjelaskan pada mereka. "
" Ya sudah kau saja yang hadir dan mewakili ku! Hari itu aku sibuk dan sudah ada acara. " Ujar Daniel.
Tuan Chen mengangguk mengerti dan segera keluar dari ruangan Daniel.
" Maaf Tuan Muda bukankan hari itu anda tidak memiliki jadwal apapun? "
" Ada! "
Mr.Lee mengerutkan dahinya
" Aku ada acara bersama Yuna, aku merindukan nya dan ingin menghabiskan waktu bersama nya. Tunggu! Hari ini mungkin dia sudah selesai kuliah dan berada di Taman. "
Daniel segera mencari ponsel dan menelpon nya, setelah beberapa saat menunggu orang yang ditelpon sudah mengangkat panggilan telpon nya.
" Hallo." Jawab L dengan suara lembutnya.
" Hallo Yuna apa yang sedang kau lakukan? " Tanya Daniel.
" Aku sedang ada dijalan menuju taman Kak. "
"Apa kau butuh teman?"
" Memang Kak Daniel tidak sibuk? Aku melukis di taman jadi akan lama disana. "
" Tentu saja tidak. Baiklah aku akan menyusul mu dan menemanimu di taman. "
" Baiklah aku akan menunggu kakak disana. " Telpon dimatikan.
Daniel tersenyum ia berdiri dan menyuruh Mr.Lee mengikutinya. Saat keluar ruangan, sekretaris Daniel terlihat panik karena melihat Bos nya keluar padahal siang nanti ada pertemuan dengan klien.
Mr.Lee berhenti didepan sekretaris bos nya itu " Atur ulang jadwal pertemuan dengan mereka dan batalkan semua janji hari ini karena Tuan Muda harus pergi! "
" Tapi Tuan Lee klien ini akan pergi ke luar negeri esok hari, jika kita memundurkan jadwal pertemuan bisa jadi bulan depan kita baru bisa bertemu. "
" Tugas kan Nona Jenny dan Tuan Kim untuk bertemu mereka menggantikan Tuan Muda."
Ucapan Mr.Lee seperti sebuah titah bagi semua orang karena Mr.Lee orang kedua paling berpengaruh di perusahaan.
Di perusahaan milik Daniel juga tak hanya mempekerjakan satu sekretaris tapi enam orang sekaligus. Mr. Lee baru saja memberi perintah pada Nona Jenny dan Tuan Kim yang merupakan sekretaris Daniel untuk menggantikan nya menemui klien.
" Baik Tuan. "
Mr.Lee segera menyusul Tuan nya.
****
Di taman L sudah duduk dibawah pohon sakura favorit nya dan mempersiapkan alat alat melukis nya.
Tak berselang lama Daniel datang dan tersenyum kala melihat sosok cantik yang tengah melukis dibawah pohon dan saat angin berhembus meniupkan rambut indahnya yang tergerai indah. Kelopak bunga sakura yang berjatuhan tertiup angin sampai menghujani tubuh mungil tersebut.
Sejenak Daniel terpaku melihat pemandangan tersebut.
" Indah. "
" Sangat indah dan cantik. " Ujar Daniel secara reflek
Daniel berjalan menghampiri L dari belakang, tangannya terulur mengambil kelopak bunga yang menempel di rambut nya. L tidak menyadari kehadiran Daniel yang berada di belakangnya karena L melukis sambil mendengarkan musik dari headset.
Saat tangan Daniel menyentuh rambut L, L menoleh secara tiba-tiba karena kaget namun karena posisi Daniel terlalu dekat ketika menoleh wajah L menabrak dada Daniel dan itu membuat tubuhnya limbung dan hampir terjatuh. Untung saja Daniel dengan sigap menangkap tubuh L dan menariknya sehingga tubuh L kini berada di pelukan Daniel.
Daniel menarik dan memeluknya dengan erat seakan takut jika L akan terjatuh dan terluka.
Mr.Lee yang mengawasi dari jauh diam diam mengambil ponsel dan mengabadikan momen tersebut. Meskipun wajahnya terlihat datar tapi sebenarnya ada sisi lembut didalam dirinya. Ia selalu berharap punya seorang kekasih dan bisa berpelukan seperti Daniel dan L.
Cukup lama Daniel memeluk L dengan erat. Jantung Daniel berdetak dengan kencang dan hal itu bisa dirasakan oleh L.
Waktu seakan berhenti, tubuh mereka masih berpelukan dibawah hujan kelopak bunga sakura. Meski taman sedang sepi tapi tetap ada beberapa orang yang berada disana. Keduanya menjadi perhatian saat ada orang lewat di dekat mereka.
Wajah L kini sudah semerah tomat karena dipeluk oleh Daniel. Tiba-tiba saja jantung nya juga berdetak cepat seperti Daniel dan itu membuat L tersadar, buru-buru ia melepaskan diri dari Daniel.
Sejenak keduanya tampak canggung, L sangat malu dan takut jika Daniel mendengar detak jantung nya.
Kenapa jantung ku berdetak begitu cepat? Apa paska operasi jantung ku juga bermasalah? Gumam L dalam hati.
" Maaf kan aku Yuna aku tidak sengaja memelukmu, tadi aku sedang mengambil kelopak bunga yang menyangkut di rambut mu, tapi kau tiba-tiba menoleh dan menabrak ku hingga hampir terjatuh sehingga tangan ku reflek menarik tubuh mu ke arah ku dan memeluk mu agar kau tidak terjatuh."
" Iya tidak apa-apa Kak Daniel dan terimakasih. " Jawab L sambil menunduk karena begitu malu.
Daniel yang melihat tingkah L kembali tersenyum, tangan tanpa sadar menangkap ke dua pipi L dan mengangkat nya agar tidak menunduk lagi.Meskipun wajah L tertutup masker Daniel masih bisa melihat sedikit rona merah di wajah L. Matanya yang begitu jernih dan cantik menatap Daniel.
" Kak Daniel. " Ujar L
" Kau sangat cantik Yuna dan aku semakin menyukai mu. Maukah kau jadi kekasih ku? " Entah angin apa sampai tiba-tiba kata itu terucap begitu saja dari mulut Daniel.
L mematung mendengar ucapan Daniel.
Mereka saling memandang cukup lama dan tak ada yang bersuara setelah Daniel mengutarakan isi hatinya dan meminta L menjadi kekasih nya.