
Wajah L langsung cemberut, ia seperti remaja pada umumnya yang merajuk dan tidak ingin belajar.
Guru tersebut membawa sebuah buku dan memperlihatkan pada L.
" Lihat Nona, materi yang anda kuasai masih sedikit, jika Nona membolos satu hari saja, akan ada banyak materinya yang akan tertinggal. " Guru itu berusaha membuat L mau kembali belajar
" Iya Nona, bukankah anda telah berjanji untuk belajar dengan semangat. " ucap Jukyung ikut membujuk
L menghela nafas dan kini duduk bersandar di kursinya.
" Ya sudah kita percepatan saja ke materi yang lain, aku mulai bosan." jawab L dengan lemas
Guru tersebut terdiam sejenak " Jika saya mempercepat materi nya apa Nona akan mengerti? bukankah materi yang sedang kita pelajari juga belum selesai? "
" Tidak apa apa, percepatan saja nanti akan kubaca ulang jika tidak sibuk. " Guru tersebut mencoba mencerna perkataan L
Jukyung yang melihat hal itu langsung memberi kode agar guru itu menuruti perkataan L, itu lebih baik daripada pelajaran dihentikan. Jukyung berfikir mungkin L hanya sedang merasa bosan saja.
Kenyataan nya keesokan harinya L kembali bertingkah seperti itu, tidak bersemangat dan meminta pembelajaran dihentikan walaupun belum waktunya berhenti.
" Hari ini cukup. " L hendak berdiri namun segera dicegah oleh Jukyung
" Jangan Nona, katakan saja apa yang anda inginkan agar Nona tetap mau belajar. Jika Nona terus menghentikan les ini nanti bagaimana dengan ujiannya? " tanya Jukyung
Beberapa guru tersebut juga mulai terlihat pesimis , melihat tingkah L yang tidak fokus dan minta kegiatan belajar dihentikan sebelum waktunya.
Hal itu sampai ditelinga Jisoo dan Bora, namun mereka mengira kalau guru-guru tersebut lah yang kurang menarik dalam memberikan pelajaran sehingga L menjadi bosan dan tidak bersemangat. Akhirnya guru guru tersebut diganti, menyisakan Hana yang masih bertahan.
Kurang satu minggu L malah benar-benar minta kegiatan belajar nya dihentikan. Jukyung kesulitan untuk membujuk L hingga akhirnya menyerah dan menyuruh guru itu pulang. Sepeninggalan guru itu L berdiri didekat jendela.
" Kak diluar apakah sangat dingin? " tanya L yang membuat Jukyung curiga
" Tentu Nona, sekarang musim dingin udara diluar minus 9 derajat celcius. "
L tidak begitu mendengar kan perkataan Jukyung, ia tengah fokus menatap keluar jendela dan memandang halaman yang berwarna putih tertutupi salju.
" Aku ingin mencoba menyentuh salju itu? " kata L
" Tapi diluar sangat dingin Nona, saya takut anda sakit. "
Setelah keluar dari rumah sakit dan tinggal dirumah itu, L belum pernah keluar rumah.Waktu nya ia habiskan di kamar dan ruang belajar nya ini. Tadinya dia tidak pernah berfikir untuk keluar, tapi sejak kemarin ia melihat tumpukan salju di jalanan dan pepohonan, L tiba-tiba merasa penasaran dan ingin membuat sesuatu dari tumpukan salju itu, dan sesuatu itu adalah boneka salju.
" Temani aku keluar sebentar, aku ingin membuat sesuatu. " ucap L dengan wajah yang dibuat seimut mungkin
Melihat Nona muda nya bertingkah seperti itu, tentu saja Jukyung tidak tahan.
" Baiklah Nona, tapi sebelum kita keluar tunggu lah sebentar, saya akan mengambil jaket tebal untuk Nona beserta masker dan topi. "
Tak butuh waktu lama, penampilan L sudah berubah dengan balutan jaket tebal, topi, juga masker.
" Apa ini tidak berlebihan? untuk berjalan saja aku kesulitan. "
Tak ingin membuang waktu L berjalan meninggal Jukyung. Begitu pintu dibuka, kedua pipi L seakan tinju oleh balok Es. Sangat dingin.
Perlahan ia berjongkok dan mengambil segenggam salju lalu melemparkan nya ke segala arah.
Kemudian dia berlarian kesana kemari dengan senyum cerahnya, tubuhnya sebenarnya mulai menggigil padahal belum ada setengah jam dia berada di luar.
" Kak lihat semuanya berwarna putih cantik sekali iya, aku baru melihat salju yang asli biasanya aku melihat nya di drama yang aku tonton. " ucap L
" Bermain lah sepuasnya nya Nona. "
L berjongkok dan mengumpulkan salju untuk dibuat boneka salju, sesekali ia menggosok gosok kan telapak tangannya karena sangat dingin, Jukyung melihat itu langsung menghampiri.
" Jangan menggunakan tangan anda Nona, biar saya ambilkan sekop kecil untuk mengumpulkan salju. " Jukyung pergi meninggalkan L sebentar untuk mengambil sekop
Sambil menunggu Jukyung L berjalan jalan disekitar taman.
L berhenti ketika sampai di jalan setapak dengan pagar disekeliling nya. Memandang ke sekeliling taman yang sangat luas dan melihat ke suatu arah, kembali ia berjalan dan berhenti disana. Didekat pepohonan yang sudah tertutupi salju ia kembali berjongkok karena di sekitar area pohon tersebut banyak salju yang menumpuk, L mengepal butiran salju tersebut menjadi bola sebesar bola pingpong.
Mengambil ranting dan beberapa benda lain yang ia cari diantara semak yang mengering untuk dijadikan mata dan tangan untuk boneka saljunya.
Sangat imut boneka salju yang ia buat, karena tidak kuat menggenggam salju terlalu lama ia hanya bisa membuat boneka itu dengan ukuran yang sangat kecil sebesar telapak tangan.
Jukyung yang kembali dengan membawa sekop kecil bingung karena tidak menemukan L, ia mencarinya dengan mengikuti jejak kaki yang ditinggalkan diatas jalan yang tertutupi salju. Tak lama Jukyung pun menemukan L.
" Nona. " panggil Jukyung yang terlihat khawatir
L menoleh ke arah Jukyung, wajah L terutama hidung dan pipi sudah memerah karena udara yang dingin, begitu juga tangan nya. Jukyung langsung menarik tangan L dan merasakan rasa dingin seperti es.
" Nona tangan anda sudah sangat dingin , wajah anda juga sudah pucat lebih baik kita masuk ke dalam sekarang juga." ucap Jukyung
" Lihat aku sudah membuat boneka salju nya, kau terlalu mengambil sekop nya jadi menggunakan tangan ku. Bagaimana hasilnya bagus tidak ? " menunjuk kearah boneka nya
Jukyung tersenyum karena boneka salju nya sangat kecil dan bentuknya sedikit menyeramkan, namun dia tidak berkata langsung pada L. Ia memujinya agar Nona muda nya itu senang
" Sangat bagus Nona, imut sekali seperti anda. "
" Benarkah? " tersenyum senang
" Baiklah Nona sekarang kita harus masuk jika menunggu lebih lama anda bisa sakit, ayo. " Menarik tangan L untuk masuk ke dalam rumah
L menurut karena keinginan nya terpenuhi, sambil membiarkan tangannya ditarik oleh Jukyung ia kembali menoleh ke belakang untuk melihat boneka nya. Ia tersenyum penuh arti.
Maaf aku hanya bisa membuat dirimu saja, besok kalau ada waktu aku akan kembali dan membuat yang lain agar kau punya teman. Ucap L dalam hati.