All About You "L"

All About You "L"
Lukisan Siapa?



Prof. Lee bersama dosen serta tim pengamat seni perwakilan dari Museum Baru sudah berada di ruangan khusus. Disana terjajar rapi semua karya hasil ciptaan para mahasiswa lintas angkatan.


" Silahkan Tuan dan Nyonya, semua karya seni ciptaan anak didik saya di kampus ini telah ada disini. Kita bisa mulai menilai dan memilih nya. " Ucap Prof. Lee pada Tim pengamat seni


Selain lukisan, ada juga karya seni lain seperti kaligrafi dan seni pahat/seni patung.


" Anak anak jaman sekarang ternyata memiliki bakat yang luar biasa, terutama anak didik anda Prof. Lee. Aku jadi mengingat masa muda mu yang penuh dengan ide ide dan karya yang kau buat selalu luar biasa. " Puji Seorang pengamat seni.


" Tuan Han terlalu memuji. " Jawab Prof. Lee


Karya seni yang ada diruang penilaian di susun sesuai jenis dan tingkatan dari si pembuatnya. Dimulai dari milik siswa senior kemudian junior.


Para pengamat seni tersebut nampak puas dengan hasil karya milik para senior di jurusan seni . Tentu saja karena selain kemampuan mereka telah terasah , skill mereka juga lebih bagus dibandingkan para Junior mereka yang baru masuk.


Salah satu murid kebanggan Jurusan Seni adalah Park Ki Jun, dan Yoon Deok Hwa. Dua siswa yang berprestasi dan sudah terkenal hingga mancanegara, karya yang mereka buat bahkan telah diakui para pengamat seni dari dalam maupun luar negeri.


" Seperti biasa ke dua anak ini selalu membuat ku merinding, keduanya masih sangat muda dan kreativitas seni mereka begitu tinggi, lukisan yang dibuat Yoon Deok Hwa sangat artistik, dan seni patung buatan Ki Jun terlihat begitu nyata dan mempunyai arti mendalam dari tiap guratan nya. "Puji pengamat seni yang lain


" Iya, mereka adalah salah satu dua mahasiswa paling menonjol dan murid kebanggaan ku. " Prof. Lee sangat senang para pengamat seni itu memuji hasil karya anak didiknya.


Para Pengamat Seni yang datang ke kampus hanya terdiri dari 3 orang, mereka akan menilai dan hanya memilih 3 karya seni saja untuk selanjutnya akan dinilai kembali oleh Pengamat seni yang lebih ahli dari mereka.


Dua karya seni sudah diputuskan lolos untuk seleksi tahap selanjutnya adalah lukisan milik siswa bernama Yoon Deok Hwa dan Patung buatan Park Ki Jun. Tinggal satu karya lagi.


Tim penilai melanjutkan penilaian ke karya milik siswa lain, perbedaan antara siswa senior dan junior sangat berbeda. Terlihat jelas dari raut wajah para pengamat seni yang terlihat hanya melewati jajaran karya seni milik siswa tingkat menengah ke bawah.


Hingga tiba ke tempat karya seni milik para siswa junior yang baru masuk ke Universitas. Ekpresi mereka semakin terlihat tidak senang.


" Aku tahu ini adalah hasil karya anak anak baru, tapi aku tidak mengira akan sekacau ini. " Bisik Prof. Lee para rekan kerjanya yang seorang dosen


Prof.Lee nampak malu sendiri melihat hasil karya anak didik nya baru masuk itu, dan perasaan itu semakin bertambah setelah melihat ekpresi para pengamat tersebut.


" Aku tidak tahu keberanian dari mana hingga mereka berani mengumpul kan lukisan anak TK ke ruangan ku. " Gumam Prof.Lee


" Tenang lah Profesor, yang terpenting dua karya seni murid kita sudah terpilih dan lolos seleksi tahap selanjutnya. " Rekan kerja Prof.Lee mencoba menenangkan nya.


Tiba-tiba Para pengamat seni itu berhenti dan saling berkerumun di sebuah lukisan milik anak didik nya. Mereka seperti sedang berdiskusi namun juga seperti sedang bertengkar karena suara mereka cukup keras.


Prof. Lee dan rekan rekan kerja nya yang tak jauh segera menghampiri.


Mereka bertiga bersama menoleh ke arah Prof.Lee dan segera menghujani nya dengan rentetan pertanyaan.


" Prof. Lee siapa yang melukis, lukisan ini apa bisa saya bertemu dengan nya? "


" Berapa harga lukisan ini? saya akan membelinya sekarang juga. "


" Tidak tidak, panggil pelukis ini dan akan saya buat kan kontrak sekarang juga tanpa proses pemilihan lagi. "


" Tunggu dulu Profesor, anda belum menjawab siapa nama pelukis nya."


" Cepat katakan berapa harga lukisan ini, sebaiknya Profesor memanggil anak itu, tak perlu ikut acara seleksi seperti ini jual saja lukisan ini kepadaku. Aku akan membayar berapa pun harganya. "


" Tidak bisa seperti itu, lukisan ini akan menjadi masterpiece di museum baru jadi kumohon Profesor jangan dengar kan pernyataan nya. "


" Daripada memajang karya itu di museum baru, lebih baik Prof Lee memanggil anak yang membuat lukisan tersebut dan aku akan mengirim kontrak Seniman dan membawanya ke Eropa bersama ku, aku akan membuat karya miliknya melambung dan namanya setara dengan Leonardo da Vinci dan Piccaso. "


Prof. Lee dan rekannya jadi bingung karena tiba-tiba dihujani pertanyaan yang tidak mereka mengerti.


Prof.Lee akhirnya menenangkan mereka bertiga terlebih dahulu.


" Permisi tuan tuan dan nyonya nyonya, bisakah kita tenang dahulu dan membicarakan apa yang sebenarnya terjadi, jujur saya dan rekan kerja saya tidak mengerti dengan semua pertanyaan yang anda sekalian ungkapkan. "


Mereka bertiga diam dan memandang Prof. Lee, mereka menunjuk semua lukisan berjudul ' Spring Prince ' milik L.


Prof. Lee dan rekannya terpaku dengan keindahan lukisan tersebut, mereka otomatis berjalan mendekat dan hendak menyentuh lukisan tersebut. Namun buru-buru ketiga pengamat seni itu menjegal tangan mereka.


" Prof.Lee sebaiknya jangan pernah menyentuh lukisan tersebut, anda bisa merusak nilai seni lukisan itu. Tubuh manusia terutama tangan adalah sarang bakteri dan kelenjar keringat, jika jari anda menyentuh lukisan tersebut pasti akan ada kemungkinan bakteri dan kenjeran keringat tertempel pada lukisan dan bisa merusak nya. "


Ucapan pengamat seni itu terlihat sangat serius, Prof. Lee dan rekannya segera tersadar. Namun ia jadi kesal.


" Maaf karena saya terbuai dengan keindahan lukisan itu. " Jawab Prof. Lee


" Jadi Prof. Lee, bisakah anda menjawab pertanyaan kami. Kupikir anda sudah mengetahui maksud kami. Anda sendiri terpukau dengan lukisan ini, nilai artistik nya sangat tinggi dan seperti dilukis oleh seorang seniman yang sudah profesional. Letak lukisan ini berada di antara pelukis dari anak didik anda di tingkat awal, apa ada kesalahan? " Tanya salah seorang pengamat seni


Prof.Lee juga heran karena baru menyadari ada sebuah karya seni yang luar biasa diantara karya milik anak baru, ia mengira itu pasti lukisan dari mahasiswa tingkat atas. Prof. Lee pun akhirnya penasaran siapa yang melukis nya.