
Namun L sedikit beruntung karena saat itu ia mempunyai teman bernama Anita, gadis kaya dan baik hati, yang selalu bersama L sejak ia naik kelas 3. Anita selalu mengajaknya pergi jalan jalan, dan mentraktir nya makan, sehingga masa SMA L sedikit indah, tidak hanya diisi dengan belajar dan belajar saja.
Tentu saja setelah Bora mengetahui hal itu, ia sangat marah, Bora lalu meminta L untuk menjual ponsel itu dan menyuruhnya ke Bank untuk membuat buku rekening khusus pelajar, awalnya L kesulitan untuk menjual ponsel itu, namun tanpa disangka Anita malah ingin membelinya, karena tahu Anita yang membelinya Bora pun menyuruh L menjual dengan harga yang murah, Anita lalu membantu L ke Bank dan membuat buku rekening. Setelah jadi keesokkan harinya L kaget usai diminta Bora untuk mengecek saldo di ATM nya, Bora mentransfer uang senilai lebih dari 5 juta, itu nilai yang sangat besar, jika saja uang sakunya ia kumpulkan selama setahun pun jumlahnya tidak akan sebanyak itu.
Bora pun rutin setiap bulan mentransfer uang pada L, awalnya L menolak karena merasa tidak enak, dirinya juga menyadari jika dia bukanlah siapa siapa bagi Bora, kenapa Bora sampai melakukan hal sampai sejauh itu. Bora pun menjawab bahwa L itu adiknya dan ia sangat menyayangi walaupun awal hubungan mereka karena hutang budi tapi setelah mengenal L lebih jauh Bora benar-benar ingin L menjadi adiknya, Bora juga sangat tidak suka dengan cara pamannya yang memperlakukan L sebagai mesin belajar, Bora mengingat bagaimana waktu ia masih sekolah, kehidupan yang menyenangkan dan diisi kenangan bersama teman-teman nya. Bora sangat sedih jika L harus melewatkan masa SMA nya hanya dengan belajar.
Karena Bora lah, L dengan berani pergi dari rumah pamannya setelah lulus SMA dan kembali ke kampung halamannya, Bora mendukung apa yang di lakukan L. Setelah kembali kerumah lamanya, Bora semakin sering mengirimkan paket untuk L, ponsel yang dulu pernah ia jual dikirimkan kembali dengan versi paling baru, bahkan laptop, tablet dan semua gadget yang ya ada dirumah nya dikirim oleh Bora, bahkan setelah tau L mulai menggambar webtoon, seminggu kemudian Bora mengirimkan peralatan yang menunjang untuk membuat gambar digital, harganya tentu saja sangat mahal, padahal waktu itu L masih pemula dan belum terbiasa dengan peralatan itu.
L menekankan jika dalam merenovasi rumahnya, ia tidak ingin struktur bangunan luar nya diubah, begitu juga dengan bagian dalam untuk lantai satu karena disana banyak menyimpan kenangan bersama neneknya,sementara bagian lain ia serahkan pada sang arsitek, sebelumnya kata pria tersebut, kliennya yang bernama Kim Bo Ra meminta dibuatkan desain interior untuk lantai dua, ia memperlihatkan contoh desain ruangan nya diubah seakan tampak lebih luas, terdapat satu kamar, ruang bersantai, ruang kerja yang dilengkapi meja untuk menunjang kegiatan dalam menggambar webtoon nya dan meja lain untuk menulis novel, lalu balkon yang di buat tertutup dengan kaca, disana dibuat seperti ruang bersantai dengan meja kursi serta rak untuk menyimpan Buku-buku, lalu disebelah nya dibuat ruangan untuk menyimpan berbagai peralatan lukis. L hanya mengangguk karena saat ia membayangkan rumahnya telah di renovasi pastilah akan jadi sangat bagus. L pun menyukai dan setuju dengan desain itu.
Semua yang dilakukan Bora benar-benar membuat L kaget dan tak bisa berkata-kata.
Setelah kepergian pria itu, beberapa hari kemudian ia datang kembali dengan membawa banyak pekerja dan langsung memulai merenovasi rumah L, saat itu L tinggal di rumah Pak Anwar sampai 2 bulan lamanya. Ia sampai heran kenapa lama sekali renovasinya, selama proses renovasi Pak Anwar yang mengawasi L tak diijinkan melihat karena berbahaya.