All About You "L"

All About You "L"
Belajar



Setelah dinyatakan lulus seleksi, Hari dan Arya mendaftarkan diri untuk les bahasa Korea. Hari lebih cepat bisa karena dirinya pernah diajari oleh L, sementara Arya sedikit kesusahan.


" Hei Bro, sejak kapan bisa bahasa Korea? " tanya Arya


" Kata siapa aku bisa bahasa Korea. " ucap Hari sambil membereskan buku bukunya


" Bohong, kita itu baru les bahasa satu minggu, tapi terlihat jelas kau sudah bisa mengucapkan beberapa kalimat dengan fasih. Katakan padaku sejak kapan kau belajar bahasa Korea hah? "


" Elis yang mengajariku, kau tau sendiri kan kalau Bora orang Korea, terkadang dia juga bicara bahasa Korea, meskipun jika sedang berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris tapi aku juga ingin bisa, makanya aku meminta L mengajariku. " jawab Hari yang sudah selesai mengemas bukunya dan berjalan pulang bersama Arya.


" Tapi untuk apa kau ikut program ini? bukankah kau tidak punya alasan untuk ke Korea? " tanya Hari penasaran


" Aku kan manager mu tentu saja aku akan ikut kemanapun kau pergi. " jawab Arya tapi sedetik kemudian dia berjalan cepat mendahului Hari


" Alasan macam apa itu, kau pasti merencanakan sesuatu, aku tidak akan mempercayai nya. " menatap Arya dengan tatapan curiga


" Sebenarnya aku ingin mencoba menjadi seorang idol disana , siapa tau ada agensi hiburan disana yang tertarik denganku, lalu aku bisa debut menjadi seorang idol keren sekali bukan, kau pasti bangga padaku, tenang saja jika aku sudah terkenal aku tidak akan melupakan mu. " jawab Arya sambil tersenyum lebar


Hari sudah menyerah dengan tingkah temannya itu. Dia berjalan mensejajarkan dirinya dengan Arya tanpa bertanya lagi tentang alasan dia ikut kuliah di Korea.


" Kenapa kau diam Bro, ngambek ya? " Goda Arya


" Apa an sih. " berjalan menjauh dari Arya


" Baik baik akan aku cerita kan alasannya. Sederhana saja, jika kau pergi ke Korea tidak akan ada lagi orang yang bisa aku contekin atau membantu ku dalam mengerjakan tugas yang sulit, lagipula cuma kau yang mau berteman dengan dengan tulus tanpa ada niat memanfaatkan ku, justru aku yang memanfaatkan mu, hehehe. " tertawa lebar


" Orang tua ku juga sangat senang saat aku bilang diterima di Universitas di Korea dan mereka langsung menaikan uang sakuku. "


" Dasar orang kaya. " sahut Hari


" Tidak ada alasan khusus hanya saja aku ingin mencari pengalaman, lagipula kau pasti akan butuh bantuan ku disana. " ucap Arya dengan penuh percaya diri


" Hah awas saja jika nanti malah kau menyusahkan ku. "


" Tenang saja bos. " jawab Arya dengan tangan memberi hormat.


********


Pagi ini adalah hari pertama L akan mendapatkan les guna mempersiapkan ujian masuk ke Universitas.


Sejak pagi seperti biasa Jukyung sudah ada di kamar Nona nya.


" Apa nanti guru itu akan galak pada ku kak? " tanya L sambil menatap Jukyung yang sedang membantu mengeringkan rambutnya.


" Tenang saja Nona, saya akan menjaga Nona dan menegur guru itu jika dia berani bersikap keras kepada Anda? " jawab Jukyung


" Bagaimana pelajaran nya nanti? apakah akan sulit atau sangat sulit? Kak Jukyung dulu waktu sekolah SMA bagaimana?"


" Dulu saya tidak terlalu pintar Nona, jadi terkadang mengalami kesulitan untung saja ada ayah saya yang sabar mengajari , namun itu berbeda dengan Nona ,saya yakin Nona pasti bisa cepat mengerti semua materi yang nanti guru ajarkan."


" Hemmm. " L menghela nafas " Seperti nya kurikulum disini sangat susah ya, melihat mu berkata seperti itu membuat sedikit takut, kenapa juga aku harus masuk ke Universitas itu. " kata L dengan wajah lemas


Tak lama L dan Jukyung masuk ke dalam ruangan dimana sudah ada Jisoo dan seorang guru yang akan mengajari L.


" Permisi Tuan Muda, saya sudah membawa Nona Yuna kemari. " ucap Jukyung pada Jisoo


Jisoo dan guru tersebut berbalik, sejenak guru yang merupakan teman Jisoo terdiam karena terpana dengan kecantikan L.


" Yuna kau sudah datang Kemarilah, perkenalkan ini guru matematika mu namanya Lee Hana, kau bisa memanggilnya miss Hana Dia adalah teman ku kuliah dulu, sekarang dia bekerja sebagai guru disalah satu bimbel paling terkenal di Seoul. " kata Jisoo memperkenalkan Miss Hana pada L


" Dan Hana, ini adikku yang kemarin aku critakan namanya Kim Yuna, panggil saja dia Yuna, disebelah nya adalah pelayan pribadi nya kau bisa minta tolong jika sewaktu-waktu butuh sesuatu. " imbuh Jisoo


Hana dan L saling membungkuk, L terlihat malu-malu


" Kau yakin itu adikmu? " tanya Hana yang tidak percaya " Sejak kapan kau punya adik secantik ini? "


" Dia adik ipar ku. " jawab Jisoo


" Oh benarkah, tapi seperti nya umur nya masih sangat muda. "


" Ia baru menginjak usia 15 tahun bulan Juni nanti. "


Mata Hana langsung melotot " Kau serius? menyuruh ku untuk membantu nya untuk mempersiapkan ujian masuk universitas yang akan diadakan satu bulan lagi? "


Jisoo dengan santai menjawab " Ia aku serius, jadi aku mohon bantulah adikku ini ya, untuk masalah bayaran kau tidak usah khawatir nanti setelah selesai asisten ayahku akan menemui mu. "


" Ba-baik lah. " mencoba tersebut .


Hana melihat L tampak ragu, melihat waktu yang begitu singkat, meskipun L telah lulus SMA lebih awal tapi itu kan di luar Korea, jelas sekali kurikulum dan materi yang dipelajari berbeda, sepintar apapun seseorang pasti akan kesulitan.


Bagi anak SMA di Korea, setelah naik kelas 3 artinya perjuangan benar-benar dimulai, mereka akan dijejali dengan banyak les untuk mempersiapkan ujian masuk universitas. Selain pesaingnya sangat ketat, kuota untuk masuk ke universitas juga terbatas. Sehingga banyak orang tua yang mendaftarkan anak anaknya ke tempat les yang terkenal dan berbiaya mahal asalkan bisa membuat anak-anak mereka mendapatkan nilai yang tinggi dan bisa masuk ke universitas favorit.


Jisoo mendekati L " Adikku sayang belajarlah yang rajin, aku sudah menyiapkan guru lain untuk mengajari tidak hanya Miss Hana. Tinggal fokus belajar saja, jika kau merasa ada dari mereka yang menyampaikan materi sulit untuk kau pahami katakan padaku, aku akan segera mengganti nya. " ucap Jisoo


" Aku akan berusaha keras, terimakasih kak. " sahut L pada Jisoo


Jisoo meninggal ruangan belajar tersebut, dan pembelajaran pun dimulai.


Miss Hana mulai memberikan pelajaran pada L, L dengan serius memperhatikan setiap materi yang disampaikan, sesekali ia bertanya jika ada hal yang tidak ia mengerti.Sedangkan Jukyung duduk disudut ruangan, ia selalu siap jika Nona muda nya membutuhkan sesuatu ia bisa segera membantu nya.


Beberapa hari telah berlalu, L sudah menemui semua guru yang telah disiapkan Jisoo. Pembelajaran berjalan dengan lancar, L juga telihat fokus dan aktif bertanya pada gurunya. Terkadang Jisoo dan Bora sendiri memberi materi pelajaran untuk L.


Tanpa terasa sudah dua minggu berlalu, entah kenapa L terlihat bosan dan tidak fokus pada kegiatan belajar nya. Meski tatapan matanya menuju ke depan tapi pikiran sedang berada diluar.


Ia melihat diluar sedang turun salju, mengingatkan nya tentang hujan yang sepanjang waktu mengguyur desa tempat tinggalnya dulu, pikiran nya berkelana entah kemana. L tengah melamun.


Melihat hal itu Jukyung mendekati L " Nona, apa Nona baik baik saja? jika anda lelah kita bisa istirahat sebentar. " ucap Jukyung pada L, guru yang mengajari nya juga berhenti sejenak.


Jika biasanya dia akan kembali fokus kali ini tiba-tiba L meminta berhenti " Aku lelah hari ini kita sudahi saja. " jawab L pada Jukyung untuk mengakhiri kegiatan belajar nya


" Tapi Nona Yuna, masih banyak materi yang harus anda pelajari , waktu anda sangat terbatas kurang dua minggu lagi sebelum ujian masuk universitas. " kata guru yang bertugas hari ini.