
Sampai didalam Jukyung segera memberikan gelas berisi coklat hangat. Jisoo dan Bora yang pulang lebih awal langsung menghampiri L
" Kenapa wajahnya merah seperti itu? " tanya Bora khawatir
L menaruh gelasnya " Aku habis bermain diluar maka nya wajahku jadi merah, diluar ternyata sangat dingin kak. "
" Kukira kau sakit, jangan terlalu lama main diluar nanti kau bisa terkena flu. " Ucap Jisoo
Jisoo menatap Jukyung dan menyuruhnya mendekat " Bagaimana pelajaran adikku? apa dia belajar dengan baik? " tanya Jisoo pada Jukyung, setiap hari Jukyung memang disuruh memberi laporan padanya
Sejenak ia melirik ke arah L, L membalas tatapan Jukyung dan memberi isyarat agar tidak mengatakan yang sebenarnya.
" Nona belajar dengan giat Tuan, hanya hari ini saja saya melihat Nona terlihat bosan jadi meminta pelajaran dihentikan. " jawab Jukyung
" Apa guru itu membuat mu bosan? jika kau tidak menyukai nya aku akan mengganti dengan yang baru. " ucap Jisoo
" Iya katakan saja kalau kau tidak menyukai guru itu, jika kau sampai bosan bukankah berarti guru itu memang membosankan. " imbuh Bora masih sambil mengelus Kepala L
" Tidak perlu kak, hari ini aku memang ingin bermain di luar, selama tinggal disini aku belum pernah keluar bukan, dan karena cuaca sedang cerah pemandangan nya jadi sangat bagus, tiba-tiba aku ingin membuat boneka salju dan meminta tolong pada kak Jukyung untuk menghentikan kegiatan belajar ku. Tidak apa apa kan? " kata L memberi alasan
" Tentu saja tidak apa-apa, belajar terus menerus juga bisa membuat kita jenuh, tapi jangan terlalu lama ya, aku takut kau sakit. " ucap Bora dengan wajah tersenyum " bagaimana dengan pelajaran yang lain?"
" Kepala pelayan mengajariku dengan baik, kak Jukyung juga membantu ku aku senang cara tuan Im mengajariku, terkadang ayah juga menemaniku."
" Aku senang mendengar nya, ingat kau tidak perlu memaksakan diri, jika kau lelah dan ingin berhenti maka katakan saja. " sahut Jisoo
" Iya kakak ku sayang. "
Nyatanya seminggu terakhir saat les berlangsung L sudah seperti cacing kepanasan, dia terlihat fokus tapi bukan pada gurunya namun ke hal lain. Jukyung menyadari hal itu tapi tetap diam. Sempat khawatir karena L terlihat tidak pernah mendengarkan penjelasan guru dan hanya diam melamun.
Tok tok tok
Suara pintu di ketok terdengar, Jukyung segera membuka pintu tersebut dan ternyata big3 datang berkunjung kesana.
" Tuan. " Jukyung membungkuk memberi hormat
Shin melihat kalau L belum selesai belajar " Jam berapa Yuna selesai? "
" 15 menit lagi selesai tuan. " Jawab Jukyung dengan sopan
" Baiklah aku akan menunggu di halaman belakang, katakan padanya kami datang. " ucap Jaehyun . Jukyung mengangguk dan kembali menutup pintu.
15 menit kemudian akhirnya selesai juga, L buru buru keluar dan mencari keberadaan kakak kakak nya, mereka bertiga tengah duduk santai di sebuah paviliun di belakang rumah.
" Dimana kakak ku? " tanya L
" Mereka ada di paviliun belakang Nona. " belum selesai Jukyung bicara, L sudah berlari meninggalkan nya.
Jukyung panik, meskipun musim dingin sudah berakhir dan mulai berganti dengan musim semi, namun jalanan masih licin Jukyung khawatir kalau L nanti terjatuh jika berlarian seperti itu.
L berhenti karena lelah, dari jauh Big3 melihat L dengan senyum cerahnya. Mereka melambai pada L.
Setiap sore mereka memang sering datang kerumah nya untuk menghibur nya, banyak kegiatan yang ia lakukan bersama big3, mulai dari nonton, makan, atau melakukan hal hal lain.
" Kakak aku merindukan kalian. " L segera memeluk mereka satu persatu, wajah mereka langsung bersemu merah karena malu. Mereka memalingkan wajah masing-masing takut orang lain melihatnya.
" Kau sudah selesai belajar? bagaimana apa kah lancar? " tanya shin terlebih dahulu
" Iya kak aku sudah selesai. " jawab L yang sudah duduk sambil mengambil cemilan yang ada di meja
" Hari ini apa yang ingin kau lakukan? kami akan menemani mu kemana pun kau pergi, jangan bermain di dalam rumah terus kau pasti bosan bukan. " kata Jaehyun
Mata L langsung berbinar, tadi sedetik kemudian dia terdiam " Aku ingin jalan jalan keluar tapi aku tidak tahu mau kemana? "
" Bagaimana kalau kita ke tempat ku saja? Bukankah kau ingin masuk jurusan seni, dirumah kakek ku ada ruangan tempat untuk menyimpan berbagai koleksi barang antik nya, kau pasti suka. " Shin menawarkan
" Hah untuk apa kesana sangat membosankan, hanya melihat barang rongsokan. L kita ke rumahku saja kita adakan pesta disana, aku bisa mengundang koki terkenal untuk membuat semua makanan yang kau suka? " D.O juga ikut menawarkan
" Jangan dengar kan mereka, kau pergi kerumah ku saja, aku akan mengajari mu bermain piano, kudengar kau sedang belajar bermain piano bukan? " Sahut Jaehyun
L jadi bingung, Ia tertarik ingin melihat kerumah Shin, tapi tawaran pesta dirumah D.O juga menggiurkan, di tambah belajar bersama Jaehyun. Semuanya menarik.
L diam cukup untuk berfikir, dan akhirnya ia memutuskan akan pergi ke rumah Shin, D.O dan Jaehyun langsung cemberut, sementara Shin tersenyum penuh kemenangan.
Sebelum pergi L berganti pakaian terlebih dahulu, Jukyung lalu menguncir rambut L menjadi dua bagian, terlihat sangat imut sekali. Dimobil tak henti henti nya mereka bertiga mencuri pandang pada L.
Sampai dirumah Shin, Jaehyun membukakan pintu untuk L.
Mereka disambut oleh kepala pelayan dengan senyuman yang begitu ramah, sejenak ia kaget karena untuk pertama kalinya Tuan Muda nya membawa pulang seorang gadis yang sangat cantik kedalam rumah. Beberapa pelayan yang ada didalam rumah juga kaget, mereka bahkan terlihat sangat penasaran dengan sosok itu, seketika seisi rumah menjadi sedikit gaduh karena para pelayan yang lain juga ikut penasaran, mereka bahkan meninggal kan perkerjaan mereka sebentar hanya untuk melihat wajah gadis yang dibawa Tuan Muda nya itu.
Sayangnya L langsung dibawa oleh big3 ke tempat penyimpanan koleksi barang antik keluarga di bagian belakang, jadi mereka tidak bisa melihat wajahnya. Petugas keamanan yang berjaga di area tersenyum menjadi korban ke kepoan para pelayan disana, mereka meminta petugas keamanan tersebut memotret gadis itu.
" Hei tuan Lee kau kan bertugas di area XX dan kau diperbolehkan membawa ponsel, cepat kau ambil foto gadis yang sedang bersama Tuan Muda, karena pada pelayan di rumah dalam sangat penasaran. " pintar seorang pelayan pada Tuan Lee yang bertugas sebagai petugas keamanan menjaga area XX tempat Shin dan lainnya tengah berada.
" Kau pikir aku ini reporter, tugas ku disini itu menjaga keamanan bukan memata-matai apalagi memotret tamu Tuan Muda. " jawab Tuan Lee menolak
" Kami kan hanya ingin melihat nya saja, karena orang orang sedang penasaran tolong lahh. Apa kau juga tidak penasaran dengan wajah gadis itu, kau kan tahu Tuan Muda kita itu sangat cuek dengan wanita dan tidak pernah membawa seorang gadis ke rumah ini. Bantu aku, kalau kau bisa membantu ku akan kuberikan nomer Nona Lili dibagian dapur, aku tau kalau kau menyukai nya. " Pelayan tersebut membujuk Tuan Lee
" Baiklah tapi aku tidak janji karena jika aku ketahuan oleh kepala keamanan bisa bisa aku dipecat.
Dan beberapa menit kemudian foto yang diambil taun Lee sudah terkirim ke ponsel pelayan tadi.
Para pelayan yang ada dibelakang sedang berkumpul lansung kecewa karena foto tersebut tidak memperlihatkan wajah L dengan jelas.
" Dasar Tuan Lee memang tidak becus. " gerutu pelayan tersebut