
Tok
Tok
Tok
Suara pintu diketuk terdengar
"Masuk! " Ujar seorang dari dalam ruangan tersebut.
"Kakak aku sampai. "
" Jarak dari kampus dan perusahaan ku tidak terlalu jauh, tidak sampai tiga puluh menit harusnya kau sudah sampai. Tapi lihat sekarang sudah jam berapa? Ini sudah lebih dari se jam dan kau baru sampai. Darimana saja kau Yuna? " Tanya D.O
L tersenyum sambil memperlihatkan gigi putih nya " Maaf Kak tadi aku mampir ke cafe di bawah, lihat aku beli banyak makanan dan cemilan. Oh iya disana aku melihat banyak poster Idolaku, mereka sangat tampan dan aku tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berfoto dengan mereka lihat mereka sangat tampan bukan. Aaaaaaa kalau tahu begini, sudah lama aku main ke perusahaan kakak dan berkunjung ke cafe itu. " Ucap L dengan semangat.
L mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan hasil foto yang di ambilnya.
" Lihat Kak mereka sangat tampan. Apa mereka ada di sini sekarang? Jika iya bantu aku bertemu dengan mereka untuk minta tanda tangan dan foto ya! Ya!!! " Pinta L sambil merengek memegangi lengan D.O
Sedari tadi D.O sedang kesal karena masalah kerjaan, dia meminta L datang agar suasana hatinya membaik tapi karena keterlambatan dan sikapnya yang memuji lelaki lain yang merupakan artis dibawah management perusahaan nya justru semakin membuat mood D.O memburuk.
" Kim Yuna! "
L tersentak kaget " A-ada apa Kak D.O kenapa berteriak padaku? Iya iya aku minta maaf karena terlambat datang kemari..... tapi yang penting kan aku sudah datang dan akan menemani mu selama sehari an penuh. Jadi jangan marah ya. Lihat wajah asisten dan manager mu sudah pucat, wajah kakak yang tampan juga jadi jelek kalau marah marah. Ayo tersenyum. Seperti ini. " L tersenyum semanis mungkin agar D.O tidak marah marah lagi dan hal itu terbukti berhasil meski hanya sebentar.
" Aku tidak marah. Hanya kesal saja padamu. Aku sudah menunggu lebih dari se jam dan ketika kau sampai disini malah memperlihatkan foto mu dengan poster poster jelek itu. Sangat menyebalkan. " Ujar D.O cemberut.
" Ayolah Kak sudah jangan marah marah lagi, aku kan sudah minta maaf dan lihat aku membelikan mu banyak makanan enak loh, kakak mau? " Bujuk L. Ia mengambil beberapa cake yang tampilan nya menggugah selera.
" Kau kira aku itu dirimu yang tergila-gila pada makanan, aku tidak mau! Kau makan lah semuanya. Lagipula semua makanan yang kau bawa mengandung gula dan kalori yang tinggi, aku ini seorang publik figur yang harus menjaga bentuk tubuh ku. " Ujar D.O
" Ya ampun Kak cuma makan satu dua suap tidak akan membuat mu jadi gendut. Lihat aku tadi makan siang dengan porsi double ditambah puding, dan minuman manis tapi aku tetap saja segini. " L berdiri dan berputar di hadapan D.O
D.O mendengus kesal " Hei! Kau kira tubuh kita sama?Terutama perutmu itu?! Aku ini manusia normal, jika porsi makan ku disamakan seperti dirimu bisa bisa lemak dan kadar gula dalam tubuh ku langsung meningkat dan mengakibatkan peningkatan berat badan."
" Lah aku juga manusia yang normal. " Ujar L dengan polos.
" Kau itu Alien. Mau sebanyak apapun kau makan, tubuh mu akan tetap seperti itu. Hemm aku selalu heran jika melihat dirimu sedang makan. Porsi makan mu itu sama dengan porsi makan ku selama dua hari tau! "
"Hah yang benar? Memang nya kakak tidak kelaparan? "
"Tidak." Jawab D.O bohong.
" Kak D.O hebat sekali jika aku jadi kakak aku mungkin sudah mati kelaparan. "
Obrolan mereka terhenti sejenak karena asisten D.O mendekat dan membujuk D.O untuk menuju lokasi pemotretan terlebih dahulu sebelum ke lokasi syuting.
" Tuan Muda sudah waktunya untuk pemotretan. "
" Tidak bisakah patner ku diganti? Kenapa harus dia? Aku tidak suka wanita centil seperti itu. Tingkahnya juga membuat ku ilfil terutama mulutnya itu yang tidak bisa berhenti berbicara sungguh didekat nya saja membuat kepala ku pusing. " Ujar D.O
" Maafkan saya Tuan Muda, anda dan Nona Esther memang sudah di dipilih oleh perusahaan untuk menjadi bintang iklan dan brand ambassador. " Jawab Asisten D.O dengan gugup.
" Iya tapi kenapa harus dia? Dari puluhan artis yang ada diperusahaan kenapa juga dia yang harus jadi patner ku? Memangnya di perusahaan sudah kehabisan wanita cantik? "
Asisten D.O diam tidak menjawab, dirinya sendiri tidak bisa berbuat apa apa karena itu sudah pengaturan dari perusahaan dan kali ini D.O masih dalam rangka menjadi budak ibunya jadi pekerjaan nya selama setahun di atur oleh perusahaan. Kenapa bisa seperti itu? Kembali lagi ke tahap dimana D.O meminta ijin ikut libur ke Indonesia bersama Bora dan lainnya, ia berjanji pada ibunya jika akan bekerja selama setahun penuh dibawah perintah ibunya.
D.O begitu merutuki kebodohan nya. Harusnya dia tidak asal berjanji pada ibunya, karena ulahnya sendiri waktu untuk berkumpul dengan teman-temannya menjadi berkurang bahkan tidak ada.
L uang sedari tadi duduk dan mendengarkan mulai penasaran.
" Kenapa wajah Kak D.O ditekuk begitu? Memang nya kenapa kalau patner adalah Nona Esther? " Tanya L.
" Dia orang yang menyebalkan. " Jawab D.O malas.
L melirik asisten D.O seakan minta penjelasan.
" Maaf Nona Yuna, Nona Esther adalah junior Tuan Muda sejak bergabung dengan perusahaan. Dan... dan dia menyukai Tuan Muda dan selalu berusaha mendekati nya jika ada kesempatan. Sementara Tuan Muda sendiri tidak suka dengan Nona Esther karena Tuan Muda tidak suka perempuan yang cerewet dan agresif seperti Nona Esther. Pernah ada kejadian juga dimana Nona Esther mencium pipi Tuan Muda saat sedang syuting drama dimana kedua memang menjadi cameo, setelah kejadian itu Nona Esther juga mengatakan pada media jika Tuan Muda dan dirinya tengah menjalin kasih. "
" Bukankah itu bagus? "
" Tidak sama sekali Nona. Tuan Muda mulai diteror oleh fans fanatik dari Nona Esther dan bahkan sering mendapatkan kiriman aneh dari fans Nona Esther yang tidak terima jika Tuan Muda menjalin hubungan dengan Nona Esther. Akibat kejadian itu Tuan Muda begitu benci dan menghindari nama tersebut, perusahaan juga tidak bisa memutuskan kontrak karena saat itu Nona Esther sedang naik daun dan karena berita tersebut justru membuat banyak perusahaan mendapatkan kontrak yang meminta Nona Esther menjadi bintang iklan bahkan mendapatkan tawaran untuk bermain drama. "
L nampak takjub " Waw hebat sekali! Jarang ada artinya pendatang baru yang semakin melambung setelah membuat scandal. Kak D.O sepertinya menjadi dewa keberuntungan bagi Nona Esther. " Ledek L yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari D.O
" Apa kalian sudah selesai bergosip? " Tanya D.O dengan ketus
" Sudah Kak. " Jawab L santai.
Asisten D.O mendekati L dan meminta bantuan untuk membujuk D.O agar mau ke lokasi pemotretan, jika dia tidak mau dirinya bisa bisa di pecat dan menjadi gelandangan.
" Nona Yuna tolong bujuk Tuan Muda agar mau ke lokasi pemotretan! Pekerjaan saya jadi taruhan kalau Tuan Muda tidak datang Direktur Han mengancam akan memecat saya, Saya mohon Nona! " Pinta Asisten D.O dengan wajah memelas.
L merasa kasihan dengan asisten Kakaknya itu, alhasil dirinya mau membantu membujuk walaupun dengan berbagai janji dan syarat.
Mereka kini sedang ada dijalan menuju lokasi pemotretan.
" Ingat janjimu Yuna! Kau tidak bisa mengingkari nya! " Ujar D.O
" Iya iya. "
Senyum di wajah D.O kembali terbit.
Di lokasi pemotretan Esther sudah terlebih dahulu sampai dan sedang di make up. Ia nampak antusias dan bahagia karena mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemotretan dengan D.O.
Sudah lama dia menyukai dan bercita-cita menjadi istri D.O. Esther Yu meminta tim make up nya untuk merias dirinya agar semakin cantik. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendekati D.O.
Diruangan lain D.O dengan malas duduk di depan meja rias, L menunggu dengan duduk di sofa yang masih ada didalam ruangan tersebut.Sesekali L memberikan semangat pada D.O agar tersenyum.
Empat puluh menit untuk make up dan menggantikan pakaian, D.O sudah terlihat tampan dan keren dengan balutan jas hitam.
" Kak D.O apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu kau semakin tampan saja. " Ujar Esther sambil bergelantungan di lengan D.O, jelas sekali kalau D.O tidak nyaman dan berusaha melepaskan rangkulan Esther namun tidak berhasil karena Esther terus saja menempel seperti parasit.
" Kakak setelah pemotretan ayo makan malam bersamaku, kita sudah lama tidak bertemu walau berada dalam satu perusahaan aku sangat merindukan mu. " Ucapnya dengan nada manja.
" Aku sibuk syuting. " Jawab D.O datar
" Wah sayang sekali. Tapi lain kali harus mau ya makan malam bersamaku? Oh iya aku sampai lupa kalau minggu lalu aku baru saja menghadiri acara fashion show di Paris dan aku membawakan kakak jaket koleksi terbaru dari Dior, aku mendapatkan nya karena aku menjadi model mereka untuk perwakilan dari Korea dan jaket itu jaket pasangan sangat bagus dan berkelas kakak harus memakai nya ya. " Ujar Esther
" Ada sepatu pasangan juga, aku membelikan untuk Kak D.O warna biru dan untuk ku warna pink, oh iya ukuran sepatu kakak 40 kan? Aku masih ingat karena dulu waktu aku training kakak pernah meminjamkan aku sepatu karena sepatu ku rusak. Jika mengenang masa masa itu aku jadi terharu, kakak begitu perhatian dan terlihat sangat tampan saat memberikan sepatu itu ketika melihat ku pulang ke asrama dengan kaki telanjang. " Esther terus saja berbicara panjang lembar tanpa melepas tangannya dari lengannya.
L dan asisten D.O tertawa tanpa suatu melihat wajah D.O yang menahan amarah.
"Kak D.O sangat lucu jika seperti itu. "
" Benar Nona. " sahut asisten D.O membenarkan.
Staf telah selesai mengatur pencahayaan dan fotografer juga sudah siap. D.O dan Esther langsung melakukan sesi pemotretan.
Diawali dengan pemotretan individu kemudian berpasangan. Fotografer mengarahkan gaya untuk keduanya dan Esther mengikuti tanpa protes sedikitpun berbeda dengan D.O yang wajah tampak memendam sesuatu.
Sesekali D.O mendapat teguran karena ekpresi wajahnya kurang pas dan tidak ada kemistri dengan Esther. Berbeda dengan Esther yang begitu fokus dan melakukan dengan baik hingga kemistri dirinya untuk D.O begitu alami.
Beberapa kali pemotretan pasangan itu di ulang dan akhirnya selesai juga setelah hampir dua jam berlalu. D.O nampak kelelahan, ia segera duduk di sofa dan Esther menghampiri nya dengan memberikan sebotol air. D.O menerima tanpa protes karena memang dirinya lelah dan haus.
Esther menghampiri fotografer dan melihat hasil nya. Ia nampak puas dan senang dengan hasilnya.
Kira kira seperti ini hasil pemotretan nya.
Saat Esther sibuk melihat hasil nya, D.O segera kabur dan kembali ke ruangan.
Setibanya di ruangan miliknya,Ia melihat L sedang asik menonton drama lewat ponsel sambil memakan cemilan yang memang dibawanya.
" Seperti kau begitu menikmati drama yang kau tonton yah. " Ujar D.O yang mengambil cake yang sedang dipegang oleh L.
" Sudah selesai Kak? "
" Hmmm. "
L menghentikan aktivitas menonton nya dan melihat D.O yang sedang kelelahan. L mengambil sebotol jus dari lemari pendingin dan menyerahkan nya pada D.O.
Dengan senang hati D.O meminum jus tersebut hingga hampir habis.
" Apa Kakak sangat lelah? "
" Iya aku sangat sangat lelah menghadapi ulat bulu itu, dia terus menempel dan berbicara tiada henti hingga aku tak fokus dan harus mengulang pemotretan berkali-kali. "
Mendengar jawaban D.O L justru tertawa.
" Kenapa kau malah tertawa? Dan kenapa kau malah asik menonton di sini? Harusnya kau ikut melihat bagaimana perempuan itu menempel padaku dan membantu menyingkirkan dia dariku! " Ujar D.O dengan kesal
" Aku heran kenapa kakak begitu tidak menyukai Nona Esther, padahal jika kuperhatikan dia itu sangat cantik dan baik, dia terlihat cocok jika bersama mu kak."
" Tidak... tidak.... tidak... Aku dan dia bagai langit dan bumi aku tidak menyukai nya. Aku tidak suka perempuan yang cerewet. "
" Iya iya terserah kakak saja. Pemotretan sudah selesai bukan? Saatnya kita menuju lokasi syuting. "
" Belum. " Jawab D.O cepat.
" Hah belum? "
" Iya ada satu set tema lagi. "
" Lama sekali. "
Merah sedang jeda istirahat selama satu jam untuk istirahat dan mengganti pakaian dan make up sesuai tema.
Begitu D.O keluar ruangan asisten nya memberitahu jika Esther tiba-tiba harus pergi karena ada urusan mendadak yang tidak bisa ditunda, alhasil pemotretan untuk tema terakhir ditunda.
Ada kelegaan di wajah D.O tapi sedetik kemudian dia kembali kesal karena itu artinya dia harus bertemu kembali dengan Esther.
" Tuan Muda sebaiknya kita segera menuju lokasi syuting saja." Ujar Asisten nya.
" Tidak! " Jawab D.O
Asisten nya bingung " Maksud Tuan Muda? "
" Dandani Yuna dan biarkan aku melakukan pemotretan terakhir dengan nya. Aku sudah menghabiskan waktu cukup lama untuk mengganti pakaian dan ber make up, jika aku harus menunda pemotretan ini jadwalnya akan kacau. Bukannya mulai minggu depan syuting ku sudah terjadwal dan aku juga ada pemotretan untuk promosi drama itu? "
" Tapi Nona Esther tidak bisa melanjutkan pemotretan karena ku dengar saudara nya mengalami kecelakaan dan ia segera pergi ke rumah sakit dan kemungkinan tidak bisa kembali kemari. "
" Disini masih ada Yuna, ganti saja patner jadi dia. "
Orang-orang menatap L dengan seksama, mereka baru menyadari ada seorang gadis tengah berdiri di dekat D.O dengan pakaian yang stylish dan wajah tertutup.
L menggeleng cepat tanda tidak mau tapi sebelum protes D.O menyuruh tim make up nya untuk menyeret L dan mendandani nya.
Awalnya fotografer dan staf yang bekerja kurang setuju dengan penggantian model wanita secara mendadak, tapi berkat kekuasaan D.O semua bisa teratasi dengan mudah.
L keluar dengan memakai gaun putih yang membuat nya nampak elegan.
D.O membimbing nya dalam melakukan pose, sejenak semua orang nampak tercengang dan terpesona dengan kecantikan L. Dia benar-benar cantik melebihi Esther.
Pemotretan berjalan dengan cepat dan juga lancar. L dengan cepat belajar setelah D.O dan fotografer mengajarinya.
D.O tersenyum puas, ia sangat antusias saat melihat hasil pemotretan, ia juga meminta salah satu foto L yang tampak begitu cantik dan juga anggun.