
Orang yang dibicarakan tadi kini justru tengah berduaan dengan seorang lelaki, ya orang itu adalah Daniel. Sebelum pulang dari kampus Daniel tiba-tiba menelpon L dan mengajak nya bertemu ditempat biasa tentu saja L mau menemuinya.
Dengan menaiki Bus L telah sampai di halte dekat taman, terlihat seorang lelaki tampan sudah duduk di bangku tempat mereka biasa duduk, L menghampiri Daniel.
" Kak Daniel. " Sapa L
Daniel menoleh ke arah L dan tersenyum
" Apa kakak sudah menunggu lama? "
" Tidak aku baru sampai 5 menit yang lalu. Kemari dan duduk lah, aku membawakan sesuatu untuk mu. " Memperlihatkan bebrapa kota makan pada L
" Wah seperti nya enak. " Tanpa basa-basi L segera menyambar kotak makan tersebut dan memakannya dengan lahap.
Daniel terus tersenyum melihat L dengan lahap memakan makanan yang dibawakan nya " Apa kau belum makan siang? Kau sepertinya sedang kelaparan. "
" Iya aku memang belum makan siang, hari ini entah kenapa aku tak ingin makan makanan Korea, aku juga bosan makan makanan Western. "
" Lalu kau ingin makan apa? Sebut kan! "
" Ah tidak tidak, tidak ada yang menjualnya disini. "
Daniel mengkerutkan dahinya " Kalau begitu bagaimana kalau kau kerumahku dan sebut kan makanan apa yang ingin kau makan, biar koki ku memasaknya untukmu. "
" Koki mu juga tidak akan bisa Kak, Koki dirumah ku saja tidak bisa apalagi Koki mu. "
" Memang nya ku ini ingin makan apa sih? "
" Tumis kangkung"
" Makanan apa itu? " Daniel tampak bingung
" Sejenis sayuran yang ditumis. "
" Kau bisa membuat nya? "
" Bisa. "
" Kalau begitu ayo! " L terdiam
" Ayo kemana? "
" Kita memasak, kalau Koki mu dan Koki ku tak bisa sedangkan kau sendiri bisa kenapa harus bingung, kita masak saja sendiri. "
" Tapi. "
" Tunggu! Dimana kita mendapatkan sayuran itu? Seperti apa bentuknya? "
L akhirnya tertawa " Hahaha Kak Daniel lucu sekali, tadi begitu semangat mengajak ku untuk memasak tapi sekarang malah bingung. "
" Ya memang benar aku sedang bingung, jika kita langsung pergi kerumah ku tentu saja bahan itu tidak ada disana, kita harus membelinya dulu bukan? Aku tidak tahu harus beli dimana. "
" Kita pergi ke supermarket asia Kak, sebentar aku cari dulu di goggle. "
Tak lama kemudian mobil Daniel mulai melaju menuju ke toko yang menjual bahan bahan khas dari Asia termasuk Indonesia. Keduanya turun dan segera masuk.
Mata L berbinar melihat barang-barang yang dijual disana. " Wah lihat Kak disini ada kangkung, aku pikir di Korea tidak ada. " L terlihat sangat antusias
Daniel sendiri bingung dengan tingkah Yuna yang menurut nya sangat berlebihan saat menemukan sayuran itu.
" Kelihatan nya kau sangat senang melihat sayuran itu, apa rasanya sangat enak? "
" Menurut ku iya tapi bagi orang lain mungkin biasa saja, rasanya sama seperti rasa sayuran pada umumnya. Dan lihat aku juga menemukan tempe, aku mau membelinya juga. "
Awalnya L hanya ingin membeli kangkung tapi pada akhir nya ia malah membeli banyak bahan masakan. Rasa rindu pada tanah airnya sedikit terobati saat melihat barang-barang yang dijual ditoko tersebut.
Daniel terus memandang nya aneh.
" Kau sudah selesai? "
" Sudah Kak. " Tersenyum lebar
" Kupikir kau hanya ingin membeli sayuran hijau tadi, kenapa sekarang jadi menggunung seperti itu?" Menunjuk pada keranjang belanja an yang sudah penuh
" Hehehe mumpung sedang disini dan aku melihat bahan bahan yang biasa aku beli sewaktu dirumah dulu jadi sekalian saja aku memasak yang lain juga."
" Di rumah dulu? " Ucap Daniel di dalam hati
" Selamat datang Tuan. "
L yang berdiri dibelakang Daniel mengintip Mr.Lee dan kepala pelayan , ia tersenyum manis pada mereka. Mr. Lee sudah biasa melihat L jadi dia hanya membungkuk memberi salam tanpa ekpresi, sementara Kepala pelayan sedikit terkejut karena baru kali ini Tuan nya membawa pulang seorang gadis ke rumah.
" Siapa Nona ini tuan muda? " Tanya Kepala pelayan nya.
" Dia temanku, dia ingin memasak jadi antar dia kedapur! Yuna kau ikuti dia aku akan ganti pakaian sebentar. " L mengangguk dan menuruti perkataan Daniel.
Mr. Lee dengan sigap meraih belanja an yang ada ditangan L, ia menyuruh Kepala pelayan untuk menuntun L ke dapur. Kepala pelayan menurut, sejenak ia masih terdiam karena masih kaget dan terpana dengan kecantikan gadis yang dibawa Tuan nya.
" Kalau boleh tahu siapa nama Nona? "
" Nama ku Kim Yuna, panggil saja Aku Yuna. "
" Baik akan saya panggil anda dengan Nona Yuna, silahkan,dapur ada disebelah sana. "
Beberapa pelayan yang tengah bekerja sontak kaget karena tiba-tiba melihat seorang gadis berjalan bersama kepala pelayan, wajahnya sangat cantik tidak mungkin kalau itu pelayan baru, mereka berpikir kalau itu pasti saudara Tuan mereka, tapi setelah diingat ingat saudara Tuan mereka itu hanya satu yaitu kembaran nya dan tidak semuda gadis itu. Mereka akhirnya berfikir jika itu pacar Tuan Daniel.
" Siapa gadis cantik itu? "
" Apa dia pelayan baru? "
" Tidak mungkin. Wajahnya terlalu cantik dan lihat pakaian yang dipakai nya juga terlihat mahal. "
" Apa dia kembaran Tuan Daniel? "
" Yang benar saja, Nona Giselle tidak semuda itu walaupun dia awet muda."
" Lalu siapa dia? "
" Atau jangan jangan dia pacar Tuan Daniel. "
Para pelayan yang sedang berkumpul itu saling memandang.
" Bisa jadi. "
Kepala pelayan, Yuna, dan Mr. Lee sudah sampai di dapur. Para Koki dan staf dapur langsung menghampiri mereka.
" Ada yang bisa saya bantu Nona Oh? Apa Tuan Daniel ingin makan sesuatu? " Tanya salah satu Koki.
" Tidak, kalian kembali saja ke pekerjaan kalian,dan ini adalah Nona Yuna beliau adalah teman Tuan Daniel dia ingin memasak disini jadi bantu saja dia. " Semua orang mengangguk patuh. Nona Oh lalu pergi
" Baik. "Jawab mereka serentak
Mr.Lee menaruh belanjaan L diatas meja dan tetap berdiri di dekat nya. Salah seorang Koki mendekati L dan menyapa nya dengan sopan.
" Selamat siang Nona Yuna, perkenalkan nama saya Kim Woo Jin, saya Kepala Koki disini apa yang hendak Nona Yuna masak? Nona bisa menyebutkan nya dan akan saya masak kan untuk Nona dan Tuan Muda. "
" Terimakasih Pak Kim, kalau begitu buat kan aku tumis kangkung, oseng tempe, dan soto daging sapi. " Ujar L sambil tersenyum
Woo Jin mengernyitkan alisnya, dia adalah Koki profesional dengan sertifikasi masakan Western khusus nya Italia, dia terlihat bingung. Lalu ia memanggil beberapa anak buahnya dan menanyakan pada mereka yang memiliki keahlian masak dari masakan Korea, china, dan Jepang. Tidak ada satupun dari mereka yang mengerti dan bisa memasak makanan yang disebutkan Yuna.
Woo Jin kembali dengan wajah menunduk.
" Maaf Nona baik saya dan anak buah saya tidak bisa memasak makanan tersebut, apa ada menu lain? "
Yuna hanya tersenyum pada Woo Jin, Mr. Lee yang tengah duduk dengan gadget ditangan nya hanya melirik sekilas tanpa ekpresi.
"Tidak apa apa aku juga tidak meminta anda memasak nya untuk ku, aku akan memasak sendiri jadi kalian jangan khawatir. "
" Kalau begitu biar saya dan anak buah saya membantu Anda Nona. " Ujar Woo Jin
" Baik lah. " Yuna meminta beberapa wadah untuk meletakkan bahan bahannya.
Woo Jin dan anak buahnya terlihat bingung dengan bahan bahan yang baru pertama kali mereka lihat terutama tempe dan kangkung.
" Masakan yang hendak Nona buat itu tergolong masakan apa Nona? Dan ini sayuran apa? " menunjuk ke arah kangkung " Lalu kalau ini? " menunjuk ke arah tempe
" Aku tahu ini adalah tempe kan Nona? " Sahut salah satu Koki
" Benar. Dan sayuran tadi adalah kangkung. Dan semua masakan yang hendak ku masak ini berasal dari Indonesia. "
Mereka lalu ber Oh ria.