
Hampir 2 bulan waktu yang diperlukan untuk merenovasi rumah L, ia sangat penasaran bagaimana jadinya. Keesokan harinya, ditemani Pak Anwar dan Bu Lilis ia pun pulang kerumah nya, L sampai terharu karena rumahnya yang sederhana menjadi sangat bagus, ia berlarian masuk kedalam rumah dan melihat banyak foto antara dirinya dan nenek nya terpasang, ia naik ke lantai dua dan menangis saking bagusnya dan tak percaya bahwa ruangan yang sangat bagus itu adalah bagian dari rumahnya, semua barang tertata dengan sempurna. Pria itu juga memperlihatkan seluruh area disekeliling rumah L telah ditata dengan baik, bahkan disamping rumahnya yang terdapat pohon besar , diatasnya dibangun rumah pohon, sementara disebelah pohon itu dibangun gudang sekaligus garasi, sisi yang lain dibangun greenhouse dan kebun yang tidak terlalu besar, lalu halaman belakang yang menghadap ke danau dibuat teras yang luas dan tentu saja diberi berbagai macam tanaman bunga yang ditata dengan rapi. L sampai memeluk Bu lilis saking senang nya.
L menangis tersedu-sedu saat menelpon Bora sambil mengucapkan terimakasih.
Dari semua hal yang ada dirumah nya, ia paling menyukai greenhouse nya, karena disana ditanami banyak sekali berbagai jenis bunga, mulai dari mawar, krisan,anggrek, babybreath, dan masih banyak lagi, hampir semuanya adalah bunga bunga kesukaannya. Selama beberapa hari L bahkan sampai lupa diri jika sedang merawat tamannya. Pernah suatu ketika ia berhujan hujanan untuk merawat bunga bunganya.
Bora sampai memarahi dan mengancam akan mengirim orang untuk mencabut semua yang ada di tamannya. Barulah L berhenti dan merawat kebun kecilnya dipagi hari atau sore hari saat cuaca cerah .
***
Kembali ke obrolan dengan Jisoo dan Bora, setelah kejadian itu rumahnya yang sederhana saja bisa diubah sebagus ini, lalu jika ia benar-benar mengikuti kemauan Bora, bisa bisa Bora mengutus orang untuk merobohkan rumahnya dan membangun istana untuknya.
" Setelah kalian datang kerumah ku memangnya apa yang ingin kalian lakukan, lagipula rumahku kan jauh dari kota, berada di pelosok desa dan jauh dari akses daerah perkotaan, jika kalian ingin bepergian juga akan sulit."
"Tujuan kami kesana kan ingin bertemu dengan mu dan menghabiskan waktu bersama, kita bisa melakukan apapun selama kita bersama, iya kan sayang. " ucap Bora
" Iya tentu saja. " Jisoo menambahkan
"Baiklah aku sangat menantikan kedatangan kalian, sudah malam aku mulai mengantuk bolehkan aku pamit untuk tidur? "
" Iya matikan saja telpon nya dan beristirahat, selamat malam L."
Hari yang menyenangkan, L berdo'a agar hari esok lebih baik dari hari ini
***
Pagi hari L terbangun, ia merasa aneh karena tak mendengar alarmnya, tangannya mencoba mencari cari ponsel, setelah berhasil menemukan nya L segera melihat jam. Ternyata ia bangun lebih dahulu dari alarmnya, ia terbangun karena suara hujan deras disertai petir. Cuaca jadi semakin dingin, ia kembali meringkuk kedalam selimut nya, dan perlahan tertidur kembali,
Satu jam ia kembali tidur sampai alarmnya benar-benar berbunyi dan ia akhirnya beranjak dari tempat tidurnya. Rutinitas pagi segera ia kerjakan, meskipun sudah tidak terdengar suara petir, namun hujan masih turun dengan derasnya.
Hari ini ia kembali berkutat dalam rumah, padahal L berencana untuk berkebun, karena gagal ia pun beralih untuk merangkai bunga saja, dengan memakai jas hujan dan membawa gunting, L keluar sejenak untuk memotong beberapa tanaman bunganya, tepat saat pintu dibuka sebuah mobil berwarna putih memasuki halaman rumahnya, itu mobil Hari. L pun mengambil kan payung dan menyerahkan nya pada Hari.
" Tepat waktu kau datang, terimakasih payung ya, tapi tunggu sebentar, tolong kau payung aku dulu, aku akan mengambil tas ku dan barang yang dititipkan ibuku. "
" Mas Hari ngapain bawa tas, lalu itu apa. "
" Bicaranya nanti saja, cepat payungi aku dengan benar. "
Usai memayungi Hari, L kembali keluar dan mengambil keranjang nya
"Mau kemana kau hujan hujan begini?"
" Aku mau memotong bunga di greenhouse sebentar, Mas Hari masuk saja. " L pun pergi dan berjalan menuju greenhouse yang terletak disisi rumahnya, ia memotong beberapa jenis lalu kembali ke rumahnya.