All About You "L"

All About You "L"
Rindu



Sampai dirumah tiga pria tampan sudah menunggu kepulangan L, wajah mereka begitu datar saat L sampai dirumah.


" Selamat malam semuanya. " Sapa L dengan senyum cerahnya.


" Hmmmm. " Hanya suara itu yang dikeluarkan oleh Shin, Jaehyun, dan D.O


L tersenyum lebar, Pak Im dan Jukyung menyambut kedatangan L.


" Selamat datang Nona. " Jukyung dengan sigap mengambil tas L dan membawanya kedalam.


" Hallo Kak , jangan pasang wajah begitu nanti ketampanan kakak hilang. Ayo masuk! " L menarik lengan Jaehyun dan D.O , karena mereka yang paling dekat dengan nya.


Diruang santai L sudah duduk dengan diapit tiga pria itu. Sebelumnya ia sudah mandi dan berganti pakaian.


" Jadi kemana saja kau hari ini? " Tanya D.O sewot


" Aku kuliah, selesai kuliah aku pergi ke taman untuk melukis disana aku bertemu Kak Daniel dan mengajak ku ke rumahnya. "


" Kau tahu dia itu lelaki dan kau itu perempuan, bagaimana bisa kau dengan mudah nya pergi ke rumah seorang laki-laki? "


" Dia kan temenku. "


" Yuna! " Ucap ketiganya serentak.


" Kau pasti tidak bilang pada Bora dan Kak Jisoo bukan? "


" Sudah. " Sahut L cepat.


" Kau yakin? Kau pasti hanya bilang pergi ke rumah teman mu tanpa bilang kalau rumah teman mu itu adalah Daniel. " L tersenyum


" Apa saja yang kau lakukan di rumah nya? "


" Sebenarnya aku diajak makan siang Kak Daniel, tapi waktu itu aku ingin makan makanan Indonesia, restoran Indonesia jaraknya terlalu jauh dan belum tentu makanan itu tersedia, oleh karena itu Kak Daniel mengajak ku untuk ke rumah nya agar aku bisa memasak nya sendiri. Dia membantu ku mencari bahan bahan nya dan memasak di rumah nya. Rumah Kak Daniel sangat bagus Kak, dipuncak gedung, disana banyak orang sama seperti di rumah ku, mereka bahkan membantu ku memasak dan kita makan bersama. " L nampak asik menceritakan kegiatan nya, tanpa melihat ekspresi ketiga pria didekat nya yang tak suka.


" Kata Kak Daniel masakan ku enak, Paman Lee, Nona Oh, dan orang orang disana juga mengatakan kalau masakan ku enak Kak. "


" Kalau begitu masakan juga untuk kami! " Ujar Shin menyela


" Hah? "


" Kau sudah pergi ke rumah laki-laki tanpa izin , masuk kesana sendiri, dan memasak untuk nya. Kalau Bora tahu bagaimana? "


" Jangan beritahukan Bora. " L seketika memohon pada ketiga nya agar tidak mengadu pada kedua kakaknya.


" Apa untung nya untuk kami? "


" Aku akan memasak juga untuk kalian. "


" Disini sudah ada koki yang setara dengan koki di restoran bintang 5 , untuk apa kau memasak untuk kami "


" Aish ayolah Kak aku mohon, meskipun kemampuan memasak ku tidak terlalu bagus tapi aku akan berusaha membuat makanan yang enak untuk kalian, bahkan saat ini pun aku bisa membuat masakan untuk kalian. " Ketiga nampak tidak bergeming.


" Aku akan memasak untuk kalian selama seminggu . "


" Setuju. " Jawab Ketiga nya serempak. L hanya bisa mengerucut kan bibirnya.


" Kalian bersekongkol? "


" Tentu saja. " Jawab Jaehyun enteng


" Kakak jahat sekali. "


" Hei kau itu yang jahat. Kau sudah memasak untuk orang asing sedangkan untuk kami kau belum pernah. Sebagai hukuman masakan sesuatu untuk kami sekarang kalau tidak, kami akan mengadu pada Bora kalau kau pergi ke rumah laki-laki dan berduaan disana."


"Ish kakak aku tidak berduaan disana ada banyak orang. "


" Aku tidak perduli, sudah sana masakan sesuatu untuk kami, jangan lupa buatkan minuman juga. "


L tidak bisa berkutik, akan berbahaya jika Bora sampai tahu. Kalau Jisoo itu orang nya pengertian jadi L tidak mungkin dimarahin apalagi dihukum, paling hanya diberi nasehat berbeda jika Bora sampai tahu, dia bisa saja melarang L bepergian dengan bebas dan mengurung nya di rumah.


L pergi ke dapur dan membuat sesuatu untuk ketiganya. Dengan dibantu Jukyung dan koki di rumah nya L membuat sate ayam dan es buah. Tak butuh waktu lama sate dan es buah buatan nya telah jadi. L membuat nya cukup banyak mengingat dirinya juga sangat suka makanan itu.


Jukyung dan pelayan lain langsung menghidangkan sate dan es buah untuk Big3 dan L.


" Kakak aku sudah selesai, kalian pasti sudah makan malam bukan? Jadi aku membuat sate ayam saja ya dan es buah. "


Ketiganya melongo melihat makanan yang ada dihadapan mereka, baunya menggugah selera dan tampilannya menarik. Sebenarnya di Korea pun ada sate hanya saja rasanya tentu sangat berbeda dengan buatan L. Mereka melirik minuman yang berwarna warni penuh buah buahan di dalamnya, sejenak mereka mengira itu es kacang merah tapi ternyata bukan.


Ketiganya langsung mengambil piring dan mencoba sate buatan L.


" Enak. " Ujar Shin


" Iya rasanya berbeda dengan sate yang pernah ku makan. "


" Saus apa ini? Rasanya familiar seperti kacang. "


" Itu sate ayam dengan bumbu saus kacang tanah. Enak tidak. " Ketiganya menikmati sate buatan L, mereka mengangguk serempak.


" Lalu itu apa? Apa itu yang dinamakan es buah? " Tanya D.O tanpa berhenti mengunyah.


" Iya benar, aku memotong motong berbagai macam buah buahan, menaruhnya dalam satu wadah, kuberi serutan es, susu, dan sirup. "


" Kupikir es kacang merah, ini rasanya enak dan menyegarkan. Bagus untuk satu minggu kedepan kau jadi koki kami mengerti. " Sahut Jaehyun


" Iya baik, tapi kakak jangan lupa untuk merahasiakan dari Bora dan Kak Jisoo. "


" Ok. "


Hari ini bukan tanpa alasan L tiba-tiba ingin makan menu makanan Indonesia, dirinya memang sangat rindu dengan tanah kelahiran nya, ia tiba-tiba rindu rumah nya, rindu Mas Hari, Bu Lilis, dan Pak Anwar.


Kehidupan nya di Korea memang menyenangkan, dikelilingi orang-orang yang menyayanginya, tapi semua itu tidak bisa menyembunyikan rasa rindu akan rumah nya.


Setelah kepulangan Big3, L tak lantas pergi tidur. usai Jukyung keluar dari kamarnya dan mengucapkan selamat malam L terbangun dan berjalan menuju ruang lukis nya. Bora dan Jisoo sudah pulang saat L berpura-pura tertidur, ia bisa mendengar ucapan selamat malam Bora dan Jisoo saat mereka masuk kedalam kamarnya.


L tak bisa tidur, ia sangat rindu rumah dan kampung halamannya, meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, L justru asik di ruang lukis nya dan melukis rumah mungilnya.


"Aku rindu kampung halaman ku, aku rindu Mas Hari, rindu Bu Lilis, rindu Pak Anwar, rindu Pa.... " Ucapan nya terhenti begitu pula gerakan tangannya saat berada diatas kanvas.


Kuas yang sedang digenggam terjatuh dan kepala mendadak sakit, sangat sakit hingga air mata L berjatuhan. Ingin rasanya berteriak tapi ia urungkan, L tak ingin membangun kan yang lain dan membuat mereka khawatir. Dengan sekuat tenaga ia menahan rasa sakit itu. L menangis dalam diam menahan rasa sakit dikepala nya. Ia sampai tidur meringkuk dilantai.


L memejamkan mata dan bayangan dua orang yang tengah bertengkar terlintas di benaknya, wajah kedua tidak terlihat jelas begitu juga ucapan mereka. Hanya dengungan yang mengganggu dan membuat kepalanya semakin sakit.


" Arrrggghhh!!!! " L sudah tidak lagi, ia akhirnya berteriak dengan sangat keras.


" Arrrggghhh! "


Tak lama kemudian Jukyung datang bersama ayahnya.


" Nona muda?" Jukyung dan Pak Im kaget melihat keadaan L yang tengah mengerang kesakitan dilantai sambil memegangi Kepala.


" Arrrggghhh! "


" Jukyung panggil kan Tuan Jisoo dan Bora cepat, hubungi juga dokter Cha! "


Tak lama kemudian Bora berlarian dengan wajah panik menuju kamar L. Ia melihat kondisi L yang tengah berteriak teriak dan kesakitan.


" Yuna. Tidak. Apa yang terjadi padamu? Kau kenapa? " Bora langsung memeluk L dan menangis karena khawatir.


Jisoo pun kaget, ia dengan sigap mengangkat tubuh L diatas tempat tidur. Bora kembali memeluk nya hingga teriakan L berhenti dan terlihat lebih tenang, hanya ada suara sesegukan dari L.


Dokter Cha dan perawat telah tiba, dia memeriksa tubuh L dan memberinya obat penenang. Dokter terpaksa memberinya obat penenang karena L kembali berteriak dengan histeris saat melihat dokter dan perawat masuk dan memeriksa nya.


" Paman Cha, apa yang terjadi pada Adikku? "


" Sejauh ini aku tidak menemukan tanda tanda luka ditubuh nya, kurasa Yuna mengalami sakit dikepala karena efek operasi yang pernah dijalaninya. Meskipun operasi tersebut berjalan lancar tapi terkadang rasa sakit bisa saja menyerang pasien karena kepala manusia terutama otak itu adalah bagian tubuh Manusia yang sangat penting dan sekali pernah terluka pasti akan meninggalkan bekas.Kita harus memeriksa nya lebih lanjut dirumah sakit agar mengetahui kondisi nya lebih lanjut. "


" Apa itu berbahaya? "


" Tidak, tapi untuk berjaga-jaga bawalah Yuna besok ke rumah sakit untuk menjalani test. "


" Baik Paman aku akan membawa Yuna besok ke rumah sakit. "


Setelah Dokter Cha dan perawat selesai memeriksa L, tak lama L pun tersadar. Obat penenang yang diberikan Dokter Cha pada L hanya sedikit , harusnya L akan terbangun besok, namun setelah satu jam L malah sudah bangun.


" Bora. " Ucap L lirih


" Yuna. Kenapa kau sudah bangun? Sayang Yuna sudah bangun. " Bora membelai wajah L dengan lembut


" Kau baik baik saja? Apa yang kau rasakan saat ini?"Jisoo sudah ada disamping mereka.


L menatap Bora dan Jisoo berganti an, sedikit ragu tapi akhirnya ia berani mengatakan isi hatinya.


" Aku rindu rumah ku. " L langsung menghambur dalam pelukan Bora dan menangis lagi