
Arsi menempel kan baju satu persatu ke badan L, ia sedang mengukur apakah muat di badannya L. Setelah beberapa kali melihat, ia memisahkan nya dan menggantung nya terpisah. L hanya diam
" Unni kapan kau pulang? "
" Mungkin besok , aku tidak tahu soalnya Mas Hari yang menentukan akan berapa lama aku di Jogja. "
Mendengar jawaban itu, Arsi menyuruh L beristirahat saja dikamar, ia akan keluar sebentar.
Tak lama, pintu kamar Arya digedor gedor oleh Arsi, Hari dan Arya yang sedang tepar karena kelelahan pun terbangun karena kaget.
" Ah siapa sih yang berisik, ga tau lagi capek apa. " gerutu Arya yang berjalan membukakan pintu, begitu terbuka Arsi langsung masuk melewati kakaknya dan menemui Hari
" Oppa ( Kakak laki-laki) kapan kau pulang? " tanya Arsi pada Hari
" Besok siang aku akan pulang. " jawab Hari
" Ah kenapa tidak besok lagi saja ya, pliss! "
" Hah ada apa dengan mu? kau pasti merencanakan sesuatu yang aneh ya? " tanya Arya
" Oppa, boleh kan boleh yaa. "Arsi bahkan sampai merangkul lengan Hari sambil memohon
Hari yang sudah lelah dan ingin segera tidur pun mengiyakan, lagipula ia juga perlu mengumpulkan kembali tenaga untuk nanti kembali kerumah. " iya baiklah. "
Arsi kegirangan mendengar hal itu, iya langsung pergi begitu urusan nya selesai
" Hei kenapa kau mengiyakan si tuyul centil itu? "
" Biarlah, lagi pula aku sangat capek aku mau istirahat, masa aku besok harus menyetir 5 jam lagi untuk pulang. " jawab Hari yang sudah terbaring kembali
Arsi kembali ke kamar nya, ia melihat L sudah berganti pakaian dan menggunakan piyama nya, ia sudah tertidur wajahnya masih saja sangat cantik, Arsi mengeluarkan camera pro untuk memotret L. L yang sudah terlelap tidur tidak menyadarinya. Arsi kembali tersenyum, ia kemudian mengambil ponsel dan mengirimkan pesan pada seseorang.
Mereka berdua adalah karyawan disalon ibunya satu seorang fotografer profesional , Arsi yang memanggil.
Hari, Arya, dan ibunya terlihat bingung dengan kedatangan mereka " Ranti, Imah, sama Denis ngapain pagi pagi kesini? "tanya Ibu Arya bingung
" Kami disuruh datang oleh Non Arsi nyonya. " jawab ketiganya, ibu Arya langsung memandang ke arah putrinya
" Ngapain kamu panggil mereka? "
" Aku mau pemotretan sama L bu, boleh kan? L aja ga keberatan, iya unnie. " tanya L sambil merangkul bahu L dengan manja
L tersenyum " Iya tidak apa apa. "
Arya pun seketika menjitak kepala adiknya itu " Kau ini aneh aneh saja, baru aja kenal udah sok akrab sampai ngajak foto foto segala, ngrepotin orang tau. " Wajah Arsi mulai cemberut
" Ga papa kok mas, Kata Arsi wajahku mirip orang Korea, Kasian kemarin dia cuman dikirim foto foto artis idolanya dan ga bisa ke Korea.Anggap saja aku ini artis Korea.Nanti kita juga foto bareng saja ya, katanya kalian berdua kan idola kampus . " kata kata L terngiang di kuping Arya, ia dengan cepat membayang satu frame bersama L dan nanti ia ingin foto berdua dengannya. Arya pun tersenyum dan dirinya bergegas pergi bersama Hari ke kamar guna berganti baju.Arsi sampai heran dengan tingkah kakaknya itu.
Ibu Arya cuma geleng-geleng melihat tingkah putri, tapi ia pun senang, sampai sampai ia juga ikut turun tangan dan mendandani mereka, alhasil hari itu juga rumah yang biasa sepi ditinggal penghuninya bekerja dan belajar tampak ramai, bahkan Ibu Arya memanggil tim fotografer dari studio miliknya guna mendapatkan hasil foto yang bagus, Ibu Arya yang notabenya seorang pengusaha tidak menyia-nyiakan model gratis didepan matanya. Apalagi ada gadis secantik L disini. Arsi sangat senang ketika sebuah mobil datang dan membawanya beberapa pakai ala Korea style untuk digunakan dalam pemotretan.
Ranti dan Imah telah selesai mendandani keduanya begitu turun orang-orang langsung melihat L dengan takjub, ia sangat cantik dan mereka mengira kalo L ini memang seorang artis atau model.
Tak lama pemotretan pun mulai berjalan, Arsi bergaya bersama L bak sahabat yang begitu akrab, tiap sudut rumah menjadi lokasi pemotretan. Hampir dua jam tak terasa telah berlalu, Hari dan Arya yang ikut pemotretan tersebut juga tampak senang dan ikut bergaya mengikuti arahan ibu Arya. L terlihat canggung dan malu, namun hasil foto miliknya adalah yang paling bagus, sampai Sampai sang fotografer memujinya berkali-kali dan menanyakan pada ibu Arya dimana ia menemukan model sebagus dan se profesional itu. Ibu Arya hanya tersenyum
Sebelum berakhir, Ibu Arya meminta tolong pada L untuk mengenakan pakaian dari butiknya dan memotret nya beberapa kali. L pun dengan senang hati mengiyakan.
Akhirnya pemotretan tersenyum selesai saat jam makan siang tiba, baik Arsi, Arya, ibu Arya dan Hari mereka tampak sangat senang melihat hasil fotonya. L disini sampai heran melihat mereka yang begitu bahagianya.
Menjelang sore orang-orang dari studio maupun salon sudah kembali, tinggal mereka berempat dirumah itu.
Arsi sangat senang, ia tengah memilah milah foto di laptopnya dan langsung mengupload di akun sosial medianya, begitu juga dengan Arya dan Hari. Sementara Ibu Arya tengah menyuruh bawahan nya untuk memajang foto L di beranda utama butik online nya sebagai modelnya.