All About You "L"

All About You "L"
Penasaran



" Buru buru? " Arya mencoba mencerna pertanyaan Siska


" "Iya, biasakan saat libur semester tiba dia akan tetap di Jogja selama beberapa hari , barulah setelahnya ia pulang. "


"Tidak ada yang namanya buru-buru, lagian yang kau maksud tetep berada di jogja kan cuma sehari dua hari, itu pun karena memang ada tugas tambahan,jadi jangan mengada ngada, jikapun begitu ia pasti memberitahu ku. "Jawab Arya santai


" Dia tak membicarakan tentang merindukan seseorang atau hal hal semacam itu kan? " Masih terlihat mencari tahu


" Hah apa sih yang kau maksud aku benar-benar tidak mengerti? "


Siska menghela nafas sejenak " Alasan dia pulang bukan karena dia rindu dengan pacarnya yang dikampung kan? "


Arya yang sedang minum langsung menyemburkan semua yang ada di mulutnya karena kaget" Pacar? hahaha.... dapat bahan dari mana kau. " Arya berusaha menahan tawa tapi tidak bisa


" Aku sedang bicara serius, kenapa kau tertawa. " Mimik wajak Siska terlihat tak senang , membuat Arya langsung terdiam tak berani tertawa lagi


"Maaf kan aku. Begini dari awal aku masuk kuliah sampai sekarang, aku telah menjadi satu-satunya teman yang paling dekat dan paling dipercaya oleh nya. " Membanggakan dirinya sendiri " Dari awal Hari itu memang orangnya cuek, apalagi terhadap wanita, selama aku mengenal dirinya dan selalu bersamanya aku jadi tau semua hal tentangnya, bahkan siapa saja nomer wanita yang ada di ponselnya aku tahu. Tujuan ia kuliah ada untuk mengejar cita-cita menjadi dokter, dia selalu fokus dalam studinya dan tak tertarik dengan menjalin hubungan dengan wanita, karena baginya itu membuang waktu dan bisa mempengaruhi tujuan nya. Jadi dia itu tidak mungkin punya pacar, darimana kau dapat gosip seperti itu. "


" Barusan aku melakukan panggilan video dengannya, orang pertama yang kulihat saat panggilan ku tersambung adalah seorang perempuan, saat itu Hari sedang menyetir dan perempuan duduk disebelah nya, ia bahkan berbicara lebih lembut padanya, berbeda sekali saat ia sedang berbicara denganku, datar, dingin, menoleh kepadaku saja tidak. "


Arya terlihat penasaran, ini pertama kalinya ada wanita yang diperbolehkan duduk di sampingnya, karena selama di jogja kemanapun ia pergi hanya Arya yang menemani, walaupun bersama teman wanita Hari tak pernah mengijinkan untuk duduk disebelahnya, ini benar-benar berita yang menghebohkan, Arya sejenak berpikir kalau dia ternyata belum tahu semua tentang temannya itu.


" Tentu saja."


" Mungkin saja itu saudara atau kerabatnya? " ujar Arya yang mencoba untuk berpikir positif


" Saudara? bukankah kau bilang dia anak tunggal dan kerabatnya kebanyakan juga laki-laki. "


" Benar juga ya, ouh aku tau, dia pasti ibunya. "


Siska mengambil ponselnya dan memperlihatkan sosok wanita yang duduk di sebelah Hari " Mana mungkin ibunya lebih muda dari dirinya, bahkan ibuku saja yang selalu melakukan perawatan tidak terlihat seperti gadis berumur belasan tahun, melakukan operasi plastik pun juga tidak akan mengubahnya jadi semuda itu. "


Arya mengambil ponsel Siska dan terkejut melihat sosok L , gadis yang sangat lah cantik dan manis, ia menatap lama layar ponsel Siska tanpa berkomentar apapun


Siska yang geram dengan tingkah Arya segera mengambil kembali ponselnya " Hei aku sedang berbicara, kenapa kau diam dan malah bengong menatap ponselku. "


Arya sedikit salah tingkah dan tersenyum " Maaf sepupu, sepertinya dugaanmu benar, itu pasti pacar Hari. Pantas saja dia cuek pada semua wanita dikampus, pacarnya sangatlah cantik mana mungkin ia bisa berpaling, ahhhh beruntung sekali hidupnya, sudah tampan,populer, pintar, punya pacar yang cantik, sungguh cerah masa depanmu teman. " Arya malah berbicara sendiri membuat Siska mulai marah


" Arya, kau itu sepupuku bukan sih, harusnya kau membantuku, aku juga cantik dan pantas berada disamping nya. " Mengibaskan rambut panjangnya yang indah


Arya melirik Siska, melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala " Kau memang lumayan cantik sihh, tapi itukan karena riasanmu yang tebal, coba saja kau tak memakai make up, wajahmu itu seperti mak Lampir, mau dibandingkan dengan pacar Hari, rasanya perbandingannya jadi tak seimbang, aku tadi liat wajahnya tak memakai make up sama sekali tapi sudah sangat cantik, bagaimana dengan wajahnya yang ber make up, pasti dia lebih cantik lagi, hihihihi. " Arya malah menyanjung L di depan Siska, sama saja membangunkan singa yang sedang tertidur